Jumat, 02 September 2011

Sebentuk Impian Berwujud Puisi

Sudah lama rasanya aku ga bikin puisi. Waktu smp. aku sering banget bikin puisi untuk menumpahkan apa yang lagi kurasakan.Kebanyakan isinya tentang kekesalan gitu, atau rasa kekaguman terhadap makhluk pahatan tuhan yang menawan bernama lelaki. Kalau lagi ga ada kerjaan, iseng iseng corat coret di lembar buku paling belakang, trus diketik di ms word, trus diterbitkan ke dalam catatan fb. Banyak loh yang  sempat minta bikinin puisi, banyak yang memuji puisiku, banyak yang kadung mencela puisiku juga, karena bahasa yang dipakai sok filosofis, berat, cenderung abstrak. Aku suka puisi, aku suka Kahlil Gibran. Tapi sekarang, aku jarang lagi berpuisi ria, dengan alasan sibuk.  Inspirasi menulis puisiku sebenarnya banyak bertebaran di otak, cuman aku ga menangkapnya dengan cermat.Bukannya membuat puisi butuh waktu yang cukup lama dan suasana yang mendukung? Ketika aku melihat hujan turun, aku jadi teringat impian kekanak-kanakkan ku, dan teringat seseorang yang kudambakan kehadirannya datang bersama hujan. Dan jadilah puisi ini..

Maukah menjadi hujanku??

Gerimis,
Maukah kau menjadi hujanku?
Jatuh perlahan lalu bertubi tubi membasahi kemarau hatiku

Gerimis
Maukah kau menjadi hujanku?
Terkadang buatku sakit setelah bermain denganmu
Tapi tak buatku menyesal sedikitpun

Gerimis,
Maukah kau menjadi hujanku?
Terjatuh hanya untukku selalu
Kapanpun ku mau

Gerimis
Maukah kau menjadi hujanku?
Buatku bersikap apa adanya tanpa perlu memakai topeng ketegaran lagi ketika bersamamu
Aku bebas menangis terisak tanpa ada orang yang harus tau selain kamu
Air mataku jadi fatamorgana di mata mereka karena rintikmu ikut membasahi pipiku

Gerimis,
Maukah kau menjadi hujanku?
Menghadiahkanku sebentang pelangi indah sebagai kenang-kenangan
Sebelum matahari menggantikanmu
Kapan kau datang lagi, ku tak pernah tau

Gerimis,
Jika kau benar tak mau menjadi sang hujan bagiku
Setidaknya kau adalah gerimis
Yang jatuh perlahan dengan rindu tertahan
Yang sejuknya tak seutuhnya untukku

 Jelek ya? Haha baru meniti kembali dunia persajakkan, jadi harap maklum :D

0 komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com