Rabu, 23 November 2016

10 Soundtrack Pemuas Favorit

Tulisan kali ini terinspirasi dari tulisan-tulisannya Rido Arbain di blognya. Akang kesayangan Agia itu dengan gamblang membeberkan film-film favoritnya dari berbagai negara. Ada 10 film India favorit10 film Thailand favorit, dan 10 film Korea favorit. Aku berharap beliau bakal nulis tentang 10 film Perancis favorit. Soalnya film Perancis terkenal dengan keromantisannya dan sarat akan konten seksual. Pasti jadi tulisan yang menarik.... blogger kayak aku buat komen pake huruf kapital semua saking kegirangannya.

Tapi aku nggak membeberkan 10 film favoritku sih. Sesuai judulnya, aku pengen nulis soal 10 soundtrack yang telah memuaskan telingaku. Menjadikan aku sebagai pelanggan setia 'mereka.'

Sumber: Google Image

Kalau Bang Haris jatuh hati pada When Can I See You Again-nya Owl City dari film Wreck-It Ralph, dan Tata punya Lost Stars-nya Keira Knightley dari film Begin Again sebagai soundtrack favorit, aku punya 10 soundtrack favorit. Kalau ngikutin Rido Arbain, aku urutin berdasarkan dari favorit ke favorit-banget-anjir-bajingak-banget. Ini dia!


1. White Flag – Dido (Mommy) 
Lagu yang rilis tahun 2003 ini udah sering aku denger waktu SD, tapi aku sukanya pas dijadiin soundtrack film Mommy keluaran tahun 2014. Film tentang hubungan disfungsional antara ibu dan anak itu bikin aku ngerasa related, dan aku jadi suka sama hampir semua lagu-lagu yang jadi original soundtrack-nya. Padahal lagu-lagunya pada nggak nyambung sama scene atau jalan cerita filmnya. Termasuk lagu ini. 


Menurutku White Flag ini auranya mirip-mirip sama Gagal Bersembunyi-nya The Rain. White Flag ditujukan buat orang-orang yang masih keukeh aja sayang sama mantan. Masih sayang, walaupun udah tau kalau si mantan udah males banget sama dia. Masih sayang, walaupun udah tau kalau si mantan nggak mau kenal dia lagi. Masih sayang, walaupun udah tau kalau nggak bakal dapat jatah mantan.



2. Jai Ho – Pussycat Dolls, A.R Rahman (Slumdog Millionaire)
Lagu ini ngingatin aku sama momen waktu ikut pemilihan anggota dance buat acara perpisahan anak kelas tiga, pas aku masih SMP. Waktu itu pake lagu ini, dan waktu itu aku nggak terpilih. Hiks. Aku memang nggak bisa goyang. Tapi kalau goyangin kamu, aku jamin bisa, Bang. 



Sebenarnya yang versi India itu lebih bagus sih. Lebih ngingatin sama banyak scene romantis, lucu, dan mengharukannya Jamal dan Latika. Tapi aku lebih suka versi bahasa Inggris ini. Selain karena dulu aku pengen banget punya kulit eksotis kayak Nicole Scherzinger, juga karena lagu ini cocok banget dinyanyiin pas lagi kasmaran-kasmarannya. Terutama pas nyanyiin yang ini, 

“You are the reason that I still believe. 
You are my destiny. 
Jai Ho!”

Liriknya manis banget njir.



3. Na Xie Nian – Hu Xia (You Are Apple of My Eye)
Denger intronya aja aku udah mau nangis. Padahal nggak tau arti lagunya apa. Yang jelas aku yakin, arti lagunya pasti nyambung sama adegan demi adegan di film You Are The Apple of My Eye. Terutama di adegan Ko Chin-Teng melakukan tindak asusila ke suami Shen Cia-Yi. 



Dengan penggunaan bahasa Mandarin dan durasinya yang sampe enam menit, lagu ini sama sekali nggak membosankan. Selalu sukses bikin aku terhanyut di dalamnya. Apalagi pas di alunan biolanya, pas di pertengahan lagu. Bajingaaaaaaak! Menyayat-nyayat hati banget. Jadi keingatan adegan Ko Chin-Teng yang kehujanan di jalan pulang dari tempat potong rambut. 

Trus bikin keingatan sama diri sendiri. Muka jadi serasa basah kuyup. Nangis. Kayaknya mustahil deh, yang baper pas nonton filmnya, nggak baper pas dengerin ini. Baik yang lubangan maupun batangan. 



4. You Don’t Own Me – Grace ft G-Eazy (Suicide Squad)
Banyak yang bilang kalau Suicide Squad itu unggul dari soundtrack-nya doang. Jalan ceritanya mah kacos. Aku setuju sih, mengingat semua lagu yang jadi soundtrack-nya itu bagus-bagus. Rada susah buat nentuin yang mana yang jadi favorit. Sampe akhirnya aku memilih lagu ini. 



Alasannya, karena lagu ini paling lama bikin aku eargasme dibanding lagu-lagu lainnya yang jadi soundtrack Suicide Squad. Makna lagu ini bagus, tentang cewek independen yang menolak didoktrin laki-laki. Aku paling suka kalimat di liriknya yang, 

“You don’t own me.
Don’t try to change me in a way.”

Tapi You Don’t Know Me cover version ini nggak kalah keren sama versi yang dinyanyiin Lesley Gore. 

Dengan adanya verse rap dari G-Eazy dan suara Grace yang powerful, lagu ini lebih aku sukain daripada versi aslinya. Karena makes me feel badass. Nyanyiin lagu ini enak sambil teriak-teriak. Kalau udah gitu, aku ngerasa jadi kayak masokis yang akhirnya bisa melepaskan diri dari jeratan pelaku sadisme seksual. Rasanya kayak lagi kerasukan Harley Quinn, tapi Harley Quinn versi akhirnya-sadar-kalau-selama-ini-Joker-cuma-manfaatin-dia-aja. 



5. Littlest Things – Lily Allen (Love, Rosie)
Kalau nggak salah, lagu ini muncul pas adegan Rosie nikah sama orang yang dulunya berjasa nyangkutin kondom di area kewanitaannya. Auk aku lupa. Yang jelas, dari film Love, Rosie, yang paling membekas ya lagu ini. 


Suara Lily Allen yang lembut dan liriknya yang curhat abis, bikin kemelankolisanku kumat. Lagunya tentang putus cinta. Si cewek dalam lagu ini nyeritain masa-masa indah waktu masih sama mantannya. Banyak hal di sekitarnya, yang bikin dia keingatan sama si mantan. Kalimat di liriknya yang, 

“There’s no one in the world who could replace you.”

Sempat aku jadiin pedoman hidup waktu masih sama Zai. Dulu baperin lagu ini dalam keadaan bingung sama hubungan kami berdua. Begitu denger lagu ini, aku seolah disadarkan kalau aku bakal semenderita Allen kalau putus sama Zai. Tapi pada kenyataannya, pas akhirnya putus sama Zai, nggak menderita juga sih. Akunya aja yang lebay. Sungguh bajingak. Rosie di film Love, Rosie yang hamil di luar nikah dan gagal kuliah aja nggak ngerasa kalau dirinya dalam penderitaaan. Apalagi kalau cuma putus cinta. 



6. La Valse d’ Amelie – Yann Tiersen (Amelie)
Cuma instrumental, tapi kerennya kurang ajar banget! Sama kayak filmnya, soundtrack-nya juga bikin mood jadi baik. Mengingat kalau aku orangnya moody-an, aku suka dengerin ini tiap pagi demi menjaga mood agar tetap baik sepanjang hari. Aku ngerasa aura positif yang ada pada Amelie, bisa tersalurkan dengan dengerin instrumental ini. 



Tiap denger ini, aku suka kebayang adegan demi adegan di film Amelie. Aku masih aja kagum sama film asal Perancis itu. Ide ceritanya bener-bener nggak biasa. Dan tokoh utamanya juga nggak biasa. Seorang introvert dengan masa kecil yang nggak bahagia, tapi jadi orang yang membahagiakan. Begitu juga dengan instrumental ini. Nggak ada liriknya, tapi bermakna banget buatku.

Bikin aku mikir kalau cinta itu nggak harus diungkapin dengan banyak berkata manis. Bisa diungkapin dengan perbuatan. Dengan french kiss misalnya.



7. Montage – Andy Hull, Robert McDowell, Daniel Radcliffe and Paul Dano (Swiss Army Man)
Baru-baru ini aja sih dipuasin sama lagu ini. Kalimat di liriknya yang, “Pop pop corn. Ah da da da,” itu lucu didengerinnya! Trus menurut Reyhan, kalau denger lagu ini sambil tutup mata, serasa bebas. Semacam ada suasana hutan dan pulau. Lagu yang cocok banget buat theme song acara My Trip My Adventure kayaknya. 


Tiap dengerin lagu ini, aku ngerasa kayak lagi ikut serta dalam petualangan Manny dan Hank, dua tokoh di film Swiss Army Man. Serasa kayak punya persahabatan sejati sekaligus absurd kayak persahabatannya mereka berdua. Dan kalau didengerin ini pas lagi di jalan, entah itu naik motor atau mobil, serasa kayak lagi naik jet ski dengan tenaga gas busuknya Manny. Bebas, lepas, dan berangin.



8. The Last Waltz – Cho Young-Wuk (Oldboy)
Sebenarnya susah nentuin aku favoritin yang ini atau yang Cries and Whispers. Dua-duanya sama-sama bagus. Sama-sama ngingatin dengan adegan-adegan keren di film Oldboy. Tapi kalau Cries and Whispers nimbulin kesan traumatik mendalam, bikin hati tersayat-sayat, The Last Waltz bikin merinding. 


Bukan karena serem, tapi karena manis sekaligus miris. Instrumental yang satu ini bener-bener bikin aku bingung. Entah aku harus senang atau sedih pas dengernya. Soalnya alunan musiknya itu rada ceria kalau dibandingkan sama Cries and Whispers.

Bingungnya aku udah kayak bingungnya Oh Dae-Su, tokoh di film Oldboy, waktu Mi-Do bilang, “Aku cinta kamu,” ke dia. Oh Dae-Su bingung antara sedih atau senang mendengar pernyataan Mi-Do. Dan aku suka kebingungan itu. 



9. I Tuoi Fiori – Etta Scollo (Bad Guy)
Rasanya baru lagu ini yang bikin aku ngalamin momen jatuh cinta sama soundtrack film padahal belum nonton filmnya. Udah nonton sih, tapi skip-skip doang gitu. Mentalku sebagai anak polos belum siap melahap film Kim Ki Duk yang judulnya Bad Guy itu. Filmnya bercerita tentang hubungan cinta absurd antara penculik dengan yang diculik. Unsur seksualnya kental abis, pake bawa-bawa rumah bordir segala. Hubungan percintaannya itu juga aneh. Cukup film Kim Ki-Duk misalnya Pieta, Moebius, dan 3 Iron Man aja yang merusak kepolosanku.... saat ini. Ntar yang Bad Guy aku bakal tonton. Mhuahahahahaha. 


Balik bahas ke soundtrack. Jadi, aku suka banget sama soundtrack ini. Walapun nggak tau sama sekali artinya apa, lagu Italia yang dinyanyiin penyanyi usia 58 tahun ini kedengaran romantis dan sensual aja di telingaku. Kedengeran miris juga sih. Bikin melankolisku kumat. 

Dan bikin rasa kagumku sama Kim Ki-Duk juga bangkit. Selain film Oldboy, film-film karya sutradara nyentrik itu juga bikin aku ngubah pandanganku soal film Korea. Kim Ki-Duk itu sinting! Film-filmnya pada bajingak. Bahkan yang judulnya Pieta, yang menurutku udah sinting-bijingek-kok-bisa-kepikiran-gitu-ceritanya-njir, adalah film Kim Ki-Duk yang lebih normal daripada filmnya yang lain. Kim Ki-Duk juga punya selera musik yang aneh dan bagus. Aneh aja gitu, dia milih lagu Italia buat jadi soundtrack Bad Guy-nya. Dia juga milih lagu Arab berjudul Gafsa buat jadi soundtrack 3 Iron Man. 

SINTING! TAPI AKU SUKAAA!



10. The Moon Song – Karen O (Her)
DAN INI DIAAA!! SOUNDTRACK PALING FAVORIT DARI FILM FAVORIT! 

Lagi-lagi aku harus pake kalimat, “Manis sekaligus miris,” tapi buat lagu ini. Ya, kisah cinta antara manusia bernama Theodore dan OS (Operating System) bernama Samantha juga manis sekaligus miris. 

Lagu ini terlalu indah. Mau versi Karen O yang nyanyiin kek, mau versi di film yang Scarlet Johansson nyanyiin kek, sama aja indahnya.


Aku suka banget lagu ini karena aku suka filmnya, bikin aku dengan senyam-senyum nulis review filmnya di SINI.

Entah aku harus ngetik apa buat ngungkapin betapa cintanya aku sama lagu ini. Pengen rasanya aku kayak Theodore yang tinggal ngomong aja trus terketik secara otomatis di komputer. Lagu yang nggak kalah bagus sama filmnya. AAAAK!!!!!!

Mungkin lagu ini bermakna biasa aja buat orang lain karena liriknya nggak romantis-romantis banget. Mungkin lagu ini nggak ada istimewa-istimewanya karena modal ukulele doang. Hal itu ngingatin aku sama komentar di Youtube. Di video lagu ini. 

“You’ll get this song if you’re a million miles away from someone.”

Jadi ya, lagu ini bakal terdengar bajingak-indah-sekali, bagi orang-orang yang lagi ngalamin kayak komentar di atas. Ya. Gitu. 



Sebenarnya masih banyak soundtrack yang memuaskan aku selama ini. Contohnya Only Hope-nya Mandy Moore dari film A Walk To Remember, semua lagu dari 500 Days of Summer, dan Lingsir Wengi dari film Kuntilanak. Tapi bagusnya memang sampe 10 aja sih. Dan ini aja udah kepanjangan. Kalau kepanjangan dan kegedean juga nggak enak. Bikin sakit dan nyeri, girls.




36 komentar:

  1. Hwahh... aku pnasarann bnget pngen dnger suara kak Icha pas naynyi White flag...
    kujuga sukak lagu itu.. :D

    BalasHapus
  2. Kalok Dido aku sukak Thank You, Cha. White Flag jugak sukak, tapi gak terlalu. Heheh. :p

    Waaaaah yg The Moon Song itu jugak! Tapi kalok Karen O aku lebih seneng fashionnya :D

    BalasHapus
  3. Yang Dido kebacanya Dildo saking blog ini udah terkenal dengan mesumnya :((

    Cuma pernah denger yang di suicide squad, you're the apple of my eyes sama slumdog millionare. Yang you're the apple of my eyes emang sedih sih. Pas sama adegan filmnya bangkai...

    Kalo lagu dari soundtrack film aku paling kebayang x gon give it to ya deadpool :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gue tadinya jg mau bilang gitu #e astagfirullah..

      Hapus
  4. Setuju kalau lagu Montage itu cocok buat soundtrack MTMA. Aura kebebasannya kayak lagu Di Atas Awan-nya Nidji yang jadi soundtrack 5 cm, tiap denger kayak ada angin sejuk yang menerpa wajah tampan ini.

    Kalau aku paling suka lagu-lagu di dwilogi Pitch Perfect. Mungkin karena film musikal, jadi pilihan lagu-lagunya memang sengaja yang bagus-bagus. Uwuwuwu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oi kang, plis akang Rido. Coba fokus, itu di paragraf awal kita difitnah hei... Protes atuh dikit mah, jangan malah Uwuwuwu.

      Hapus
    2. Oi kang, plis akang Rido. Coba fokus, itu di paragraf awal kita difitnah hei... Protes atuh dikit mah, jangan malah Uwuwuwu.

      Hapus
    3. Oi kang, plis akang Rido. Coba fokus, itu di paragraf awal kita difitnah hei... Protes atuh dikit mah, jangan malah Uwuwuwu.

      Hapus
    4. Ya Allah kok komentarnya jadi tiga sih.

      Ah tai sinyal indosat.

      Hapus
    5. Uwuwuwuwu. (ini adalah sebuah protes loh son)

      Hapus
    6. Tak ada yang perlu dikonfirmasi atuh, Kang. Semuanya sudah jelas adanya.

      Hapus
  5. Chaa kamu ga nNya sontrek favoritku apaaa? Iyalah mb nit, dikau kan blogger dilm renahaan #kata icha hahaaa

    Dari semua aku duka jaiho, tapi ga nyangka itu ostnyaa film india beneran,

    Wah jadi rido arbain nih blogger film senior yak, buru2 berguru dulu ah, banyak istilah film yg mau aku tau soalnya
    Cha yg montage kupikir thriller korea, ternyata barat punya yak

    BalasHapus
  6. gak ada soundtracknya 'kalian suci aku penuh dosah ya Cha?' :p

    BalasHapus
  7. Gue gak ada yang kenal semuanya. huuuu... emang gue cupu sama yang berbau luar negeri. Level gue mah baru luar kompleks doang. :(((

    btw, dengerin lagi nomor 9 enak juga tuh. Hihii

    BalasHapus
  8. hmmmmm.....ku nggk kenal semua lagu diatas, ku cuman kenal kayak charlie puth, alan walker, dll

    BalasHapus
  9. Nomer tiga paling da best menurut gue. bener kata kak icha, dengerin lagunya bisa menyayat hati, apalagi sambil nonton Youre the apple of my eye.

    Lagunya mellow mellow sendu :'(

    BalasHapus
  10. Ah, dari 10 daftar di atas, sama sekali gak ada yang saya tahu Cha. Asing semua Ha ha.

    Aku suka salut sama orang yang bisa inget soundtrack film. Kalau aku, tiap nonton film gak pernah fokus ke musiknya. Ya kecuali kalau lagu itu sebelumnya pernah kudengar.

    Wah jadi ketularan mau bikin postingan kayak gini euy..

    BalasHapus
  11. Dari sepuluh itu, gue cuma suka Na Xie Nian – Hu Xia (You Are Apple of My Eye). Dan baru tahu judulnya sekarang. XD

    Ciyeeeh gak suka yang gede-gede. Payudara yang gede juga kayaknya gak bagus sih, Cha. Liat punya Mia Khalifa gue malah serem. :(

    BalasHapus
  12. kalau saya suka sama sondtracknya step up All in dari Boby brown "every little step i take". easy listening
    salam kenal

    BalasHapus
  13. Aku gak ada yang tau dari 10 daftar soundtrack nya Cha.
    keren juga ya kau Cha inget sama lagu lagu dalam film.

    BalasHapus
  14. Entah kenapa gw butuh waktu 30 detik untuk mencerna kata2 ini "Kalau kepanjangan dan kegedean juga nggak enak. Bikin sakit dan nyeri, girls." setelah gw baca, gw merasa kayaknya ada yang aneh deh. Setelah gw baca lagi dan mulai berpikir. Dan ya, selalu ada celah buat memanjangkan tulisan.

    Kedua, sungguh...pria yang ada di video clip jai ho, yg kerjanya cuman teriak2 JAI HOOOO.....(todet..todett..to..) JAI HOOOO... MUKA NYA SANGAT MENGGANGGU!!!! Pmandangan nya udah enak2 juga ngeliat cweknya yg seksi, dance sambil nyanyi2, dia malah JAI HO-JAI HO-an!!! SUNGGUH BIJINGEKS YANG DIBAJIGURKAN.

    Ketiga, iya, gw baru mngerti kenapa tiap naik motor sambil dengar lagu soundtracknya swiss army man, montage, itu bawaan nya mau kentut. Dan ketika itu terjadi, gw merasa entah kenapa laju motor gw semakin cepat. Sebuah keajaiban dari lagu ini.
    Luar biasa...

    BalasHapus
  15. Aku gak ada yang kenal satu pun ini sountrack.. duh duh..
    aku puter satu persatu dulu ahh, siapa tahu ada yang bagus dan bisa nemenim nulis :)

    BalasHapus
  16. Saya suka sontrek anime aja, Cha.

    BalasHapus
  17. AAAAKKK. Lagu di list terakhir juga salah satu lagu favorite aku dan kebetulan dari semua lagu-lagu di atas cuma The Moon Song dan soundtrack You Are Apple of My Eye aja yang aku tau, Hahah.

    Awalnya yang bikin aku suka sama The moon song bukan liriknya sih, tapi lebih ke instrumen yang cuma pake ukulele karena kedengerannya adem banget dan (agak) gloomy, ditambah itu lagunya Karen O. MYGAWDD, I lover herr!! Tapi lama-kelamaan, setelah coba menghayati lirik lagunya, aku jadi suka juga sama liriknnya yang manis. Aku suka di bagian "Your shadow follows me all day, making sure I’m okay. And we’re a million miles away” Pokoknya dari film sampe lagunya relate sama aku. Faveee. \:D/

    BalasHapus
  18. Cha.. itu yg soundtrack kesukaan gua kurang tepat. Lebih tepatnya, gua suka semua soundtrack Begin Again! Huahaha..

    You Don't Own Me enak juga cha.. Kompilasi 10 soundtrack mematikan nih :D

    BalasHapus
  19. Hehehe. Hehe. He. H. Nggak tau semua lagunya. :')

    Mungkin bakal ngedengerin yang lagu-bahasa-Mandarin-yang-entahlah-apa-judulnya. Biar berasa dengerin penyiar berita Metro Xin Wen. Lagu Lingsir Wengi aku tau tuh. LINGSEEERR WENGI. Namamu norak tapi terkenal~ (Halah, lagu siapa itu)

    BalasHapus
  20. Wih, aku jadi ngerasa awam banget gara2 banyak ngga tau lagu2 yang jadi favoritmu. Aku jadi ngerasa gagal mengerti kamu, Cha /lah, baru sekali ke sini udah gombal.
    Btw, aku baru tahu judul Mandarinnya You are the Apple of My Eye hehehe. Coba2 deh nanti tak puterin lagu2mu ini.

    BalasHapus
  21. Diantara 10 lagu diatas, satupun ng ada yg aku tahu. Maklum, semuanua tuh lagu-lagu luar, aku tahunya lagu-lagu Korea doang!

    Atau ng, lagu-lagu Republik, yg super duper galau, baru deh aku tahu. Udah, itu doang ceritaku, meski ng diminta buat cerita.

    #SalamSapa

    BalasHapus
  22. Suka lagunya pussy cat dolls...enak.. :D :D

    BalasHapus
  23. Kangen ichaaa.
    Aku tau dan suka nomor 1 3 5 7 8. Dido penyanyi favorit aku juga, Cha. Lagu jaman emak sampai jamanku yg gaada matinya. Kalau OST nya You Are The Apple of My Eye emang paling pedih saat didengerin. Scene-nya itu loh, bikin baper.

    Line favorit saat background lagu ini: "Terima kasih telah menyukaiku..."

    BalasHapus
  24. cha, kamu nggak masukin soundtarck lagu anime? kayak detektif conan, chibi maruko chan, mojacko dan sebangsanya itu?

    untuk a walk to remember gue setuju, bahkan sampe skrg masih suka dengerin lagu itu sebelum tdr. kamu dengerin lingsir wengi? keluar aja cha kayak hanin.

    BalasHapus
  25. tiap baca per bagian pasti ada aja kata yang bikin cengingisan.. thanks mbak Icha, keep it up! :)

    BalasHapus
  26. Soundtrack itu mestinya jadi paket ga terpisahkan dalam sebuah film ya Cha. Musik bisa membangun mood dalam menikmati film, entah itu dalam bentuk score atau original song. Kalo ada musik, gampang ngehubungin sama adegan di filmnya.

    Dari sepuluh deretan soundtrack favorit lo, cuma tiga yang gua tahu :p selebihnya karena emang gua belom nonton filmnya (btw, referensi film lo mantap juga ya. Salut)

    1. Dido "White Flag" --> menurut gua, ini lagu tanpa harus dimasukkin ke dalam soundtrack sebuah film pun juga udah bagus. Dulu pas pertama kali denger langsung suka sama aransemen musiknya, belom ngedalemin lirik. Tapi sekarang pas didenger lagi, berasa bagus banget. Makasih Cha udah masukkin ke dalem list hehe.

    2. Pussycat Dolls "Jai Ho" --> Mau versi India atau versi Amerikanya sekalipun, lagu ini tetep bagus. Gua kurang tertarik lagu India, tapi entah kenapa pas lagu ini masuk ke soundtrack Slumdog Millionaire (lirik versi India), berasa relate sama filmnya, yang sama-sama bagus. Hebatnya lagi, lagu ini menang di Oscar, kredit tersendiri untuk penciptanya, A.R. Rahman. Saat dipopulerin ke versi bahasa Inggris oleh Pussycat Dolls-pun, masih oke.

    3. Karen O "The Moon Song" --> Awalnya udah nyerah aja pas ngelihat deretan soundtrack yang gua ga tahu, tapi begitu nge-scroll ke nomer sepuluh, wah... ini mah favorit gua juga haha. Ternyata lo taro paling akhir. Gua suka film "Her", begitu hebatnya film itu ngegambarin keabsurdan hubungan cinta di masa depan, namun dengan cara simpel dan mengena. Di dalam filmnya, suara Scarlett Johansson terdengar menghanyutkan pas nyanyiin lagu ini. Untuk versi Karen O, awalnya gua ga begitu suka, tapi pas ngelihat penampilan dia di panggung Oscar nyanyiin lagu ini, gua terkesima. Ah, mau versi Scarlett ataupun Karen, ternyata sama bagusnya! :D

    BalasHapus

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com