Kamis, 27 November 2014

Mbak Chantelle

Begitu buka youtube kemaren lusa, aku langsung kegirangan pas ngeliat music video Guts Over Fear nya Eminem sudah rilis di hari itu. Lagu Eminem yang dulu aku download gara-gara ngeliat ada meme Spongebob di bawah ini,



Aku kira lagunya sedih, mellow gitu. Eeeeh sekalinya enggak sih.  Lagunya bagus, keren seperti biasa. Ngemotivasiin kita buat berani ngelawan ketakutan kita. Liriknya yang paling keren itu, 

"So this is for every kid who all's they ever did was dreamt of one day just getting accepted

I represent him or her, anyone similar, you are the reason that I made this song

And everything you're scared to say don't be afraid to say no more

From this day forward, just let them a-holes talk

Take it with a grain of salt and eat their fucking faces off

The legend of the angry blonde lives on through you when I'm gone

And to think I was... gone"

Selain liriknya emang keren, dia nyanyiinnya juga keren, fast rapping uuuuuuh. Dia kolaborasi sama mbak amberegul emeseyu, Sia. Tumben gak sama Rihanna, tapi gak kalah keren kok, keren banget malah. Sayangnya part buat Sia sedikit, coba dibanyakkin.

Pertama-pertama dengerin aku gak suka-suka banget sama lagunya, gak sesuka aku sama lagu Space Bound. Abadi mah kalau Space bound itu. Tapi aku mendadak jadi suka banget gara-gara liat mv-nya, Awal mv-nya sih biasa aja, ada cowok paruh baya yang lagi siap-siap mau tanding tinju, trus flashback tuh ke enam bulan yang lalu, enam bulan yang penuh tekanan, mulai dari bapaknya, istrinya, sampe orang-orang tempat kerjanya. Rada ngebosenin, untung ada penampakan Eminem yang ganteng, pake kupluk dan jumper hitam. Kerennnnn!



Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 25 November 2014

Roti Tanpa Selai

Kalau hati ada rasanya, mungkin hatiku sekarang rasanya kayak roti tawar. Hambar.

Sebenarnya aku udah tau, tapi masih tetep aja aku makan, pinggiran rotinya juga gak luput. Karena aku lapar, aku memang butuh. Karena aku pikir akan ada saatnya aku dikasih selai, asal aku sabar nungguin. Sampe akhirnya aku dapat selai, yang sayangnya dari orang lain. Selai  yang manis, yang memanjakan, yang bikin kecanduan. Aku makan roti dari Zai tapi selainya dari dia. Aku gak mau kayak gitu, akhirnya aku putusin aku stop makan pemberian Zai. 

Lalu sadar kalau selai dia itu pake pemanis buatan. Selai itu bikin batuk, bikin sakit-sakitan, padahal dia datang seolah tau aku harusnya gak makan roti tawar mulu. Zai tetep kasih roti. Aku terima, aku simpan aja. 

Aku simpan roti yang kadaluarsa itu. 

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Senin, 24 November 2014

A Real Slut

Jaman SMK, tepatnya waktu aku ganti bio twitter dari "I adore me, because I love just the way I am" menjadi "Tukang ngeblog kembaran Emma Stone. Hidup seperti Easy A", bubuhannya pada ribut. Jelas ribut karena gak terima kalau aku mengumumkan diriku sebagai kembarannya Emma Stone padahal kan emang kembar, lututnya. Lebih ribut lagi pada nanyain Easy A itu apa?

"Itu filmnya Emma, aku banget filmnya itu. Coba nonton, malam ini tayang di HBO." kataku waktu itu.

Dina yang udah nonton filmnya makin ribut, koar koar nanya, 

"Apanya yang KAMU banget? Disitu Emmanya rambut merah, pake baju seksi ada tulisan A nya merah, kamu aja gak suka warna merah."

"Tapi dia konyol kan? Aku suka cara ngomongnya yang sembarangan"

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Kamis, 20 November 2014

Cerang

Namanya juga manusia. pasti gak lepas dari salah dan keliru. Sikap ceroboh juga termasuk dalam salah.

Mungkin aku manusia yang terlalu manusia, bukan malaikat atau bidadari yang digombalin sama cowok-cowok, kamuuuu bidadari tanpa sayap, kamu bidadari jatuh dari surga di hadapankuuuu aaakkk apaan sih Chaa, saking sering salah dan cerobohnya. Nah sikap cerobohku dari kecil kayaknya gak bakal sembuh-sembuh sampe aku gede. Mau umurku udah dua puluh kek, mau rambutku udah rontokkan kek, mau kemaren-kemaren kek, mau hari ini kek, tetep aja aku ceroboh.

Apalagi gara-gara insiden Selasa kemaren, aku makin pantas aja dipanggil Cerang sama Kak Yuls, Cerang, cewek sembarang. Sementara aku dengan riangnya manggil dia Cebok, cewek bokong haha.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 18 November 2014

Kopi Tukang

Kalau disuruh milih antara makan banyak atau tidur banyak, aku pilih yang kedua. Aku gak peduliin rasa lapar di perut yang merongrong kalau ngantuk udah datang. Buat yang udah pernah baca postingan-postinganku sebelumnya pasti udah tau kalau aku sering ketiduran dimana-mana. 

"Dasar cerang, cewek sembarang!"

Tiba-tiba kedengaran aja suara mengumpatnya Kak Yuls huhuhu

Emang dasarnya aku gak hobi makan juga sih, maknaya badan jadi kayak angka satu gini. Contohnya, kalau di rumah lagi ada acara selamatan atau nikahan atau ulang tahun ponakan, aku lebih milih buat mendem di kamar menuntaskan hasrat tidurku daripada ngabisin makanan yang berlimpah ruah di luar. Aku juga gak hobi buat berbaur sama orang banyak. Bisa dibilang sih aku sombong, eh tapi sebenarnya aku gak sombong, cuman gimana ya, kayak males aja berbaur sama orang-orang kecuali sepupuku, ngobrol-ngobrol gitu, ditanyain macam-macam sama saudara Bapakku yang berdarah bugis, 

"Eeeehhh ini kah Nisa? Sudah besar kau?"

"Kenapa tak kuliah?"

"Kapan nikah?"

Aaarrrrgggghhh!!!!!

Dan pagi tadi, aku dihadapkan sama dua pilihan yang lumayan sulit, berangkat kerja atau lanjut tidur? 

Sumpah, pagi-pagi udah dibikin galau aja sama yang namanya ngantuk. Bingung, ini ngantuk bagusnya ditemanin aja atau dimusuhin. Ya kalau ditemanin ntar ngelunjak, kebablasan tidur sampe sore, ya kalau dimusuhin juga gak tega sama mata merem melekku.
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Kamis, 13 November 2014

Berkat Tahi Lalat

Jujur aku suka gugupan kalau terima user yang sopan. User yang ngomongnya tertata, keliatannya berpendidikan, antusiasnya tinggi, gak rempong. Aku pernah dapat user bapak-bapak baikkkk banget. Dia ngomongnya kayak dipikir dulu, smart, menghargai apa yang aku ucapin, dan bilang terimakasih dengan pembawaan yang super tenang pas hapenya selesai diservis. Aku jadi ngerasa kecilllll banget kayak upil, kayak lututnya semut. Senang kagum malu pengen kayak gitu nyampur jadi satu. Beda dengan hal nya kalau ngelayanin user rempong, aku percaya diri ngomong petantang petenteng tanpa peduli kalau seorang customer service itu harus sabar. Harusnya cuman ngangguk ngangguk sambil kasih senyum manis pas usernya ngomal ngomel.

Trus gimana kalau ketemu user yang sopan plussssss dia itu orang yang gak disangka sangka? Idola gitu?

Gugup, gugup banget. Gagap malah.

Dan Rabu minggu kemaren aku kegagapan.

Bulan kemaren, eh sampe sekarang sih, aku gandrung gandrungnya sama buku The Naked Traveler, buku tentang traveling gitu. Aku belum pernah beli buku dengan genre gitu, tapi karena sampul bukunya menarik, oranye gitu, akhirnya aku beli. Gak peduli deh itu seri yang ke-3 dan aku belum baca yang seri sebelumnya.

Sampe rumah aku langsung baca, langsung jatuh cinta pada bab pertama. Bikin aku pengen cepat-cepat ke bab berikutnya.

Aaaaakkkkkk she is fuckin awesome!

Mbak Trinity, penulis buku itu, doyan banget sama namanya traveling. Gaya nulisnya gak boring, lucu, humoris, ringan. Beda banget sama buku-buku traveling lain, yang rata-rata ngupas tempat-tempat wisata indah dan pengalaman-pengalaman keliling dunia yang bikin iri banget. Baca buku traveling lain itu kayak baca atlas rasanya, beda sama buku yang ditulis Trinity.
Gak semua yang Trinity alamin itu pengalaman yang manis-manis, ada juga pahitnya. Malah lebih banyak pahitnya. Tapi itu sih yang bikin aku jadi jatuh cinta sama bukunya. Trus juga, dia ngunjungin tempat-tempat gak biasa, tempat-tempat yang gak biasa rekomendasiin traveler-traveler lain, atau tempat wajib dikunjungin. Dia juga gak ragu nyeritain kekurangan negara yang dia kunjungin. Dia gak suka gemerlap kota dan teknologi sebenarnya, lebih suka menyatu dengan alam. Gak malu buka-bukaan aib tentang pengalaman malu-maluinnya karena badannya yang gendut. Anti mainstream lah pokoknya.

Semua bab aku suka, tapi kalau ditanya yang manayang memorable banget, yaitu pas dia ngejelasin kalau China itu jorok, judul bab-nya Joroknya China. Hahaha syumpah jujur abis Trinity ih, kerennnnn!!!!


Kayaknya harus nyediain bugdet buat jemput buku Trinity tiap bulan deh, ngejar ketertinggalanku. Kamvrettttttt.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Rabu, 12 November 2014

Pengen di Luar Pagar

Rasanya aku masih belum bisa move on dari talkshow kemaren. 

Kata-kata Raditya Dika yang, "Temukan kegelisahan kita, mulai dari kegelisahan dalam diri sendiri, kegelisahan dari luar. Karena kita gelisah, maka kita menulis." itu masih kengiang-ngiang di kepalaku, menari-nari di otakku macam Shahrukh Khan sama Kajol di drama India. Dan aku sadar kegelisahanku sebenarnya bukan tentang Mamaku yang over-protective, tapi tentang masalah hari Sabtu kemaren. Entahlah apa itu bisa disebut masalah atau enggak, yang jelas aku gelisah. 

Gimana ya ngawalin cerita kegelisahannya, aku juga bingung. Tapi kalau gak diceritain ntar gelisah mulu...

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Senin, 10 November 2014

Menulis Karena Gelisah

Selamat hari Pahlawan!!!!!

Terpujilah bagi para pahlawan yang telah rela gugur demi bangsa ini. R.A Kartini, Cut Nyak Dien, Pattimura, Soekarno-Hatta, Imam Bonjol, Naruto, Ironman--- eeh bukan ya.

Mau pamer nih, aku baru pulang dari talkshow menulis Raditya Dika di Universitas Mulawarman, bertajuk Kreatif Menulis, Rejeki Tak Akan Habis persembahan Faber Castell uwowowowooooo. Aku tau acara ini dari Kak Ira, dan dia taunya dari Kak Roy, pacarnya mantan CS di NCC. kak Roy itu kerja di Faber Castell.

Huaaaaaaa akhirnya kesampaian juga liat Bang Dika secara langsung!!!!!!!! `Ketemu pahlawanku, pahlawan dalam dunia menulis, pembangkit semangat untuk tetap nulis dan punya blog ini.

Awalnya aku yakin gak bisa ikut karena Kak Indra ambil cuti selama dua minggu, termasuk hari ini. Aku sempat kesel sedih kecewa bunga citra lestari, udah gak bisa ikut talkshow tahun kemaren, masa tahun ini aku juga gak ikut? Untungnya Kak Ira dengan baik hati ngasih aku ijin keluar buat hari itu, hari ini, dan dia yang gantiin aku sementara aku keluar. Huuuuuuaaaa lop yu kak muahhh!!!!!

Jadi jam 12 tadi aku meluncur ke Unmul, sempat bingung ini acaranya diadain dimana. Kalau dari tiketnya sih tertera acaranya di Gedung Auditorium, tapi pas aku kesana anak-anak teater Yupa yang pada keluar dari sana, gak ada gegap gempita orang-orang yang mau nonton talkshow. Feeling ku bilang baiknya aku ke GOR 27 September aja, eeeh sekalinya emang beneran disitu acaranya. Aku pede-pede aja sih nyempil-nyempil di segerombolan anak kuliahan, ada juga anak SMA. Gapapa sendirian gapapa yang penting ada kakak Raditya Dika yuhuuuuuuuuuuu.


Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 08 November 2014

Ketika Cebok Dicerang

Kalau aku sudah tekumpul sama Kak Ira dan Kak Yuls, pasti gak luput dari acara ngetawain sesuatu, seseorang, segalanya. Apa aja yang mungkin bagi orang gak lucu jadi lucu buat kami. Biasanya sih kalo ada yang ceroboh macam kesandung batu, salah ngomong, terlalu polos. Ngetawain orang yang lewat. Beolokkan behapakan satu sama lain.

Si Cebok (cewek bokong) yaitu Kak Yuls, hobi beneh ketawa ngakak. Ketawanya meledak menggelegar, ngundang orang buat ikut ketawa juga sambil mukulin badannya. Dan dia yang paling sering ngetawain aku. Dia juga yang ngasih aku gelar Cerang (cewek sembarang). Sungguh suatu kehormatan!

Kami sebenarnya tau kalau ketawa berlebihan itu gak boleh, karena ntar biasanya habis itu bakal nangis. Bakal ada musibah atau kejadian gak terduga yang bisa bikin nangis. Fenomena itu kita kenal dengan sebutan kemerawaan.

KITA? Urang banjar aja kaleeeeeee

Dan fenomena itu terjadi hari ini. Nyataaaaaa.

Terjadi di dua minggu kemaren, dan seminggu sebelum ikut Samarinda City Run (baca postingan Pesta Rakyat). Maunya sih aku posting pas hari itu juga tapi masih suasana berduka cita cyinnn, makanya baru posting sekarang (alala bilang aja males Chaaa) . Seperti biasa kalau aku mau ceritain kejadiannya, aku ceritain awalnya dulu aja. Oke oke oke?



Sebenarnya dari awal aku memang mau ikutan SCR ini, cuman ini. Awalnya juga mau beli tiket SCR tapi berhubung distro tempat penjualan tiketnya terasnya dipenuhin sama anak-anak cowok bertampang songong, kami berdua (aku & Dita) putar haluan ke travel depan Bank OCBC, tempat dijualnya tiket SSC. Nah aku bisa ikut SCR itu gara-gara Max gak jadi ikut. Yaudin aku gantiin tiketnya. Otomatis, aku ikut dua-duanya deh. 

Nggg lanjut,

Di pagi yang cerah itu aku, Kak Ira, sama Kak Yuls ke GOR Segiri dalam rangka pemanasan ikut SCR. Hahaha gaya banget kan. Eh tapi emang bener pemanasan sih, soalnya mereka berdua, nggg kata mereka berdua sih mereka jarang lari-larian. Dan kenapa kita pilih GOR Segiri padahal acara SCR-nya itu di GOR Sempaja? Karena kami ngehindarin wisata belanja disana, wisata dimana kantong kami dikuras kayak bak mandi, apa-apa yang dipajang disana mulai dari makanan minuman sampe baju pada minta dijemput semuaan. Beda sama GOR Segiri yang gak ada wisata belanjanya, paling-paling jual makanan doang, itupun gak ada makanan yang aneh-aneh kayak di GOR Sempaja kayak klapertart, macaron, risoles, aaaaakkk aneh kalau sampe dilewatkan maksudnya.

Pas lagi siap-siap mau berangkat, sekitar jam enaman tuh, Mama yang baru muncul dari dapur langsung ngomelin aku panjang lebar. Salah apa aku Makkkkk salah apa? Pagi-pagi udah dikasih sarapan omelan aja.

"Celanamu pendek betul! Paha bebuangan! Coba pake celana lain Chaaaaa!!!"

"Celana apa lagi Mak? Gak ada celana lagi naaaah. Icha mau pake celana bekantong."

Lagian aneh juga Nyonyah ni, perasaan malamnya aku udah koar-koar ijin deh, dibolehin aja. Eh udah dipake malah disuruh pake celana lain. Padahal celananya gak ketat kok, gak kayak cabe-cabean deh. Celana tenis gitu.

Pehape Nyonyah ni.

Aku sama Nyonyah pun ribut berdebat soal pake-celana-apa. Ujung-ujungnya malah nyaranin aku buat pake celana lepis panjang sama jilbab. Aaarrrrrrrrgghhhhhh!!! Bukannya jijay gak mau pake jilbab, enggakkk enggak sekafir itu, tapi masa pake jilbab pas jogging doang? Alim karbitan.

Kezel Hayati bang!

Daripada gak jadi jogging, aku langsung ambil celana training SMA Negeri 3 yang mejeng di lipatan paling atas dalam lemariku. Ngacir ke kamar, tetap pake celana pendek itu tapi aku lapisin pake celana training. Perfecto.

Habis cium tangan pamitan, aku cusss ke rumah Kak Ira. Eeeeh di jalan ketemu Kak Ira sama Kak Yuls. Kak Ira ketawa ngakak ngeliat penampilanku yang udah kayak rapper aliran sesar, eh sesat. Kaos putih, celana gombrong, sepatu kegedean...

Kami markir motor di daerah Balai Kota, di atas gunungnya. Habis itu aku langsung melorotin celana trainingku itu, dannnnnn kami turun ke bawah.

Larinya dikit aja tapi makannya banyak, ketawanya apalagi. Pota potonya jugak hahaha. Dasar, tempat jogging emang gak ngaruh sama kebiasaan kami.





Sempat aja lagi ketemu Dita yang lagi jalan santai sama teman-teman kampusnya, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional. Dia manggil aku, "Tanteee!!!" dengan lantangnya habis itu cengar-cengir. Mau aku susul mau kujitak keburu jauh huhu.

Sekitar jam sepuluh kami mutusin buat pulang. Area GOR Segiri dan Balkot pun juga udah pada sepi. Nyampe di parkiran, ada yang ganjil sama jok motorku, jungkit gitu gak rapat aku nutupnya. Ditambah lagi lubang buat masukkin kunci motor juga rusak, susah banget kunci mau masuk. Kak Ira sama Kak Yuls langsung neriakin aku Cerang lagi. Aku mah selow aja, emang aku orangnya serampangan sih. Nah kami gak langsung pulang, tapi malah asik pota-poto lagi, menuh-menuhin memori. Anak-anak cowok yang tadinya lagi main bola dekat parkiran sekarang pada dudukan. Mungkin pada nontonin kami yang lagi selfie *plakkkk kegeeran banget kamu Chaaa!!


Akhirnya pantat kami tergerak buat hengkang dari situ. Aku ngambil jaket yang aku taroh di jok motor Kak Yuls. Kak Ira juga naroh jaketnya disitu. Pas Kak Yuls ulurin tangannya ke jok motornya,

"Eh, dompetku mana ya?" katanya setengah panik.

Aku dan Kak Ira pun refleks ikut-ikutan ngejulurin tangan ke situ. Nihil, gak ada yang namanya dompet. Adanya sisir sama remah-remah (?) motor.

Yang empunya dompet langsung nelpon ke rumah, siapa tau dompetnya memang gak dibawa tapi ditinggal. Gak ada. Kak Yuls berusaha ngingat-ngingat lagi apa tadi dia bawa dompet dan ditaroh disitu.

"Aku ingat banget Raaa tadi dompetnya aku taroh dalam-dalam disini, pake ditimbun segala sama jaket kalian!"

Muka kami langsung pucat.

Dicari di dekat-dekat motor kami juga gak dompet itu nimbul. Kata Kak Yuls uangnya gak seberapa sih tapi SIM, STNK, KTP, ATM dan tiket SCR ada disitu semua. Duuuuuh rasa mau siup aja adek bang!

Pandangan kami dari yang ke bawah motor berpindah jadi ke kumpulan anak-anak cowok yang di parkiran lagi duduk.

"Tanyain aja yok mereka Kak."

Kak Ira dan Kak Yuls ngangguk, trus memulai langkah ke anak-anak cowok itu. Ternyata mereka gak ada liat dompet berceceran, dan mereka gak terus-terusan disitu tapi sempat turun ke bawah buat jogging. Salah satu dari kumpulan cowok itu cerita kalau tiap minggu memang sering terjadi insiden dompet hilang di jok. Dia juga sempat jadi korban. Si pelaku itu masih belum ketahuan sampe sekarang, si pelaku memang ngincar jok motor orang.

Aku langsung keingatan sama jok motorku, Huaaaaaa bukan gara-gara keceranganku, tapi si pelaku itu huaaaaaaa!!!!!! Si pelaku pasti buka paksa jok motorku itu, makanya jadi rusak gitu lubangnya. Untung di jok motorku gak ada apa-apanya, cuman jas hujan robek doang.

Habis wawancara dengan kumpulan cowok itu, kami bertiga keliling menelusuri area Balkot. Soalnya kata cowok itu si pelaku bisa aja ngebuang dompetnya. Minggu kemaren ada dompet kececer tapi gak ada duitnya. Masih nihil, gak ada sama sekali. Kami tanyain petugas kebersihan disitu juga gak ada nemu. Kami langsung ke kantor polisi buat ngurus itu. Keliat banget muka gamangnya Kak Yuls di sepanjangan perjalanan kami ke kantor polisi. Huhuhuhu jangan nangis Cebokku T_____T

Ternyata disaranin buat ngurus di kantor polisi yang di Karang Asam. Yowes, jadi rencananya besok tuh Kak Yuls ngurus. Sumpahhhh sebenarnya masih gak ikhlas banget, Kak Yuls hebat bisa tetap tenang dan gak nangis tanjal, hal yang pasti terjadi kalau aku yang ketimpa masalah dompet hilang itu.

Eeeh kami kembali ke area Balkot, kami telusuri lagi sampe ke bukit-bukitnya, trus tempat sampah juga gak luput. Orang-orang pada kami tanyain, mulai dari petugas kebersihan sampe bapak-bapak berbaju safari, dan mereka juga bilang seperti yang bubuhan anak-anak cowok di parkiran tadi. Pencuri pembongkar jok motor ternyata udah melegenda.

Pas lagi di turunan bukit, ada cowok separuh baya pake baju hitam yang kami liat daritadi sibuk mondar mandir. Mencurigakan. Pengen rasanya kukejar, jangan-jangan dia itu pencuri dompetnya Kak Yuls. Aneh juga sih, siang bolong ngapain gitu ngitari area Balkot dengan jalan kaki? Tawaf gitu kah?

Tapi urung sih buat ngejar, orang itu udah keburu nyebrang (alah, bilang aja takut kena gampar Chaaa). Kami bertiga pun pulang dengan tangan hampa. Gak bisa berkata apa-apa dah habis itu. Maka Kak Yuls pake koar-koar kagak bisa ikutan SCR gara-gara tiketnya ikut hilang. Tapi untungnya bisa ikut, dia beli lagi tiketnya haha.

Sampe situ deh cerita kemerawaan kami. Dengan kejadian itu, sebenarnya kami gak kapok sih jogging disitu. Lain kali kalau mau jogging di GOR Segiri jangan markir di atas gunung Balkot itu lagi karena katanya paling sering disitu terjadi pencuriannya, jangan taroh barang berharga di jok motor, jangan cerang pokoknya. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Minggu, 02 November 2014

Main Ayunan

Makin banyak aja orang gila di dunia yang fana ini. Bukan orang gila yang suka keliaran di jalan gak pake baju badannya dekil gangguin ketentraman orang jadi santapan lemparan anak-anak kecil, tapi orang 'gila', orang yang punya jiwa kreatif dan jiwa penghibur yang sama-sama tingginya. Penyakit 'gila' itu dijangkiti oleh comic, pelaku stand-up comedy, yang dituntut selain harus lucu juga harus kreatif.

Kak Iqsan, kakak kelasku waktu SMK yang sekarang jadi comic, adalah contoh spesias 'gila' itu. Dia lucu abis, video-video di instagramnya jadi hal yang aku tunggu-tunggu. Contoh lainnya, Vian Pradipta, comic asal Sangatta yang pernah nampil di Tawa Dari Timur Borneo waktu bulan Juni. Dia bareng Upiin, comic asal Bontang bikin dua video lucu gitu di youtube. Video pertama itu ceritanya mereka lagi bosen di rumah trus mau balapan, eh balapannya sekalinya--- liat aja deh di bawah ini:

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 01 November 2014

Adam Gak Mau Dicium

"Udah November aja, sebentar lagi Desember, sebentar lagi tahun baru."

Begitu yang ditulis Tama, teman sosmed (temen tau di sosial media aja maksudnya) di line-nya. Bikin aku mikir, kalau perjalanan menuju November itu berasa banget, bukan gak terasa sehingga tau-tau udah November aja yang kayak Tama rasain.

Serius, emang kerasa banget. Bulan Oktober aku boros banget perasaan. Dua minggu sebelum gajian uangku udah habis aja, mau isi bensin aja sampe minjem duit Kak Fitri. Kuota yang biasanya di akhir bulan masih ada eeeeh udah habis pas lima hari sebelum gajian. Cekak banget.

Ada momen pas aku sama Kak Ira beli makan siang di mall depan, Mall Lembuswana. Habis beli mie instan cup (huhuhuhu ketahuan kan cekaknya) gak lama hujan turun. Maka hujannya deras, sampe banjir tumpeh-tumpeh. Terpaksalah kami mendekam di mall, yaaaa kerasa kepaksa karena gak ada duit, cobanya kalau ada duit kami senang mendem di mall. Jadi aku sama Kak Ira beli minum dan duduk di kursi yang disediain sepanjangan koridor lantai dua. Dibawa ngobrol buat lupa sama si laper. Ada anak umur lima tahun lagi makan crepes tiba-tiba nyetop langkahnya di hadapan kami, trus makan crepesnya itu dengan lahap, crepesnya dijilat-jilat digigit-gigitin nikmat banget.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com