Senin, 16 Januari 2017

Nge-BF Bareng Haw: Eksploitasi Hubungan di The Mermaid

Dengan mantap, film komedi asal Hongkong berjudul The Mermaid, jadi film yang aku BF (Baperin Film)-in kali ini. 

Lesung pipinya! Sumber: Google Image

Dan seperti biasa, aku nggak sendirian layaknya onani, tapi berdua. Bareng orang yang ngenalin aku sama The Mermaid, yaitu Hawadis, atau yang biasa dipanggil Haw. Pemilik blog howhaw.com. 

Berdasarkan pendapat Rey, mulai sekarang aku bakal pajang foto teman nge-BF-ku.
Nah, ini fotonya Haw.
.Sumber: Instagram
Sudah lama aku kagum sekaligus kesal sama blogger asal Kalimantan Barat ini. Kagum, karena dia bisa menjelaskan teori fisika (yang dia sebut V-sika) dengan sesederhana mungkin, lalu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari bahkan ke soal percintaan di blognya.

Trus kalau dipikir-pikir, ternyata tulisan-tulisan review baperku terinspirasi sama tulisan V-sika-nya Haw. Melemaskan hal yang biasanya 'kaku.' Ngomongin fisika itu kaku. Ngomongin film juga kaku. Dua tulisan itu kayak punya pembacanya sendiri gitu. Tapi dia mencoba menulis soal fisika tapi disederhanain dan jadinya merakyat dengan ngaitin sama soal percintaan. Aku pun nyoba buat ngelakuin kayak dia.

Aku juga kesal sama Haw. DIA INI MAKANNYA APA SIK? KOK DIA BISA NULIS SEKEREN ITU DI BLOGNYA? 

Dan kekesalanku makin parah, pas aku ajak ngebaperin The Mermaid ini.

The Mermaid bercerita tentang Liu Xian (Deng Chao), seorang pebisnis muda sukses layaknya Christian Grey-nya Fifty Shades of Grey, yang memenangkan lelang atas suaka alam bernama Teluk Hijau. 

Mr. Grey dari Hongkong!
Sumber: Google Image

Bersama partner perempuannya yang dada ngondoynya pengen menyaingi ngondoynya dada DJ Butterfly, Liu berencana mereklamasi tempat itu. Memasang sonar. Mengganggu habitat hewan laut, termasuk duyung.

Kaum duyung pun mengutus Shan (Lin Yun), duyung paling cantik dan polos untuk menyamar menjadi manusia yang kemana-mana pake skateboard, menggoda Liu yang terkenal sebagai lelaki kencrot, lalu membunuhnya. Tapi saking polosnya, Shan malah jatuh cinta sama Liu. Begitupun juga sebaliknya.

Bukan Fifty Shades of Grey.
Sumber: Google Image

Langsung aja, ini nge-BF sama Haw.


Icha: Haw, mau baperin film nggak?

Haw: Boleh juga sih itu. Tapi jangan film keluaran Digital Playground ya...

Icha: AKU MAU BAPERIN THE MERMAID, BAJINGAK. Terserah kamu siapnya kapan.

Haw: Syukurlah kalau begitu. Aku mah siap kapan aja, Cha. Asal bayar di muka dulu.

Icha: Aku bisanya duduk di muka sih.

Haw: Nggak apa, asal jangan keluar di muka.

Icha: KELUAR DI MUKA PALKONLU RENGAT!

Haw: Anjaaayyy... Pal..rengat...

Icha: Okay. Aku mau langsung keluar, maksudnya mau langsung tanya. Kamu awalnya mau nonton The Mermaid itu kenapa, Haw?

Haw: Awalnya karena lihat judul film sama posternya di situs donlot film, nggak tertarik sih sebenernya. Tapi pas liat sutradaranya si Stephen Chow, yang udah dikenal dengan film komedi seru, jadinya lihat trailernya di yutup, eh ngakak. Donlot dan nonton deh...

Icha: Haw tau palkon? Haw nggak sepolos yang aku kira.

Haw: BUKAN TENTANG POLOS TIDAKNYA. ITU SINGKATAN UDAH UMUM, ICHAAA YANG CANTIK...ADIKNYAAA...

Icha: Bangset! Trus Haw ngefans sama film-filmnya Stephen Chow?

Haw: Iya, Cha. Sejak Shaolin Soccer, Kungfu Hustle, CJ7, God of Gambler, sama yang Biksu Tong itu, lupa judulnya.... Hampir semua komedinya asyik.

Icha: Kamu udah nonton banyak, ya. Kalau aku baru nonton film Chow yang itu aja.

Haw: Pantesan waktu itu di Twitter bilangnya sedih. Itu film-film Chow komedinya udah nyebar sedari awal padahal, sayangnya banyak yang miss. Kalo baru nonton gaya film Chow, itu yang scene awal-awal jadi "Ini maksudnya apaan, sih?".

Icha: Iya.... bener banget. Aku awalnya heran. Mikir "Kok gitu sih?" "Wah lucu juga ya." "Njir hahaha ngakak."

Haw: Hahaha. Abangku dulu sering nyuruh nyewa VCD film-film Chow, jadinya ikut nonton, lucu, trus mulai deh nyari film-film Chow lainnya. Tapi nggak dapet. Emang susah sih kalau nyari film-film Chow di toko sepatu.

Icha: Toko sepatu anjeeer.

Haw: Aneh itu, Cha. Kok di toko sepatu nggak ada jual VCD film Chow, ya? Padahal di KFC aja ada VCD SM*SH. Di SPBU ada VCD Teuku Wisnu dan siapa itu pemeran Cinta Fitri….

Icha: Terserah! Trus The Mermaid jadi favorit nggak?

Haw: Kalo dibilang favorit sih nggak. Karena bagaimanapun, film favorit saya itu Monster University.

Icha: Bohong! Film favorit kamu pasti Jan Dara!

Haw: AKU KAGAK PERNAH NONTON JAN DARA SAMPE ABIIIIIISSSS... FILENYA JUGA UDAH KUHAPUUUUUUUSSSSS... BEGINI-BEGINI AKU ORANGNYA MENJAGA TUBUH DARI NONTON FILM-FILM BEGITU. MATA AJA KADANG YG KUIJININ.

Icha: Taek.

Haw: Tapi The Mermaid bikin ngakak dan iri yang parah. Coba semua gadis selugu Shan, ya... Kan lumayan bisa ngelatih ciuman.

Pelatihan. .Sumber: Google Image

Icha: Bajingak. Eh iya tapi Shan lugu banget, ya? Beda banget sama cewek yang satunya itu.

Haw: Iya, Cha. Masih polos. Bentar, pas Bang Haris ke Samarinda, katanya, si Icha itu aslinya polos. Bahkan sampe kamu kutip kan ucapan yang itu.

Icha: Kampret! Iya, Haw. Dia nge-review aku kayak gitu. Awalnya review-nya "Saya kira kamu kayak mbak-mbak. Umur kamu kan 22. Ternyata kayak anak kecil." Trus aku minta penjelasan apa maksudnya kayak anak kecil. Dia jawab, "Muke lu masih polos!" 

Haw: KOK TUMBENAN NGGAK KAMU BALAS DENGAN JAWABAN, "YA MAAF KALO AKU KAYAK ANAK KECIL. TAPI AKU BISA NYIPTAIN ANAK YANG LEBIH KECIL KOK." KENAPA NGGAK BEGITUUUUUU........

Icha: HAW MESUM, ANJIR.

Haw: Dan itu kalian nggak mau saling bikin review biografi masing-masing di blog? Kayak misal, "Bang Haris itu aslinya ganteng banget. Cuma yang datang kemaren itu fotokopiannya yang item putih, diperkecil, jilid spiral..." Misal loh ini yaaa...

Icha: Haw....

Haw: Nah, kan kamu polos berarti nih, Cha. Bang Haris ada nyoba ngelatih gitu juga nggak sih, kemaren?

Icha: NGELATIH MAKSUD L?! KAMPRET! Eh, Haw. Emang film-filmnya Stephen Chow sengaja kayak gitu ya efeknya? Kayak Indosiar gitu masa.

Haw: Kalo masalah sengaja atau nggak, aku nggak tau ya. Karena efek yang begitu bisa membuat kesan komedinya lebih dapet. Tapi emang hampir semua film Chow yang butuh efek khusus CGI, ya, tampilannya emang seadanya begitu. Tapi kalau lihat film Jackie Chan, yang mencari harta karun dan patung kepala Shio itu, efek CGI nya juga seadanya. Mungkin saja teknologi perfilman di China-nya yang memang belom memadai. Entahlah.

Icha: Iya sih bikin lucu. Sayangnya, laga Indosiar, ceritanya juga nggak lucu.

Haw: Nilai lebih penggunaan efek itu biar nggak serius amat kesan filmnya. Aku juga nganggepnya itu kayak film indosiar, apalagi scene menyelam. Kayak asal tempel aja. Tapi itu nggak masalah sih. Film koplak begitu, nggak perlu ngeribetin efek-efek mahal.

Icha: NAH IYA! Yang scene menyelam itu Indosiar wannabe yak! Efek yang keren menurutku pas nenek-nenek kepala duyung, ngibasin sirip duyungnya buat memberantas korupsi. Eh, buat menghabisi para bajingak-bajingak itu.

Haw: Aku nggak nyangka nenek nenek yang demen tidur pas lagi dongeng itu hebat bet. Padahal emang di film Chow, yang hebat itu biasanya yang mukanya tua dan khas bapak-bapak atau ibu-bapak yang pake baju santai. Kayak yang di Kungfu Hustle, itu emak-emak kosan yang jago.

Icha: Keren yak! Semacam jadi kejutan! Trus aku lama-lama jadi kebiasaan deh sama gaya komedinya. Tawaku mulai pecah pas Shan mau nusuk kakinya Liu. Eh nggak taunya Liu nge-dance.

Haw: Iya. Gaya komedinya ya begitu, kadang nggak keduga kapan lucunya. Kayak pas Shan diajak natap mata si gurita, Octopus, buat nunjukin dia nggak bohong. Eh, Octopus-nya muter. Gegara kipasnya dinyalain. Itu jenius parah.

Icha: Hahaha iya! Orang adegannya udah serius juga. Eh langsung rusak gara-gara kipas angin.

Haw: Iya. Aku nyangkanya malah Octopus-nya yang nggak berani natap karena dia suka ama Shan. Eh, kerjaan si emak-emak yang nyalain kipas ternyata...

Icha: Bahahaha! Oh iya, Haw. Mengenai Shan dan kepolosan, apakah cowok bajingak macam kamu sukanya yang kayak Shan?

Penampakan Shan. Sumber: Google Image

Haw: Nggak. Polos itu punya nilai plus, karena berarti dia gadis baik-baik. Tapi yang membuat lelaki menyukai gadis seperti Shan itu bukan kepolosannya. Tapi keceriaannya, cara pandangnya dan wajahnya. Perempuan yang ceria itu lebih menarik, bisa membuat suasana hati ikutan ceria juga.

Icha: Okay. Perempuan ceria itu lebih menarik hati para umat manusia~

Haw: Nggak cuma manusia saja sih, bahkan malaikat dan Tuhan juga lebih suka manusia yang ceria kan... Karena orang ceria itu menunjukkan kebersyukurannya, dan senyumnya dikasih nilai pahala.

Icha: Santap jiwa!

Haw: Terus cara pandangnya terhadap uang atau hal apapun. Di saat orang rela melakukan apapun demi uang dan Iphone 7, dia lebih mementingkan hal lain. Harga diri dan lingkungan kalo di film Mermaid. Dan lagi. Shan itu cantik, biar pun dadanya rata, giginya tajam, atau hidungnya besar...

Icha: Ngakak! Trus menurut kamu, kenapa Shan cepet jatuh cinta sama Liu?

Haw: Di filmnya, romansa percintaan mereka nggak mendominasi sih. Tapi meski begitu, melekat banget emosi percintaan mereka. Kalo dilihat, mereka jatuh cintanya pada saat bersamaan. Sehabis makan ayam dan bersenang-senang bersama. Kayaknya sih, karena telah melihat keunikan masing-masing dan udah menghabiskan ayam banyak bersama-sama. Makanya mereka jatuh cinta.

Liu dicekoki bukan ayam kampus. Sumber: Google Image.
Jadi, kalau mau membuat orang jatuh cinta, makanlah ayam yang banyak. Oh iya, Mamaku jualan ayam potong. Boleh pesan ke aku kalo mau. Harganya lebih murah kok.

Icha: Yak. Setuju. Romansa percintaannya jadi pelengkap. Biar ceritanya lebih menarik. Tapi chemistry-nya mereka kuat ya, Haw. Pas mereka ciuman, ada keengasan sekaligus kepedihan di dalamnya. BTW INI KAMU SELALU ADA CELAH UNTUK PROMOSI JUALAN YAK!

Haw: Hahaha. Eh aku kok sedih pas bagian itu. Padahal itu adegan ciuman ya... Sebelumnya dibikin ngakak juga padahal. Filmnya parah emang itu mainin emosi yang nonton.

Icha: Aku juga sedih, Haw. Jadinya dilema gitu. 

Haw: Iya. Apalagi kalo kita yang nonton punya pengalaman serupa. Jadi makin sedih... Lucunya sedari awal sampai menjelang akhir, tapi sedih di menjelang akhirnya bikin lupa kalo sebelumnya udah ketawa ngakak dan jadi mendadak mellow.

Icha: Iya bener banget! Ih, gara-gara kamu tadi ada bahas Bang Haris, aku jadi inget kalau tulisan review Passengers-ku itu alay, mempublikasi hubungan. Ada juga yang bilang tulisanku itu bukan aku banget. 

Haw: Kalo yang Passengers itu, aku juga bacanya nggak nyaman. Mesra dan terkesan romantis memang. Tapi entahlah.. Kalau itu dibilang nggak kamu banget, ya nggak bener juga. Justru itu yang kamu banget karena ditulis sepenuh hati. Nggak kayak tulisan lainnya yang pake mikir buat dilarikan ke kata mesum apa...
Cuma ya itu, Cha. Nggak semua orang mau tau tentang hubungan kalian. Jadi jangan terlalu diekspos aja. Sesekali bolehlah.

Icha: Deep. Pantasan ada yang bilang kalau rindu tulisanku soal yang lain, misalnya tulisanku waktu aku pingsan di Kampung Kajang.

Haw: Bisa jadi begitu, sih. Orang-orang mau baca tulisan normalmu, Cha. Walau kamu emang nggak normal sih aslinya. Setidaknya, jangan melulu ada kisah kalian nyempil mungkin.

Icha: Aku nggak normal. Tengs.

Haw: Hahaha.. Trus, namanya juga orang sedang jatuh cinta, Cha. Terlebih cewek, apa-apa disusupin sama perasaannya. Pelan-pelan aja ngebalikinnya. Kalau aku rindu postinganmu yang ada Nandanya. Udah.

Icha: BERAK KUDAAAA! Eh kok jadi mikir gini ya, kamu setuju nggak sih kalau mempublikasikan hubungan secara berlebihan itu termasuk eksploitasi hubungan? Kayak Liu yang mengeksploitasi alam dengan reklamasi pantai.

Haw: Filmnya emang mau nyindir tentang eksploitasi dan reklamasi sih. Walau scene tentang perburuan lumba-lumbanya cuma sekelebat.

Pas di sini, sedih btw. Sumber: tersapa.com

Tapi kalo tentang eksploitasi hubungan, itu maksudnya kayak mana dah? Otakmu, Cha. Kalo tentang hubungan, jauh sekali pemikirannya.

Icha: Jadi, eksploitasi hubungan itu kayak ngumbar hubungan di area publik. Di socmed misalnya. Menurut pasangan-pasangan yang mengumbar hubungan kayak gitu, itu bukan sebuah eksploitasi, melainkan eksplorasi. Mereka kayak nemuin sesuatu dari mengumbar hubungan. Lalu mereka berekspetasi yang indah-indah. Padahal realita nggak sesuai ekspetasi. Yang menurut mereka itu romantis, ternyata bikin orang nggak nyaman.

Haw: Oh... Eksploitasi itu artinya juga berlebihan sih. Memamerkan kemesraan juga udah berlebihan. Terlebih lagi dipamerinnya di medsos dan sering. Pasti itu tidak baik. Jadi ya sama aja kayak mengeksploitasi, sih. Dan sesuatu yang berlebihan, pasti cenderung akan menghilangkan. Kalo di eksploitasi laut, itu keragaman dan spesiesnya yang bakal hilang. Dalam berhubungan, bisa saja kepercayaan dan kebahagiaannya yang bakal menghilang. Entahlah.

Icha: BAJINGAK! AKU MEMANG NGGAK SALAH PILIH MAU NGE-BF THE MERMAID SAMA KAMU! LANGSUNG NYAMBUNG PAS DIAJAK NGEBAPERIN FILM! AAAAAAAK! KAMU PILIHAN YANG TEPAT KAYAK KB IUD ANDALAN!

Haw: Kampeeeerrrr... Aku disamain sama alat KB. Padahal aslinya, cara kerjaku bertentangan dengan alat KB. Alat KB menggagalkan pembuahan, aku.....

Icha: Haw lebih mesum dari aku!!!!!!

Haw: Aku cuma ngimbangi, Cha... Ini aku sambil baca referensi buku-buku yang mendukung, kayak print out artikel Dokter Boyke, FHM magazine, Popular magz, Playboy magz. Belom autopilot. Jadi tenang saja, bakat mesum alamimu nggak bakal tersaingi.

Icha: SEGALA ADA AUTOPILOT. Haw, kamu ada pengalaman soal publikasi hubungan nggak?

Haw: Ada. Awalnya aku minta ke pacar buat nyembunyiin hubungan. Ya buat apa gitu dipamer-pamerin. Toh bahagianya karena pasangannya. Bukan bahagia karena kedengkian atau pujian orang lain. Tapi cara kerja otak wanita nggak begitu. Mereka memiliki alasan penuntut, "Kalau kamu nggak mau nunjukin di medsos, berarti kamu punya gebetan lain. Dan takut ketahuan udah punya pacar, kan..." Kalah telak udah.

Icha: Cewek kayak butuh pengakuan kalau dimiliki gitu, ya.

Haw: Iya. Awalnya cuma orang-orang terdekat yang tau. Lama-lama mulai deh dianya minta lagi, paling nggak nulis namanya di bio medsos. Aku nolak, berantem lagi. Terus sepakat lagi. Lama lagi, dia minta lagi, berantem lagi. Ya ujung-ujungnya ngalah aja.

Cuma nulis nama di bio aja, kan. Eh, makin dituruti, mintanya nambah lagi. Pasang potonya di header. Karena pasti ujung-ujungnya bakal kayak bio tadi, ya aku ngikut aja. Sekitaran awal bulan Mei ampe akhir Juni aku masangnya. Diganti lagi biar nggak terekspose banget, dia juga yang minta. Ya itu, ikutin aja dulu keinginannya, sebagai bukti bahwa kekhawatirannya itu salah. Habis itu, ya nggak apa diganti lagi.

Icha: Okay....

Haw: Dan iya, perempuan emang mau pembuktian dan pengakuan gitu. Alasan lainnya, biar nggak ada cewek lain yang ngedeketin pasangannya. Kalau awalnya nggak pernah kayak gitu, yang laki biasanya enggan, kesel, entah dengan alasan apa, tapi lama-lama bakal nerima aja sih

Icha: Kamu nggak berpendirian kuat buat tetap nggak publikasi hubungan, Haw?

Haw: Aku juga awalnya begitu. Pendiriannya kuat. Tapi lama-lama juga luluh. Nggak tega ngeliat dia minta ditulis namanya di bio. Terlebih, dia jadi sering banget marah gegara itu. Yaudah, ngalah aja. Dan ekspresinya pas lihat namanya ada di bio medsos, macam anak kecil yang dibeliin mainan yang diinginkannya. bahagia banget. Ya, kuikut bahagia jadinya.

Icha: Kamu so sweet juga ya, Haw. Udah pernah mau nurutin maunya dia~

Haw: Iya, Cha. Yang penting diturutin. Tapi lihat juga sih apa yang dimintanya. Jangan asal diturutin. Apalagi kalo minta pacar baru...

Icha: Bangke. Trus untuk postingan di blog? Dia alay kayak aku nggak? Kan dia blogger juga tuh.

Haw: Nah, waktu itu, dia juga mau posting tulisan tentang awal mula kedekatan kami. Aku nggak ngelarang sih. Itu hak dia. Cuma ngingetin aja, apa yang bakal dia dapat dari memposting cerita itu. Juga memberi contoh, orang yang terlalu mengumbar kisah cintanya, kemesraannya, justru malah membuat hubungan mereka nggak nyaman. Bahkan sampe ada yang putus. Banyak

Icha: Serem.

Haw: Dia juga mikir gitu, katanya dia juga pernah baca postingan orang yang indah banget diceritain di blog, tapi di postingan selanjutnya malah putus. Dia takut juga. Dan nggak jadi posting. Aku gatau hukum apa yang bekerja, tapi ya itu, jangan terlalu jelas memamerkan kemesraan. Karena bisa jadi, saat kita mau pamer kebahagiaan, sejatinya, kita tidak sebahagia itu. Makanya butuh pujian dari orang lain agar menjadi bahagia.

Liu dan Shan bahagia dengan cara mereka sendiri.
Sumber: Google Image

Icha: HUAAAA BENER BANGET. KASARNYA, ORANG YANG SUKA PUBLIKASIIN HUBUNGAN ITU PENGEN CARI PERHATIAN GITU. EH GITU NGGAK SIH?

Haw: Iya. Biar diakui kalo mereka sedang bahagia. Kayak ragu gitu sama diri mereka sen..berdua. Orang yang bahagia kadang malah ngelakuin sebaliknya, nggak mau ada yang tau. Misal kayak pas aku habis nyuri mangga, itu bahagia banget aku bisa makan mangga. Dan nggak mau aku kalo ada yang sampe tau dan ikutan nyuri juga.

Icha: Telek! Trus kalau di film The Mermaid, lumba-lumba dan duyung jadi pihak yang dirugikan. Nah kalau di eksploitasi hubungan, menurut kamu pihak mana aja yang dirugikan?

Haw: Bukan, Cha. Kalo pada eksploitasi laut, yang rugi itu bukan duyung atau lumba-lumbanya. Tapi lautnya.

Icha: Aku salah! Ngahaha. Oke, lanjut.

Haw: Jika duyung mati, lumba-lumba mati, maka putuslah rantai makanan dari bagian mereka. Dan itu bikin mangsa atau makanan utama mereka membludak. ekosistem nggak seimbang, laut kelebihan sesuatu yg mestinya dikit. lautnya bisa tercemar sendiri atau kering lebih cepat. Kayak rumput lautnya lebih cepat habis.
Misal ya makanan utama duyung itu ayam bakar. INI KENAPA DI FILMNYA MAKANAN DUYUNG ITU AYAM BAKAAAAARRRR... KENAPA NGGAK IKAN BAKAR AJA YANG LEBIH MASUK AKAAAL?! EH... HEWAN LAUT MANA YANG MAU BAKAR-BAKARAN? MEMANGNYA SIAPA YANG MAU NGEBAKAR DI LAUT? AAARGGHHH.....

Icha: NGAHAHAHA. Eh aku malah baru tau kalau di filmnya, duyung makan ayam bakar. Emang itu pas kapan, Haw?

Haw: Lah... pas awal Shan pulang ke teluknya itu kan beli ayam bakar dulu buat dibagiin ke temennya. Octopus protes karena hanya dibawain ayam bakar. Dia mau McDonald. Sampe-sampe bilang Shan pandai nari seperti McDonald. padahal maksudnya Madonna. Film koplak mah itu...

Contoh kekoplakan The Mermaid yang lain.
Sumber: Google Image

Icha: Oh iya! Aku nggak merhatiin. Oke, lanjutkan.

Haw: Misal makanan duyungnya itu ikan, terus duyungnya punah, ikan yang jadi makanan mereka berkembang lebih cepat, jumlahnya nggak kekontrol, makanan ikan yang berupa plankton atau rumput laut cepet habis, laut lebih cepat gersang jadinya. Nah, pada eksploitasi hubungan, yang dirugikan itu bukan pihak lainnya. Tapi yang menjalin hubungan itu sendiri. Mungkin awalnya berekspektasi akan menjadi pengingat kalo lagi berantem. "Lihat postingan kita ya." Tapi masalahnya, otak manusia nggak bisa bekerja lurus terus-terusan. Justru saat berantem, hal yang diekspos berlebihan itu jadi pemicu amarah lainnya. "Kok dia udah nggak sebaik kayak di postingan ini ya"

Akhirnya merasa hubungannya hambar. Dan alih-alih mengubah sikap agar baikan lagi, justru malah akan menghapus postingan mesranya. Karena udah menilai kalo pasangannya nggak sebaik dan semesra itu.

Icha: Jawaban yang bajingan. Dasar pakar cinta!

Haw: Pakar.... Iya, kayak gitu. Dan nggak tau ya kenapa fenomenanya begitu. Orang kalau cinta, diucapkan. tapi pas marah atau kesal, malah ditunjukkan dengan tindakan. Coba sesekali dibalik, ketika cinta, ditunjukkan, ketika marah, dibicarakan. Kalo lagi jauh, bisa ditunjukin dengan ngasi ucapan atau puisi atau gambar kejutan misal, terus kalo marah dibicarakan baik-baik, jangan main todong dan diem tanpa sebab.

Icha: AKU SETUJU BANGET! Oh iya. Pas Octopus kesel, dia omongin ke Shan.

Contoh muka kesalnya Octopus.
Sumber: Google Image
Haw: Pas ibu-ibu duyung nembakin panah ke dia, dia juga marah, kan... tapi dia nggak langsung bertindak ngebales, dia malah bilang, "Orang paling kubenci itu kamu, kenapa ditembakkan kepadaku.." Si Gurita juga suka sama Shan, kan... dia langsung bertindak nyium kan... nggak hanya bilang...

Icha: HAHAHAHAHA. OCTOPUS MENERAPKAN APA YANG KITA BAHAS INI, HAW! Oh iya, pesan moral dari fim The Mermaid apa?

Haw: Pesan moral, ya? Pertanyaan bagus!

Ini aja, "Bahkan seekor-seorang putri duyung pun pasti bisa berjalan jauh kalo pake skateboard. Jadi, berikanlah pasanganmu skateboard agar dia yakin kalo jarak yang jauh pasti bisa ditempuh"

Itu satu...Yang kedua, "Untuk mendapatkan lelaki kaya raya, pura-puralah menolak pemberiannya. Maka kamu akan mendapatkan hatinya."

Yang ketiga, "Jauhilah ibu-ibu yang pake pelindung rambut untuk mandi. Isengnya kebangetan."

Icha: HAW TAAAAAEK!!! Trus bagaimana menyikapi fenomena anak jaman sekarang ye, fenomena eksploitasi hubungan?

Haw: Orang yang tidak bisa diberitahu itu salah satunya adalah yang sedang jatuh cinta. Jadi kalau ada orang yang sedang mabuk cinta dan mengeksploitasi hubungan mereka di media, yaudah biarin aja. Paling amannya, cari orangtuanya dan beritahu. Atau orang terdekatnya, biar dijaga. Orang akan sadar kalo pamer kemesraan itu nggak baik biasanya kalo usianya udah vintage atau dewasa lah. Ya kalo mau menghilangkan sikap mereka, kasih makan aja yang banyak biar makin dewasa. Kan kalo udah dewasa, mereka nggak bakal pamer lagi. Tapi jadinya diem-diem biar nggak ketahuan istri. Itu.

Icha: BANGSET! Trus... apakah film ini patut ditonton?

Haw: Iyalah. Bahkan film jelek pun mesti ditonton agar tau kalo itu film jelek

Icha: Nggg.... Kamu selalu benar, Haw. Yaudah. Terima kasih udah mau ngebaperin film koplak ini. Semoga segera bisa Jan Dara-an sama pacar kamu.

Haw: Yaudah. Yang lebih semangat, Cha, ngerusak pembaca anak SMP-nya. Biar generasi kita pada pe'ak. Kalo pinter, entar gedenya cuma nipu-nipu rakyat aja. Sama ngerusak dan mengeksploitasi laut, hutan, dan diubah jadi ladang uang. Dan moga lekas jadi MILF, biar makin disuka.

Icha: HAW BAJINGAAAKKK!!!!

Yha, panjang banget. Tapi dunia harus tau kalau Haw secerdas, selugas, dan sebrengsek itu dalam ngebaperin film. HUHUHU. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Kamis, 12 Januari 2017

Ha Ha Land

Yuhu! La La Land!

Lebih suka poster yang ini daripada yang official-nya, btw

Sebelum La La Land resmi tayang regular di Indonesia sampe akhirnya aku nonton tanggal 10 kemarin, aku punya tiga pertanyaan bagus yang nggak bakal cukup dijawab dengan jawaban “Pikirkan sendiri. Ini film Damien Chazelle, sister!” 

1. Apa yang bakal Damien Chazelle lakukan pada Emma Stone dan Ryan Gosling? Lebih tepatnya, apa Damien bakal bikin dua kesayanganku itu berdarah-darah dalam mengejar impian kayak Damien memperlakukan Miles Teller di film debutnya, Whiplash? 

2. Apa aku bakal suka sama film musikal cuma gara-gara nonton La La Land? Oh, cuma gara-gara di film ini ada Emma Stone? 

3. Apa aku benar-benar kembarannya Emma Stone? Aku pengen ngebuktiinnya dengan nonton La Land. Ngeliat dua foto di bawah ini, aku ngerasa struktur bibir kami sama. Pertanda bahwa kami kembar! Kuasa Tuhan! 

Sumber: @LaLaLand 





POSE BIBIR KAMI SAMA!

Yak, untuk yang ketiga memang bener-bener pertanyaan bagus. Bagus untuk ngebuat aku dapetin muntahan dari segala penjuru. Huhuhuhu.

Sekedar informasi, aku nggak suka film musikal. Aku masih ingat dulu Dina dengan engasnya ngerekomendasiin Pitch Perfect. Baru nonton awalnya aja, aku udah ngantuk. Film musikal terlihat aneh aja gitu. Dikit-dikit nyanyi dikit dikit nari. Ngeganggu alur cerita menurutku. 

Aku juga kurang tertarik sama film bertema mengejar mimpi, karena... entahlah, menurutku tema itu terlalu klise. Sudah banyak film yang mengangkat tema macam itu. Selain itu juga biasanya ending-nya pasti standar. 

Tapi La La Land mengubah pandanganku soal film musikal bertema mengejar mimpi. Aku datang ke bioskop dengan alasan pengen dapat jawaban dari tiga pertanyaanku di atas. Dan alasan aku fans berat Emma Stone. Tapi aku ngedapatin lebih dari itu. Lebih. Rasanya kayak ngedapatin hasil dari usaha yang berkepanjangan, doa yang terus dipanjatkan, dan sujud yang terus dilakukan. 

La La Land adalah film musikal yang ekspresif dan natural. Trus juga indah, lucu, dan… kurang ajar. 

La La Land bercerita tentang dua anak manusia bernama Mia (Emma Stone, kembaranku) dan Sebastian (Ryan Gosling, calon ayah dari anak-anakku). Mia adalah barista di coffee shop setipe dengan coffee shop yang menjual kopi seharga 38 ribu kesukaan Agia. Sedangkan Sebastian adalah pianis jazz yang memiliki kemampuan bermain piano dengan hebat layaknya mengetik 10 jari. Mereka dipertemukan dengan cara yang nggak menyenangkan. Yaitu pertama kali bertatap muka di kemacetan (scene di sini ngingatin aku sama kedekatan antara Kak Ira, kakak sepupuku dan temannya, Kak Hendra) dan di hari sialnya Sebastian. 

Singkat cerita, Mia dan Sebastian mutusin buat jadian dan saling mendukung terwujudnya impian mereka satu sama lain. Akibat dicekoki film klasik oleh sang bibi sedari kecil, Mia punya mimpi menjadi aktris. Tapi sayangnya, dia selalu gagal lolos casting. Sedangkan Sebastian berimpian punya kelab sendiri di mana dia bisa memainkan jazz tradisional (emang bener gini nggak sih sebutannya?) sesuka hatinya. Sebastian ingin memperjuangkan kebangkitan musik jazz klasik (kalau klasik bener juga nggak sik?) layaknya insan yang memperjuangkan cinta sekuat tenaga. Contohnya, Agia yang memperjuangkan cinta Yuliana

Yha, jadi hari-hari mereka berdua dipenuhi dengan usaha berkepanjangan menuju terwujudnya impian. Aku pikir La La Land cuma nyajiin soal dua sejoli yang saling membahu mengejar mimpi. Ternyata aku dikasih lebih. La La Land mengangkat soal passion dan kesulitan ekonomi juga. 

Sumber: Instagram @lalaland

La La Land bikin aku jadi penonton norak. Pas opening scene, aku dibuat refleks goyangin kaki dan badan sampe akhirnya hape yang lagi di pangkuanku jatoh. Mhuahaha. Aku sempat nyari dengan penerangan seadanya tapi nggak nemu. Yaudah aku cuekin. Nemunya pas ada telpon dari Nyonyah alias Mama. 

Nggak di-silent pula. Sungguh aku tipe penonton bajingak. 

Aku juga dibuat duduk tegang dan nganga lebar. BISA-BISANYA ADA ORANG MAIN SKATEBOARD DAN SEPEDAAN DI TENGAH ORANG NARI, NJIR! 

Keren banget aaaaaak!!!!! 

Selanjutnya, aku dimanjakan dengan adegan demi adegannya yang, bikin emosi naik turun. Aku ngakak ngeliat ekspresifnya Emma Stone, terutama pas dia lagi mengerang kesal. Aku senyam-senyum sambil geleng-geleng kepala ngeliat kelakuan Ryan Gosling. Bikin pengen komat-kamit, 

“Ryan sayang, Ryan sayang! Kelakuanmu itu lho, le...” 

Aku dibuat bergetar engas ngeliat kemesraan mereka, padahal nggak ada adegan panasnya. Sekedar spooning pas lagi baring bareng aja nggak ada. Aku tersuntikan semangatnya mereka dalam menyusun rencana menggapai impian. 

Aku nggak nyangka aku bakal suka sama tarian mereka berdua. 

Sumber: Rorypnm
Sumber: Instagram @lalaland

Aku nggak favoritin lagi tarian yang dilakuin Jennifer Lawrence dan Bradley Cooper di film Silver Linings Playbook, di mana tarian itu ada gerakan ‘duduk di muka.'

Dan aku ngerasa dikerjain sama Damien Chazelle. Nggak nyangka anjis. Aku lemas bangke. Mungkin buat sebagian orang –termasuk Yogaaesce bajingak- udah bisa nebak ending-nya bakal kayak gitu, tapi enggak buat aku yang polos nan lugu ini. Rasanya kayak ditusuk trus keluar di dalem padahal udah ada kesepakatan untuk... eh maksudnya ditusuk benda tumpul bernama pisang hid... eh maaf maksudnya ditusuk benda tajam yaitu pisau. Sakit. 

Sumber: Google Image
Yak. Pertanyaan bagus nomor 1 dan 2 udah terjawab dengan sempurna. Pertanyaan nomor 3 bodo mamad deh. Yang penting, Damien memperlakukan Emma Stone dan Ryan Gosling dengan nggak terduga, dan aku suka! Aku suka La La Land! 

Meminjam istilah dari Kak Hendra, La La Land memberikan sensasi eyegasm, selain tentu aja sensasi eargasm (karena ost-nya pada keren semua anjir. Apalagi yang A Lovely Night dan Another Day of Sun!). Sinematografinya santap jiwa! Dress-nya Emma Stone juga santap jiwa anjir. Emma Stone adalah eyegasm sesungguhnya! Kulitnya putih mulus. Itu orang minumnya so klin pemutih kali ya? Putih banget!


Aktingnya juga jadi eyegasm. Seperti biasa, Emma Stone berakting natural dan total. Saat dia ketawa lepas. Saat dia mau duduk trus nyaris jatoh. Saat dia bosan sama satu keadaan.....

THAT’S WHY I LOVE HER! 
Aku juga suka gigitin pulpen kayak gini, btw.
Sumber: Google Image
Gagalnya dia dari satu casting ke casting lain ngingatin aku sama aku yang dulu. Aku yang pernah ikut ekskul teater tapi nggak bisa akting. Huhu. Nggak terlalu berkesan memang. 

Yang berkesan mungkin kalau gagalnya Mia diibaratin sama gagalnya para penulis yang nggak lolos nerbitin buku. Baru-baru ini ada Robby, adik kecil kita, dapat kabar kalau naskahnya not quite my tempo. Eh maaf. Itu kalimat dari film sebelah, Whiplash. Yang diucapin om-om botak diperankan J.K. Simmons. 

Maksudnya naskahnya Robby belum dapat kesempatan untuk terbit. Huhuhu. Robby harus semangat kayak Mia! Coba terus sampe penerbitan jebol! Sumanget sing giet! 

Trus kalau Ryan Gosling.... dia bikin karakter Sebastian itu jadi kelihatan jahil dan bajingak. Gemesin! Dia juga manis dan hangat. Aku suka setiap dialog klise yang dia ucapkan macam, “I’m always gonna love you too," jadi terdengar romantis dan menghangatkan suhu tubuh karena suara khasnya dan tatapan mata sayunya. 


Sumber: Google Image

Aku suka ngeliat muka bermaknanya pas dia lagi ngerjain hal yang nggak dia suka. 

Nah, itu mengangkat soal passion

Kita susah buat ngelakuin sesuatu yang bukan passion. Itu yang dibuktiin karakter Sebastian. Kalau lagi ngelakuin sesuatu yang nggak dia suka, misalnya bawain lagu Natal atau ‘jazz komersil’, mukanya kayak kepaksa gitu. Beda pas dia ngelakuin yang dia suka, yaitu mainin musik jazz tradisional. Dia semangat dan mainnya dari hati banget. Ada perbedaan yang kentara. Padahal itu sama-sama musik jazz.

Menurutku itu mirip kayak misalnya kita suka nulis, nulis review film misalnya. Trus kita gabung di grup blogger tutorial. Lalu grup itu mengharuskan anggotanya buat nulis tutorial dan katanya bisa page one juga bisa mendulang receh 3.800 dollar. Nggak sesuai passion membuat nulis jadi kerasa terpaksa walaupun diimingi-imingi dua keuntungan itu. Nulisnya nggak seniat waktu nulis review. Padahal nulis review film sama nulis tutorial itu sama-sama nulis.

Ya. Wajar jika La La Land menggondol 7 penghargaan dari 7 nominasi di Golden Globe Awards 2017 beberapa waktu lalu. 


Akting para pemainnya, sinematografinya, original soundtrack-nya, alur ceritanya yang meskipun kata Yogaesce biasa aja (dan aku setuju sama pendapat itu. Tumben dia bener) tapi dikemas dengan apik, membuat La La Land jadi setamak itu. La La Land punya pesona layaknya don juan yang bisa dengan mudahnya menaklukan hati penontonnya, khususnya hati perempuan rapuh macam aku. Dari sekian banyak hal bagus yang ada pada La La Land, hal yang paling aku suka yaitu makna filmnya. 

Realistis! Satu kata yang tepat buat La La Land. Sama kayak Whiplash. La La Land dan Whiplash seolah ngasih tau kalau dalam mengejar mimpi, kita nggak cuma butuh perjuangan, tapi juga pengorbanan. Hidup nggak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Life is never flat. Hidup ini keras! Kita harus tegak berdiri seperti ‘adik kecil’ kaum lelaki yang biasanya bersemangat di pagi hari habis bangun tidur. 

Kalau kata Bang Haris, itu karena sudah ada surga, tempat di mana kita bisa ngedapatin apapun yang kita mau. Semuanya. Makanya di dunia kita nggak bisa ngedapatin semua yang kita mau. 

Menurutku, kita butuh film-film realistis macam La La Land. Ditambah Whiplash, You Are The Apple of My Eye, 500 Days of Summer, Blue Valentine, Like Crazy. Film-film yang nggak nyajiin kemustahilan yang biasanya kita temui di drama-drama Korea. 

Aku jadi ngebayangin kemustahilan kayak... tinggal di suatu tempat. Kalau Mia dan Sebastian berada di La La Land, aku berada di Ha Ha Land. Ngahahahaha. Apaan sih itu bangke. 


Ngg... jadi Ha Ha Land itu adalah tempat di mana aku dan dia, entah siapa dia, bisa menertawakan apa aja. Apapun yang terjadi, dibawa ketawa. Dibawa santai aja. 

Tempat di mana kami nggak menari lincah dan menyanyikan lagu-lagu jazz kayak Mia dan Sebastian, tapi nyanyiin lagu-lagu yang biasanya ditertawakan kayak lagu Panjat Sosial-nya Roy Ricardo ft Lula Lahfah & Gaga Muhammad, Candu-nya Awkarin, dan Yeezy Gue Udah Siap-nya Kemal Palevi. Trus liriknya diganti, diparodiin, dan menimbulkan reflek tawa yang menggelitik. 

Dan yang jelas, Ha Ha Land adalah tempat yang mengajarkan bahwa, walaupun misalnya impian kami nggak terwujud, atau misalnya kami nggak ditakdirkan bersama, kami harus tetap.... tertawa. Trus sambil mengumpat, 

"Hidup ini... cukup lucu!"


Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Jumat, 06 Januari 2017

15 Keuntungan dan Manfaat Memiliki Blog Versi Wadefak

Tahun 2016 kemarin jadi tahun di mana blogku mengalami masa pubertas. Ditandai dengan perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. 

Dari segi perubahan fisik, mulai dari template berwarna jadi putih polos (yang kalau kata Darma, templateku jadi telanjang), ganti domain jadi dot com dengan bantuan Yoga, dan ganti judul header blog dari TERKETIK menjadi Pelacur Kata. Dari segi psikis, blog ini bisa dibilang telah menemukan jati dirinya, yaitu blog review baper. Apa-apa dibaperin. Pemilik blognya mulai susah curhat to the point karena menganggap kalau curhatannya nggak penting. Entah itu bentuk pendewasaan atau apa.

Kalau dari segi pematangan seksual....ngg... blog ini... belum matang sih kayaknya. Masih mentah. 

Tapi aku ngerasa, tahun 2016 bukanlah tahunku sebagai blogger. Tapi jadi tahun seorang Pangeran Wortel alias Heru Arya. Mantan blogger personal yang kini jadi blogger tutorial, asal Pekanbaru. Sosoknya menarik perhatian para blogger. Bahkan project menulis Tutorial Sulit yang diprakarsai geng blogger beken berisi empat batangan bernama WPS  (Wahai Para Shohabat), terinspirasi dari Heru Arya.

Memang, Heru Arya amat menginspirasi. Baik ketika beliau masih menjadi blogger personal maupun setelah menjadi blogger tutorial. Hal ini dibuktikan oleh Yogaesce, salah satu dari sekian banyak fans militan Heru, yang menobatkan Heru sebagai blogger termelankolis 2016. Rasa kagum kepada idola yang patut diapresiasi!

Dan sebagai fans militan Heru Arya, aku juga ingin membuktikan rasa kagumku. Dengan membuat tulisan ini.

Btw, sebenarnya tulisan ini udah lama pengen aku publish. Sekitar bulan Oktober lalu. Nulisnya juga nggak sendirian, tapi bareng Ilham Bachtiar. Jadi tulisan ini project nulis barengku sama Ilham yang kedua, setelah nulis bareng review Enter The Void beberapa bulan yang lalu. Tapi project kedua ini tertunda, trus akhirnya batal karena...... pikirkan sendiri. Ini Indonesia, brother!

Ya, jadi aku bermaksud buat tetap publish tulisan ini. Meneruskan nulis drafnya seorang diri. Tapi tetap di tulisan ini ada ide-ide dari Ilham juga. 

Tulisan ini adalah bukti betapa aku dan Ilham terinspirasi oleh tulisan Heru Arya yang berjudul “15 Keuntungan dan Manfaat Memiliki Blog.” Kalian bisa baca tulisan itu di SINI

Kami berdua berniat memarodikan tulisan Heru Arya itu. Kami ngerasa kalau kami hanyalah blogger jelata, tapi kami juga ngerasain keuntungan dan manfaat dari ngeblog. Beberapa manfaat yang Heru Arya tulis belum pantas kami dapatkan, tapi kami ngerasa punya manfaat lain yang syukurnya telah kami dapatkan. Bukan cuma didapatkan kami berdua, tapi didapatkan banyak blogger lainnya.

Langsung aja, inilah dia 15 keuntungan dan manfaat memiliki blog versi wadefak. Kenapa wadefak? Karena kalau tulisan ini dibaca Heru Arya, aku yakin bakal bikin beliau jadi gini,
Ya, begitulah ekspresi kalau 15 keuntungan dan manfaat ngeblog, dijadiin kayak gini. Huhuhu. Maafin, Pange.



1. Menjadi blogger terkenal
Kita sudah sering, lama, dan enek tau kalau beberapa penulis terkenal lahir dari blog. Ya, nggak usah disebutin namanya. Sekarang juga nggak pada ngeblog lagi. Qucedila. Trus, sekarang penulis nggak dilirik dari tulisan di blognya bagus apa enggak, blognya rame apa enggak, tapi dari followers socmed. Qucedilaaaaaa buat teman-teman blogger yang pengen jadi penulis tapi kepentok syarat harus jadi selebtwit.

Lagian, pemahaman bahwa harus-ngeblog-dulu-biar-bisa-jadi-penulis-terkenal dari kapan tau udah dipatahkan oleh Bang Haris Firmansyah. Sebelum punya blog, dia udah melahirkan banyak buku dari tangannya sendiri. Punya blog pas udah jadi penulis terkenal. Santap jiwa!

Nah, karena manfaat menjadi-penulis-terkenal sekarang susah didapatkan, menjadi blogger terkenal bisa jadi manfaat ngeblog. Birahi untuk menjadi terkenal dari yang kita tulis tetap bisa tersalurkan. Kalau kita rajin curhat di blog kayak Yoga Akbar Sholihin, kita bisa terkenal sebagai blogger curhat kesukaan dedek-dedek gemes. Kalau kita doyan traveling, lahap eating, hobi sleeping, jago flirting, kita bisa terkenal sebagai travel blogger kesayangan kayak Mak Benaaa. Kalau kita suka menyalurkan hobi typo, kita bisa jadi ayam sakit kayak Ichsan Ramadhani dan jadi kesayangan polisi EBI, Rido Arbain

Intinya, seperti kata Heru, siapapun bisa menulis. 


2. Mendapatkan feedback yang cepat
Pas kita curhat, kita pengen dapat tanggapan atau saran dari orang yang kita curhatin. Keinginan itu juga muncul pas kita curhat di blog. Aku yakin semua blogger pasti pengen dapat feedback dari apa yang dia tulis, termasuk Son Agia. 

Blogger fantastis asal Bandung itu pernah curhat soal dia yang ditinggal nikah oleh mantannya yang bernama Yuliana. Dan dia ngedapatin banyak feedback. Mulai dari komen di blognya yang banyak tumpeh-tumpeh di hari tulisan itu di-publish bahkan mungkin sampe sekarang, sampe jadi bahan lawakan di grup WWF dan Twitter. Bahkan Agia dengan terhormatnya dapat feedback kayak gini, 



Kalau kata Uda, sejak saat itu, Agia meraih popularitasnya. Populer sebagai blogger yang ditinggal nikah. 

Sungguh feedback yang cepat, tepat, dan laknat. 



3. Membantu orang lain
Selain bermanfaat untuk diri sendiri, blog juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Jelas, blogger tutorial macam Heru membantu para pembaca buat membenahi blog mereka. Begitu juga dengan blogger personal yang tulisannya lucu-lucu. Membantu para pembaca buat ngakak berbahagia. Apalagi blogger personal macam Son Agia, yang pernah dengan baik hatinya memberikan referensi maskapai penerbangan murah. Citilink! Terbangkan idealismemu, Agia!

Blogger review film juga membantu para pembaca. Ngasih referensi film ciamik buat ditonton. Salah satu blogger yang ngasih referensi film, yang aku kenal, yaitu Justina Landhiani
Justin bersama boneka voodoo

Cah Solo ayu itu memang nggak selalu nulis soal film, tapi dia berhasil mempengaruhi aku buat belajar menyukai film-film bertema superhero. Contohnya film Civil War. Awalnya aku mikir, “Ini cewek suka film superhero. Keren banget! Aku pengen sekeren dia!” 

Dan ya, Njus (panggilan kesayangan buat Justin) membantuku meningkatkan selera nontonku. Yeaaah! 

Njus juga membantu teman-teman blogger di Twitter. Membantu memberikan pendapat apakah jokes yang teman-teman blogger lontarkan itu lucu apa enggak. Dan biasanya, Njus berpendapat, 

“Cukup lucu!”

Kalimat yang membantu teman-teman blogger lebih bersemangat lagi dalam ngelucu.



4. Meningkatkan kualitas postingan orang lain
Sama kayak poin nomor 1, poin ini aku modifikasi sedikit. Soalnya bukan cuma kepercayaan yang bisa kita dapatkan dari orang lain, kalau kita punya blog, tapi juga kualitas. Contohnya kayak dapat komentar yang lebih berkualitas dari postingan kita. Komentar dari Bayu Rohmantika misalnya. Itu orang kalau komen, panjang banget! Aku selalu antusias sama komennya dia. Panjangnya nggak kira-kira. Bisa jadi satu postingan. Bayu sangat detail dan cermat dalam memberikan komentar. 

Blogger merangkap hacker sekaligus pemain film laga Headset, Reyhan Ismail, juga suka ngasih komentar panjang. Bukan cuma panjang, tapi juga bajingak. Dari sekian banyak komentar bajingaknya, ini yang paling memorable menurutku, 




Reaction: 1. Maaf ya, Rey. Belum balas komen. Huhu.

2. Tom Hanks? Tom Hansen, Rey! Hansen! Tom Hanks mah om-om impiannya Rido Arbain!

3. Segala diaminin lagi! Wkakakampret. Kasihan bener si Rey!

Kadang juga ada kan, di mana orang malah lebih fokus baca komen-komennya daripada postingannya. Jadi ya, Bayu dan Reyhan memberikan manfaat bagi blog yang isinya biasa aja, jadi berkualitas menarik perhatian para pembaca.




5. Mendapatkan kegiatan yang lebih baik
Ini juga aku modif. Soalnya aku nggak pernah dapat pekerjaan dari ngeblog. Apalagi pernah ngajar di kelas internasional sebagai guide desain grafis. Huhuhu. 

Aku cuma dapatin kegiatan nulis yang lebih baik, yaitu menulis bareng WIRDY, yang terdiri dari Rahayu Wulandari, Robby Haryanto, Darma Kusumah, dan Yoga Akbar Sholihin. Aku juga beberapa kali nulis bareng di rubrik nge-BF (Baperin Film) di blogku. Bareng Darma, Bang Haris, Reyhan, dan Tata. Nulis bareng Ilham juga pernah. Sama blogger review film 'beneran', Tommy Surya Pradana juga pernah dan tak terlupakan.

Kelihatan biasa aja, tapi wow buatku.

Rasanya senang dan jadi lebih baik sih, bisa bersenggama lewat tulisan sama orang-orang di atas. Eh maksudnya bercengkrama. Kalau nggak punya blog, aku nggak bakal bisa bersenggama dengan mereka.

BANGKE. MAKSUDNYA BERCENGKRAMA. DUH, KEYBOARD NGAJAK BERANTEM!


6. Membangun relasi (dan teman) 
Yah, ini nggak usah dijelasin panjang lebar kali ya. Dengan blog, kita bisa mendapatkan banyak teman, bahkan sahabat. Apalagi kalau bergabung di geng blogger macam WIRDY, WPS, dan WWF. Digital friendship itu kenyataan, bosque! 



7. Dapat mengenali banyak karakter
Banyak blogger yang punya ciri khas di tulisannya, sehingga menjadi blogger yang berkarakter. Contoh para blogger berkarakter itu bisa kita temukan di postingan Yogaesce yang INI. Trus untuk Yogaesce sendiri, termasuk blogger berkarakter. Yaitu berkarakter bajingak-suka-nge-bully-teman-sesama-blogger-dan-Gemini-bangsat. Susah buat nge-bully balik si Yoga. Dulu aku pernah nyoba nge-bully dia pake ini, 



EEEEH DIA MALAH NGE-BULLY AKU PAKE POSTINGANNYA DEK ATTAR. Dibilangnya kalau aku perusak generasi bangsa. Huhuhuhu. Mati, mati udah pokoknya kalau berani nge-bully Yoga! :((

Selain mengenali banyak karakter, mendapatkan kebebasan melabeli diri sendiri juga menjadi manfaat ngeblog. Contohnya Yogaesce yang melabeli dirinya sebagai Siluman Capung. Atau Radhian yang melabeli dirinya sendiri sebagai Lelaki Favoritmu. Dan punya alter ego bernama Mamad Karburator. Trus punya gelar kebangsaan yaitu Keringet Chris John. 

Keringet Chris John keluar dari mata

Di blog, kita bebas melabeli diri kita menjadi apa aja. Melabeli diri buat jadi halal bagi si dia juga bisa. Kayaknya.



8. Mempelajari hal baru
Banyak hal baru yang aku dapatkan karena memiliki blog. Mulai dari pengetahuan soal teknis blog sampai hal-hal umum. 

Tapi ini yang paling aku ingat. Yaitu blog Jung Jawa. Berkat blognya, aku jadi tau lebih jauh soal musik EDM. Ternyata blognya nggak sekedar ngebahas teknis blog dan hal-hal mendalam soal kehidupan. Trus ternyata Jung orangnya nggak sekaku yang aku kira. Orangnya asik tenan! Gemblung! 
Jung dan jambul khatulistiwanya
Sering jadi ‘badut’ di grup WWF. Sangat sempurna menggambarkan kepribadian AB yang absurd dan aneh. Rasanya pengen ngomong sama diri sendiri, 

“Jangan gampang menilai!”



9. Mencapai kehidupan hakiki
Lupakan soal SEO kalau tak mampu. Udafanz telah mencapai kehidupan hakikinya sebagai blogger tanpa perlu memusingkan soal SEO. Yaitu dengan memposting tulisan soal serba-serbi Wak Doyok



Postingan itu jadi perbincangan hangat di grup WWF, dan ngebuat Son Agia terpikat. Saat itu, giliran Uda yang meraih popularitas.

Kalau kata Ilham, Wak Doyok itu sebagai solusi estetika brewok yang termarjinalkan. Lupakan SEO! Bulu itu penting bagi kelelakian!



10. Tempat mengekspresikan diri.
Blog bisa dibilang sebagai pelarian. Contoh terdekatnya yaitu aku sendiri. Aku anak rumahan yang punya sejuta imajinasi liar, trus aku tuangin di blog. Serius, aku aslinya polos kok. Bang Haris telah membuktikannya. Dengan jujurnya dia bilang kalau mukaku masih polos. Ngahahahaha. Yogaesce, kamu harus baca ini!

Yang nggak polos itu justru Yoga Akbar. Dia kembali ke ranah blog dan mengekspresikan dirinya lewat hikayat es krim. Es krim yang merupakan wujud dari tertahannya birahi Yoga selama tiga bulan depresi. Es krim spesial perusak generasi muda, coy!

Ekspresi Yoga ketika dituding sebagai perusak generasi muda

Entah ini suatu kebanggaan atau apa. Tapi kalau kata Mba Dian, eh maksudnya Mas Dian,

“Emangnya cuma Young Lex yang bisa merusak generasi muda? Kita juga bisa!”



11. Menghasilkan lebih berharga dari uang.
Berhubung aku nggak pernah dapat job review (ini aku mau nangis anjir ngetiknya huhuhu), jadi yang aku hasilkan dari ngeblog itu bukan uang. Tapi ngehasilin kenangan misalnya. Banyak kenangan yang dihasilkan karena ngeblog. Salah satunya adalah kenangan saat video call bareng anak-anak WWF yang lagi di Solo. Seru banget!




Bonus: Pose nakal Uda.

Keseruan lengkapnya bisa dilihat di vlog Mak Ben di bawah ini.




Berjumpa lewat video call aja udah seru, apalagi pas meet up langsung. Hal itu yang aku rasain waktu meet up sama Bang Haris. Main sepeda. Dan fotonya diedit oleh Ilham dengan sebajingak ini,


Kalau foto di bawah ini, perbuatannya Dian Hendrianto kampret. Bajingak!



Rasanya kayak mimpi bisa ketemu Bang Haris. Pas aku bilang gitu ke dia, tanggapannya, 

“Iya memang mimpi. Saya ke sini buat wujudin mimpi kamu.”

Pengen ngehoekin rasanya.

Selain kenangan, aku juga ngehasilin…. Nggg apa ya? Oh iya, aku pernah dua kali menang giveaway yang diadain Bang Haris. Khilafnya Bang Haris sungguh keterlaluan.



Beberapa hari setelah ulang tahunku, tanggal 7 Oktober, Agia ngirim rekaman yang judulnya “Selamat Ulang Tahun Icha,” ke grup WWF. Isinya Agia nyanyiin lagu Dan-nya Sheila On 7. 


LAGU UCAPAN ULANG TAHUN MACAM APA ITUUUU?!

Agia nggak cuma nyanyi, tapi sebelumnya sempat ngasih pidato gitu. Nyeritain pertama kali dia kenal aku. Sehabis nyanyi pun ada pidato penutupnya. Dari sekian banyak kalimat bajingaknya, yang paling aku ingat adalah, 

“Icha bagus. Icha itu bagus. Icha harus tetap bagus. Dan harus tetap, aduh naon atuh nyak. Harus tetap gemilang.”

BAGUS BAGUS! L KATA I BARANG!

Tapi aku senang sih. Makasih, Agia!

Trus sebelum Darma pergi ke Turki tanggal 18 Oktober, Darma ngasih semacam hadiah perpisahan. Paketnya datang beberapa hari setelah tanggal itu. Isinya mug. Supaya aku rajin minum susu setiap hari biar gemuk, katanya. Ngahaha Darma!

Terakhir, Bang Haris ngasih skateboard di malam sebelum dia kembali ke Cilegon. Dia mewujudkan mimpiku yang lain. Halah!

Yaudah gitu aja.


12. Tidak takut tersesat
Kalau ini keuntungan yang bisa didapatkan para blogger yang lagi liburan ke luar kota, luar pulau, atau bahkan luar negeri. 

Bang Haris telah membuktikannya. Berkat bantuan Yogaesce, dia nggak perlu takut tersesat di Balikpapan bulan kemaren. Dan karena itu aku jadi tau, ternyata Om Cupang satu itu baik hati juga. Sungguh di luar dugaan. 



13. Diundang ke acara-acara keren
Bukan cuma event blogger, tapi undangan kopdar juga termasuk acara keren kan? Adik kecil kita, Robby Haryanto, ‘mendapatkan’ undangan kopdar karena menjadi blogger. Anak pemalu itu udah beberapa kali kopdar dengan bajingak-bajingak yang lebih tua darinya. 

Robby yang mukanya kayak mahasiswa semester 5, btw.

Kopdar sama Haw yang asalnya dari Kalimantan Barat juga pernah. Suatu prestasi yang membanggakan! Bahkan Robby jadi terikut mesumnya Yoga karena sering kopdar. Patut diacungi jempol! 

Belum pernah kopdarnya aku sama banyak blogger, bikin aku pengen ngomong,

“Kopdar akbar itu bukan jalan gue.”



14. Memiliki profil online
Sudah pasti nama kita ada di pencarian Google, kalau punya blog. Nah, nama kita juga bisa ada di blog teman kita sesama blogger. Contohnya kayak tulisan ini, memuat banyak nama teman-teman blogger. Atau di tulisan Yogaesce. Atau di tulisan…. Dek Attar. Huhuhuhu.

Bahkan bisa ada di blog Heru Arya. Blogger menginspirasi itu dulu pernah khilaf jadiin aku narasumber Wortel Bilang Cinta. Lalu hasil perbincangan kami dimuat di blognya. Dulu aku juga sempat jadi narasumber di rubrik Ngobrol-Ngobrol Ngondek-nya Bang Haris. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang dirundung kesesatan.

Nggak niat terkenal iseng aja sih kalau nama kita ada di blog orang lain. Dan juga ada rasa kalau kehadiran kita sebagai blogger ternyata dianggap. Jadi kesimpulannya, kalau kata Heru, kalau belum siap terkenal, jangan buru-buru punya blog.



15. Cara terbaik untuk melupakan mantan
Manfaat ngeblog paling bajingak! Ngeblog bisa dipake buat menyibukkan diri supaya nggak ingat mantan. Buat curhat tentang mantan sepuasnya lalu melupakannya. Dan bisa dapat pengganti mantan. 

Banyak blogger yang telah membuktikan. Sebut saja Rahayu Wulandari, yang berhasil melupakan mantannya karena ngeblog, lebih tepatnya karena blogger bernama Darma Kusumah. Mereka jadi blogger couple favoritku, menggantikan posisi Adi-Deva yang dulu pernah ada. Apalagi pas Darma mutusin buat jauh-jauh ke Pekanbaru demi melancarkan lebih-dari-zina-siku, tapi gagal. Semakin jadi favorit!


Manfaat ngeblog satu ini melahirkan banyak blogger couple selain Wulan-Darma. Baru-baru ini sih ada Ilham dan Tiwi, dua alien AB. 



Trus siapa lagi ya? Pikirkan sendiri. 



Gimana? Manfaatnya pada nggak penting ya? Panjang banget ya? Huhuhu.

Intinya sih tetap ngeblog aja. Mau ada manfaatnya kek, mau enggak kek. Yang penting nggak merugikan orang lain. Ngeblog tanpa pamrih itu lebih menyenangkan daripada mengharapkan pamrih. Semoga semangat kita buat ngeblog semakin tergenjot ya, gaes.

Okelah. Sepertinya sampai di sini dulu sharing kali ini. Seperti biasa. Terima kasih sudah membaca. Semoga ngangkat. Pelacur kata pamit. See you…



Tambahan: Makasih buat Ilham yang dulu sempetin nulis ini bareng. Makasih buat Heru Arya, secara nggak langsung telah memberi inspirasi buat nulis ini. Trus sumber gambar di tulisan sebagian dari grup WWF. Dari Uda, Ilham, Bang Haris, Juragan Pinci, Dian, sampe Yoga. Ada juga yang aku comot dari akun Twitter-nya Yogaesce dan Rido Arbain. Dan masih banyak lagi. 

Terima kasih dan maaf sebelumnya karena asal masukin di sini. Dan nggak nyebutin sumber di tiap foto, karena aku nggak inget-inget banget. Maaf untuk keputusan ini.


Share This:   FacebookTwitterGoogle+

POSTINGAN YANG LAKU

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

TRANSLATE

YANG PUNYA KEHIDUPAN TERKETIK

Foto saya

Makhluk Tuhan yang diduga kuat pengidap alzheimer kelak di hari tua, Makanya suka nulis, menceritakan apa yang perlu maupun yang gak perlu, sebuah kebiasaan yang diimpikan akan jadi sebuah kesuksesan. Moody-an, tapi disitu ngerasa masalah yang bikin mood jelek itu jadi sumber ide untuk nulis. Terobsesi untuk gendut, agar gak cuman kentut sama rindu aja yang ngumpul di badan. Si masokis yang terima saja dihujat pacar sendiri, dan tak lupa menghujat balik, lewat blog ini.
Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com