Paul Dano dan Empat Film Bikin Fangirling Rasa Fingering-nya

Kalau ditanya siapa aktor favoritku, aku bingung mau jawab apa. Begitu banyak nama yang berkeliaran di kepala. Aku ngefans sama Joseph Gordon-Levitt, Josh Hutcherson, Jesse Eisenberg, Ryan Reynolds, Richard Gere, Jim Carrey... perasaan semuanya yang berbatang deh aku suka. 

Meminjam kata-kata Ilham, ini perkara banyak pilihan. Ibaratnya kayak lagi di toko baju trus banyak pilihan baju yang bagus. Jadinya bingung. Bawaannya pengen ngomong, 

“Aku mau semuanya! Aku engas!!!”

Tapi akhirnya, aku bisa juga engas cuma sama satu orang. Yaitu sama Paul Dano.

Sumber: Google Image

Abang-abang kelahiran 19 Juni 1984 ini adalah aktor, produser, dan musisi yang bikin malam Mingguku kemaren semarak oleh teriakanku sendiri. Teriak ala anak-anak K-POP yang biasa ngelakuin fangirling. Aku jejeritan nggak jelas neriakin nama Paul Dano, sambil mencak-mencak di kasur pas nonton filmnya yang Little Miss Sunshine. 

Sebenarnya Paul Dano ini nggak ganteng-ganteng amat sih. Mukanya culun gitu dan rada pucat. Tapi, kemampuan aktingnya bisa bikin aku teriak, 

“AAAAAAAAAK AAAAAAHHHH AAAAAAH AARRGHHH FUCK ME, DANO! FUCK ME!”

Dan sebenarnya Little Miss Sunshine bukan film Paul Dano pertama yang aku tonton. Tapi Little Miss Sunshine adalah puncaknya aku nikmatin aktingnya dia. Fix. Ini fangirling rasa fingering.

Dan aku pengen nge-review beberapa filmnya Paul Dano yang pernah aku tonton. Lebih tepatnya memperkenalkan Paul Dano dan aktingnya lewat beberapa film di bawah ini:



1. The Girl Next Door (2004)
Film komedi romantis (atau mungkin) semi yang rilis tahun 2004 ini bisa dibilang adalah gerbang menuju sukanya aku sama komedi vulgar. The Girl Next Door pertama kali aku konsumsi waktu kelas 3 SMK. Waktu itu aku nontonnya bareng Owi, dan nggak bisa nahan ngakak sambil istigfar berkali-kali. Kami ngerasa durjana nonton film yang bercerita tentang anak-berprestasi-yang-bosen-sama-hidup-datarnya-trus-pacaran-sama-bintang-porno. Kami saling ngikat janji nggak bakal nonton The Girl Next Door lagi, eh tapi malah kami nonton itu mulu kalau lagi belajar kelompok. Kan bajingak. 

Tapi selain ngakak, aku dan Owi juga terharu sama ending dari film ini. Bikin baper, karena film ini seolah mengajarkan arti persahabatan. Khusus aku sendiri, aku terharu sama tokoh Klitz yang diperankan Paul Dano. 

Sumber: Google Image

Paul Dano jadi cowok yang cupu, canggung, dan setia kawan. Aku ngerasa miris pas dia ngajuin satu pertanyaan ke Eli, temannya. 

“Am I ugly?”

Sebenarnya dia nggak jelek sih. Dia cuma cupu secupu-cupunya kalau dibandingkan sama dua temannya yang juga cupu. Matthew, sang tokoh utama, cupu tapi ganteng. Dan Eli, cupu tapi songong.

Meskipun dia yang paling cupu, tapi dia punya kepanjangan yang nggak dipunyai Matthew dan Eli. Eh, kelebihan maksudnya. Bajingak. Hampir spoiler. 

Dan ya, aku ngerasa biasa aja sih ngeliat Paul Dano di The Girl Next Door. Aktingnya nggak kayak akting, kayak dirinya sendiri gitu. 



2. Ruby Sparks (2012)

HELL YEAAAH! Aku suka banget sama film ini! Premisnya bagus. Tentang seorang penulis novel yang mendapati tokoh fiksi dari novel yang lagi dia tulis jadi kenyataan. Jadi manusia. Tokoh fiksinya itu adalah gadis impiannya dia. Gadis yang bernama Ruby Sparks.

Paul Dano masih kelihatan cupu di film ini. Tapi cupu yang ganteng. Cupu yang punya nama besar sebagai penulis yang sukses di usia muda. Cupu yang punya pengalaman soal wanita dan depresi parah sama mantan sebelumnya. Cupu yang kesepian bukan karena nggak ada yang mencintainya, tapi karena dia terlalu mencintai dirinya sendiri.

Rasanya terlalu banyak yang bisa dianu dari film Ruby Sparks. Banyak juga macam-macam perasaanku buat tokoh Calvin yang diperankan Paul Dano. Aku ngerasa Calvin di awal bikin kita ngerasa simpati, kasihan karena dia yang depresi berat dan ngalamin writer's block. Di pertengahan bikin ngerasa ikut bahagia karena ngeliat dia bahagia bisa bareng sama Ruby Sparks, gadis impiannya. Lama kelamaan bikin jengkel, kesel, gemes karena ternyata dia itu egois trus posesif. Di ending, bikin terharu karena... dah gitu aja.

Sumber: Google Image

Chemistry-nya bareng Zoe Kazan, pemeran Ruby Sparks itu dapet banget. Bikin baper. Nih, aku ada foto mereka berdua.


Eh. Sorry. Malah foto syur yang keluar.

Maksudnya ini.

Sumber: Google Image

Akting mereka berdua asli keren banget. Dan ternyata Zoe Kazan adalah screenwriter film ini. Bajingseng! Udah cantik, berbakat nulis lagi.

Dan ternyata lagi, mereka itu pacaran. PANTESAN AJA MEREKA MENGHAYATI PERAN BANGET NJIR. SI ZOE KAZAN-NYA PAKE ADA ADEGAN TIDUR DI ATASNYA PAUL DANO TANPA PAKAIAN SEGALA JINGAAAAN.

Gilanya aku sama film Ruby Sparks, bikin aku jadi tergila-gila sama Paul Dano. Tapi baru sebatas mengagumi doang, belum sampe ke kebelet pengen 'dimasuki.'



3. Little Miss Sunshine (2006)

Huaaaaa! Film tentang keluarga disfungsional paling keren yang pernah aku tonton. Film tentang harapan yang nggak selalu bisa terwujud paling ceria dan menyegarkan. Film black-comedy yang bisa bikin ngakak keras sekaligus nangis keras.

Sama kayak Ruby Sparks, terlalu banyak yang bisa dianu dari film ini. Terlalu banyak perasaan yang tercurahkan buat film ini. Pas lagi ngetik gini pun, aku nggak bisa berhenti buat senyam-senyum dengan detak jantung yang nggak beraturan. Aku deg-deg-an bahagia. Little Miss Sunshine adalah paket komplit. Semua yang aku suka ada di situ. Tema keluarga disfungsional ada. Para tokoh yang berkarakter unik pun ada. Jokes yang vulgar juga ada. AAAAK!!!

Mungkin aku bakal review film ini di postingan khusus. Karena sekarang aku mau bahas soal tokoh yang diperankan Paul Dano di film ini. Lelaki penyedot perhatianku ini berperan sebagai Dwayne Hoover. Dia adalah salah satu tokoh yang unik dari keluarga disfungsional itu. Ya, unik yang kelam. Dia adalah anak anti sosial yang kurang percaya diri. Fans berat Friedrich Nietszche, filsuf asal Jerman. Trus dia ngelakuin puasa bicara selama berbulan-bulan sampai impiannya masuk US Air Force Academy bisa terwujud.

Sumber: Google Image 

Aku pikir Paul Dano bakal diam tanpa kata mulu dari awal film sampe habis. Tapi ternyata aku salah. Ada satu adegan Dwayne alias Paul Dano yang sedih, bikin mataku berkaca-kaca. Tapi momen melankolis itu dirusak sama adegan selanjutnya yang bikin ngakak. Bangke bener. Selain itu, aku suka adegan pas dia lagi ngomong sama Pamannya, Frank (Steve Carrel) di meja makan. Nggak ngomong juga sih, karena dia nulis itu apa yang mau dia bilang,

Dia nulis, "I hate everyone."

Si Paman nanya,

"Bagaimana dengan keluargamu?"

Dwayne langsung menggaris bawahi kata 'everyone'. Sumpah itu bikin ngakak. Selera humorku aneh banget.

Saat itulah aku ngerasa engas sama Paul Dano. Aku ingin segera dibobol. Masuki aku, Paul Dano! Masuki!

Selain karena adegan bikin ngakak itu, aku engas karena ngerasa relate aja sama tokoh Dwayne. Aku juga pernah puasa bicara gitu, Tapi karena marahan sama Mamaku. Hahahaha. Durhaka. Bisa dibilang aku juga anti sosial. Aku kurang percaya diri. Dan yang lebih ngerasa relate.... aku juga fans Friedrich Nietszche. Yeah!

Ada satu kalimat yang dilontarin Dwayne alias Paul Dano,

"You do what you love. And fuck the rest."

Anjir. Optimis gitu dia jadinya. Little Miss Sunshine dan akting Paul Dano bikin tema cerita kelam dan karakter depresi jadi keliatan cerah.

Makin bikin ingin dimasuki aja. Uuuh!




4. Swiss Army Man (2016)
Satu kata buat film ini. KENTUT! Kentut dalam artian aku memuji film ini bajingak-bagus-kok-bisa-kepikiran-ide-cerita-gini-ya, juga dalam artian di film ini ada unsur kentut. Dibintangi oleh Paul Dano dan Daniel Radcliffe. 

Kutipan Nietszche yang, 

"Selalu ada hal-hal tak masuk akal dalam cinta. Namun anehnya, hal-hal tak masuk akal tadi selalu memiliki alasan pembenaran." 

Rasanya cocok buat film ini. Banyak yang nggak masuk akal di sini. Swiss Army Man bukan tipe film yang bisa dinikmati semua orang. Bahkan Reyhan sampe menghilangkan kagum, hormat, dan segannya sama Daniel Radcliffe karena nonton peran Daniel Radcliffe di film itu sebagai mayat hidup yang suka kentut dan ngelakuin hal ajaib lainnya. Tapi aku tetap cinta film ini.

Oh iya, Reyhan juga cinta sama film ini sih. Ya intinya, orang-orang yang udah nonton Swiss Army Man trus suka, selalu punya pembenaran kalau dikatain sama orang lain kenapa suka filmnya. 

Paul Dano berperan sebagai Hank Thompson, pemuda yang terdampar di pulau terpencil. Trus mau bunuh diri. Tapi niatnya itu batal karena kedatangan mayat hidup yang ntar dia kasih nama Manny (Daniel Radcliffe). Manny punya hal-hal ajaib dari tubuhnya yang bikin Hank yakin kalau Manny datang buat ngeluarin dia dari pulau itu. 

Sumber: Google Image

Dano ngegemesin parah! Yang bikin lucu itu Manny alias Daniel Radcliffe sih. Tapi ekspresinya Hank alias Paul Dano yang kebingungan campur kagum sama mukjizat yang ada pada Manny juga bikin ngakak. Belum lagi pas dia mau merangsang ingatannya Manny dengan cara yang bajingak. HUAHAHAHA. Ngegemesin banget. Pengen ta tujes-tujes!  

Sebenarnya karakter Hank ini nggak beda jauh sama karakter-karakter yang dia perankan di film-film sebelumnya. Tapi karakter ini punya kalimat yang memorable menurutku. Pertama, 

"Before the Internet, every girl was a lot more special."

Kedua,

"The important, for now, is to find what was your life."

Ketiga, 

"Manny, I think your penis is guiding us home."

Kalimat terakhir menurutku sungguh memorable. Penis bisa sangat berjasa gitu buat mereka. 

Aku baru nonton film ini tadi malam menjelang tidur. Dengan rasa takut ketahuan sama Mama kalau aku belum tidur. Dan itu rasanya bajingak banget. Aku ngakak dalam benaman bantal. Jadi aku nyimpulin, kalau nahan ngakak adalah hal yang menyiksa selain nahan kangen. Dan lebih baik ngakak dalam benaman pelukanmu daripada dalam benaman bantal.



Rasanya nggak cukup sih kalau cuma bahas empat film di atas untuk menunjukan keengasanku terhadap Paul Dano. Masih ada film, There Will Be Blood (2007), Love and Mercy (2014), Gigantic (2009), dan lainnya. Tapi aku udah nggak sabar buat nulis soal ini.

Aku suka Paul Dano dan segala keabsurdannya sebagai aktor.

Aku butuh teman baik kayak karakter Klitz. Aku berimpian punya pacar kayak Calvin, trus kami membangun hubungan yang dibangun Calvin dengan keegoisannya itu, dari awal lagi. Aku pengen punya kakak laki-laki yang dari luar keliatannya nggak sayang aku, tapi sebenarnya sayang banget. Aku pengen nyemangatin karakter Hank supaya dia nggak ngerasa takut, jelek, dan nggak berguna lagi.

Semoga fangirling rasa fingering ini menular.


You Might Also Like

52 komentar

  1. Wawwww jadi tauu dehhh ama orang orang ini . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang ini kali ya. Orangnya cuma satu yang diceritain :D

      Hapus
  2. Ku cupu. Cuma tau yang ruby sparks aja.
    Dan sukses bikin baper 😌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hohoho. Ruby Sparks memang bikin baper sih ya, Kar. Aaaaak bapernya masih nyisa sampe sekarang. 😭

      Hapus
  3. Ah bajingak! Jadi pengen review Ruby Sparks juga nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buruan di-review, bijingek! Mau bacaaaa! Biar makin engas!

      Hapus
  4. Gue ada yang kenal aktor yang lo sebutin ya. Filmnya juga gak ada yang pernah gue tonton. Gue cupu!!! huuuuuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cupu atau tidak cupunya kamu bukan diliat dari film yang udah kamu tonton. Yeaah kamu tetap banyol! *ini apa dah*

      Hapus
  5. The Girl Next Door adalah film yang merusak masa SMP gue. Asu! Woalah, jadi penasaran ini sama Ruby. Duh, tapi kuota malam udah habis. Huft. Besok-besok deh.

    Btw, engas itu apaan sih, Cha? Bilang aja sange. Segala dibolak-balik dasar pelacur kata! Ehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUSET SMP. HAHAHAHAHA. Berarti kamu lebih dulu kenal film itu, Yogs. Kamu lebih mesum! Jelas sudah! Gemini memang bangsal!

      Iya coba nonton deh itu Ruby Sparks. Aku pengen tau pendapat kamu, Yogs. Kayaknya cowok yang suka nulis, bakal baper sama film itu. Hahahaha.

      Bajingak. Tengik. Itu kata ada di lagunya Zero One, Yogs. Dasar kepikyoga! Bahahaha.

      Hapus
  6. Oh paul dano itu aktor toh
    Terimakasih neng ica
    Berkat neng abang jadi tw sekarang tentang dia sama film2nya
    Lalu apa yg harus abang lakukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama-sama, Bang Nik. Yang harus Bang Nik lakukan adalah.... sholat malam dirikanlah. Berkumpulah dengan orang-orang sholeh.

      Hapus
    2. Niki ini keponakannya paul dano, makanya dia shock kalo tau om nya jadi aktor.
      Yg kamu lakukan adalah mnjadi mayat nik, kyak si manny. Spertinya cocok buat kamu...

      Hapus
    3. NIKI ITU KEPONAKANNYA MY PAUL DANO?! WOW FUCKTA!

      Yap. Niki mah jadi mayat kayak Manny cocok banget. Mayat yang kritis suka bertanya.

      Hapus
  7. wah aku polos nih gak pernah nonton film2 yang icha khalifa jabarkan :)

    kenapa film yang ada next door-nya selalu mesum ya? the boy next door juga mesum. tapi thriller, jadi dia ena ena lalu diteror :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. YOGA BAJINGAAAAAAAAK! Icha Hairunnisa, anjir! Huhuhuhu.

      Itu filmnya J-Lo kan? Nah itu dia. Aku juga baru nyadar, Yog. Ternyata memang yang lebih mesum itu yang nyadar duluan ya. ^__^

      Hapus
    2. wahahah, iya aku juga nonton yang the boy next door nya doang.

      Hapus
    3. Soalnya itu film nggak lawas banget gitu ya, Puti? Atau karena lebih hot? :D

      Hapus
  8. Ichastasya steel. Tulisan mu kali ini lumayan. Bsok langsung ke apartemen ya, aku udh nyuruh paul dano untuk jemputin pake helikopter GT-45 ku.

    Oiya, jadi ini ya film Ruby sparks yg kmarin kmu saranin? tapi knapa gw lbih tertarik sama Little Miss Sunshine ya? lebih unik dan depresi dari ruby sparks kyaknya deh. Bdw, mkasih ya cha' atas fotonya Paul dano dan zoe kazan yg kmu pasang :) entah knapa "inginku berkata halus".

    Kalo diliat2 paul dano itu gk gnteng2 amat sih cha', dalam filmnya swiss army man seharusnya dia aja yg jadi mayat gantiin aktor favoritku daniel redcliffe. Smpe skarang aku masih mikir apa alasan daniel redcliffe mau mnerima tawaran main film di swiss army man dengan peran sebagai mayat...dia keren, cool, dan kalem kok mau2 aja jadi mayat, hahahahh.

    Oiya, satu lagi yg unik dari film swiss army man ini. Inget dengan soundtrack ala2 paduan suaranya gk cha'? "Paapppaaa....pappaaaa....hayyaaayaaa....hayyaaayaaa...." bngsat, hahahahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. ICHATASYA STEEL!!!! PLEASE DEH, REY. KAMU KALAU KOMEN ITU, KOMENNYA BIKIN AKU NGAKAK KERAS MULU. BAHAHAHAHAHAHA.

      Aku bosen pake helikopter, Mr Rey. Aku mau naikin Manny aja, jadiin dia jetski :(((

      Huehehehe. Coba deh nonton Little Miss Sunshine, Rey. Filmnya memang punya karakter depresif tapi nyenengin buat ditonton.

      Yeaaah. Makasih kembali! Ku siap mendengar kata-kata halus yang padahal kasar-nya kamu, Rey~

      Iya memang nggak ganteng-ganteng amat sih. Eh tapi kalau dia jadi mayat, ntar Daniel Radcliffe-nya yang dapat peran manusia putus asa. Nggak cocok, Rey. Mata sayunya Paul Dano dah cocok banget buat meranin Hank. Eh tapi Daniel Radcliffe tetap ganteng kok walaupun jadi mayat. Aaaaaak.

      HAHAHAHAHA. Iya. Judulnya Montage. Udah kamu dengerin juga ya, Rey. Lagunya keren. Harus menangin Oscar sebagai soundtrack film terbaik!

      Hapus
  9. Cha, jadi yang main di film The Girl Next Door (2004) itu si Paul Dano??? Hahahaha. Gue inget banget adegan dia di dalem ruangan ngeliat video anu... XD Parah bener ini orang. Sejatinya film ini keren. Tapi merusak. XD Tuh, Yog(xz) aja sudah dirusak sejak SMP. Kurang perusak apa cobak. XD

    Gue emang kurang peka melihat wajah keknya. Bahkan di film Swiss Army Man (2016) itu dia juga. XD

    Tapi, jadi tau sosok bg Paul ini. EH, pernah nonton film judulnya apa, ya. Dia ceritanya tentang Alien yang jatuh ke bumi. Namanya Paul juga. Kelakuan yg nama Paul kok gitu semua, ya. :D

    Ada film Paul Blart Mall juga kelakuannya kocak polos gitu. :D

    Btw, makasih reviewnya cha. Jadi tau ternyata bg Paul ini sudah ada di film yg nggak gue sadar keberadaanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Pange. Hehehe. Pange udah nonton filmnya ya? Nah yang adegan ngeliat video porn star itu yang pas berduaan itu ya? Iya itu bikin ngakak. Tapi kalau nggak salah itu Matthew sama Eli. Klitz alias Paul Dano-nya nggak ikutan. Eh. Correct me if Im wrong.

      BHAAAAKS! Dah nonton Swiss Army Man juga sepertinya! Mancap jiwa! XD

      Nggg.... belum pernah nonton, Pange. Huhuhu. Iya deh. Kayaknya orang yang terlahir dengan nama Paul, bikin gemas gitu kelakuannya. Hehe.

      Paul Blart Mal. Okaay. Noted.

      Huehehe. Makasih kembali, Pange. Dah mau baca post ini dan komen! :D

      Hapus
  10. The Girl Next Door lebih religius daripada The Boy Next Door. Tapi nggak bisa dikomparasi sih, kecuali judulnya hampir mirip. (nice info)

    Swiss Army Man itu film apaan ya, ngehe, tapi menghibur. Asli, Daniel Radcliffe bikin ilfil!

    Nah, kebetulan Ruby Sparks sama Little Miss Sunshine ada di antrean tontonan. Nanti balik ke sini lagi ah kalo sudah nonton, biar totalitas.

    Btw, aku baru ngeh sama aktor satu ini. Nggak populer-populer amat tapi bisa bikin orgasme. Hmm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih religius! Bahahaha. Karena genrenya bukan thriller gitu ya, Bang?

      Yap. Ngehe tapi menghibur. Hahahaha. Daniel Radcliffe dan kentut bajingaknya.

      Yuhuuu~ Oke. Aku pengen tau pendapatnya soal dua film itu. Hehe.

      Nah kan. Bikin orgasme tapi nggak bikin dia populer. Kasihan Paul Dano :(

      Hapus
  11. Aaaaaaaak aku baru tahu Paul Dano. Bahkan keempat film yang kamu review ini gak ada satu pun yang ku hapal, Icha Tina Toon.

    Padahal dari dulu sering banget sih denger/baca kalau film Little Miss Sunshine ini bagus. Tapi sampai sekarang belum nonton. Mungkin nanti.

    Dan mungkin bila nanti, kita kan bertemu lagi, satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaak sayang sekali Paul Dano baru diketahui sama kamu, Agia pria-perkasa-penimba-ilmu-hitung harga-rokok. Banyak sih kayaknya yang baru tau dia. Kalaupun tau atau udah nonton filmnya, rata-rata pada baru ngeh kalau dia yang main. Paul Dano cuma diingat rasanya, dilupakan namanya :(

      Nah! Mungkin saat dekat-dekat ini kamu harus nonton Little Miss Sunshine. Aku ngerasa kamu bakal suka filmnya deh~

      Agia, bisa request lagu Kerispatih yang Tapi Bukan Aku?

      Hapus
  12. UDA DOT COM!!! AAAAAAAKKKKK!!!!!!

    Cha, belik domainnya di mana? Iiiih jadi pengen buru-buru ganti domain TLD jugak nih! :'

    Btw, aku inget sepupuku nonton film The Girl Next Door sama pacalna, terus ketauan Pakdhe (bapaknya). Abis deh ditabokin. Wkwkwkwk. Emang filmnya kenapa sik? Aku mah jarang nonton film. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belik dk Qwords jugak toh. Aku baru cek gratis protect whois ya, Yog. Kepengen, tapi masik mentok di nama domain :(

      Hapus
    2. AAAAK IYA NIH, BEB. YUHUUUUU. YOGA BAJINGAK YANG ANUIN DOMAINNYA. KAMU JUGA DONGS~

      Coba kamu bikin postingan, bagusnya pake nama domain apa. Huehehehehe.

      Bhaaaaks parah. Nontonnya sama pacar lagi. Wajar aja ditabokin. Filmnya anu gitu, Beb. Banyak jokes vulgar dan banyak adegan yang nampilin badan polos tanpa pakaian :'D

      Hapus
    3. Yoga gak boleh anuin blogque. Yoga kan masih perjaka. Tar gak bisa bikin klimaks. Kan kasian blogque :(

      Gak berani aku Cha, bikin postingan gitu. Tar banyak komenan nyeleneh. Mentalku gak kuaaaattt.. :'

      Ooo pantesan aja yak. Ah jadi pengen nonton. EH!

      Hapus
  13. Kalo main ke blog icha, pengetahuan trntang film jadi bertambah bgt. Aku nggatau banyak film,kecuali film thailand,itu juga dari gth doang yg aku tau. Huhuuu.

    Btw aku masih ngetik catatanichablabla.blogspot.com,terus tau tau udah domain berbayar aja nih! Aheeeyyy syukuraaaaannn! Hahaha. Makin semangat ngeblog yak chaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huehehehe. Iya film Thailand aku juga banyak nggak tau, Bil. Yang dari GTh memang bagus dan pada terkenal gitu yak. :D

      Bhaaaaaks hehehe makasih udah sadar ya, Bil! Okay. Kamu juga makin semangat ya! :*

      Hapus
  14. film yang sangat bagus sekali

    BalasHapus
  15. girl next door
    kayak nama band heheh

    BalasHapus
  16. lah, perasaan pernah lihat si paul ini, di film apa ya, komedi romantis yang wajahnya agak gimana gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah. Film apa itu, Mba Sari? Masih banyak filmnya Paul Dano yang belum aku tonton nih :'D

      Hapus
  17. Udah dotcom ya sekarang. Lama ga ke sini. Maaf yaaa, Icha Khalifa.

    Cupu banget, ga ada satu pun film di atas yang udah aku tonton, haha. Foto di The Girl Next Door mirip John Lenong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. icha khalifa siapanya mia khalifa ya?
      wqwq

      Hapus
    2. Bajingak. Iya nih. Kamu kemana aja, Renggo kakek legend?

      Kamu sibuk nonton sidang Jessica kayaknya ya, Nggo. Iya hahaha memang mirip. Kacamatanya yang bikin mirip bukan sih? :D

      Hapus
    3. Puti: Cuma teman sejawat aja, Puti. Puaaaaas? :(

      Hapus
  18. terimakasih Icha, berkat sering baca postingan kamu. KKBM (kosa kata bahasa mesum) ku bertambah terus.

    lumayan buat bekel nanti pas udah nikah, jadi nggak kaku lagi. wqwq

    BalasHapus
    Balasan
    1. KKBM ITU KOK BAJINGSENG BANGET SIIIIK PUTIIIII!!!!!! Ahahaha. Iya deh. Makasih kembali~

      Huehehehe. Kalau mau kaku alias tegang dengan cara cepat dan praktis, bisa beli tisu magic. Oke?

      Hapus
  19. Hooooaaaa PAUL DANO. MENGGAIRAHKAN HOWAAAHHH

    Kamu mau dimasuki cha? Sini aku masukin.
    The girl next door. Hahahahaa lucu banget yawlaaaa. Saling janji gabakal nonton film itu lagi, tp malah itu mulu yg ditonton faaaaggg hahahahaaa

    Icha Khalifa udah domain aja. Kereeen nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. LAN. TOLONG ENGASNYA DIKONDISIKAN, LAAAAAN.....


      Masuki aku, Lan! Masuki aku ke pesawat biar bisa datangin kamu ke Pekanbaru!

      Iya hahaha. Janji palsu itu mah. Parah kami waktu itu lagi penasaran-penasarannya sama hal gitu :D

      BAJINGAK! INI KENAPA SEMUA PADA MANGGIL ICHA KHALIFA SIK?

      Kamu juga dongs ntar domain! :*

      Hapus
    2. vulgar ini. terlalu vulgar. mataku... oh tidaaakkkk....

      Hapus
  20. Ada lagi film dia Prisoners, dia bukan tokoh utama sih. Tp peran dia disini paling teraniaya, dituduh penculikan anak sampai akhirnya dia disekap & dianiaya sampe babak belur. Durasi filmnya lumayan panjang (150 menit lebih) penuh teka teki, menegangkan & endingnya susah ditebak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya. Aku pernah ada baca soal dipujinya akting Paul Dano di film itu. Nanti bakal ditonton. Makin penasaran nih :D

      Hapus
  21. anjay, The Girl Next Door. aku nonton ini sama temen temen sekelasku dulu pas SMA, bukannya insyaf malah nambah nonton film dengan genre sama ala Korea (sex is zero) akakakak XD ternyata semua orang pernah hina juga :')

    kalau film Ruby Sparks mah juaraaa bikin baper. aku nggak terlalu mantengin si Palu Dano, tapi abis dibahas kamu di postingan ini jadi ngerasa nyadar kalau dia ganteng juga, cha.

    BalasHapus