Rabu, 22 Agustus 2012

Kerjakan dan Kejar

Home alone. 
Home alone.
Home alone
Home... alone...

Aku ulang kata-kata itu sampe bisa memastikan kalau aku bener-bener sendirian di rumah ini. Hari ini. Hari ketiga Lebaran yang udah sepi dari kemaren-kemaren. Baru Any sama Wahyu yang bertandang ke rumahku kemaren. Yang lain? Mati mungkin.

Sumpah, lebaran tahun ini gak sesuai sama dugaanku. Tamu-tamu Mamak maupun Bapak sih statis, masih banyak kayak tahun-tahun kemaren. Tamuku? Dan lagi, parahnya, sekarang aku sendirian jaga rumah, Nanda asik jalan sama teman-teman smp nya. Aku sih senang aja home alone gini, bisa ngelakuin kegiatan yang biasanya dibatasin sama Mamak. Contohnya kayak nyanyi lagu-lagu Maroon 5 nyaring-nyaring, atau tidur selonjoran depan tipi, joget-joget centil sambil nyenandungin lagu Call Me Maybe, nonton dvd. Tapi lama-lama kok bete juga ya? Rencananya Owi mau ke rumah, tapi gak tau tuh jadi apa kagak. Padahal aku udah ada janji juga sih mau jalan ke rumah Shela sama Wilda. Ah berbenturan gini, bingung aku :s

Oke, daripada aku terlarut dalam kebetean dan kebingunganku sendiri, mendingan aku posting tentang hal-hal yang nyenengin. Aku mikir-mikir, mikir, mikir lagi, dan... AHA! Yang kelintas di pikiranku cuma peer. Pekerjaan rumah alias tugas laknat yang diberikan guru buat murid-muridnya yang lagi asik menikmati liburan.

Gak tanggung-tanggung, ada peer Matematika tentang histogram dam poligon, gitu kah namanya kalau gak salah, ada peer Bahasa Indonesia ngerjakan tugas di LKS, trus hapalan agama sama ngerjakan LKS semua bab, tugasnya Pak Falah cari di internet entahlah apa aja yang dicari aku lagi sibuk nangis ngambek pas Bapak nya ngasih tugasnya tuh, dan terakhir.. hmm kayaknya belum bisa disebut peer, karena belum dikasih ke kami.
Tugas tentang menjelaskan apa cita-cita kita, dalam bahasa inggris. Sebelumnya sih memang ada tugas tentang mendeskripsikan pekerjaan, tugas dari Bu Dina. Berkelompok gitu, satu kelompok terdiri dari empat orang. Itupun anggotanya ditentukan sama Bu Dina nya. Alhamdulillah (dan naudzubillah), aku jadi leader, anggotanya ada Putri, Puji, dan Eka. Huuffh, panjang banget deh ceritanya. Sebenarnya udah dari kemaren-kemaren aku ceritanya, tapi kebentur sama waktu dan mood. Ntar deh aku bakal posting eksklusif tentang itu.

Nah, tugas kedua dari Bu Dina tu kata anak sebelah alias anak XII AP 1, disuruh ngejelasin cita-cita, tiap satu anggota maju sendirian, gak kayak tugas pertama yang satu kelompok langsung semua anggota nya maju. Ya masuk akal sih, soalnya setiap anggota kan pasti punya masing-masing cita-cita, gak mungkin satu kelompok semua anggotanya tuh cita-citanya pada sama, makanya majunya satu-satu.

Nah, walaupun tugasnya belum dikasih ke kelas kami, tapi aku berniat buat nyiapin materinya. Cita-cita, hmm topik yang menarik buat aku jelasin. Oke, aku posting itu aja kali ya. Tapi disini aku nulis yang bahasa indonesia nya aja dulu ya, ntar yang bahasa inggrisnya ntar aja aku kerjakan pas Ibunya udah nyuruh. Oke?

Cita-citaku sebenarnya banyak, dari kecil aku sudah merancang apa cita-citaku. Teman-temanku sewaktu kecil sangat mengelu-elukan profesi dokter,insinyur, guru, atau apapun yang hebat, sebagai cita-cita mereka.
Kalau AKU?   
Ah, aku gak senaif itu. Mungkin aku lebih naif dari mereka. Dari kecil aku sudah suka nulis, apapun yang ada di pikiranku ya ku tuangkan ke dalam tulisan. Hingga aku bercita-cita jadi penulis. Penulis terkenal. Catet itu! 
Tapi aku sadar, sepertinya bukan tulisan berupa cerpen atau novel yang aku tulis, tapi sebuah curhatan. Jujur, aku gak bisa nulis cerpen. Menulis kisah berdasarkan angan-angan, imajinasi. Aku menulis berdasarkan hal yang ada, apa yang terjadi sama aku itu yang aku tulis. Maka lahirlah blog, teman curhatku sampai saat ini. 
Lantas aku tertarik jadi... jurnalis! Jurnalis yang gak sekaku namanya. Jurnalis yang menyiarkan berita penting dari negara untuk negara.  Berhubung aku orangnya sangat sadar kamera alias narsis, uuh, pengen banget jadi jurnalis. Menulis apa yang aku amati, aku observasi, aku simpulkan, lalu aku menyiarkannya. Memberitahukannya kepada dunia. Mewawancarai orang-orang terkenal. Ikut turun dalam penanganan kasus korupsi atau evakuasi korban bencana alam. Keren kan? 
Kalau ditanya siapa sosok inspiratifmu di bidang jurnalistik, aku jawab: Raditya Dika. Bagiku, Raditya Dika bukan sekedar penulis novel sekaligus bodoh biasa, Dia sosok jurnalis spesial buatku. Dia melihat sisi baik buruk pada dirinya, melihat apa yang sedang terjadi di Indonesia maupun di negara lain. Gak bisa dipungkiri kalau aku gak punya idola di bidang jurnalis selain Raditya Dika. 

Huuffh, menghayal itu bikin capek juga ya? Adudu aku gatau tu bahasa inggrisnya tu kalimat di atas, kayaknya kepanjangan banget ya? Padahal mau ku tambahin 'aku juga bercita-cita jadi model videoklipnya Maroon 5, lagu apapun.', tapi kayaknya itu kelewat menghayal deh. Ntar aja deh ku translate ke bahasa inggris nya. Aneh juga sih aku ni, tugas bahasa inggris yang bukannya peer malah dikerjakan duluan, tugas yang mutlak peer malah ditinggalin.

Anyway, udahan dulu ya, peer yang lain udah pada nunggu.

Buat para anak sekolah yang juga ketiban peer bejibun di hari libur lebaran, selamat menikmati peer. Selamat mengejar cita-cita.


0 komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com