Kamis, 20 Januari 2011

Rabu Kelabu

Hari ini hari Kamis. Besok hari  Jumat. Kemaren hari Rabu. Haha, ngomong ngomong soal hari Rabu, ada suatu peristiwa.., ooh mungkin lebih tepatnya serentetan peristiwa, yang menimpaku pada hari Rabu. Sebagian besar menyedihkan, sebagian kecil mengharukan
Aku suka banget menjelaskan segala sesuatu dengan detail terperinci, maka disini aku akan menjelaskan 'serentetan peristiwa' itu kepada kalian semua. Siapkan dua ember dan tenaga medis.

KELABU I
Dimulai di pagi hari yang cerah. Ayam berkokok, matahari terbit di tengah tengah dua gunung. Saatnya berangkat sekolah, menuntut ilmu (baca: menuntut uang saku) dengan giat. Setelah menuntaskan sarapan pagi yang gak enak, aku pun pergi ke sekolah mengejar waktu.
Sesampainya di sekolah, gerbang kedua sudah ditutup.. Nampak banyak anak-anak dari berbagai kelas dan jurusan tengah berkumpul di halaman depan gerbang kedua. Mencoba kabur, tapi ku tak kuasa. Aku keburu diseret, digiring sebagai 'tersangka' dalam kasus 'terlambat ke sekolah'.
Aku ikut serta bergabung dalam pasukan terlambat sekolah itu. Lama-lama populasinya semakin bertambah.
Kami (aku dkk) dibawa ke lapangan. Disitu kami diringkus. Dan voilaaaaa....!!! DIBERI HUKUMAN HORMAT PADA TIANG BENDERA DALAM KURUN WAKTU KURANG LEBIH SETENGAH JAM.
Asli eh, pegal tangan. Aku curi curi kesempatan untuk menurunkan tangan yang tengah di ambang kematian ini. Aku menggantinya dengan tangan kiri. Tapi tiba tiba ada guru yang memergokiku melakukan perbuatan laknat itu (hormat kepada bendera merah putih itu dengan tangan kiri kan termasuk perbuatan laknat.. betul gak?) Seperti biasa, aku spontan memasang tampang innocent se innocent mungkin... habis itu cengengesan gajelas.
Setrengah jam telah berlalu. Kami kira itu adalah akhir dari ritual penyiksaan lahir batin anak-anak tak berdosa seperti kami (ceilaaah), namun perkiranku itu salah. Kami diberi tas kresek hitam, disuruh memungut sampah sebanyak banyaknya. Yo oloh.... sekolah kita sudah bersih Pak Guru. SEKOLAH KITA SUDAH BERSIH!!! Teriakku di tengah hujan deras (loh hujan darimana coba?)
Huufh.. diperbolehkan juga masuk kelas... Aku bersama temanku pun meluncur ke kelas tercinta. Ada Pak Sanudin yang tengah mengajar. Uups.. yang pasti kami gak dibolehkan masuk kelas. Otomatis aku terduduk di depan kelas,muka melas.

KELABU II
Aku tengah asyik asyik berlari jingkrak ria, membawa komik Kambingjantan 2, tiba tiba satu kaki menjulur, menyandungku. Dan Bruuuuuk!!!! Aku terjatuh dengan sukses. Menghasilkan tawa yang menggelegar di seantero kelas. Olalaaaaaa.. Si Wahyu whatthefuck yang menyandungku. Dia hanya tertawa di sana. Uuh sebellll.. Ku lempar es teh yang masih tersisa dari hasil atraksi lempar badan tadi, ke mukanya Wahyu. Aku masuk kelas, kesaallllllllllll

KELABU III
Di kantin, aku dan temanku yang tengah kelaparan membeli makanan penghuni perut.  Temanku yang bernama Jannah itu bertemu dengan guru paling gaje di sekolah, kita samarkan namanya dengan sebutan Mismur. Mismur menyuruh Jannah untuk membelikannya teh hangat di kantin.Melihat gelagat yang tak beres, aku kabur ke jalan yang benar. Kasian Jannah, tapi lebih kasian lagi aku. Maaf Jann, untuk soal Mis mur, aku bertindak egois, bisikku dalam hati.
Jannah sudah membeli pesanan Mismur, lalu dia menarikku menuju tempat Mismur berada, di mushala. Pas kami masuk, eeh Mismur lagi shalat. Aduh, mau dibawa kemana teh hangat yang malang ini? Kami taroh di dekat pintu mushala..
Pulang sekolah, puas banget kaki ini bercumbu dengan bebatuan di jalan. Aku sering kesandung, terjatuh, badan oleng, dan lagi lagi ditertawakan.. Yea, aku memang ceroboh... Terkenal dengan predikat "Jatuh bangun Girl"

RABU KU KELABU :(

0 komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com