Sabtu, 30 Mei 2015

User yang Bikin Awkward Moment Tercipta

Sudah lama aku gak nulis soal user (sebutan pelanggan untuk di service center), suatu kebiasaan yang bikin hatiku panas akhirnya dingin.



Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Jumat, 29 Mei 2015

Review Bad Blood dan Koloni Perempuan

Semenjak Taylor Swift udah beralih kiblat dari aliran musik country ke pop, aku udah gak begitu ngikutin perkembangan si cewek yang sekarang jadi pacarnya Calvin Harris itu lagi.

Lah, kok tau kalau Taylor pacaran sama Calvin? Katanya gak ngikutin? 

Mau gak mau aku jadi tau perkembangannya, gara-gara kemaren aku liat MV terbarunya, dari single terbarunya berjudul Bad Blood.
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Kamis, 21 Mei 2015

Pengalaman Harga Diri Terperosok Karena Sok

Bukan harga diri juga sih, harga diriku udah gak ada lagi soalnya. Eh, enggak lah.


Maksudnya, bukan sampe harga diri juga sih yang terperosok, tapi urat malu yang nyaris putus akhirnya putus juga. 


Oke, kalimat-kalimat pembuka di atas itu garing. Aku mau tanya aja deh, kesel gak sih sama orang yang sok? 

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Rabu, 20 Mei 2015

Rapper Juga Manusia

"Ya iyalah, manusia, masa batako. Udah tau kelesss!!!" 

Suara cempreng Icha seolah nggak membiarkan judul postingan ini terketik begitu. Tapi raganya  yang lain membiarkan, bahkan mempersilahkan saya untuk menulis postingannya kali ini. 

Seperti halnya rocker, rapper juga manusia. Tapi rasanya ada aja yang masih nganggap rapper itu bukan manusia. Maksudnya, gak manusiawi. 

Katanya, rapper itu suka ngomong kasar dan gak senonoh. Katanya rapper itu punya lagu-lagu yang isinya cuma protes sana-sini, nge-diss orang, mencela wanita, menghujat pemerintah, pendiskriminasian, dan senang-senang melulu. Katanya, rapper itu cuma menang di gaya, tampangnya kebanyakan kayak kuli bangunan. Katanya, yang ada di pikiran rapper itu cuma "Get money and fuck bitches," gak ada yang lain. 

Katanya, kalau rapper bikin lagu tentang wanita itu cuma memuja fisiknya, cuma tentang seksualitas, pasti nggak jauh-jauh dari kata seks. Katanya, rapper itu nggak ada yang romantis, yang ada cuma anarkis. Katanya, lagu-lagu buatan rapper itu nggak ada yang menyentuh. Katanya.....

Ah, terlalu banyak yang perkataan negatif soal rapper. 

Saya nggak memungkiri kalau para rapper itu suka berkata kasar, nggak senonoh, liriknya kebanyakan pada nggak romantis, penampilan gak imut kayak boyband-boyband Korea. Tapi justru karena itu saya suka musik hip-hop, yang menurut saya dan Icha adalah musik yang liriknya mengusung kejujuran dan keapaadaan (maksa banget kata-katanya). 

Tapi, nggak semua rapper kayak gitu, bra, eh bro. Rapper juga bisa cute kayak personel One Direction, awet muda. 


Dan nggak semua lagu para rapper itu isinya tentang yang kasar-kasar. Mereka juga manusia, manusiawi, dan mereka juga bisa bikin lagu kayak gini, 


#Lagu romantis
Menurut saya pribadi, rapper juga bisa romantis bahkan bisa jauh lebih romantis daripada penyanyi yang emang biasanya bawain lagu-lagu romantis yang bikin cewek-cewek jadi norehin senyum sirup Marjan di bibir mereka, senyum manis.

Saya sukses dibuat meleleh sama lagu Space Bound-nya Em, terutama di lirik

"But I love you so much it hurts
Never mistreated you once" 


Lagu yang maknanya dalem ini, yang nyeritain tentang cinta yang tulus buat seorang cewek ini sering didengerin Icha kalau lagi mau tidur, atau lagi ngelamunin si Zai, yang juga suka lagu Space Bound. Kalau lagu ini disukain Icha karena makna lagunya, mungkin si Zai suka gara-gara model MV-nya itu porn star, Sasha Grey.

Lagu romantis dari rapper lain juga ada, yaitu Tennessee Love-nya Yelawolf.  Lagi-lagi liriknya bikin meleleh. Si Yela yang udah kayak jualan tato di badannya itu ternyata bisa romantis juga. Di lagu ini selain nyeritain gimana perasaannya pas pertama kali ketemu cewek yang dia suka itu, dia juga pake acara ngelamar cewek itu lagi. Aaaarrrrrgh. 

Saya jatuh cinta sama liriknya yang ini, 

"But when I look at you, 
I see me, a reflection of a real soul"



Masih ada lagi yang romantis, yaitu Big Sean. Mantan pacar dari Ariana Grande ini saya rasa emang paling jago kalau bikin lirik romantis puitis. Pertama kali dengar lagu Best Mistake, bukan Ariana Grande-nya yang menarik perhatian, tapi si nigga itu, si Big Sean. Verse yang dibawain sama Sean bener-bener bikin lemas, bikin pengen menyerahkan diri buat jadi penggantinya Ariana. 

Hampir semua lirik Best Mistake, saya suka. Tapi yang paling membekas dan nggak habis pikir kenapa cowok nigga kayak Big Sean bisa nulis lirik romantis, yang di bawah ini, 

"And I feel like that everything we do is overdue
You ask why I love your mom so much
'Cause she's a older you"


Jadi, siapa bilang kalau rapper itu nggak bisa romantis? 


#Lagu galau
Rapper juga bisa galau dan buat lagu tentang itu, cuma dengan penyampaian yang berbeda. 

Contohnya kayak Bed of Lies-nya Nicky Minaj. Rapper yang terkenal dengan bokong seksi nggak wajarnya itu juga bisa galau. Ya, namanya juga manusia, apalagi dia cewek. 

Selain liriknya, suara serak-serak mendesah Skylar Grey juga turut serta untuk mengacak-ngacak hati kita saat ngedengerinnya. Kalau kamu lagi diselingkuhin trus kamu mengeksekusi pacarmu itu, kamu bisa pake lagu ini. 

"But do you ever think of me when you lie?
Lie down in your bed, your bed of lies" 



Si rapper Drake, dan Rihanna sama-sama bergalau ria di lagu Take Care. Drake kayak takut jatuh cinta sih di lagu ini, lalu Rihanna datang sebagai orang yang mencoba untuk meyakinkan Drake.

"I'll take care of you
I've loved and I've lost" 




Big Sean juga punya lagu galau. Ada tiga lagunya yang menurut saya galau, yaitu Don't Tell Me You Love Me, Beware, sama I Don't Fuck With You. Yang I Don't Fuck With You itu, dia galau-galau kasar sih. Ceritanya dia kesel sama pacarnya yang dulu ngekhianatin dia dan sekarang udah punya pacar baru. Nah yang Beware, saya  suka. Gara-gara liriknya yang ini,

"Saying fuck you, I miss you or I hate you so much
Cause girls only say 'hate you' to the guys that they love" 

Jhene Aiko, yang duet sama Big Sean di lagu ini, ceritanya adalah cewek yang patah hati gara-gara pacarnya. Dan dia pengen hubungan mereka diakhiri, dengan mewanti-wanti,

"You should beware, beware, beware. Of a women with a broken heart."

Padahal si cowok masih sayang sama si cewek. 


Walaupun kasar dan kayaknya nggak mikirin cewek, tapi Eminem juga bisa galau gara-gara cewek, terutama gara-gara Kim, mantan istrinya. Banyak lagu dari Eminem yang menurut saya bikin dia terlihat galau dan bikin pendengarnya jadi ikutan galau juga. 

Kita mulai dari lagunya yang berjudul Kim. 

Pertama denger lagu ini, tanggapan yang keluar dari mulut saya yaitu, 

"OOOH EM, ARE YOU FUCKING KIDDING ME??!!" 

Ini lagu apasih??!!! Awalnya manis kayak nimang-nimang anak, lama-kelamaan diisi dengan umpatan, teriakan seorang cewek, tangisan, suara klakson mobil, suara pukulan, suara sesuatu diseret, suara seseorang tercekik. Serem banget. 

Ternyata ini lagu tentang Kim, sesuai judulnya, lebih tepatnya tentang dia yang mergokin Kim lagi selingkuh, lalu dia ngebunuh Kim dengan membawanya keluar rumah, lalu membunuhnya dengan menusukkan pisau ke leher Kim. Lagu ini gak bosan-bosannya dibahas Icha dan Nanda sampe sekarang. Trus mereka berdua suka mengucapkan kata "Bleed, bitch. Bleedddd!!" kalau lagi kesel sama orang. Ngucapin kata-kata yang ada di lirik lagu ini, kata-kata yang diucapin Eminem pas ngebunuh Kim. 

Dan ini lirik paling dramatis dari lagu ini,

"I HATE YOU! I HATE YOU!
I SWEAR TO GOD, I HATE YOU
OH, MY GOD, I LOVE YOU
How the fuck could you do this to me?"



Lanjut ke Love The Way You Lie. 

Ah, lagu ini mah gak usah dijelasin lagi galaunya kayak gimana. Dengerin instrumennya aja udah bikin galau (lebay deh, Zhem!). Lagu ini cocok buat didengerin sama masokis, kayak Icha gitu. 

"Maybe our relationship isn't as crazy as it seems
Maybe that's what happens when a tornado meets a volcano
All I know is I love you too much to walk away though"


Lagu Eminem yang judulnya Superman, juga galau menurut saya. Meskipun liriknya songong karena nggak butuh cewek, nggak mau terikat dalam hubungan lagi, dan MV-juga vilgar abis, tapi itu semua karena dia galau. Dia galau habis cerai sama Kim bitchy dan akhirnya jadi kapok buat menjalin hubungan lagi. Dia ngerasa kalau cewek-cewek yang dia kenal dan ngedeketin dia itu cuman pengen hartanya, cuman pengen numpang terkenal, cuman pengen dianggap keren karena udah bisa macarin dia. Singkatnya, Eminem takut jatuh cinta lagi. 

"Not a jealous man, but females lie
But I guess that's just what sluts do, how could it ever be just us two
I'd never love you enough to trust you, we just met and I just fucked you"



Terakhir, lagu Twisted. Di lagu ini Eminem gak sendiri, tapi bareng Skylar Grey dan Yelawolf. Malah banyakan Skylar yang nyanyi. Disini juga Eminem nggak ngerap, tapi nyanyi, dan suaranya galau-galau menggeram gitu. Si Yela deh yang kebagian ngerap. Lagu ini rekomendasi dari Zai. Di hari-hari sebelum si Zai pergi merantau, si Zai ngasih tau lagu ini ke Icha dan nyuruh Icha dengerin lagu ini. Dan tanggapan saudara alter ego saya itu, 

"Dimana-mana orang ngasih lagu ke pacarnya itu lagu romantis, lah ini lagu mau saling bunuh-bunuhan karena sama-sama nggak bisa ninggalin! Aaaaak Zai, kamu mau kita putus?"

Katanya sambil mencengkeram leher boneka di hadapannya. Saya sih cuma ketawa ngakak aja. Siapa suruh punya pacar cuek dan nggak romantis.

"Sometimes I wish that you would just die
Cause I'm too afraid of leaving
I didn't know you'd be insane
Dreams can be so deceiving
How did it come to this?
Why do I fantasize to kill you when you're sleeping?"



Banyak juga ya lagu-lagu galau dari rapper. Berarti rapper masih punya perasaan.


#Lagu sayang anak
Sekasar-kasarnya rapper, pasti dia tetap sayang sama darah dagingnya sendiri. Dan itu juga berlaku buat Eminem. Duda beranak tiga ini, satu anak kandung dan dua anak angkat, udah bikinin banyak lagu yang nyertakan kecintaannya akan anak-anaknya, terutama buat si Hailie, anak kandungnya. Mulai dari lagu Hailie's Song yang pernah Icha tulis di postingan Ayah yang Romantis, Superman, When I'm Gone, dan Mockingbird.

Nah, Eminem bener-bener jadi bapak yang baik dan penyayang banget di lagu Mockingbird. Saya suka terdiam terpaku dengan pandangan menerawang kalau dengerin lagu ini.

"I can see you're sad, even when you smile, even when you laugh
I can see it in your eyes, deep inside you want to cry"


Menyebalkan, ketika menginginkan posisi sebagai pacar dan sebagai anaknya Eminem, dalam waktu yang bersamaan. 


#Lagu kehilangan orang terkasih
Jadi suatu kebanggaan tersendiri saat lagu dari rapper mengisi original soundtrack film terkenal juga sukses, dan lagunya itu juga sukses mencuri perhatian. See You Again-nya Wiz Khalifa feat. Charlie Puth, jadi original soundtrack film Fast & Furious 7, dan lagu itu didedikasikan untuk Paul Walker yang sudah tiada. Lagunya bikin hati trenyuh buat siapa pun yang mendengarnya, apalagi buat fansnya Paul Walker yang waktu hari kematiannya nangis dua ember.

"How can we not talk about family when family's all that we got?
Everything I went through you were standing there by my side
And now you gon' be with me for the last ride"



Eminem juga punya lagu tentang kehilangan orang terkasih.

Buat sahabatnya, Proof, yang meninggal karena ditembak (ditembak beneran, pake pistol, bukan ditembak pake petanyaan aku-sayang-kamu-mau-nggak-jadi-pacar-aku). Antara lain lagu berjudul Difficult, Living Proof (bareng Royce Da 5'9, mereka di Bad Meets Evil), dan Best Friend, yang sebenarnya itu lagunya Yelawolf sih cuman Yelawolf duet sama dia. Denger lagu Difficult, saya ngerasa betapa kehilangannya Eminem sama sahabatnya itu, yang dia sebut sebagai saudara beda warna kulit.

"I never gotta say I love you as much as I wanted to but I do
Yeah I say it now and you can't hear me,
What the fuck good does that do me now"



Betapa seorang rapper punya perasaan yang sama sensitifnya seperti kita. Dan betapa jatuhnya mereka saat ditinggalkan oleh orang yang mereka sayang, yang gak selalu harus pacar atau istri, apalagi mantan.


#Lagu anak polos
Sering kita dengar lagu-lagu rapper itu mengusung tema seks. wanita seksi, dan sebagainya. Seolah menggambarkan kalau mereka itu sangat mengerti soal seks, serta seks itu udah jadi bagian dari kehidupan mereka. 

Tapi tidak dengan lagu ini. Lagunya J.Cole yang judulnya Wet Dreamz. Rapper jenggotan ini sukses bikin saya dan Icha ngikik geli gara-gara liriknya yang cowok-polos-banget. Bahkan kami ngebayangin kalau MV-nya bakal vulgar juga dan rada-rada semi porno gitu. Tapi ternyata, Cole pake anjing buat jadi model MV-nya. Anjing jantan sama anjing betina. Wadefak, kok bisa kepikiran sampe make anjing, ya? Brilian! 

Lagunya menceritakan tentang seorang cowok yang suka sama seorang cewek di kelasnya, dan cewek itu ngajak si cowok buat gitu-gitu, you know what I mean. Si cowok ngerasa gugup karena dia belum pernah gitu-gitu sebelumnya, tapi dia bohong ke cewek, dia bilang dia sudah pernah dan dia ngaku kalau dia itu like a pro. Ya gitu deh pokoknya. Udah kayak saya aja, gak pernah gitu-gitu.

"Still trying to play it cool, sound like the man
But I was scared to death my nigga, my stomach turned
Talking shit knowing damn well I was a virgin
Fuck" 



Betapa cute-nya, kalau semua cowok di dunia ini kayak anjing di MV lagu Wet Dreamz. Eh, kayak Cole maksudnya. Nggak pernah gitu-gitu. 


Rasanya ini postingan terpanjang yang pernah saya tulis. Nggak kalah lah sama Icha yang suka nulis postingan panjang-panjang. Lumayan capek juga sih. Pantas aja si Icha kalau habis ngeblog langsung lari ke tukang urut. 

Semoga yang baca postingan ini nggak lari ke tukang urut buat ngurutin matanya. Dan yang paling saya harapkan, semoga pikiran orang-orang yang mandang rapper dengan sebelah mata bisa dibukakan lagi sebelah mata batinnya. Syukur-syukur ada yang langsung gila musik hip-hop gara-gara sengaja atau gak sengaja baca ini.

Hei, itu bukan harapan yang muluk-muluk kan? 


-Alzhema-

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 16 Mei 2015

Nama yang Bikin Salah Paham

Kata orang, kita tidak bisa tertawa berkali kali untuk lelucon yang sama, tapi kita bisa menangis berkali kali karena hal yang sama. Orang itu, siapapun dia, bener juga sih.


Tapi entah, untuk lawakannya salah satu comic asal Samarinda, biar udah berulang kali, aku tetap aja sukses dibuat ngakak.


Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Rabu, 13 Mei 2015

Dear LDR

Nomor gak dikenal tiba-tiba mengusik handphoneku, yang lagi aku gerayangin dalam rangka ngeliatin foto-foto jaman dulu. 

“Halo?" sapa suara di seberang sana.

“INI SIAPA?” 

“Zai.”

Dan seterusnya, suara ketusku berubah jadi suara terlalu ramah, atau lebih tepat disebut sebagai suara manja-manja-kegirangan-bikin-jijik. 

Zai nelpon aku pake nomor salah satu juru masak di mesnya. Katanya, hape juru masak itu paling kuat buat nerima sinyal daripada hapenya dan hape teman-temannya. Jadi selain dia, teman-temannya juga turut buat make hape itu. 

Setelah dulu harus naik ke menara atau ke bukit, harus berada ke Sangkulirang, dan sekarang harus minjam hape orang demi saling bertukar kabar dan menghujat lewat telpon? 

Sekali lagi, aku ngeliat betapa hubungan kami diuji sama sesuatu yang keparat bernama sinyal.

Aku langsung keluar dari kamar, turun ke lantai bawah, sambil kegirangan. Oh iya, aku tidur bareng Mama dan Nanda dalam satu kamar, tapi beda tempat tidur. Padahal di rumah ada satu kamar lagi di lantai bawah, yang bisa ditidurin sama Mama, ataupun sama aku. Tapi Mama bilang kamar itu gak bikin tidur nyenyak entah karena apa. Begitu aku pengen nempatin kamar itu, Mama langsung berdalih kalau aku bakal gak kenal yang namanya tidur malam kalau dibiarin tidur sendirian. Faaaak lah. Eh, fa afaan (gak maksa kan?) Mama ini.

Gak masalah sih sebenarnya tidur sama adek sendiri dalam satu kamar, tapi kalau tidur sama Mama? Bukannya apa-apa, tapi aku ngerasa gak bebas aja. Beliau gak bisa tidur kalau anaknya masih nonton TV atau sekedar main hape. Jadi kalau beliau udah mau tidur, kami harus tidur juga, Buat Nanda yang emang gak hobi tidur larut malam, itu gak jadi masalah. Buat aku, itu juga gak jadi masalah sih. Selama aku bisa pura-pura tidur beberapa menit dan pas beliau tidur terlelap baru aku bisa melanjutkan apa yang aku lakukan tadi, kayak main twitter, nonton film di laptop, atau ngeblog. Jangan ditiru ya, anak-anak. 

Lanjut, nah jadi aku langsung turun, dan bisa ditebak, Mamaku langsung terbangun. 

“Siapa yang nelpon?”

“Zai, Ma.” 

Meski dengan matanya yang sayu efek baru bangun tidur, Mama masih bisa menatapku tajam.

Sebentar lagi aku bakal disuruh tidur, dan berakhirlah telponan indah yang jarang-jarang terjadi ini. Aaarrrrrggghhh!!!

“Jangan belinyai (bahasa banjar, artinya berhambur) di kamar lah, di ruang tengah aja.” 

Kemudian beliau membalikan badannya. Lanjut tidur.

Ini tumben induk singa gak marah kalau aku telponan jam segini. 

Aku kembali meneruskan phone sex, eh meneruskan telponanku sama Zai. Kami ngobrolin banyak hal, meski dengan suaranya yang kadang hilang dan suaraku yang hilang juga, dengan telpon yang tiba-tiba terputus karena sinyal tiba-tiba hilang.  

Seperti biasa dimulai dari aku dan dia mengambil peran sebagai pendengar sekaligus penghujat ulung atas apa yang aku ceritakan. 

Sempat ada hening beberapa saat ketika ceritaku habis. Sampe akhirnya,

"Eh, kamu pernah nonton film Dear John gak?" Zai memulai obrolan baru.

"Gak pernah. Emang itu film apa? Bagus kah? Siapa yang main?"

"Channing Tatum. Tau Channing Tatum gak?"

"TAU AY, YANG DI 21 JUMP STREET ITU KAN?" 

"Tumben tau. Iya, yang itu. Yang jadi ceweknya itu Amanda Seyfried, yang semok itu."

"Terus terus, ceritanya bagus?" Aku langsung cepat-cepat skip yang masalah semok, ntar ujung-ujungnya dia ngolokin berat badanku yang segitu-gitu aja.

"Enggak juga sih. Ceritanya tuh tentang Channing Tatumnya itu tentara, dia sama si Amanda... Beuh, LDR." Ada ketawa yang ditahan pas mau nyebutin kata terakhir. 

Zai pun dengan luwesnya menduduki posisi sebagai pembicara. Menceritakan alur film Dear John. Menorehkan senyum dan tawa di bibirku sekaligus.

"Akhirnya Amandanya nikah sama si Tim, bapaknya anak yang kena autis itu. Dia kan dapat cuti terus dia nemuin Amanda, tau-taunya Amandanya udah nikah sama orang lain. Apa dia langsung gak galau. Maka alasannya tuh karena si Tim gak ada yang ngurus. Alasan aja. Bangkai."

"Oh gitu ya. He he he he he. Ntar aku download lah." 

Hening kembali tercipta. Aku menoleh ke arah jam dinding. Udah jam dua belas aja.

"Aku keingatan kamu pas ngeliat Amandanya kayak gitu." 

"Kenapa? Aku cantik kayak Amanda ya? Ya-ya emang sih."

Sebenarnya aku tau maksudnya dia apa, tapi you know kan, cewek, kadang pura-pura bloon biar si cowok ngomong lebih jauh dan lebih jelas, yang bikin si cewek seneng. Eeeh, itu rahasia cewek sih sebenarnya.

"MATAMU! Kamu mirip kayak dia, yang. pina iya-iyanya nyuruh cerita semua yang dilakuin, eeh ntar ujung-ujungnya nikah sama orang lain."

"Emang cewek semua kayak gitu kan, minta cowoknya cerita apa yang terjadi sama cowoknya?"

"Bukan itunya sih. Hhhhh. Makin bungul ya kamu. Maksudnya, antara kamu sama aku, kamu yang paling takut diantara kita ada yang selingkuh. Kamu yang paling pengen dikabari, diceritakan apa yang terjadi. Kamu yang kelihatannya paling takut kehilangan. Sama kayak Amanda. Tapi nyatanya dia malah sama yang lain, bukan sama Channing padahal udah setia. Udah ngerti, Bitch?"

Sudah ngerti dari awal sih sebenarnya. Tapi masih belum ngerti kenapa kamu jadi mendadak alay gini, nyama-nyamain kisah di film kayak kisah sendiri. Tapi aku suka kamu alay, Asshole. 

Jawabku dalam hati. 

Habis itu aku berkoar-koar untuk gak jadi kayak Savannah, nama karakter Amanda di Dear John. Dan dia menanggapi dengan cemoohan, kayak meremehkan. Nyebelin sih, tapi emang dasar salahku dulu pernah jadi Savannah. Jadi dia masih suka ngungkit yang waktu itu. 

Kelar telponan, sekitar jam setengah satu, aku kembali ke kamar. Tujuan utama memang untuk tidur, tujuan lainnya untuk ngeliatin foto alay yang aku gantung di kamar pake tali yang entah apa namanya, bentuknya mirip tali jemuran. Ngeliatin fotoku sama Zai dari dua tahun lalu sampe terakhir ketemu, Januari kemarin. Sambil browsing soal film Dear John.

quote paling aku suka. alah, padahal belum nonton filmnya.
Dengan terasa, baru, atau udah empat bulan kami terjerumus ke dalam long distance relationshit.

Aku benci pake kalimat 'gak terasa', yang biasanya dipake buat status menjelang lebaran, atau kelulusan. Gak terasa udah mau lebaran aja. Gak terasa udah mau lulusan, pisah sama teman-teman. 

Aaaakk. Bullshit! Seenggaknya buat yang lagi LDR, kalimat 'gak terasa' itu bullshit. Karena nyatanya, LDR itu sangat amat terasa. 

Rasanya aneh LDR-an tapi gak kayak orang-orang. 

LDR yang bukannya dipisahkan sama pulau, selat, laut, jarak ratusan bahkan ribuan kilometer, planet. Kami masih di provinsi yang sama, kalau mau ke tempat dia berada harus menempuh perjalanan selama tujuh jam. Tapi aku baru tau, itu baru nyampe di Sangkulirangnya aja. Karena sesungguhnya dia berada di kawasan perkebunan kelapa sawit. Dari Sangkulirang kesana menempuh waktu sekitar dua jam dengan menyeberang laut. Menurutku lebih kampret daripada menempuh perjalanan keluar provinsi.

LDR yang gak diwarnain telponan smsan bbman Line-an tiap hari, bertukar kabar tiap hari. Dari jaman belum LDR, kami emang jarang komunikasian tiap hari. Ditambah dengan LDR, makin jaranglah komunikasian. Bukan lagi soal sifatnya yang gak suka komunikasian macam nanyain lagi-apa, udah-makan,-udah-boker, tapi soal sinyal yang susah didapat. Hampir sebulanan ini mulai bisa bbman sih, tapi kampret juga. Wi-fi disana kadang udah kayak terong-terongan pake celana sama baju ketat, minta disodomi pake powerbank. Nyebelin banget. Sering centang aja. Pas obrolan lagi seru-serunya, tiba-tiba centang, besok baru terkirim. Kan eek. 

LDR yang tercipta bukannya karena kami beda pulau saling jatuh cinta. Gara-gara dia lulus kuliah dan harus, atau mau, entahlah, kerja sesuai apa yang dia pelajari dulu waktu kuliah. Dia masuk SMK SPP (SPMA) Negeri Samarinda, sekolah menengah kejuruan dengan sistem asrama, mempelajari pembangunan pertanian. Kuliahnya pertanian lagi, di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Itu anak kayaknya cinta banget sama pertanian, bukannya sama aku.

LDR yang aku pikir bakal berjalan dengan menyedihkan, ternyata berjalan dengan..... sangat menyedihkan. Aku kayaknya gak bisa tegar kayak pejuang LDR lain. Yang biasanya ke rumah ngegodain dua keponakanku, Khansa sama Tasya, sekarang gak ada. Yang biasanya nongol di depan pagar dan aku baru pulang baru mandi, sekarang gak ada. Yang biasanya pamer MV Eminem yang baru maupun yang lama, sekarang gak ada. Yang biasanya suka nampar  pipiku, yang aku tendang kakinya kalau ngolokin selera filmku, sekarang gak ada. 

Mulai nge-drama queen deh, Cha. 

Tapi, dengan Zai nelpon pake hape ibu dapur tadi, aku jadi mikir kalau LDR telah mengubah sosok orang cuek yang aku kenal selama ini jadi sosok yang sedikit, hoek, romantis. 

Bikin aku makin berpikir, kehilangan sinyal aja aku udah takut, apalagi kehilangan dia. 

Hoek. Lagi. Kali ini dari yang baca. 

Oh iya, aku belum nonton filmnya sih sampe sekarang. Padahal rencananya mau download dulu, nonton, baru aku nulis postingan ini. Tapi udah keburu gatal mau ngetik sih. 

Eh, bukan. 

Tapi sebenarnya karena postingan ini bukan tentang Dear John, tapi tentang Dear LDR. Kalau aku bisa nulis surat buat si LDR itu, aku pengen nulis surat yang isinya bilang kalau ada dua orang yang telah 'dia' ubah. 

Satu, Zai. Yang lebih mau cerita tentang dirinya, lebih terbuka, mulai ngomong aneh (aneh karena keluar dari mulutnya) macam,

"Kamu jangan jalan sama monyet lain."

"Tunggu abang pulang ya, Dek. Abang disini buat masa depan kita. Hueeek."

"Jangan mati."

 Dan selalu ngusahain untuk bisa komunikasian sama aku. 

Dua, aku. Yang dulu selalu insecure, takut, saking takutnya sampe pergi ninggalin dia, sekarang berubah jadi pribadi yang berusaha buat berpikir positif, buat percaya, kalau dia sayang sama cewek kurus bergumpal kentut sama rindu ini dengan segenap jiwa cueknya. 

Udah pusing karena gak nemu hikmahnya habis baca postingan ini? Sama, aku juga pusing nulisnya. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 09 Mei 2015

Yang Enak Pas Lagi Naik Motor

Siapa yang suka naik motor sambil dengerin lagu? 


Bukan, bukan dengerin lagu pake boombox trus ditenteng-tenteng pas lagi naik motor. Tapi pake headset.


Sekali lagi....


SIAPAAAAAAA? 


Mari kita ditilang bersama. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Rabu, 06 Mei 2015

Pengalaman Goblok Selama Punya Blog

Seperti kulit manggis yang diekstrak, blog juga punya banyak manfaatnya. 


Blog bisa menyalurkan hasrat menulis kita yang tinggi. Blog bisa mengasah kemampuan menulis kita, dan insya allah impian kita sebagai penulis menjadi kenyataan. Blog bisa melegakan hati kita atas unek-unek yang selama ini cuma bisa disimpan dalam lemari hati. Blog bisa jadi tempat pelarian yang tepat kalau sms kita gak dibalas gebetan, telpon kita gak diangkat pacar, atau ajakan balikan gak digubris sama mantan terindah.


Gak cuman di Facebook, Twitter, Tumblr. Path, Line, Friendster, atau di pinggir jalan, di blog pun kita bisa dapat teman baru, bahkan pacar baru.



Rasanya enak banget bisa berhubungan dengan orang-orang yang passionnya samaan dengan kita, apalagi berhubungan lebih dari sekedar teman. Kita dengan sang pacar, yang blogger juga, bisa saling menginspirasi dalam tulisan, dan juga bisa saling menghujat di tulisan masing-masing. 

Selama aku punya blog, aku dapat banyak manfaat seperti yang aku sebutin di atas, kecuali dapat pacar. Aku gak pernah dapat pacar anak blog, anak Mama Bapaknya aja, padahal pengen banget. Seru aja keliatannya. Zai punya blog sih, blog yang gak kalau absurd dan cabul dibandingkan empunya, tapi udah lama banget gak diurus dengan beragam alasan. Itu orang, benda mati ikut dicuekkin juga. 


Dan selama punya blog, gak cuman yang manis-manisnya aja yang didapat, tapi pahitnya juga, akibat terlalu mengekspresikan diri di blog. Kayak gini nih, yang mungkin pernah kalian alamin juga, eeh tapi kayaknya cuman aku deh yang pernah punya aib kayak gini, 


1. Dibully teman yang belok.
Sebenarnya aku rada takut sih buat nulis poin ini, takut kalau yang aku omongin bakalan baca. Tapi mudahan aja gak baca deh. Kalaupun baca, aku udah gak sekelas sama mereka, dan mereka bakal susah buat nemuin aku. Berarti lanjut aja ya ngeghibahnya?

Eh, gak ngeghibah sih, tapi curhat. 

Jadi dulu aku ada posting tentang film favoritku judulnya Yes or No, film asal Thailand. Film yang mengisahkan tentang dua remaja putri yang terlibat cinta sesama jenis itu lagi booming di sekolahku. Nah, karena gak pengen sekedar review film, selain ngebahas fim itu aku juga ngebahas soal kelakuan dua teman sekelasku yang sama kayak tokoh di film itu. Sama-sama lesbian. Tapi waktu itu namanya aku samarkan, dan aku yakin mereka berdua gak bakal baca. Lagian, siapa suruh pacaran di kelas, terang-terangan lagi.

Besoknya habis aku posting soal itu, teman-temanku yang aku suruh (atau lebih tepatnya aku paksa) buat baca postinganku itu ngasih pendapat. Ada yang bilang keren, ada yang ketawa, ada yang bilang ngeri kalau sampe dibaca sama dua orang yang aku jadikan objek postingan itu. Waktu itu aku cuman cengar-cengir pede.

Sampe akhirnya cengiran pedeku berubah jadi phobia turun sekolah. 

Berawal dari Mawar (nama samaran) yang manggil aku buat nemuin dia di parkiran belakang sekolah. Aku iya-iyain aja meski dengan perasaan gak enak. 

Ternyata udah ada Melati (nama samaran lagi) juga, rekan percintaan sesama jenisnya Mawar.

Selengkapnya pernah aku posting di Gak Seslebor Buku Diary. Intinya waktu itu mereka marah sama aku, Mawar sih yang paling marah, si Melati cuman sesekali ngomong aja. Lalu mereka berdua nyuruh aku buat hapus postingan itu. Aku waktu itu masih bisa cengengesan, padahal itu lagi nahanin supaya pucat di muka gak keliatan. Adegan mereka ngomong sama aku itu ditutup dengan Mawar yang nendang pintu kelas, lalu pergi. Gak lama Melati nyusulin dia.

Hari-hari selanjutnya aku di--- udah kayak di sinetron-sinetron ABG, aku dibully, sama mereka. Tiap presentasi, aku dikatain sok asik dan diketawain. Kalau jalan di depanku selalu melototin aku. Dari jauh pun suka ngeliatin dengan tatapan sinis. Waktu pulang bimbel, ban motorku tiba-tiba kempes. Aku curiga mereka sama teman-temannya yang ngempesin, soalnya sebelum jam pulang bimbel aku ada liat mereka sama teman-temannya di parkiran lagi ngedudukin motorku. Atau gara-gara badan Mawar yang gede ngedudukin motorku kali ya. Entahlah. 

Aku sempat pengen gak sekolah aja. Padahal udah aku hapus juga postingannya, tapi masih aja mereka ngebully aku. Aku sempat nyesel, buat apa coba aku cari gara-gara sama mereka, salahku sendiri kan.

Seiring dengan lulusan sekolah, luluslah juga per-bully-an mereka ke aku. Tapi hubungan mereka masih berlanjut sampe sekarang kayaknya. Aku ada ketemu mereka akhir tahun kemaren. Dan bisa ditebak, aku berusaha supaya mereka gak tau kehadiranku.


2. Komentar sok akrab
Semenjak blog personal amatiran ini udah lumayan banyak yang baca dan komen, aku jadi suka blogwalking dan ngerusuh di kolom komentar blog orang.

Rasanya seru aja, membaca tulisan orang yang beragam genre, sudut pandang, gaya humor, gaya baper. Banyak hal yang aku anggap biasa aja ternyata dianggap spesial sama para blogger, dan dijadikan bahan postingan. Keren, aku suka hal-hal itu cuman luput dari aku, bukan dari mereka.

Secara gak langsung aku ngerasa punya sahabat maya akibat blogwalking, yaitu orang yang bisa mengerti curahan hatiku dan dimengerti curahan hatinya tanpa perlu bertatap muka.

Nah, aku pernah komen di salah satu postingan blogger, dan komenku gak dibalas, tapi komen dibawahku dibalas sama pemilik postingan itu.

Sumpahhhh, komen gak dibalas itu nyesek sih menurutku. Entahlah, apa aku aja yang terlalu baperan atau gimana, yang jelas aku kepikiran banget kenapa komenku gak dibalas sementara komen blogger lain dibalas. Dan aku baru sadar kalau aku sok akrab banget di komenku itu. Aku melakukan, eeh bisa dibilang mengucapkan kali ya, mengucapkan sesuatu yang di awal udah dia bilang gak suka tapi masih aja aku sebut.

Hak nya dia sih gak mau bales komenku atau enggak. Hak setiap blogger sih, kita sebagai komentator gak bisa nodongin pisau sambil bilang,

"HEIIII, PILIH NYAWA ATAU BALAS KOMENKU?!"

Yang jelas, sekarang aku agak berhati-hati kalau komen di blog orang. Tetap mencoba sok akrab dan sok asik juga sih sebenarnya haha. Karena yaaa siapa tau bisa akrab dan asik beneran. Dan satu sih yang paling penting, aku gak kapok buat komen di blog orang. Karena blogwalking dan komen itu harusnya dilakukan tanpa pamrih. Iya gak?


3. Kayaknya dijadiin materi stand up, deh.
Aku suka banget sama stand up comedy. Awalnya iseng pengen liat teman SMP-ku yang jadi comic, trus nonton Metro TV, nonton SUCI di Youtube (gak punya channel Kompas TV, kasiannn), lama-lama aku jadi keranjingan. Dulu aku bisa dibilang rajin nonton open mic dan event berbayar yang diadakan sama komunitas stand up comedy Samarinda, tapi sekarang udah jarang. Oh iya, hari Sabtu kemaren nonton Happinest Tour-nya Koh Ernest Prakasa.


Sebagai orang yang apa-apa-dimuntahin-ke-blog, aku tulis semua yang aku alamin dan rasain selama nonton stand up comedy. Di antaranya ada pengalaman nonton stand up comedy pertama kali di aula SMP sendiri, di postingan Norak-Norakin Diri Demi Potret Sama Dani, nonton Arie Kriting dan Mongol Stress di Kriting Bareng Arie, nonton kumpulan comic seluruh penjuru Kalimantan Timur di Padahal Udah Jadi Ipin, dan bela-belain duduk di ayunan saking gak kebagian tempat duduk di stand up comedy-nya Kemal di Main Ayunan.

Ternyata, postinganku yang ketiga itu menuai malu buat diriku dan Kak Ira. Disitu aku nulis kalau aku kepincut kagum sama salah satu comic asal Bontang yang ngisi acara TDTB (Tawa Dari Timur Borneo), namanya Upiin, dan kecewa pas mau nonton dia open mic di kafe Samarinda malah sound system kafenya lagi gangguan.

Awalnya aku stalking akun twitternya Upiin, karena mentionku gak dibalas sama dia. Sebenarnya juga itu mentionan Kak Ira sama dia, tapi aku recokin dan akhirnya kami mentionan bertiga. Gara-gara itu, aku jadi ngeliat temennya si Upiin, comic asal Bontang juga, mention si Upiin.





Aku kaget, ada link blogku nongol disitu? WHAT THE FUCK? Tanpa pikir panjang (dan akhirnya menyesal) aku nyempil disitu. Di antara orang yang ngomongin postingan blogku itu. HUAAAAAAA!!! MALU BANGETTTTTTTT!!!

Pasti mereka ngetawain blogku. Pasti mereka ngolokin aku. Pasti mereka bilang,

"Ini yang nulis norak banget ya?" 

Aku diganggu sama pikiran kalau penggemar stand up comedy macam aku ini bakal dijadiin materi sama si Upiin. Mau mengecil jadi kecoak aja rasanya.

Aku sempat gak pengen nulis lagi di blog. Trauma yang lebih parah daripada waktu kejadian Mawar-Melati di poin 1 di atas. Aku takut banget mereka tengah malam ngecapture isi postinganku dan ditunjukkin ke penonton pas mereka open mic. Atau diomongin rame-rame sama comic-omic Samarinda, yang salah satunya ada teman sekelasku waktu SMP, si Eqy. Aku sempat gak pengen nonton Happinest Tour gara-gara takut ketemu para comic. Aku down banget, ngerasa lebih norak dari Dijah Yellow.

Pengen sih hapus postingan itu, tapi..... sayang. Hahahaha.

Tapi Alzhema bilang sih,

"Buat apa peduliin kata orang? Kalau mereka ngomong negatif tentang kamu gara-gara itu, cuek aja. Toh niatmu bukan untuk menyebarkan kenegatifan kan, kamu juga gak ngomongin mereka yang negatif-negatif kan? Muka tembok sajalah, seperti biasa."

Tumben Zhema bener. Eh, emang dia selalu lebih bener sih daripada aku.

Jadi aku udah gak mikirin itu sih.


Kayaknya itu aja pengalaman goblokku selama punya blog ini. Kalau bisa jangan nambah lagi deh. Aku jadikan itu pelajaran sih, supaya gak sembarangan berucap di blog, sekalipun itu punya sendiri dan di dunia maya. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 05 Mei 2015

Ekspetasi dan Mimpi

"Cha, kalau kamu putus sama Zai, kamu kayak apa?"

Pertanyaan retorik Mama memecah keheningan sore tadi. Bener-bener memecah. Kalau aku lagi minum waktu itu, mungkin airnya bakal nyembur sampe ke muka yang nanya dengan durhakanya.

Dalam pikiranku, ini emak-emak ngapain sok-sok remaja nanyain pertanyaan gitu sih? Habis nonton FTV tadi siang kah? 

"Ya, berarti gak jodoh." 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com