Senin, 11 Januari 2016

Sepotong Hati di Segelas Milkshake Coklat (Bagian Dua)

INI CERITA BERSAMBUNG KARYA WIDY (WULAN, ICHA, DARMA, YOGABAGIAN DUA. BAGIAN SATU BISA DIBACA DI BLOG WULAN. TERIMAKASIH. EEH INI PAKE CAPSLOCK BUKANNYA KARENA MARAH. TAPI BIAR GREGET AJA. HEHE. OKE. AKU SAYANG KALIAN SEMUA~

***
"Ah, nggak. A-Anu... lupain aja deh," kata Agus gugup.

“Dih, kok gitu? Lucu amat lu!” kata Mei, lalu tertawa karena melihat Agus yang kikuk.

Melihat tawa gadis cantik di hadapannya, Agus semakin kikuk. Seperti pasangan yang kedapatan berbuat mesum, digerebek massa, lalu digelandang ke kantor polisi.

Namun berbeda dengan pasangan mesum, yang tak punya jawaban enak didengar mengapa mereka melakukan hal terlarang itu, Agus punya. Di kepalanya ada banyak jawaban memanjakan telinga, yang akan ia berikan atas ucapan Mei barusan. 

Agus ingin beralasan kalau itu bukan kikuk, melainkan ia terpesona. Agus ingin mengucapkan terima kasih karena sudah dikatakan lucu, Agus ingin sekali mengatakan kalau Mei lah yang lebih lucu daripadanya. 

Dan karena kegugupannya itulah, Agus membiarkan semua kalimat itu menggantung di dalam pikirannya.

Sampai akhirnya ia lebih memilih untuk mengambil handphone di kantong celana kirinya, meletakkan di atas meja, dan menyentuh layar handphonenya beberapa kali.

Hmm... Mei,” kata Agus.

“Ya. Kenapa? Mau bahas macet lagi? Hahaha.”

“Bu-bukan. Kayaknya gue harus cabut duluan nih. Ada janji sama temen. Dia barusan SMS.“

“Loh? Kok tiba-tiba? tanya Mei sambil menepuk dan memegang bahu Agus beberapa saat. Seakan-akan berusaha menahannya supaya tidak pergi.

Baru juga duduk sebentar, Gus.

Agus terkejut. Dirinya mematung beberapa saat, sampai akhirnya Agus tanpa sengaja menyenggol minumannya sendiri. Milkshake cokelat yang tinggal sedikit itu pun tertumpah.

Duh, sorry-sorry. ucap Agus gelagapan.

Salah tingkah membuat dirinya semakin kacau.

“Yah... sorry ya, Gus,” kata Mei meminta maaf. Meskipun Mei sangat sadar itu bukan karena kesalahannya. 

Milkshakenya jadi tumpah, kan, gara-gara gue."

“Gapapa, kok. Gapapa.”

“Eh, itu lengan baju lu jadi kena pula? Sini... coba gue bersihin. ‘’ Mei sibuk merogoh-rogoh ke dalam tasnya, mendapati selembar tisu.

Ini cewek. Sudah cantik, baik pula. Pacar-able banget. Batin Agus yang membuatnya semakin gugup saja.

“Ng—nggak, kok. Udah, gapapa kotor. Berani kotor itu baik. Sorry ya, Mei. Gue bener-bener harus cabut duluan nih. Buru-buru banget. Saya Agus. Selamat sore,” kata Agus bermaksud pamit dengan nada bicara yang tidak beraturan. Ujung-ujungnya ia malah seperti seorang komika di saat mengakhiri penampilannya.

Agus melangkahkan kakinya keluar dari kafe dengan pandangan lurus. Ia tidak berani menoleh sedikit pun ke belakang, layaknya seperti adegan mengharukan saat sepasang kekasih akan berpisah, pada tayangan drama-drama Korea.

Karena satu, ia sudah tidak tahan membendung kegugupannya lagi. Dua, ia pikir itu bukan perpisahan. Meskipun konyol, itu tetaplah pertemuan. Pertemuan yang akan menghubungkannya dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Agus berharap dan berdoa seperti itu.

‘’Maaf Mei. Sepertinya aku masih betah untuk menjadi seorang pengagum dalam diammu,“ bisik Agus pelan saat menaiki motornya dan beranjak meninggalkan parkiran kafe.

Selama di perjalanan pulang menuju rumah, Agus tak henti-hentinya mengingat dan membayangkan pertemuan serta adegan konyol yang terjadi tadi. Bagaimana ia bisa berbicara ngawur mengenai macet, tetapi setelah ditanya Mei, ia justru menyuruh Mei melupakan kalimatnya itu. Bagaimana bisa ia menumpahkan milkshake karena rasa gugupnya yang luar biasa saat berhadapan dengan Mei, gadis yang selama ini ia kagumi dari kejauhan.

Apalagi saat mengkhayal akan sebuah kejadian yang hampir saja terjadi. Seandainya saja Agus tidak terburu-buru untuk pergi, ia akan menikmati momen di mana Mei membersihkan lengan bajunya. Sebuah kejadian yang mungkin saja bisa terjadi bila Agus tidak pura-pura ada janji bersama temannya. Mungkin ia masih bisa berlama-lama dengan Mei di cafe. 

Atau justru bisa mendapatkan kontaknya.

“Bego lu, Gus! Bego!” kata Agus mencela dirinya sendiri. 

“Lupa, kan, minta kontaknya.”

Namun, itu tak jadi sebuah masalah untuk Agus. Karena setiap kali Agus membayangkan senyuman manis dan nada bicara gadis itu, Agus pelan-pelan mengulas senyum dibalik kaca helm yang ia kenakan.

Seburuk dan sekacau apa pun kejadian hari ini, akan tetap menjadi hari yang paling istimewa bagi dirinya.
***

Bersambung 



Note: Bagian tiga bisa dibaca di blog Darma.  Lalu bagian empat bisa dibaca di blog Yoga. Terima kasih :))

96 komentar:

  1. Wah, si Agus malu-malu mau nih. Padahal Mei udah kasih kode, tinggal diterkam aja tuh, Gus, Gus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. .Jangan asal terkam mas, banyak orang. :v

      Hapus
    2. Iya, Bang Har. Si Agusnya malu-malu mau, si Meinya mau mau mau. :D

      Hapus
    3. Ciyee. Dandy tau malu juga ternyata. Kirain nggak tau malu :D

      Hapus
    4. .Yaolohhh, icha kok gitu.? :v

      Hapus
  2. Baru juga ketemu sebentar sudah pergi, mana lupa minta kontaknya lagi.. duuh... aduuh... si Agus terlalu grogi.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Rum. Ternyata grogi sama kebelet pipis itu nggak beda jauh ya. Sampe lupa gitu. *ini apa dah*

      Hapus
  3. Yaampun kasian banget.......Milkshakenya tumpah :( mubajir jadinya

    wah perjalanan agus masih panjang buat dapetin cintanya Mei

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Kirain kasihan sama Agusnya. Ternyata sama milkshakenya. Iya juga sih mubajir, kan milkshake di kafe biasanya mahal ya :(
      Iya, Jeh. Sepanjang jalan kenangan~

      Hapus
  4. mesti kalimat kalimat awalnya kamu yang bikin ya cha, mesum-mesum gitu.. wkwkwkk.
    keren juga ah kalian berempat bisa bikin ginian nyambung, alurnya sip.. padahal kalian kan jauh-jauh yah?
    sukses buat WIDY..

    haduuh gugup gitu si agus.. hari yang menyenangkan bagi agus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha. Iya, ketahuan banget ya mesumnya? Ya Allah citra hambamu gini amat T___T
      Hehehe. Makasiiiih! Iya, Di. Jauh-jauh. Aku di Kalimantan Timur, Wulan di Riau, Darma sama Yoga di Jakarta.
      Makasih sekali lagiiii. Semoga sukses juga buat Adi.
      Iya, si Agus sampe senyum-senyum gitu pas pulang :D

      Hapus
  5. Duh si Mei takut di tinggalin Agus, ahay~
    Agus pake lupa minta kontak segala :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. .Mungkin sudah tua. :v / (Efek Gugup) :v

      Hapus
    2. EH elum tua kayaknya, kalo beneran tua berarti Mei suka yang lebih tua. wkwk
      Itu emang efek gugup. Ahay~

      Hapus
    3. Iya ya. Si Mei penasaran sama Agus kayaknya.
      Bener Nov, efek gugup. Dandy kali yang suka tua-tua. Huahahaha. *kabur naik buraq*

      Hapus
    4. .wkwkwk, Mending Meinya kasih sama aku, yakan mbak novi? :v

      .Kagak dong,cha. -__- .Perasaan kena mulu, ntar balas ah. >:D

      Hapus
    5. Ciee dandy suka yang lebih tuaaa, nenek ku tua nih (?) :3
      Cha, lanjutannya di posting di blog siapa?

      Hapus
    6. .Astaga, jangan percaya Icha. Hoax itu. :v

      Hapus
    7. Noviyana: Di blog Darma, Nov. Pantengin terus yak! :))
      Dandy: Alhamdulillah hoax :D

      Hapus
  6. Hahaha macem anak pesantren ajalah gugup kalo ketemu lawan jenis :(

    Semakin seru nampaknya di bagian ini. Lalu bagaimanakah kelanjutannya? *macem host silet*
    Ditunggu buat chapter selanjutnya ya. Good enough for WIDY.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe. Oh iya ya. Maklum, si Agus ini orangnya introvert :D
      Saksikan hanya di blog Wulan, Icha, Darma, dan Yoga. Jeng jeng jeng!!!! *kemudian terdengar backsound Silet*
      Oke. Makasih ya, Awaldi :))

      Hapus
  7. Yhaaaa, kenapa ditumpahin, Gus. Piye tho si Agus iki :( *mendadak jawa*

    Mau nebak-nebak ceritanya ah. Agus pulang. Dia menemukan Mei di kasur dengan penampilan bugil. (Ya Allah, ini maksudnya apa)

    Astagfirullah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Robby sepertinya sudah terkena virus lu, Cha. Sedih. :(

      Hapus
    2. Suhu Oy ternyata orang Jawa? Kirain keturunan Tionghoa. Whoaaaaaaa. :O
      KENAPA BISA MEI TERBUJUR BUGIL DI KASUR AGUS? Ternyata benar kan, kamu nggak mesum. Tapi belum mesum. Dan ini saatnya kamu menjadi mesum. Selamat ya, Robby.

      Hapus
    3. Sialaaan. Iya, aku juga sedih, Yog. :(

      Hapus
    4. .Semua ini karna icha. ( -_-)

      Hapus
    5. CONGRATS, ROBBY! MARI KITA POTONG TUMPENG, LAN. UNTUK MERAYAKAN KEBERHASILAN ROBBY :D

      Hapus
    6. Ngakak parah ini mah, tulungin guaaa hahahaaaa

      Hapus
    7. Sini Mba Nit, aku tolong~
      *bopong Mbak Nita ke rumah sakit terdekat*

      Hapus
  8. Waduhh .. satu 2 episode masih di 1 latar yang sama, di cafe WIDY .. hmmm
    Kayaknya perlu dipanjangin deh ceritanya cha .. katanya lu seneng yg panjang2 .. kalo gak salah pernah kerja di mak er .. (ASTAGFIRULLAH DIBAJAK !!)

    Maaf cha tadi dbajak temen .. hehe.. (ada hehe nya biar kesannya nggak salah)

    Udah gus, gak usah malu2 .. ntar ditikung kapok loooo... sikatttt!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Ka. Mungkin kalau ceritanya si Agus itu kerja di kafe WIDY, dari awal sampe tamat disitu-situ mulu kali ya :D
      Huahahahaha. Sialaaaaaan Azka. Kok kamu tau kalau aku pernah kerja di Mak Er.... ERDI?
      Tiada maaf bagimu, temannya Azka. Eh yang bajak kamu itu yang nikung kamu juga ya. Ka? Huahahaha. Aaaak ampuuun! *kabur naik buraq*

      Hapus
  9. Boleh ngasih saran nggak nih? Aturan judulnya ditambahin (Bagian Kedua) Ehehe.
    Mbuh, mau komen apa. Btw, tambahan dan unsur mesum lu dari cerpen versi aslinya nggak merusak cerita, kok. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. .He'e iya, judulnya kurang nih.

      Hapus
    2. Boleh, Yog. Udah aku tambahin tuh judulnya.
      Hahahaha. Makasih ya atas pengertiannya, Pak Ed. Pak Editor :D

      Hapus
    3. Udah aku tambahin tuh, Dandy :D

      Hapus
  10. saat bergegas meninggalkan mei, agus dihadang oleh seorang yang sedari tadi memperhatikan dia, kemudian bilang
    "Gus, mau tuker posisi ?" kata erdi :(

    nunggu selanjutnya ah~

    BalasHapus
    Balasan
    1. YO OLOOOH ERDIIIIII :'D Aku kok jadi ngebayanginnya cerbung ini film, kamu yang jadi stuntmannya Agus :D
      Oke. Nanti bagian tiga ada di blognya Darma ya, Di~

      Hapus
    2. Huahahaha! Mbak Nita, Chisanak, Wulandari Raisa. Kalian luar biasa ngebully Erdinya :D

      Hapus
  11. Ini karakternya si Mei nyablak ya?
    Agak kurang cocok sama namanya sih. But everything could happened dalam sebuah cerita.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih belum tau sih sebenarnya, Key. Yang jelas si Mei ini orangnya ekstrovert. Kebalikan dari si Agus.
      Eh iya ya? Habis yang terpikirkan cuma nama ini. Gara-gara ingat bulan kelahirannya Yoga :D

      Hapus
  12. .Oalah gus gus, lampu rada hijau itu geng. Tenang aja, gabakal ditilang,- diTekong iya! :v
    .But, keep calm homie & stay shy. :v

    .Ichaaaa, tambahin dikit bagian dua ini. rasa-rasanya bentar doang bacanya ehh udah kelar. T_T
    .Btw, icha mesum toh? Yaolohhh #Ehhh :/ :v Ciee -_-

    .Morning,Cha. =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga si Agus orangnya pemalu. Bukannya nggak tau malu kayak...... *isi titik-titik tersebut*
      Huehehe. Ntar baca yang bagian tiganya aja, Dandy. Di blognya Darma. Kemungkinan hari Kamis ini. Itu ada linknya :D
      Ah enggak. Itu cuma tuntutan peran. :D
      Huehehee. Diucapin selamat pagi. Udah kayak di Indomaret aja. :$

      Hapus
    2. .Sepertinya aku tau isi dari titik-titik itu. ( -_-) Awas ya,Cha. >:D
      .Oke Icha, mantannya Viir, saudaranya tapasha. #Ehh :/

      .Eleh ngeles, ciee icha MES......ra :v

      .Hehe, keliatan yang tiap pagi datang ke indomaret. :v

      Hapus
  13. Si Agus kurang gercep nih.
    bukannya minta id line, malah numpahin milk shake.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Dibah. Si Agus gugupan sih orangnya.
      Boro-boro minta ID Line, minta undur diri aja dia pake ceroboh kayak gitu ya. :D

      Hapus
  14. Anjirrr knapa ada gaya nglawak ama kalimat ala ala iklan rinso di tengah hahaaa

    Waduh baru pertama ketemu dah berani pegang2 ya si mei, awas tar yg dipegang kesetrum, ho ho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha. Itu kalimatnya Yoga, Mbak Nit. Lucu ya. Kebiasaan suka main sabun kali ya si Yoga itu. HUAHAHAHA.
      Hohohoho. Untungnya pertahanan dirinya si Agus kuat ya, Mbak Nit. Jadinya nggak kesetrum gitu. *ini apa dah*

      Hapus
    2. Yoga: Huahahaha. Sorry, Yog. Keceplosan. *kabur naik buraq*
      Wulan: Yoga murka, Lan. Atut :'D

      Hapus
  15. Sungguh bodoh dirimu Gus, padahal jangar pergi dulu. padahal si Mei masih betah ngobrol
    ngapain coba harus cabut? paling itu sms temen yang mau numpang makan di kontrakan Huahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Chisanak. Grogi kadang bisa membuat kita terlihat bodoh.
      Huahahaha. Namanya juga dia gugup. Makanya langsung undur diri gitu. Kasihan :(

      Hapus
  16. Ciyeee udah publish aja nih bagian kedua. Hahaahaa, kamu tetep aja ya Cha.
    Segala bawa pasangan yang berbuat mesum. HAHAHAAA :D

    HAHAHAA itu Roby maksa banget sampe nanya mesum di blog aku Cha. Blog aku kan blog religi. BHAHAAA

    BalasHapus
    Balasan
    1. AYEE AYEE. Darma lagi yang bakal publish di minggu ini.

      Hapus
    2. .Ehh ada Raisa. #Siang :D
      .Don't be mesum like admin of this site. :v

      Hapus
    3. Iya, Lan. Itu aja sebenarnya nggak enak sama kalian. :'D
      Si Robby kayaknya sudah kecanduan sama konten-konten berbau mesum. Huahaha. Dan waktu nanya di blog kamu udah kayak orang lagi sakau. Puk puk Robby. *loh?
      Iya. Benar sekali. Religi. REla badan LInu demu diGIlir Zayn Malik dan Adam Levine. HUAAAAAAAAA AMPUUUUN LAAAAAN. *kabur naik buraq*

      Hapus
    4. Hahahaaa kenapa nggak enak? Nggak papa ih Chaaa :D

      Hahaaa iya, giliran aku lagi nulis yang alim-alim kayak dapat hidayah, dia nanya mana mesumnya? Bhahaa
      AHAHAHAAA YAOLOH SEGALA PAKE KEPANJANGAN. HAHAHAAA Tapi aku bahagia Cha. Nggak papa walaupun digilir Zayn Dan Adam Levine.

      Aku ikhlas.

      Hapus
    5. Hohoho bagus deh. Kalian memang temanku :*
      Bahahahaha. Itu pertanyaan ada permintaan pengen ada mesumnya secara terselubung ya, Lan :D
      Huaaaaaaaaaaaa aku juga mau, Lan. Ikhlas. Digilir ditraktir makan kan?

      Hapus
  17. Wuiiih. Manis ceritanya. Mau nungguin cerita selanjutnya aaah~ Semangat semangat WIDY~ ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Semanis kamu~
      Oke. Makasih ya, Rim. :D

      Hapus
  18. Jiahahaha si agus malu malu mau, ah ini kok kekikukannya hampir sama kayak kisahku tadi siang di perpustakaan daerah haha ketemu temen lama yg sekarang jadi cantik, yg ada lupa minta kontaknya haha -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyeeeeee. Ternyata ada di dunia nyata juga. Jangan-jangan Mas Fandhy ini namanya bukan Fandhy, tapi Agus? Huahahahahahaha. *kabur naik buraq*

      Hapus
  19. Udah kaya iklan cokelat yang pernah saya lihat di TV, malu-malu kucing kaya cerita ini juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iklan cokelat yang mana, Mas? Duh. Jadi pengen makan cokelat :(

      Hapus
  20. Duh, si Agus kayaknya kurang peka nih.

    BalasHapus
  21. Wah, yang bagian kedua ini makin mengalir lancar aja kalimatnya. Pas gua asik-asik baca ceritanya dari atas ke bawah, tahu-tahu udah sampe kata "Bersambung" hehe. Jadi dibuat penasaran lagi gimana kelanjutannya. Masih takjub ini cerbung ditulis sama empat orang :D

    Penyesalan selalu dateng belakangan. Kasihan juga si Agus, pake acara nyenggol gelas milkshake-ya segala hehe. Giliran si Agus gugup, si Mei malah jadi penasaran kayaknya tuh sama si Agus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whooooaaaa. Alhamdulillah, dapat respon sepositif ini. Makasih, Mas Bayu. Huehehehe. Aku juga masih takjub bisa nulis bareng mereka. Secara aku paling nggak bisa sama yang namanya bikin cerpen :'D

      Si Agus saking gugupnya dan memang belum pernah ngobrol sama cewek jadinya gitu. Kasihan sih. Haha. Nah bener, Mei-nya memang jadi penesaran sama Agus. Ada yang ngeh juga ternyata :D

      Hapus
  22. Keren banget ini. Penulis sebelumnya dengan gaya tulisannya yang teduh abis, lalu di sambung dengan tulisan ini yang kampret abis, sama dengan epiiiiic bangeeet. Gak sabar baca lanjutan dari penulis yang berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tumben muji orang, Her. Huahahahaha. Eh tapi... tapi... kampret? :(
      Oke. Makasih yaa. Selanjutnya ada di blognya Darma. Ada link-nya di atas.

      Hapus
  23. cha aku masih bingung nih aku harus baca yang mana dulu ? hahaa aku udah baca punya wulan, trus ke mana dlu nih ? haha biar ceritanta nyambung

    BalasHapus
    Balasan
    1. .Habis dari kawasan Wulan, kesini nih kawasan Icha mesum #Ehhh (Dibajak loh Cha),-
      .Udah bener kok mbak, ini Bagian Duanya. :D

      Hapus
    2. Ada di blognya Wulan, Li. Link-nya ada di atas. Selamat membaca ya! :))

      Hapus
    3. Hooh, Dandy. Makasih yaaaaaak -____-

      Hapus
  24. Ini bagian duanya kan yak -_-
    duh, edisi blogwalking dirapel jadinya kayak gini.... sedih nggak tau awalnya yang mana dulu :v

    baca punyanya yoga ternyata cuma kata sambutan.....

    Itu si AGUS kasian amat, minuman mahal belum habis, tumpah... duh, kalau gue udah ngamuk-ngamuk. Duit bulanan lagi seret juga :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener banget. Huahahaha. Ada di blognya Wulandari Raisa, Yu.
      Semangat yek, blogwalking-nya :D
      Duuuh. Sedh amat curhatan anak kos. Aku kasih tissue mau? Tissue magic.

      Hapus
  25. harus nunggu cerita selanjutnya nih
    penasaran sama perjuangan agus, nyesel kan tuh agus, si Mei udah mau baik ngelapin tumpahan di baju, masa langsung pergi gitu aja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke. Ntar ada di blognya Darma, Mbak Anggi. Link-nya ada di atas.
      Huehehe. Agus yang pemalu, lugu, dan polos itu ternyata bikin penasaran juga ya :D

      Hapus
  26. Udh baca bagian pertama dan baca bag kedua ceritanya blm sampai ponunt. Sih Agus masih aja kikuk dan bersambung nih udh kek sinotron aja .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahaha. Iya, Zis. Trus ntar sambungannya ada di blog Darma. Makasih yek udah mau baca! :D

      Hapus
  27. si agus?
    si pendiam memang kadang bertingakah bodoh.. tapi yaah.. selalu banyak keinginan dalam diamnya.. muehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Si Agus.
      Bener banget. Mas Dian pendiam juga ya? Huehehehe.

      Hapus
  28. oh jadi itu cuman pura-pura
    kenapa pake pura pura dah.....

    HAI WIDY
    btw, gue nyasar ke sini karna tulisnnya darma. kepo udah sampe bagian tiga aja

    Cerita ini itu dari empat kepala ya? Bahasanya kira2 sama ga ya tiap bagian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, namanya juga si Agus gugupan makanya dia pura-pura gitu :D
      Makasih udah nyasar. Bener, dari empat kepala. Bahasa tiap bagian sama kok. Soalnya satu kepala bikinnya ini per kalimat atau lebih trus dilanjutin kepala lain sampe seterusnya dan udah dieditorin juga. Huehehe. :))

      Hapus
  29. tadi mampir ke blog nya bang yoggas ttg postingan ke-4 fiksi ini. tapi gara2 belum baca yg 2 nya . jadi mampir dulu ke sini hehe. soalnya penasaran sama cerita nya hhe.

    yaelah si agus_- gak bisa ngambil kesempatan nih. padahal si mei nya udah welcome banget tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Makasih ya, Febri. Udah mau penasaran dan mau baca :D
      Hahahahaha. Iya tuh si Agus. Sifat pemalunya kelewataaan :|

      Hapus
  30. kasihan si agus... kurang baca kode2... kode guuus... kode2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Cowok tuh memang gitu ya, Put. :(

      Hapus
  31. Wah Agus nggak jadi menang banyak yah. Mampus. Rasain. Gugup sih. Padahal kali aja Mey udah ngarep bisa ngegrepe Agus. *duh ini apa* :((\Yess. Untung bacanya agak telat jadi bisa langsung ke blog Darma lalu Yoga buat ngelanjutin ceritanya. Ahey :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahaha. Ngegrepe Agus. Jadi kebalik gitu ya, Dev. Malah cewek yang ngegrepe cowok duluan :D

      Ahey jugaaaa :3

      Hapus

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com