Sabtu, 20 Februari 2016

Sabar Itu Dinamis, Bukan Dimanis

Menurutku, film adalah bentuk lain dari seorang Mario Teguh.

Film juga bijaksana, jadi ‘pendengar’ curhatan kita (walaupun cuma satu arah), bahkan jadi pemberi solusi dari masalah kita itu. Kita bisa belajar banyak hal dari satu film. Tanpa perlu menyaksikan seorang bapak-bapak tua berkepala botak dan bernada suara khas, sedang menasihati kita dari layar televisi.

Banyak film yang bisa diambil pelajarannya. Contoh, kita bisa belajar tentang arti kesetiaan, dari seekor anjing jenis akita bernama Hachiko, di film Hachiko: A Dog’s Story.

Kita bisa belajar mencintai diri kita apa adanya. Tanpa perlu berbohong cuma karena ingin dianggap keren, setelah nonton film Easy A.

Kita bisa belajar bahwa seks sebelum nikah itu bikin kita nggak bisa mewujudkan cita-cita. Apalagi kalau kondom pasangan sampai tersangkut di organ kewanitaan, kayak yang dialami Rosie, di film Love, Rosie.

Super sekali. Kondomnya bisa nyangkut di organ kewanitaan.

Termasuk film The Shawsank Redemption. Film yang diadaptasi dari cerita pendek Stephen King itu adalah film favoritku. Aku bukan cuma favoritin, tapi ngerasa film ini udah kayak soulmate.

The Shawsank Redemption rilis tahun 1994, tahun dimana aku dirilis, eh dilahirkan. Trus Tim Robbins, pemeran utama film ini, kelahiran Oktober. Sama kayak aku. 

Alasan terakhir aku nganggap film ini belahan jiwaku, yaitu Wulan pernah bilang kalau Tim Robbins itu om-om ganteng, lebih ganteng udah tua daripada pas mudanya. Ya, aku dan Wulan sama-sama penggemar om-om.

Kurang soulmate apalagi coba?

Tapi sebenarnya bukan cuma itu, alasan aku memfavoritkan film yang menempati posisi nomor satu IMDb dari dulu sampai sekarang ini. Dari The Shawsank Redemption, aku jadi tau arti sabar sesungguhnya.

Film The Shawsank Redemption bercerita tentang seorang bankir muda ganteng bernama Andy Dufresne (Tim Robbins) yang dituduh membunuh istrinya sendiri dan selingkuhan istrinya, padahal dia nggak ngelakuin itu. Andy harus mendekam di penjara bernama Shawsank, dengan masa hukuman dua kali seumur hidup.

Di penjara, dia harus menerima penderitaan, terutama di awal-awal mendekam. Dia diincar dan dipukuli oleh geng homoseksual bernama The Sisters, diperlakukan semena-semena oleh kapten sipir penjara, dimanfaatkan oleh kepala penjaranya bernama Samuel Norton. Nggak adil banget, untuk seorang berpendidikan dan nggak bersalah kayak Andy.

Tapi filmnya nggak selalu bikin kita ngerasa kasihan. Andy sahabatan sama sesama tahanan, bernama Red (Morgan Freeman) yang easy going juga pengertian. 

Andy dan Red, menggambarkan kalau persahabatan bagai kepompong

Sifat Andy yang cool dan cerdas juga bikin senyum-senyum. Dan lagi, ending dari film ini, bikin aku mikir. Kalau sabar itu bukan dimanis,  tapi dinamis.

Hehe. Agak maksa ya.

Hmm. Maksudnya, sabar itu bukan hanya soal manisnya, bukan hanya soal hasilnya, ketika sabar itu berbuah manis. Kesabaran Andy Dufresne dalam menghadapi penderitaannya di penjara, atas kesalahan yang nggak dia lakukan, bikin aku mikir kalau sabar itu dinamis, bukan statis.

Menurut KBBI, dinamis adalah penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dsb, mengandung dinamika. Sedangkan statis, adalah keadaan diam (tidak bergerak, tidak aktif, tidak berubah keadaannya).

Dengan kecerdasannya, Andy Dufresne berhasil menipu daya Norton yang memanfaatkannya itu. Dengan ketekunannya, dia berhasil kabur dari penjara. Dia melakukan tindakan dalam bersabar. Dia nggak diam begitu aja, menerima kenyataan. Dia nggak mengeluh dan menantikan keajaiban datang. Dia membuat keajaiban.

HUAAAA KEREEEEN. AKU MAU NGECUP KENINGNYA SI ANDY, YO OLOH.

Pengen rasanya nerapin bersabar ala Andy Dufresne, tapi aku nggak yakin kalau aku bisa, karena suatu malam. 

Malam tanggal 9 Februari, aku chat sama Zai. Menanyakan apa tanggal 10, dia jadi pulang.

“Nggak jadi, Seng. Cutiku diundur bulan Maret. Ternyata nggak disetujui bulan ini. Soalnya masih banyak kerjaan.”

Ngebaca chat itu, spontan aku meremas pipiku. Mengusap kedua mataku dengan kasar.

AKU NGGAK MAU NANGIS. AKU NGGAK MAU NANGIS. NGGAK MAU. NGGAK MAU!

Buat apa aku nangis? Di bulan Desember dan Januari kemarin, aku udah puas ngeluarin air asin dari mataku. Buat apa sekarang aku ngeluarin lagi?

TAPI AKU MUAK. MUAAAAK! KENAPA AKU SAMA DIA GAGAL KETEMU LAGI? KENAPAAAAAA?

Setelah beberapa lama, aku langsung matiin data selulerku. Aku nggak mau pura-pura nggak sedih karena kebatalan pulangnya, dengan ngomongin hal-hal sok lucu.

Habis itu aku langsung nelpon Wulan. Tapi nggak kunjung diangkat. Mungkin Wulan lagi ada kesibukan, atau hapenya lagi di-charge. Bodohnya, aku nggak nyerah gitu aja. Aku tetap nelpon Wulan. Pake ngehubungin Darma segala, nanyain Wulan.

Aku pun mutusin buat nelpon Dina. Seperti biasa kalau aku curhat kayak gini, dia ngetawain isak tangisku. Bukannya nenangin.

“Salahku apa, Din? Ini udah ketiga kalinya dia batal pulang. Dulu dia bilang mau pulang sebelum tahun baru. Tapi ternyata batal karena ada kunjungan gitu. Trus dia mau pulang Januari, ternyata diundur Februari. Nah pas Februari ini, malam sebelum harusnya dia pulang, aku dapat kabar dia nggak jadi pulang. NGGAK JADI LAGI. Kenapa kami kayak nggak diizinkan buat ketemu, Din?”

Nggak ada jawaban dari seberang sana. Antara ngebiarin aku larut dalam tangisanku, nungguin kalimatku selanjutnya, atau ketiduran.

“Kamu tau, Din. Kami udah nggak ada telponan kurang lebih dua bulan ini. Sinyalnya makin susah disana. Dia juga sering lembur. Chat juga makin jarang, palingan seminggu itu tiga kali. Sekarang, dia nggak jadi pulang lagi. Dinaaaaaa, salah kami apaaaaaaa?”

“Mungkin ini supaya kalian nggak mesum pas hari Valentine kali,” jawab Dina, disusul dengan gelak tawanya.

Sialan. Teman macam apa ini orang. Hina Dina!

Seterusnya kami ngerumpiin teman sekelas dulu, bernama Nia. Dia sempat jadi pelaku LDR karena pertukaran mahasiswi ke Bali selama tiga bulan. Di masa-masa LDR-an itu, dia rajin meng-update personal message-nya dengan menghitung hari. Hari menuju dia kembali ke Samarinda.

Contoh,

“71 hari lagi. Kangen kamu, Sayang.”

“70 hari lagi. Ini orang kalau aku butuh, dia nggak ada.”

“69 hari lagi. Hari aja bisa 69, gaya 69 sama kamu kapan bisanya?”

Eh, enggak ding. Yang terakhir itu bohongan.

“Jangan kepedean ya, tapi kamu itu jauh lebih tegar loh daripada Nia. Dia kerjaannya ngeluh mulu di BBM. Padahal masih bisa komunikasian sama pacarnya. Telponan, chattingan. Bahkan pacarnya pernah datangin dia ke Bali. Kamu ada lihat DP-nya dia kan? Tapi dia masih aja ngerasa LDR itu berat. Dia nggak sabaran.”

“Hahaha. Tapi, Din, dia itu sabar kok. Sabarnya dinamis. Berusaha buat ngejalanin LDR-nya. Selalu ngejaga komunikasinya sama si pacar. Berusaha buat ketemu. Sedangkan aku? Komunikasi aja nggak bisa. Apalagi ketemu. Nggak perlu nyebrang pulau sih buat ketemu Zai. Tapi gimana mau kesana? Mau tidur dimana aku? Di hutan? Aku statis, Din. ”

”Hmm. Tauk deh. Yang jelas, kalau Zai bukan jodohmu, kamu rugi udah nangis kayak gini.”

Obrolan kami selanjutnya malah ngomongin film, trus dia nanyain kenapa tulisanku di blog selalu vulgar. Huhuhuhu.

Kelar telponan sama Dina, aku aktifin data seluler. Ada chat bertubi-tubi dari Wulan.

Aku meneruskan curhatanku ke gadis penyuka jengkol itu. Isak tangisku yang tadi udah reda, kembali meledak. Aku ngebalas chat dari Wulan sambil sesekali menghapus air mata dan ingus yang keluar.

Wulan sempat ngira kalau Zai cuma ngerjain aku. Rasanya aku pengen banget percaya itu. Tapi aku tau, Zai bukan tipe orang kayak gitu. Dia nggak seromantis dan sekurang kerjaan itu.

“Kesel deh aku sama bosnya. Kalo nggak bisa, bilang dari jauh hari, dong. Bilang saat Zai minta cuti. Sumpahin kena muntaber.”

Chat dari Wulan bikin aku tertawa kecil, lalu membalasnya.

“Sama, aku juga kesel. Padahal dari hari Sabtu dia udah berkemas mau pulang. Pengen banget nyumpahin kepala si bosnya bocor kejatuhan kelapa sawit. Aaaaaaaaak!”

“Kesel parah, taunya di-cancel. Iya iya, sumpahin palanya bocor!”

Aku spontan ngakak. Dalam bayanganku, Wulan udah kayak ibu-ibu yang murka karena vas bunganya rusak kena tendang anak tetangga.

Curhat dengan Dina dan Wulan, bikin tidurku nyenyak malam itu. Besoknya, aku bangun dengan nyoba nerima kalau hari itu bukan hari kepulangan Zai. Aku nggak mikir kejauhan lagi, mikir kalau ini pertanda kami harus jalan masing-masing atau gimana.

Dan aku jadi tau, ternyata kalau aku mau, aku bisa sabar dengan dinamis.

Walaupun aku nggak bisa kayak Nia, yang selalu komunikasian sama pacarnya. Atau kayak Kak Roy dan Kak Maulida, yang saling mengunjungi satu sama lain, Kak Roy di Samarinda dan Kak Maulida di Jakarta.

Tapi aku bisa berusaha buat menyibukkan diri, supaya nggak ngedrama nangis nggak jelas. Dan aku bisa berdoa. Semoga dia baik-baik aja. Semoga kami memang baik-baik aja, kalau memang jodoh. Semoga dia nggak tergoda janda muda, dan aku nggak dilahap om-om gadun.  

Oh iya, berdoa itu dinamis kan? Bukan statis?

81 komentar:

  1. mungkin karena habis ereksi ga langsung di cabut Cha, jadi nyangkut di organ kewanitaan'a gara-gara jadi longgar kondo'a :v
    Njir komenar macam apa ini

    Harus'a geng homoseksual itu The Brothers, kalo The Sisters buat Lesbi

    pasti yang diremas bukan pipi yah, tapi te** trus yang diusap itu mi**-*
    Astagfirullah khilaf Cha maaf.

    Pengen tau Cha kenapa Zai gagal pulang mulu??
    Karena
    Karena
    Karena
    Karena
    Karena
    .
    .
    .
    .
    .
    Zai udah punya anak-istri disana, jadi susah harus ditinggal pulkam
    #Kaburrrrrrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahaha. Chisanak bisa aja :)

      Hapus
    2. Ga marah Cha tumben??

      Ngeri liat cewe abis dikatain cuma senyum aja.
      lebih ngeri daripada ketemu pocong lagi maraton

      Hapus
    3. Hayooo loh. Gue aja baca balasan Icha, jadi serem.

      Hapus
    4. Pocong lagi maraton kayaknya lucu deh, Chisanak :D

      Hapus
    5. Bahahaha. Hayo loh, si Herdian tau aja ih kalau itu balasan karena mar..... maraton. :'D

      Hapus
    6. Iya, Dar. Chisanak jahaaaaaat :(

      Hapus
    7. Balesan dengan emot senyum gitu kadang serem, ya. :) (kayak gini juga, misalnya).

      Hapus
    8. Yoga serem ih. Kalau chat di grup jangan pake emot itu lagi ya, Yog. *ini apa dah*

      Hapus
    9. terkadang emot senyum dari cewek itu punya banyak makna. Sedih, senang, kesal, jengkel, marah semua ada di dalamnya. Harap penerima pesan haraplah segera waspada. Mungkin keselamatan jiwa yang jadi taruhannya. Sumpah itu bahaya.

      Hapus
  2. emang bisa kondom nyangkut di "situ", Cha? masa, sih, bisa? ini mesti dicoba...

    emang kalo jadi pulang, bakal diapain, Cha? eng....nggak buat nyobain kaya film Lo.... nggak jadi deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, Haw. Aku juga bingung pas nontonnya. Bahaha. Mau dicoba sama siapa? :D

      Kok kamu tau aja sih, kalau dia pulang aku bakal nyobain kayak film Lo.....st In Translation. Pergi ke Jepang. Eh maksudnya film Lost In Translation kan, Haw? *pasang tampang polos*

      Hapus
  3. Cha...uda baca postingan wulan terbaru, ada yang komen icha harus baca postingan yang itu tuh hehe

    Duh karakter si andy di film angel banget ya, tegar, ga salah tapi nerima diperlakuin ga adil...kan jadi geregetan penontonnya...e iyu film lama ya ternyata

    Astagfirulloh, film love, rosy itu beneran pelindung karetnya (kepengaruh ama postingan yang kemaren) nyangkut di ono-nya si cewek...awkwarddd bacanya

    Sabar, pukpuk icha..,dulu aku juga ngedrama cha, habis kadang bete yak, cowok itu cuek bebek klo dah gila kerja, waktu ldr an hahahhaha
    Tapi emang kita kudu positip tingkhink sih, untunglah habis curhat dengan dina dan wanita penyuka jengkol itu (piece dek wulan), hatinya rada plong-an dikit ya, everything will be allright kok cha asal kitanya di sini ga aneh aneh, inget kan laki laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik....ciyeee tumben aku bijak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha udah, Mbak Nit. Itu si Erdi kampret kan yang komen gitu :D

      Iya, Mbak Nit. Dia angel banget. Baik hati dan tidak sombong. Rajin menabung. Menabung rencana buat bisa kabur dari penjara. Biarpun film lama tapi keren, Mbak Nit. Kalau nggak ada kerjaan bisa ditonton filmnya :))

      Hahahaha iya. Sayang nggak dilihatkan scene nyangkutnya. Tau-tau si Rosie sadar ada karet pelindung itu private part-nya itu. Trus gara-gara itu dia hamil trus nggak bisa kuliah. Hiks.

      Huhuhu iya makasih ya, Mbak Nit. Bete banget sama workaholic gitu ya. :(

      Bener. Aku nggak perlu lebay khawatir gitu ya, Mbak Nit. Ciyeeer bijak. Bisa kali ntar aku curhat sama Mbak Nit juga~ Huehehehe.

      Hapus
  4. Adduuh sepanjang baca ini, gue terus kebayang baying sama kondom nyangkut. Emaang bisaaa????!! Aahhh elah, jadi pengen nonton, penasaran. Bukan penasaran sama filmnya. Penasaran di bagian kondom nyangkut. Di youtube ada kali, yah. cari aaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baying itu apa, Her?
      Hahahaha aku juga heran kok bisa nyangkut. Coba aja cari di Youtube. Tapi seingatku nggak ada scene dilihatkan kondomnya nyangkut deh, Her. Tapi selamat mencari deh :D

      Hapus
  5. Kunci LDR emang harus sabar cha, aku juga pernah ngalamin LDR yang lebih nyesek dari kamu soalnya, aku di Madiun, Jodohku di Merkurius !!
    Jauh banget kan ?? alias belum ditemukan.

    Orang LDR emang spesies paling penyabar kok, mungkin Zai pengen ngumpulin rindu dulu buat ketemu kamu. siapa tau di dateng terus bawa rombongan buat ngelamar .. orang.
    E nggak cha, becanda.. ya nglamar kamu lah.
    Lama nggak ketemu, begitu ketemu udah lamaran, kan barokah sekali ituuuuu ..
    jadi hapuslah air matamu, dan yakinkan dirimu sendiri kalo Zai pasti kembali disaat yang tepat.

    Daripada kembali tepat waktu, lebih baik kembali disaat yang tepat kan !!
    Maka dari itu WASPADALAH !! WASPADALAHHHH !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah... si Azka bener tuh Cha.. begitu ketemu langsung lamaran... Aamiiin Aamiiin ya Rabb..!!

      Hapus
    2. Jauh banget buseeeeet. Jadi jodoh kamu alien, Ka? :(

      Oh iya. Belum ditemukan ya. Hahaha. Mudahan berjodoh sama yang mukanya kayak Maudy Ayunda. Atau kalau mau yang matang, mirip sama Maudy Koesnaedi. Aamiin.

      Huaaaaa Azka. Ngelamar orang. Sepet bacanya. Untungnya diralat. Hahaha. Iya mudahan. Duh, kamu bijak sekali, Ka.

      Ini tadinya aku bayangin kamu itu jadi Mario Teguh loh, kenapa terakhirnya jadi Bang Napi :|

      Hapus
    3. Iya, Rum. Si Azka tumben bener. Hahahaha. Aamiin. Makasih yaaaaa :*

      Hapus
  6. Seringkali gue bertanya-tanya tentang blog ini. Waktu ada konten nyerempet gitu, apa reaksi Zai ya? Hmmm, boleh lah dijawab. Hahaha

    Ternyata pasangan LDR berat banget ya. Dulu sempet pernah LDR (gini-gini pernah LDR beda Provinsi), tapi putus gara-gara gak sabar. Gak saling percaya juga pengaruh besar masalah para pengarung LDR.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((KONTEN NYEREMPET))

      Dia biasa aja, Rob. Antara nerima aja atau nggak ngurusin aku nulis apa di blog. Entahlah :'D

      Oh. Jadi kamu gitu-gitu pernah LDR juga? Huhuhu. Sabar ya, Rob. Dia bukan jodoh. Btw ini maksudnya nggak sabar itu nggak sabar ketemu kan? Bukannya nggak sabar buat nikah? (Lah, Cha. Anak sekolahan ditanyain gitu. Sadar, Cha!)

      Hapus
  7. Ya Allah...!! Gagal pulang lagi.. lagii....?! Aku ikutan sedih.. Aku pernah ngalamin gagal pulang, waktu lebaran idul fitri lagi.. mamaku nangis.. Aku juga bisa apa.. ikut sedih..

    Tapi si Dina bener juga, ntar nyesel nangisin orang yang belum tentu jodoh juga..

    Yaudalah sabar ya.. semua pasti ada hikmahnya.. Semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu, Cha.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gagal lagi, Rum. Hahaha. Huhuhu. Ya ampun itu kamu parah nggak bisa pulang pas Idul Fitri. Gara-gara apa, Rum?

      Hahaha. Iya, dia selalu benar. Dia kalau ngomong memang sinis tapi selalu ada benarnya.

      Iya, makasih atas doanya ya, Rum. Aamiin :)

      Hapus
    2. Gpp ntar kalo pulang sekalian bawa rombongan buat lamaran cieehehee

      Praktik Industri, buat memenuhi mata kuliah.. menyedihkan..

      Emang kebenaran itu cenderung kejam Cha.. duuhh...

      Iya, U'r welcome :)

      Hapus
    3. Huahahahaha aku aminin aja deh :D

      Sedihnya ya, Rum. Tapi nggak papa, demi pendidikan. Ntar tahun ini bisa pulang kan?

      Iya bener. Huhuhu.

      Hapus
  8. Icha emg fulgar postingan lo. Bersyukurlah si zai gak jadi pulang, jd gak berbuat dosa kan lo cha haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi buat bercanda aja kok, Zis :(
      Hahahaha. Sialaaaaaan! Makasih yeeeek -__-

      Hapus
  9. gara-gara shawsank, gue jadi pernah bikin cerita yang latarnya tempo dulu tuh ca, keren filmnya :3

    ada waktunya zai pulang, ada buahnya kalau sabar itu manis, do'a juga itu dinamis ca. *berdo'a

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huehehe. Menginspirasi buat banyak hal ya, termasuk bikin cerita. Iya memang keren filmnya. Sukaaaaa. Nggak pernah bosen nonton ya, Di.

      Asik. TLOP bijak nih yeee. Makasih ya. Kamu juga berdoa, buat bisa dapat jodoh yang lebih manis daripada mantan. Eh. Hahaha.

      *kabur naik buraq*

      Hapus
    2. iya bener haha.
      gak disangka kan si andy bisa nembus tembok pake martil kecil, beuh gue kagum pas disitu, keren jalan cerita filmnya. tapi yang jiji mah the sister -___-

      engh~ lebih manis segalanya daripada mantan, itu lebih baik hahaha. *buka tinder

      Hapus
    3. Iya, Di. Nggak nyangka banget. Mana dia minta tali sama Red. Dikira mau bunuh diri, eh ternyata itu dipake buat kabur. Mantap. :D

      Hahaha The Sisters bangke memang. Untung si ketuanya itu luka parah. Aku malah jijiknya pas Andy ngelewatin saluran tinja itu. Huaaaaaa.

      BAHAHAHA BUKA TINDER. GARA-GARA AZKA NIH :D

      Hapus
  10. wah harusnya besok besok ada edisi khusus nih, zai yang nulis artikel wkwkwkwk..
    biar tau aja sih reaksinya gimana ngelihat pacarnya yang mesumable gini wkwkwkwk :p

    bang zai ngak usah pulang aja bang,
    lebih banyak mudharatnyaaa wkwkwkwkwkw *langsung digeplak*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahaha. Sarannya boleh juga. Tapi blognya sendiri aja udah nggak dia urusin lagi, Yu :( Eh itu apa tuh? Mesumable? What the......

      HUAAAAA WAHYUUUUU MAKASIH YAAAAAAAA. *langsung geplak*

      Hapus
  11. hemm kirain ini benera ngebahas film 100 persen eh gak taunya ada curhatanmu cha.
    duuh kok gak jadi pulang.. di sumpahin mencret, kepala bocor hahaaa..

    hemm sabar itu dinamis bukan dimanis.. keren cha kata-katanya.
    moga kalian jodoh cha. amiiin.
    film ini favoritku setelah 12 angry man. keren banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Aku nggak pernah bisa bahas film aja, Di. Karena aku nggak bisa jadi movie blogger. Jadi diselipin curhat gitu. Yang pengen tau filmnya trus buka blogku, kayaknya langsung nyesal deh :D

      Iya, cutinya diundur. Huhuhu.

      Hahaha iya si Wulan tuh segala bawa muntaber :D

      Aamiin. Makasih ya~

      Wuiiih. Kayaknya Adi ini memang penggemar film lawas ya :D

      Hapus
  12. Hmmm... Sama-sama penggemar om om ya, wah kasian yang muda yang bergejolak.

    Kalo saya hobi liat film thriller, horror and transformer, kira2 pelajaran apa yang bisa diambil ya?!

    Kok bisa nyangkut ya Cha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Sebatas menggemari, Mas Hen. Tak bisa memiliki.

      Pelajarannya.... banyak, Mas Hen. Banyak pokoknya. Pokoknya ada lah. *nggak bisa jawab*

      Kalau itu sih tanya sama Rosie-nya aja, Mas Hen :D

      Hapus
  13. Hahaha gue udah pernah nonton film rosie itu. Lol banget ampe nyangkut.. hadeeh -__- laki yg nyangkutin itu juga tetangganya. Kkkk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhuuuuu udah nonton Love, Rosie! Iya konyol banget yak. Mana si cowoknya nggak bertanggung jawab lagi. Kasihan Rosie-nya. Huhuhu.

      Hapus
  14. Setiap hari aku berdoa supaya gak ada orang yang bernasip sama kaya aku "LDR"
    Karena aku tau rasanya nahan kangen dan memburu waktu supaya bisa ketemu sama pujaaan hati, tapi setelah baca postingan ini, duuuh jadi inget dulu pernah ngerasain ini ╭(╯_╰)╭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoaaa so sweeet ngedoain supaya nggak bernasib sama. Vira LDR juga? Pernah ngerasain? Berarti masih jadi pelaku LDR atau udah enggak, Vir?

      Iya, rasanya nggak enak banget ya. Nyesek. Tapi mau gimana kalau memang gini jalannya ya :')

      Hapus
    2. Beuh udah khatam sama LDRan (;-_-) dari beda kota sampe beda negara juga udah nyobain, sampe kapok hehehe
      Sekarang udah enggak hhehe mau yang deket-deket aja kalo bisa satu RT biar pacarku lima langkah gitu heheheh(≧▽≦)

      Disabar-sabarin aja, kan sekarang bisa facetime atau skype heheh kalo kangen tinggal klik aja hhihhi

      Hapus
    3. Alhamdulillah udah khatam. Berarti udah pengalaman ya, Vir. Sampe beda negara juga. Aku harus belajar sama senior sesepuh kayak kamu nih. *lalu salim*

      Hihihi iya, Vir. Maunya sih skype-an. Tapi chat via BBM aja susah karena disana sering nggak ada sinyal, jadinya nggak bisa deh. Hehehe.

      Hapus
  15. Aku belom pernah nonton film yg kamu sebut di tulisan ini, Cha. Emang ngga sering sering amat nonton pilem sih._. Kudet bgt emang -___-
    Aamiin buat semoga semoga yg di akhir tulisan :D
    Jangan nangis nangis ya cantiiik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Film The Shawsank Redemption, Bil? Nggak kudet kok. Dasarnya memang akunya nggak ada kerjaan, jadinya nonton film mulu. Hahahaha.

      Makasih ya, Salsabilaaaaaa :*

      Hohoho oke deh cantik! :))

      Hapus
  16. LDR ya? memang berat, apalagi buat yang sudah nikah. nggak cukup sekedar sabar, tapi juga ketahanan untuk menjaga komitmen yang udah dibangun dari awal. Jadi inget quote (yang intinya): "Jaraklah yang akan menguji perasaan, apakah perasaan cinta itu akan semakin membesar, atau malah sebaliknya."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,berat. Nah iya apalagi yang udah nikah. Kayak Mama sama Bapakku. (Lah kok malah pamer, Chaaaa?)

      Sabar dan ketahanan. Keren. Quote-nya juga keren. Terima kasih :))

      Hapus
  17. Postingan Icha selalu merekomendasikan film bagus. Keren. Tapi selalu bertaburan kata-kata mesum juga. Suka.

    LDR ya. Hmmm. No comment.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe. Syukurlah kalau film favoritku dibilang bagus, Bang Har. Selalu bertaburan kata mesum? Baaaaaaang :(

      Ciyeeeeee, yang pernah jadi pelaku LDR. Yuhuuu~ Hahahahaha.

      Hapus
  18. Iya, ya, Cha. Film itu sebenernya punya banyak banget makna yang seringkali tersirat. Jadi mesti kita cari sendiri.

    Semoga nanti, di suatu saat yang tepat, saat bang Zai punya kesempatan buat pulang, akan ada kado istimewa yang dibawa buat kamu, Cha.
    Lamaran. Gitu.

    Jadi sekarang sabar aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Dar. Kadang satu film nggak cuma nyampein satu pesan moral ya, tapi banyak. Itu yang menurutku bikin film itu jadi menarik. Huehehe.

      Itu kado yang diharapin! Huahahaha. Iya, makasih ya, Daraaaaa :*

      Hapus
  19. Aseem, yang kondom nyangkut itu aku belum pernah liat filmnya ._.
    Taunya cuma sex is zero, ternyata sperma kalau digoreng itu kayak telor ya wkwkwk

    Pada akhirnya, nanti kalian ketemu juga kok. DIwaktu yang sangat tepet ketimbang sekarang :) sabar yak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok ditonton filmnya, Feb. Huahahaha. Filmnya tentang friendzone. Mungkin cocok sama kondisi kamu sekarang *Emma Stone sotoy*

      Aku belum pernah nonton Sex Is Zero. Itu film Korea ya? Buset dah sperma pake digoreng. Sperma mata sapi dong jadinya :D

      Hohoho. Iya, Feb. Makasih ya :))

      Hapus
  20. itu masa sih ada film kondomnya lepas di dalam, itu ada scenya diliatin gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Seingatku nggak ada, Muhae. Cuma pas si Rosienya nyadar kalau ada something di punyanya dia :D

      Hapus
  21. eleeuh eleeuh pejuang LDR.
    meni galau pisan.

    Cinta kepada manusia itu perihal jarak dan melepaskan. semakin kamu mencintainya, semakin kamu rela melepasnya. berbanding terbalik dengan cinta kepada Tuhan, semakin kamu mencintai Nya maka semakin sulit kamu melepaskan.
    #EdisiRamadhan #padahalmasihlama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dib? Sehat? Atau lagi sakit? Komennya kok tumben nenangin hati kayak gini. Bijak dan syariah banget. Bener banget, rela melepas kalau semakin cinta kepada manusia. Kalau sama Maha Pencipta, sulit melepaskan :)

      Hapus
    2. Alhamdulillah ca sehat.
      lagi pengen jadi wanita baik-baik.

      Capek dikira cowok mulu, kalo gua komen nya kalem gini kan, pasti dikira sholehah gitu.

      Hapus
    3. Alhamdulilah yaaaaaaa.

      Biar kamu nggak komen gitu, kamu tetap jadi wanita baik-baik, kalem, dan sholehah di mataku kok, Dib. *peluk Dibah*

      Hapus
  22. Bhahhaaa itu serius ada kondom yg nyangkut di situ, Cha? Kondom kw kali ya. BHAHAHA YAWLOH

    Waah iya, Andy sabarnya kebangetan. KALO KAMU NGECUP KENINGNYA ANDY, AKU NGECUP PIPINYA ANDY AJA DEH, CHA. HUWAAAA

    Kok aku ngakak ya pas kamu nanyain aku ke Darma, Hahahaa itu Darma udah kayak emak aku :'D Wkwkw
    Aku setuju dgn apa yg dibilang Dina. Kamu lebih kuat dari Nia. Nggak perlu pake ngitung-ngitung hari segala, kayak mau lahiran anak aja. Jalani hari seperti biasa aja :))
    Itu Nia cuma 3 bulan, kamu udah setahunan lebih. Kereeeen.

    Berdoa dan sabar itu dinamis, Cha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Lan. Di filmya sih gitu. Cuma nggak diliatkan adegan pas kondomnya nyangkut. KONDOM KW ASTAGAAAAAAA. Itu harganya berapaan ya, Lan. Seribuan kali ya :D

      Banget, Lan. Sabarnya super sekali. Suami-able. Yaudah kita barengan ya ngecupnya, Lan~

      Hahahaha iya ya. Kenapa juga tiap aku nyariin kamu, pasti lewat Darma. Darma kayak emak kamu, Lan. Betul banget itu :D

      HUAAAAA WULAAAAAN AMPUUUUUUN! LAHIRAN ANAK YO OLOH. BELUM NIKAH UDAH NGITUNG HARI LAHIRAN ANAK. HAHAHAHAHAHA.

      Hehe. Makasih ya, Lan. Kamu juga keren. Jadi wanita strong selama ini.

      Bagus deh. Ayo kita sama-sama berdoa, Lan :)

      Hapus
  23. chaaaa, saya suka bgt sama Love, Rosie. all time favorit lah pokoknya, dan saya ngakak bgt di bagian yg di lift itu hahahaha
    btw pasangan LDR emg kudu pinter pinter bersabar, percaya ajah semuanya bakalan indah pada waktunya. (eh bakalan indah apa nggak ya?) hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Nggit. Aku juga suka banget sama Love, Rosie. Alisnya Lily Collins tebelnya nggak nahan. Uuuuh.

      Hahaha iya itu konyol banget ya pas adegan itu, Nggit :D

      Iya semoga aja. Hahaha berjodoh maupun nggak berjodoh, bakalan tetap indah. Asalkan ikhlas. *Emma Stone sok bijak*

      Hapus
  24. Gue ternyata punya film Shawshank di laptop, tapi belum sempet nonton. Gue malah lebih suka nonton film favorit berulang-ulang (Inception, The Dark Knight, The Great Gatsby, etc).

    Tapi Bos dia gak salah juga, Cha. Mungkin emang seorang Zai sedang dibutuhkan di perusahaan itu. Jadi belum bisa dapet cuti. Lagian Zai cari uang juga untuk masa depan dan menghalalkanmu, kan? Aamiin.

    Anjir, sok bijak amat gue. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha Yoga mah. Yang ada Om Leonardo Dicaprio yang dijabanin :D Nonton, Yog. Filmnya keceeeeeh.

      Bener juga sih. Disana katanya memang lagi sibuk-sibuknya. Kalau dipikir-pikir aku kekanakan banget, marah dan nangis karena dia gagal pulang. Hahaha. Kalo itu sih aku aminin deh.

      Nggak kok, Yog. Kamu bijak kok. Eh tapi komen ini beneran kamu kan? Bukannya dibajak? Hahahaha.

      Hapus
  25. makasih banget nget nget udah nulis ini ..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih karena filmnya? Atau karena kamu LDR juga? *mikir keras*

      Hapus
  26. Iya Cha, sebuah film itu emang bijaksana, bisa mengajarkan kita akan hal-hal yang selama ini mungkin terlewatkan sama kita. Terutama film yang relate banget sama kehidupan kita, wah... super duper keren deh. Hachiko dan Easy A gua udah nonton (Love, Rosie belom nonton hehe), dan emang keren. Semakin kita bisa ngambil pelajaran dari suatu film, semakin keren itu film.

    Aih, Shawsank Redemption. Sumpah, gua suka banget itu film. Menguasai tahta IMDB, film ini jadi salah satu film yang bisa bikin gua termenung lama setelah nontonnya, mikirin keajaiban-keajaiban yang abis gua tonton barusan. Betapa sebuah kesabaran dan ketekunan bisa berbuah manis, dipadukan dengan otak cerdas. Film yang selalu bisa jadi bahasan menarik. Pokoknya two thumbs up banget deh untuk film ini! :D

    Sabar ya Cha. Allah belom ngasih kesempatan kalian bertemu pasti ada hikmahnya, yang bisa jadi sekarang belom disadarin banget, tapi nanti pas di kemudian hari. "Sabar itu dinamis", nice statement :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bay. Nah yang relate sama kehidupan kita itu pasti bakalan ngena banget. Aku sampe nulis Easy A di bio twitter karena film itu ngena banget, Bay. Hahaha.

      Love, Rosie filmnya bagus, Bay. Cuma ya nggak tau kalau cowok bakalan suka apa enggak. Soalnya filmnya romance gitu. Rata-rata yang suka cewek kan. Tapi aksen British para pemainnya keren, Bay. Kamu pasti suka. (Sok tau deh, Cha!)

      Iya aku juga suka. Tooossss! Banyak hal-hal ajaib yang bikin termenung, iya bener. Si Andy cerdas banget. Diam-diam dia 'licik'. Kereeeen. Dan hebat ya, bisa jadi nomor satu di IMDb. Kalau nggak salah yang nomor duanya The Godfather ya, Bay. Memang mantap The Shawsank Redemption! :D

      Iya, Bay. Aku juga ngerasa kekanakan udah ngedrama nggak jelas kemarin. Kayaknya ini kegagalan yang patut disyukuri, kayak di postinganku yang dulu. Haha.

      Makasih, Bay :D

      Hapus
  27. Ini komen di blogger sudah nggak bisa pakai nama samaran lagi kah?
    Gue dari tadi ngotak ngatik keluar masuk keluar masuk blog nggak ada pilihan bikin nama sendiri di komantar. :(
    Padahal mau pakai nama Emaknya Wulan. Nggak jadi deh.

    Itu ide filmnya Love, Rosie leh uga.
    Bisa gitu, ya, kondomnya tertinggal di dalam sana.
    Jadi mau bantuin gali lubangnya.

    Blog lu bukan vulgar lagi, Cha.
    Sudah seharusnya di blokir dengan internet positif. :p

    Btw, sudah berapa film, ya, yang lu bahas di dalam blog ini?
    hohohohoho.
    Itu Dina suka nonton film juga?
    Lu ajak dia ngeblog juga. Kalian kolab bikin blog yang bahas film berbau vulgar.
    Hahahhahaha. Biar kaya Distopiana.

    Iya, Cha. Sabar itu dinamis karena ada tingkatannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAA NIAT LU UDAH BURUK, NGGAK DIRIDHOI ALLAH. SEGALA PAKE MAU NYAMAR

      Hapus
    2. MASIH AJA INI ANAK MAU PAKE NAMA SAMARAN. HAHAHA. SYUKURIN LO!

      Nggak tau, Dar. Coba di blog lain. Blognya Wulan gitu kek. Hahaha.

      Nah iya. Hebat kan. Aku juga heran kok bisa. Nggg, gali lubang apa masuk lubang, Dar? Btw lubang buaya kan maksudnya?

      Aaaaaak jangaaaaaaan. Dimana lagi aku bisa curhat, Dar :(

      Hahaha nggak tau. Mau bantu ngitungin?

      Iya, Dina suka nonton. Tapi cenderung ke film horror dia. Hahaha ide bagus. Tapi yang ada ntar dia ngatain aku mulu, Dar. Bukannya ngebahas filmnya. Huhuhu.

      Ciyeeee Distopiana, kamu suka baca itu juga, Dar?

      Hihihihi iya. Ini sabarku masih tingkatan cemen kayaknya :'D

      Hapus
    3. Hahahaha setuju sama Wulan. Niat yang baik-baik, Dar. Kayak niat mau halalin Wulan gitu. ACIYEEEEEEEEEE :D

      Hapus
  28. Wah Icha sama Wulan sama-sama penggemar om-om ganteng, aku juga, Cha. :')
    Komentar diatas rata-rata penasaran sama kondom yang nyangkut, aduh. Andy Dufresne sabar banget, kalo aku jadi dia, di fitnah ngebunuh istri sendiri, dimasukin penjara udah gitu diincar & di pukul kumpulan orang homo, haduh kalo aku jadi dia, kayaknya gak bisa tahan kalo gitu T_T

    LDR emang harus sabar ya, Cha. Aku baper kalo baca tulisan tentang LDR, aku kan juga petjuang LDR, ta tapi putus gara-gara akunya juga ga bisa sabaran & ga tahan kalo gak dikabarin berhari-hari hahahahaha *curhat :v

    Tetep sabar ya Cha, itu cobaan buat kalian berdua. Semoga hubungan kalian tetep dinamis bukan statis(?). Semoga berjodoh dan cepet nikah sama Zai, terus jangan lupa ngundang semua blogger, kondangannn yeay. Aamiin xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahaha yes kita satu golongan ya, Nov. Eh bisa tuh bikin trio. Trio penikmat om-om ganteng :D

      Iya aku juga nggak tahan, Nov. Mental kita memang lemah ya, nggak sekuat Andy Dufresne. Kita dibentak aja mungkin udah nangis :'D

      Pantasan aja kamu baper kalau baca tentang LDR, ternyata karena kamu pernah ngalamin ya, Nov. Iya kamu juga sabar ya. :')

      Aamiin. Makasih ya, Nov. Hahaha kalau itu sih pengen banget. Kalau ada rejekinya bakal diundang semua. Aamiin :))

      Hapus
  29. film The Shawsank Redemption ini emang seru banget. apalagi kesabaran Andy Dufresne di penjara. berkat kepintaran dia juga dia bisa lolos dari penjara. lewat jalur yang kalau di bayangin bikin gak nafsu makan. Andy Dufresne emang keren yak cha, kayak gue whahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah Febri suka film The Shawsank juga? Iya bener, Feb. Dia pintar. Trus bisa aja gitu ya mau-maunya lolos lewat jalur itu. Hiiii geli.

      Iya kamu keren kayak Andy Dufresne, Feb. Coba gih masuk penjara dulu. Hahahaha.

      Hapus
  30. LDR itu butuh kesabaran ekstra, karena LDR itu terkadang berubah wujud menjadi singkatan LELAH DISIKSA RINDU....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Mas. Kadang juga bisa berwujud jadi Luar Dalam Remuk. Di luar kelihatan sendirian, di dalam hati tambah ngerasa sendirian lagi :'D

      Hapus

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com