Setahun yang lalu, tepat hari ini, film Mockingjay - Part 1 tayang.
Dan setahun yang lalu juga, aku harus garuk-garuk dinding karena kesal gak bisa nonton filmnya tepat waktu. Waktu itu aku lagi dalam 'masa hukuman' Mama karena sudah jalan malam lima hari berturut-turut. Seolah gak ingat kalau masih punya rumah. Begitu mau nonton filmnya dua minggu kemudian (untungnya masih tayang), nafsu buat nontonnya udah gak membara lagi. Karena teman-temanku yang udah pada nonton dengan bajingannya membeberkan jalan cerita film itu ke aku. Arrrgh, they fucked me up.
Lagian, bukan cuma karena itu aja sih. Si Peeta, yang diperankan sama my Josh Hutcherson, kebagian sedikit adegan. Momen kebersamaannya bareng Katniss (Jennifer Lawrence) jarang-jarang. Malahan mereka bermusuhan. Seringnya si Katniss itu bareng Gale (Liam Hermsworth), sahabat dari kecil yang hobi manggil si Katniss itu Catnip. Mukanya ayang Josh juga pucat, kurus, muram. Kayak habis diputusin sama aku. Padahal kan, gak mungkin banget aku mutusin dia.
CHA, BANGUN NGAPA? UDAH SIANG JUGA!
Ya pokoknya gitu lah, jadi ada hikmahnya juga aku gak nonton Mockingjay - Part 1.
Cuman aku gak mau ngulangin penyesalanku itu untuk kedua kalinya. Dan Kak Indra kayaknya tau niat muliaku itu. Pagi kemaren, dia nge-chat aku,
"Cha, gak nonton film Burungnya Jay kah?"
Burungnya Jay? Perasaan itu orang gak pernah melihara burung.
Lantas, aku langsung keingat waktu bubuhan kantor suka mlesetin Mockingjay jadi Burungnya Jay. Dan mereka rata-rata pada manggilnya Jay, bukan Zai. Sebenarnya sama aja sih, tapi aku lebih suka manggil Zai aja.
Sambil ngakak, aku ngebalas chat dari Kak Indra itu dengan ngirimin screenshot jam tayang film Mockingjay.
"Aku cuss loh." balasnya.
"Isss gitu dia! Hari ini kah, Kak?"
"Iya."
Sialan, padahal kan sebelumnya kami udah janjian mau nonton film itu pas awal bulan bareng Kak Ira juga. Pas gajian. Biar sekalian bisa maraton nonton film, makan, belanjain berondong. Eh dia udah mau nonton itu duluan. Hari pertama lagi. Bang.... un datar!
Seterusnya aku chat sama dia dengan tema "Batalkan saja niatmu, Kakak!". Aku gak mau kalau sampe dia gembar-gembor jalan ceritanya ke aku. Itu pahit banget. Tapi segala bujuk rayuku gak berhasil. Dia bilang nanti bakal nonton dua kali, bareng aku dan Kak Ira.
"Udah janji juga kan, Cha. Oh iya, aku nontonnya yang jam 17.45. Kamu kalau mau ikut, ikut aja. Ntar aku beli tiketnya siang pas istirahat. Aku sama temenku kok. Cewek. "
"Huaaaaa kok pas banget pas pulang kerja? Aku gak nonton deh, Kak. Nanti aja."
Dan aku harus ngerelain Kak Indra nonton duluan. Huuffh.
Sepanjangan ngerjain laporan sampe sore, aku typo mulu. Kayaknya emang bener-bener kepikiran sama Kak Indra yang nonton Mockingjay tepat waktu. Pas pulang kerja, tepatnya di parkiran, aku refleks ambil hape,
"Ma, Icha pulang telat hari ini ya. Mau nonton. Wasalamu'alaikum."
Habis itu langsung melompat ke atas motor. Meluncur menyusuri jalan sambil teriak dalam hati,
"HUAAAAA JOSH, I'M COMINGGGG!!!"
Bodo amat deh nonton sendirian lagi. Yang penting gak sakit hati ngeliat orang yang udah nonton filmnya.
Untungnya kondisi lalu lintas lagi bersahabat. Aku nyampe di Cinema 21 tepat waktu. Sengaja pilih 21 daripada XXI, karena lebih murah. Huahaha.
Pas baru masuk ke dalam SCP, aku ngeliat sosok cewek berjilbab merah lagi berdiri kayak nungguin mobil om-om perlente lewat. Kami saling bertatapan dan ternyata..... itu Kak Indra.
Ya, bagi yang di awal nyangka kalau Kak Indra itu cowok, kalian salah. Dia ini berjenis kelamin kembar kayak aku, perempuan. Pernah aku tulis ini orang di postingan Nama yang Bikin Salah Paham.
Kami pun langsung sorak sorai dan menyebut nama satu sama lain. Senang banget, gak sengaja ketemu gini. Kayaknya Yang Maha Kuasa gak mau ngebiarin aku baper nonton sendirian.
Kak Indra berdiri anggun kayak gitu karena lagi nungguin temannya yang belum datang. Kira-kira sepuluh menit kemudian, temannya datang. Kami langsung ke tempat tujuan. Untungnya gak kehabisan tiket.
Tapi sayang banget, aku sama Kak Indra dan temannya Kak Indra itu (aku lupa nanya namanya siapa, kita sebut aja sebagai TKI ya, Temannya Kak Indra) tempat duduknya jauhan. Aku di barisan J, Kak Indra dan TKI di barisan F. Kalau gitu caranya tetap aja namanya nonton sendirian.
Gak perlu waktu lama, kami pun masuk ke dalam teater. Ternyata aku sebelahan sama geng cewek-cewek kekinian. Jumlahnya ada lima orang. Pakaiannya mengikuti trend fashion. Pada nenteng hape berukuran gede-gede. Mukanya masih cute-cute ala anak SMA gitu.
Sialan. Padahal kan aku sengaja milih tempat duduk disitu karena aku pikir, kumpulan om-om muda yang ngisi lima tempat duduk itu. Om-om berumur 25-30 yang memilih melepas penatnya habis kerja dengan nonton Mockingjay. Hitung-hitung bahunya bisa dipake buat sandaran. Aku pikir, kalau cowok kan biasanya kalau nonton, pasti maunya rame-rame. Dan pasti itu para om-om atau mas-mas. Bukan cewek-cewek itu!!!!!!!!
Huuffh, sabar, Cha. Sabar. Fokus aja ke Josh Hutcherson. Lelaki 12 Oktober-mu itu.
Begitu filmnya mulai, aku langsung dibuat sesak nafas. Ada sesi 'latihan vokal' Katniss dengan seorang cewek berkulit hitam, dan Haymitch. Suara parau Katniss karena pita suaranya bengkak mengaung di seluruh ruangan. Sedih.
Belum cukup dibikin sedih dengan itu, adegan selanjutnya yaitu Josh sayangku yang terkulai lemas di ranjang. Dia sakit, bukannya habis begituan. Berdialog dengan Prim (Willow Shields), Menghasilkan kalimat dari mulut Josh,
"Dia monster. Dia anjing. DIA ANJING!!!"
Astagfirullah, baru juga nonton awalnya, udah disuguhin adegan Josh menyumpah. Sedih hati adek, Bang. Sekarang kamu kasar.
Intinya, film Mockingjay - Part 2 merupakan kelanjutan dari Part 1 nya.
YAIYALAH. BIAR GAK DIKASIH TAU JUGA UDAH TAU, CHAA!!
Eh, memang gitu sih, memang kelanjutan perjuangan seorang Katniss Everdeen dalam melawan kekuasaan Capitol. Katniss didaulat oleh Presiden Alma Coin (Julianne Moore, Mama keduaku) buat jadi Mockingjay, simbol pemberontakan. Katnis gak seorang diri, ada Gale, Finnick (Sam Claffin), Natalie Dormer (Cressida), Mahersala Ali (Boggs), Elden Henson (Pollux), dll. Beete (Jeffrey Wright), Plutarch Heavensbee (alm. Philip Seymour Hoffman) dan Haymitch (Woody Herrelson) juga turut membantu Katniss untuk meraih kemenangannya.
![]() |
| Udah kayak personil Kuburan Band ya. Mukanya dicoret-coret. |
Banyak adegan yang bikin mataku gak bisa lepas dari layar. Ketidakmampuan Peeta buat ngontrol dirinya sendiri hingga sempat ngebuat dia nyoba buat ngebunuh Katniss, kebohongan Katniss ke teman-temannya, orang-orang yang sayang sama Katniss ternyata harus mati. Katniss dan kawan-kawan juga sempat dikira sudah mati karena adanya 'lumpur lapindo' yang menyerang mereka. Belum lagi sama makhluk mirip kayak Gollum di film The Lord of The Rings, yang tiba-tiba nyerang mereka sampe ada yang tewas.
Dan yang paling bikin gak bisa berpaling, ada adegan Katniss tiba-tiba nyium Peeta, habis itu ngomong,
"Stay with me."
"Always." yang dicium ngejawab itu.
HUAAAAAAAAA AKU JUGA MAU NYIUM ORANG KAYAK GITU!!!!!!!
Oh iya, ada satu adegan lagi. Pas Katniss dan para bubuhan Capitol kena serangan bom. Sekujur badan Katniss kena luka bakar. Tapi mukanya enggak. Masih mulus. Aku kagum. Luka bakar aja enggan singgah di muka Katniss, apalagi jerawat ya? WOW.
Tapi sebenarnya, aku gak selalu ngerasa wow sih. Menurutku, filmnya gak nendang. Banyak hal yang diharapkan bakal terjadi besar-besaran, eeh ternyata segitu aja. Kematian Presiden Snow gak dramatis. Kematian Prim juga gitu, gak dramatis.
Yang bikin dramatis, mungkin pas Katniss ngeliat kucing peliharaannya Prim nangkring di dapur. Disitu Katniss ngusir makhluk gak berdosa itu sambil teriak nangis kejer. Air mataku jadi menganak di kedua mata. Tapi itu semua jadi rusak gara-gara lima cewek di sebelahku yang ketawa sambil bergantian bilang,
"Hahahaha. Kucingnya takut. Liat, muka kucingnya, ketakutan! HUAHAHAHA!"
"Uma heh nangis sampe terliur-liur! HUAHAHAAHAHA!"
"Totalitas, bah. Ikam nih, kada tau seni akting. Bungul! HAHAHAAHA."
Sialan, apanya yang lucu coba? Orang sedih gitu adegannya.
Selain yang di atas itu, hal yang dipikir-dramatis-ternyata-biasa-aja, adalah kisah cinta segitiga antara Katniss, Peeta, dan Gale. Menurutku, gak nendang banget. Padahal udah ngebayangin betapa so sweet-nya Katniss milih salah satu dari dua cowok ganteng itu. Intensitas antara Katniss dan Peeta juga gak banyak. Belum lagi dialog, "You love me. Real or not real?" dari Peeta ke Katniss.
Kalau dari novelnya, kayaknya bakalan jor-joran romantisnya. Ternyata segitu aja. Padahal kan aku ngarepnya, film ini adegan romantisnya banyak. Seandainya itu bioskop milik sendiri, mungkin aku udah teriak-teriak,
"Segitu aja? Perbanyak dong ciumannya. PERBANYAK CIUMANNYA! TAMBAHIN PAKE ADEGAN RANJANG! AAAAKKKKKKKKKK!!!"
Sialan. Giliran film horror, banyak ciumannya. Film ada romance-romance-nya gini, ciumannya pelit banget. Padahal aku ikhlas aja kok kalau Josh ciuman sama J-Law.
Tapi secara keseluruhan, aku suka sama film ini. Walaupun jauh lebih suka yang The Hunger Games dan Catching Fire sih.
Pas keluar dari teater lalu bergabung sama Kak Indra dan TKI, kami ngebahas soal endingnya. TKI bilang kalau Peeta dan Katniss hebat, perang di ranjang semalam bisa ngehasilin dua anak. Aku sama Kak Indra langsung ngakak.
Dan pas di jalan menuju pulang, aku ngebahas soal nonton tadi. Ngebahas itu sama diriku sendiri.
Nonton tadi bikin aku gregetan. Gregetan sama cewek-cewek di sebelahku yang ribut sepanjangan filmnya diputar. Gregetan sama filmnya yang gak nendang. Gregetan sama kenyataan, bahwa aku nontonnya gak bareng Zai.
Aku ngerasa setiap yang aku alami pas nonton tadi, ngingatin aku sama dia. Kursiku di barisan J. Jay. Huahahahaha.
Trus tadi aku sempat panik karena kunci motorku gak ada di tas tapi ternyata di dalam kantong celana. Jadi ingat waktu aku sama Zai nonton Thor: The Dark World, dan kunci motornya lupa dicabut dari motor. Tadi juga pas aku kecewa sama beberapa adegan yang gak sesuai ekspetasi, aku keingatan Zai. Keingatan Zai yang selalu suka nyumpah kalau ngalamin momen kayak gitu. Pas ngeliat tiket nonton di tangan, aku keingat janji kami dulu. Janji bakal nonton film ini sama-sama. Janji yang kami gak tepatin karena faktor keadaan. Faktor jarak sialan.
Singkat kata, aku kangen dia.
Dengan headset di kedua telinga yang memperdengarkan Come Away To The Water-nya Maroon 5, original soundtrack-nya The Hunger Games, aku natap ke arah langit. Sambil ngomong,
"Seng, nanti kita nonton bareng ya. Nonton hasil donlotannya di Ganool."
Sekian. Maaf kalau spoiler dan kepanjangan.
