Excelsior Ada Dimana-Mana

Menurutku, bersyukur itu lebih mudah daripada berpikir positif.

Kita bisa bersyukur atas kurang cantiknya kita, hanya dengan ngeliat orang dengan keterbatasan fisik di televisi. Kita bisa bersyukur atas sedikitnya uang yang mengisi dompet, hanya dengan ngeliat anak-anak kecil yang banting tulang sebagai penjual koran. Kita bisa bersyukur atas tidak dilamar-lamarnya kita sama si pacar, hanya dengan ngeliat teman sekelas waktu sekolah dulu, yang sekarang lagi pusing ngurus suami dan dua anaknya.

Sedangkan buat berpikir positif, aku masih nggak bisa. Aku juga masih betah memelihara karakter murahanku, yaitu moody-an. Karakternya loh ya yang murahan, bukan ak... oke skip.

Dan begitu nonton film Silver Linings Playbook malam kemaren, di malam pergantian tahun, aku ngerasa kayak punya teman senasib.

Temanku itu adalah Pat Jr. (Bradley Cooper) dan Tiffany (Jennifer Lawrence).

Sumber: Wikipedia
Mereka berdua memainkan film yang bercerita tentang, Pat yang baru keluar dari mental institution setelah delapan bulan lamanya mendekam disana. Pat, pernah menghajar rekan kerja sekaligus selingkuhan istrinya, dan bertekad untuk rujuk kembali sama Nikki (Brea Bee), istrinya itu.  Tapi nggak mudah karena Pat dikenai larangan mendekati sang istri.

Btw, bego banget dah si Pat. Udah dimain-serongin tapi masih aja ngarep rujuk.

Eh, kembali ke film.

Suatu hari Pat ketemu sama Tiffany (Jennifer Lawrence), adik ipar dari teman dekatnya. Tiffany kenal dengan Nikki dan tau larangan mendekat itu. Dia pun nawarin diri buat jadi penghubung antara Pat dan Nikki, dengan syarat Pat harus mau menjadi partner-nya dalam kompetisi dansa tingkat nasional. Pat pun menulis surat untuk Nikki trus dititipkan ke Tiffany. Padahal saat itu diam-diam Tiffany jatuh cinta sama Pat.

Kelihatannya sih nggak ada istimewanya. Cuma sebuah film romantic-comedy yang ada si montok Jennifer Lawrence.

Tapi menurutku, film ini istimewa banget. Silver Linings Playbook adalah pelarian kalau mood-ku lagi jelek. Silver Linings Playbook adalah film yang isinya nyaris ‘orang gila’ semua.

Pat yang punya gangguan mental bipolar disorder semenjak diselingkuhi istrinya. Bipolar disorder adalah gangguan mental dimana penderitanya ngalamin perubahan suasana hati secara tiba-tiba. 

Tiffany yang emosional, pasca suaminya meninggal dunia. Juga menjadi hiperseks, sampe harus kehilangan pekerjaannya.

Pat Sr. (Robert De Niro) yaitu ayah Pat, punya gangguan mental obsessive compulsive disorder, yaitu kelainan psikologis dimana penderitanya memiliki pikiran dan ketakutan yang nggak masuk akal. 

Jake (Shea Whigham), kakak Pat, yang ber-sibling rivalvy pada Pat. Sibling rivalvy adalah perilaku memusuhi atau mencemburui saudara kandung, biasanya terjadi di antara saudara kandung yang berjenis kelamin sama atau usianya nggak beda jauh.

Ronnie (John Oritz), teman Pat, tertekan sama istrinya yang rada galak. Juga tertekan sama kariernya yang cemerlang. Orang sukses nggak selamanya bahagia ya. 

Veronica (Julia Stiles) istri otoriter yang pengen suaminya tunduk sama dia mulu. 

Yang waras kayaknya cuma Dolores (Jacki Weazer), ibu dari Pat dan Jake. Beliau juga sabar banget. Keibuan.

Walaupun para pemainnya pada memunculkan aura negatif, tapi filmnya sama sekali nggak memunculkan aura negatif. Sumpah. Film ini bertema serius (tentang gangguan mental) tapi kita nggak perlu tegang nontonnya.  

Aku malah dibikin ngakak sama kelakuan Pat yang berubah-ubah. Dia bisa jadi optimis banget, tapi nggak lama mendadak pesimis. Dia bisa tiba-tiba pengen ngomong berapi-api, tapi langsung melembut, kegirangan dan lupa niatannya itu begitu si Ronnie ngasih dia iPod. 

Aku dibikin jengkel sekaligus ngakak (lagi) pas ngeliat Tiffany ngajak Pat pulang dari makan malam yang belum selesai. Bahasa dialognya cenderung blak-blakan, brutal, dan vulgar. Tipikal film favorit banget.

Hebatnya lagi, film ini dapet nominasi Oscar tahun 2013 untuk kategori film terbaik, sutradara terbaik, naskah adaptasi terbaik, aktor utama dan pendukung terbaik, aktris utama dan pendukung terbaik. 

Jennifer Lawrence juga hebat, dia bisa ngimbangin Bradley Cooper yang beda belasan tahun sama dia. Bahkan bisa dibilang melampaui, dengan akting kerennya sebagai janda yang jadi sex addict.

Selain merasa terhibur dan trenyuh, aku juga ngerasa punya kemiripan sama dua tokoh di Silver Linings Playbook. Itulah kenapa aku sebut mereka itu dua teman senasib di awal postingan. Walaupun nasibnya nggak sama-sama banget sih.

Pat yang naïf, yang masih percaya aja dia bisa kembali berumah tangga sama Nikki. 

Dia selalu bilang kalau kepercayaannya itu adalah bentuk dari excelsior, yang kira-kira artinya berpikirlah positif maka selalu ada jalan. Padahal orang-orang di sekitarnya mikir kalau itu bukan wujud dari berpikir positif, tapi wujud dari menyangkal kenyataan. Sudah jelas-jelas istrinya pergi, masih aja dikejar.

Aku sama kayak Pat, lima tahun lalu. Saat dimana aku putus dan susah move on dua tahun. Dalam kurun waktu dua tahun itu, aku sibuk sama kegiatan ngomongin sang mantan. Mantan, mantan, mantan. Ngomongin keoptimisanku bisa balikan sama dia. Optimis sambil depresi.

Padahal jelas-jelas dia yang mutusin aku, dengan alasan pengen fokus sekolah. Tiga bulan kemudian malah punya pacar lagi. Fokus sekolah apaan? Hatiku waktu itu kayak remah-remah rempeyek, hancur. Tapi dengan bodohnya aku masih mikir kalau si mantan adalah cinta sejati.

Hoek. Makan tuh rempeyek.

Sampe akhirnya teman-temanku pada enek dengerin curhatanku yang itu-itu aja. Mereka ngatain aku bodoh, mata batin nggak terbuka, nggak bisa menangkal radikal bebas, dan sebagainya. Sejak saat itu, aku jadi orang yang nggak terbuka lagi. 

Bukan, bukan pakaiannya yang terbuka. Aku berusaha buat nyimpan masalahku sendiri. Lalu melampiaskannya ke barang-barang di kamarku. Nyingkirin benda yang waktu itu terlihat nyebelin di hadapan, bernama handphone. Menggaruk-garuk wajah, meremas-remas rambut sambil nangis sampe nggak bersuara.

Aku jadi terbiasa buat sendirian, merenungi masalah. Aku hanya curhat ke satu dua orang. Itupun juga kalau aku rasa nggak bisa mendam terus. Aku jadi susah buat percaya sama orang, percaya kalau orang itu beneran simpati sama aku.

Apalagi sejak LDR sama Zai setahunan kemaren. Sinyal yang susah disana, dan jarang ketemunya kami makin bikin aku jarang buat curhat. Aku udah terbiasa curhat sama dia secara langsung, berhadap-hadapan. Rasanya nggak puas kalau curhat lewat telpon atau chat.

Niatnya mau menjadi dewasa dengan nggak curhat melulu sama orang, malah makin bikin kayak anak kecil. Anak kecil brutal.

Mungkin karena itu, sekarang aku ngerasa mirip sama Tiffany. Yang cantik, yang chubby, yang montok. Huahahahaha.

Eeeh bukan sih, bukan mirip yang itu. Aku ngerasa mirip sama Tiffany dari segi sifat dan perilaku. Emosional. Rapuh. Brutally honest. Membanting dan merusak barang. Ekspresif dengan raut muka yang nyebelin tapi lucu. Punya sorot mata nggak pernah keliatan bahagia. Kecanduan seks.

Eeeeh. Enggak. Kecuali yang terakhir, apapun yang dilakukan Tiffany, bikin aku ketawa ngakak sambil bilang,

“Yo oloh, aku banget sih ini orang.”

Dan yang paling bikin aku ngerasa mirip sama dia, waktu dia ngomong sama Pat,

“I opened to you. And you judged me!”

Sialan. Itu. Aku. Banget.

Itu ketakutanku. Ketakutan yang bikin aku sering berpikiran negatif.  Ketakutan yang bikin aku jadi punya kendala buat bisa berpikiran positif.

Aku ngerasa LDR kami ini berat, gara-gara berpikiran negatif. Aku sering ragu buat nulis postingan, gara-gara berpikiran negatif. Aku sering ngerasa takut ngerjakan hal-hal baru di kantor, gara-gara berpikiran negatif. Aku sering ngerasa kesepian, karena berpikir negatif. Aku sering nggak terbuka sama orang, karena berpikir negatif.

Rasanya udah kayak, lebih gampang buat nyiptain garis positif di test pack, daripada pikiran positif. Eeh. Astagfirullah. :(

Begitu selesai nonton Silver Linings Playbook malam itu, aku jadi termotivasi. 

Aku salah selama ini udah menjalani tahun 2015 dengan kebanyakan berpikir negatif. Aku sadar kalau di balik awan hitam gelap itu pasti ada silver lining. Sisi cerah, dibalik sisi gelap. Ada pelangi, setelah hujan.

Dan kalau ditanya apa resolusi tahun 2016 ini. Resolusiku cuma satu, yaitu bisa berpikiran positif. 

Aku jadi sadar, kalau kita punya masalah trus kita berpikiran positif, pasti ada jalan penyelesaiannya. Pasti akan berjalan lancar. Walaupun sebenarnya jalannya bukan jalan yang kita inginkan. Yang bisa berjalan lancar karena kita berpikir positif itu, misalnya hubungan, pekerjaan, atau datang bulan.

Lagian, apapun yang terjadi itu pasti ada hikmahnya. Terutama yang terjadi itu buruk. Pasti ada hikmahnya banget. Orang nggak akan ngerasain bahagia kalau nggak pernah merasa sedih. Orang nggak akan bisa ngasih solusi terbaik, kalau dia sendiri nggak pernah ngalamin apa yang dicurhatin sama temannya.

Ternyata excelsior itu nggak cuma ada di film Silver Linings Playbook. Excelsior itu ada dimana-mana. Di rumah sendiri. Di sekolah. Di tempat kerja. Di kampus. Di jalanan. Tergantung kitanya.

Dan yang pasti, ada di diri orang-orang, yang seburuk apapun hidupnya, tetap percaya kebaikan akan datang di kemudian hari. Dan aku pengen, aku bisa termasuk dalam orang-orang itu.

Semoga resolusiku terwujud. 

Selamat tahun baru.

You Might Also Like

96 komentar

  1. Iya aamiin buat resolusinya. Salam kenal mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mas Dony. Salam kenal juga :))

      Hapus
  2. Aku ge tau kemaren mah sama kaya si Pat, kalau gue curhat sama temen lu cha pasti dikatain bego juga ini -_-
    Tiffany hiper, ada scene nya ga cha ? :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh. Sama kayak Pat yang susah move on dan menyangkal kenyataan? Bahahahaha. Kita sama, Di! Sini toss manja dulu! :D

      Iya, dia hiperseks ceritanya. Sayangnya nggak ada, cuma ada scene pas dia nyeritain soal hipernya aja. Jangan kecewa ya, Di :p

      Hapus
    2. eh hahaha. *toss
      ini film cuma B.O berati bukan D, cha :v

      Hapus
    3. Bahahaha. Segala bimbingan orangtua :D Tapi J-Law cantik banget dah. Aduhai juga. Harus kuat-kuat iman kalau nonton :D

      Hapus
    4. hapus ah, komen gue 21+ tadi cha haha

      Hapus
    5. Bahahahahahaha iya, Di. Tapi tadi PG13 aja kok :'D

      Hapus
  3. kalimat pembukanya elegan juga cha, isinya juga iya tumben biasanya aku ngakak baca postinganmu kalo yang ini beda. apa lagi kalimat terkhiran itu bijak e.
    aku juga tahun kemarin sering berpikiran negatif terutama setelah lulus kuliah.
    emang harus berpikir positif serta bersyukur.

    filmnya orang edan semua yah, perlu nonton aku ini. dari ulasanmu menarik juga filmnya.
    amiiin semoga resolusimu tercapai cha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((ELEGAN))

      Huahahaha. Makasih ya, Adi. Sebenarnya juga takut nulis ini. Takut mancarin aura negatif. Tapi mudahan nggak ngerasain aura negatif ya habis baca ini :D

      Berpikiran negatif kenapa, Di? Tapi sekarang sudah enggak kan?

      Iya. Harusnya gitu sih. Tapi kalau aku masih banyak takutnya. Memang cepet-cepet harus dibuang ini pikiran negatif. Huhu.

      Haha. Iya. Tapi mereka lucu~ Aamiin. Semoga resolusimu juga tercapai! :))

      Hapus
    2. Kenafah, Gan? Nggak terima elegan, Gan? :|

      Hapus
  4. baru sempet BW kemari :((

    setuju. emang susah buat berpikir positif. malah takut kalau hubungan menghasilkan "positif" *haapaansih*

    gak suka pilm bagituan, tapi kalau j-Law mah, sikaaat. *emo mimisan*

    nggilani banget, untung meremas-remasnya rambut, bukan yang lain. dengkul misalnya.

    aamiin buat resolusinya, Cha. yuuhhuy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru sempet balas komen ini :((

      Bahahahaha. Hubungan yang seperti apa itu, saudara Tomi yang terhormat? Bisa tolong dijelaskan :p

      J-Law cantik banget di film ini. Keliatan berumur sih, karena meranin janda. Tapi tetap cantik. Ekspresi mukanya juga lucu. Gemesin~

      Iya, Tom. Untung ngeremes-remesnya bukan dengkul, dengkul orang lain.

      Makasih, Tom. Aamiin juga buat resolusimu, apapun itu. :))

      Hapus
  5. Semoga tercapai resolusinya.

    Lihat ulasan kamu tentang film ini, saya jadi pengen nonton. Btw, Om Deddy juga ngidap OCD juga, katanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk OCD Om Deddy mau disamain dengann OCD obsessive compulsive. Aduh, ngakak ini mah Om Haris huahaha

      Hapus
    2. Bang Har: Aamiin. Makasih. Semoga resolusi Bang Har juga tercapai.
      Bahahahaha. OCD-nya Om Deddy beda sama Pat Sr. Kalau OCD-nya Pat Sr ada di film, kalau OCD-nya Om Deddy ada di bukunya :D

      Dara: Bang Haris kayaknya ngefans banget sama Om Deddy, Dar. :D Atau resolusi 2016-nya Bang Har itu pengen bisa ngejalanin diet OCD? Wowww. Aamiin. :))

      Hapus
  6. trus si nikky gimana? ganteng y dy?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nih Cha, Nikki-nya komen. Hahaha.

      Hapus
    2. Niki: Nikki di filmnya perempuan. Jadi cantik. Kalau Niki yang komen ini laki-laki. Jadi ganteng lah. Masa cantik kayak perempuan :D

      Farih: Iya, Rih. Niki yang blogger tapi. Bukan Nikki yang peselingkuh :D

      Hapus
    3. seharusnya cowok tuh yg meranin niki
      biar ganteng

      Hapus
    4. Berarti Pat-nya nikah sama cowok? HUAAAAAAAA :(

      Hapus
  7. Kayaknya, kita sama deh Cha. *sok nyama-nyamain* susah berpikir positif. Soalnya kita pernah bersikap seperti itu tapi dapet tanggapan yang buruk. Jadi males bersikap gitu lagi. Ya nggak sih?

    Btw salut sama keberanianmu ngakuin soal mantan itu. Kalo mantanmu baca bisa gede tuh kepalanya dia. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita memang sama, Rih. Kamu adalah teman senasibku dan seperjuanganku *sok-sok punya teman senasib*

      Yap. Bener banget. Bisa dibilang kapok buat bersikap gitu lagi. Bahkan trauma. Duileh trauma. Pokoknya gitu deh. Eh tapi ujung-ujungnya malah stress sendiri. :(

      Bahahaha. Bisa aja kamu, Rih. Selain kepalanya yang jadi gede, tawanya juga jadi gede kayaknya. Haha. Huhu.

      Hapus
  8. Oh, jadi excelsior yang lu sempet komen di blog gue ini toh ceritanya. Tokoh di film mirip sama kehidupan lu. Sering ya begini. :D

    Hm... kalo soal masalah yang lagi menimpa gue saat ini, gue masih nggak tahu bakal gimana. Tapi, gue akan terus berusaha dan mencoba excelsior. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Iya, Yog. Walaupun cuma tau artinya dari film. Trus setelah ngerasa mirip sama Olive di film Easy A. Sekarang ngerasa mirip Tiffany. Sok mirip-miripin sama tokoh film gini banget :D

      Aku tau yang kamu rasain, Yog. Tapi aku jauh lebih tau kamu orangnya lebih kuat dari masalah itu. *Emma Stone sotoy*

      Seperti yang aku pernah baca di review film SLP, "Even when it is cloudy, there's always silver linings." Yakinlah di masalah pasti ada sisi cerahnya. Excelsior! Semangaaat Yogaaa :))

      Hapus
  9. nonton film yang cerita karakter nya sesuai dengan kehidupan nyata km ya.. wii gue tau rasanya gimana cha.

    Bener juga kalau bersyukur emang lebih mudah ketimbang positive thinking. apalagi pertahanin positive thinking ini.

    btw Selamat tahun baru!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hohohoho. Iya nih, Feb. Kamu pernah ngerasa mirip juga? Jangan bilang ngerasa mirip sama Christian Grey di film Fifty Shades. :|

      Nah iya. Pertahaninnya kayaknya lebih susah. Tapi biar susah pasti bisa. Semoga.

      Selamat tahun baru juga! :))

      Hapus
  10. Dapet istilah baru, bipolar disorder. Tumben gak ada mesumnya.

    Kalo kamu ngerasa ada kemiripan tokoh karena film ini, aku juga ngerasa punya kemiripan kayak gini, Cha. Bukan film, tapi konser. Konsernya Maroon Five. Mirip si itu tuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirain mau ngucap hamdalah pas nggak ada mesumnya. Malah ngatain tumben. Huhu :|

      Oh iya aku tau, Nggo. Mirip sama... sama... duh deg degan ngetiknya. Sama... sama James Valentine kan? Gitaris Maroon 5. Kalau gondrong tambah mirip banget dah :D

      Hapus
    2. Alhamdulillah ya. Icha akhirnya excelsior. Buktinya sudah berpikiran positif. Dan nggak berpikiran negatif lagi (mesum).

      Hapus
    3. Sialaaaan Yogatel. Excelsiornya yang begitu :D Tunggu tanggal mainnya, pikiran negatif (sok mesum)ku akan gentayangan lagi di blog ini. Hahaha.

      Hapus
  11. Ya Allah, ini bener-bener ya film, Cha. Isinya gangguan jiwa semuaaaa -___-
    Oke, aku masukin whistlist nonton setelah ujian modul saraf jiwa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Dar. Tapi untungnya malah lucu. Kitanya yang nonton nggak ketakutan gitu. Malah ngakak :D

      Okeee. Ntar kasih tau tanggapan habis nonton filmnya ya, Dar :D

      Hapus
  12. setelah baca ini, kayaknya gue ngalamin Excelsior :(

    nonton filmya dulu dah mending.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Bagus dong, Lam. Pertahanin terus ya excelsiornya :))

      Yap. Selamat menonton SLP~

      Hapus
  13. O_O ini mirip-mirip juga sama kepribadian diri ini, mah. bolehlah nyari donlot gratisannya buat nonton.

    kalo kata orang tua sih, bersama kesulitan selalu ada kemudahan. tinggal kitanya aja yang mau ngeliat dan nyari kemudahan itu, apa, nggak. mau liatdidi cerahnya apa mau tetep merenungi sisi gelapnya.*aku gatau ini ngomen apa*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoaaa. Kamu mirip sama si Pat, Haw yang bipolar, Haw? Atau Tiffany yang hiper? Eeh. Yang baper maksudnya. Dia disitu baper sama Pat.

      Oh. Jadi kesulitan yang menimpa kita itu bakal terasa mudah atau tetap sulit dari kitanya nanggapinnya gimana ya, Haw? Iya sih. Bener banget. Kalau direnungin yang sisi gelapnya mulu, bakal makin sulit itu kesulitan. :(

      *komen ini diketik dengan sulit karena takut dikira sok bijak sama yang bijak beneran yaitu Haw*

      Hapus
    2. Kayaknya ama Pat deh. eh, ama Tiffany, kayaknya. eh, mungkin lebih mirip Tif Pat Kay.... T.T

      Hapus
    3. Haw labil deh ah. Kayak cewek lagi PMS :(

      Hapus
  14. Aku pernah nonton ini tapi gak nontonin bener-bener jadi kurang ngeh sama gangguan-gangguan mental mereka. Cuma taunya si Pat sama Tiffany doang. Weh jadi mau nonton lagi.

    Serem juga ya kalo apa-apa mikirnya negatif:(
    Semoga resolusinya terwujud, kak!^^ selamat tahun baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga ngehnya pas nonton yang kedua kali, Nis. Ngeh sama Bapaknya yang punya remote TV sampe dua biji. :D

      Iya, Nis. Serem. Menghambat kita mau ngapa-ngapain yang positif juga jadinya.

      Aamiin. Makasih ya, Nis. Semoga resolusimu juga tercapai. Selamat tahun baru juga! :))

      Hapus
  15. Aaa pengen nonton. Kalau nonton kitanya gak bikin stres kaya pemainnya kan kak?kwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hohohoho. Enggak kok, Dea. Malah ngilangin stress deh. Menurutku. Soalnya ngakak sama Tiffany-nya :D

      Hapus
  16. Kayaknya filmnya seru, soalnya hampir semua tokoh dalam film punya gangguan psikologis gitu, ada yang bipolar disorder,obsessive compulsive disorder, dll :D

    Aku juga kadang suka negative thinking sama segala hal, akibatnya jadi pesimis, curigaan dan tertutup sama orang-orang sekitar, tapi aku juga selalu berusaha untuk bisa postive thinking walaupun susah.

    "Positive thinking will let you do everything better than negative thinking will." Zig Ziglar << Barusan liat di google *eh :v

    Semoga tahun ini kita bisa lebih berpikir postif lagi ya, cha. Semangattt ! Selamat tahun bary \:D/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Nov. Seru kok. Apalagi pas ngeliat mereka di kompetisi dansa. Dansanya keceeeee. :D

      Iya, walaupun nggak semuanya parah. Yang menonjol itu Pat sama Tiffany.

      Samaaaaa. Aku juga gitu. Kebanyakan pesimisnya. Jadinya kalau mau ngapa-ngapain susah. Sifat yang harus diubah banget. Dan kamu mau buat berusaha. Hebaaaat. :))

      Whoaaa. Kutipannya keren. Menyentil banget. Haha.

      Aamiin. Makasih, Noviyana Isyana. Selamat tahun baru jugaaaa! :D

      Hapus
  17. Jadi arti dari "excelsior" itu apa Mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang lebih artinya berpikirlah positif maka pasti ada jalan, Mas Dedy.

      Hapus
    2. KOMEN APA KAU JAENUDDIN!!!!!

      *ikut-ikutan Jubaedah*

      Hapus
  18. Emmma gem stone bskal menjelma jadi siapa lg ni setelah nhliat film baru, hihii
    Aku juga chaaa...orangnya suka bsperan mulu...kayaknya untuk berpikir positif itu butuh proses yg lumayan lama ya...
    Dan ini jadi tantangan di 2016, bahwasannya apa apa yg belum kita dapetin ada alasannya, jd kita mau ga mau kudu betpikir positip

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaha. Mbak Nitaaaaaa :D Jadi Jennifer Lawrence kayaknya. Eh tapi aku nggak montok. Huhu. Yaudah, setia jadi Emma Gems Stone aja~

      Samaaaa, Mbak. Huhu. *peluk erat Mbak Nita*

      Iya nih, Mbak Nit. Baperan bikin kita susah berpikiran positif juga ya. Iya butuh proses lama. Tapi pasti bisa. :))

      Bener banget, Mbak Nit. Jadi tantangan. Dan kewajiban juga. Percaya kalau semua yang terjadi itu pasti yang terbaik. Yeaaah~

      Hapus
    2. "Emmma gem stone bskal menjelma jadi siapa lg ni setelah nhliat film baru, hihii"

      Batu Akik maybe?
      eh maap....

      Hapus
    3. Yeaaah betul, jadi batu akik biar bisa dipoles, dielus, dan dirawat sepenuh hati sama om-om perlente. Bahahahaha. Eeh :(

      Hapus
  19. Agak ngetwist ya ini tulisan :D dari ngomongin film, eh ada curhatnya, terus kesimpulannya manis :') keren kamu ca :D

    Yah, ngomongin masalah pesimis. aku masih sering pesimis :' nggak tau kenapa deh ya :'

    Bismillah :)) semoga resolusimu terwujud ya di tahun 2016 ini :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agak ngetwist :D Yo oloh, Feb. Makasih :D

      Samaaa. Padahal dari lubuk hati yang terdalam nggak pengen pesimis ya, tapi akhirnya malah pesimis sendiri. Ngerugiin diri banget :(

      Aamiin. Makasih. Semoga resolusimu, apapun itu, juga terwujud ya, Feb :))

      Hapus
    2. HIhihi sama-samaaa Cha :))

      Bener. padahal dalam lubuk hati sih kita nggak mau pesimis. tapi akhirnya pesimis. ini gimana sih maunya -_- wkkwkw

      Aamiin :)) makasiiiih, Cha :))

      Hapus
    3. Hahahaha. Hati memang gitu. Susah ditebak maunya apa. Susah dikontrol juga mau jatuhnya sama siapa. Kadang jatuh hatinya sama orang yang salah *INI APA DAH*

      Yoi. Sama-sama, Feb. :))

      Hapus
  20. Ah keren tulisanya.

    Gue Ambivert. Moody-an banget. Susah buat berubahnya.

    Semga tercapai resolusinya, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Makasih, pelogika rasa :D

      Whoaaa. Itu gabungan ekstrovert sama introvert bukan? Tapi setauku ambivert malah lebih bisa ngendaliin suasana hatinya biar nggak mudah berubah-ubah. Kamu hebat berarti :))

      Aamiin. Makasih. Semoga resolusimu juga tercapai. Apapun itu.

      Hapus
  21. Selalu berpikir positif :)

    Semoga resolusi terwujud semua ya icha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Makasih ya, Karina. Semoga resolusimu juga terwujud :))

      Hapus
  22. Aaaa Icha. Aku koko baca ini sampe habis serasa dengerin kamu ngomong, dengerin kamu curhat dengan seriusnya. Nyampe banget aku ke aku. wkwk

    Hahaaa, itu Tiffanny kamu banget dah Cha. Aku ngangguk-ngangguk bacanya hahaa
    Segitunya kah kamu nangis dan depresi karena mantan, Cha? Kok aku merinding ya pas baca kalimat kamu nangis sampai nggak bersuara. Huhuuu aku juga pernah gitu Cha. Rasanya udah campur aduk. Suara udah hilang gitu aja karena mewek terus terusan.

    Baru tadi pagi aku baca tentang Bipolar Disorder. Aku kayaknya pengidap bipolar deh Cha :(
    Labil. Moody-an. Bisa tiba-tiba mewek, bisa tiba-tiba seneng kayak anak alay yg hebohan. Huwaaa

    Resolusi kamu di 2016 sederhana banget Cha. Pengen bisa berpikir positif. Iya, aku dukung Cha. :D
    Kamu pasti bisa Cha :)) Nethink terus malah bikin beban.

    Selamat tahun baru kembali Ichantik kembarannya Emma Stone dan Tiffany. :)) :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. YA AMPUN INI KOMEN UDAH KAYAK NGOMONG LANGSUNG DI DEPANKU. PANJANG BENER. HAHAHAHAHAHAHAA.

      Hehehe. Iya nih, Lan. Lagi pengen curhat aja. Duuuh. Kan kita sehati, wajar kalau nyampe ke kamu. Huahahaha~

      Iya, Lan. Sayang aku nggak secantik apalagi semontok dia. Huhu.

      Huaaaa iya, Lan. Lemah dan lebay banget. Tapi memang gitu sih. Entah emang aku orangnya dramatis atau efek dulu jadi anak teater, jadinya dramatis najis gitu deh.

      Iyaaaa. Rasanya nggak puas kan, belum lega kan, kalau nangisnya biasa aja. Nggak sesenggukan. Nggak sampe bikin suara ngilang. Nggak sampe ingusan. Yeaaah kita sehati lagi! :D

      Huaaaa jangan sampe deh, Lan. Ntar kamu bisa masuk rehabilitasi atau bisa bikin video kayak Marshanda. Parah. Eeh tapi kalau mau bikin video kayak Marshanda, ajak-ajak ya, Lan. Eeeh.

      Iya. Yang itu aja kayaknya susah ngecapainya. Haha. Okeee, makasih, Lan :*

      Makasih ya, kloningannya Raisa dan calon istrinya Ajun Perwira :))

      Hapus
    2. Hahahaaaaa yaolohh Chaa iya yak

      Duuh one heart. Kayak honda. Aku juga lebay dan dramatis, Cha. Huhuu
      Iyah bener. Sampe kayak depresi gitu kadang nangisnya. Kalo diingat-ingat malah jiji sendiri. Hohohoo
      Ehmm video skandal, Cha? Astagfirulloh. Hayuk.

      Harus bisa Cha! Harus. Kudu. Wajib.

      Bentar deh, kok kamu tau aku suka sama Ajun? HAHAHAAAA TAU DARIMANA CHAA?? :'D

      Hapus
    3. Kayak Honda :'D Iya deh, Lan. Trus kita boncengan berdua kayak cabe-cabean. Eeeh bertiga deh. Satunya Adam Levine. Bahaha.

      KIta kayaknya cocok buat main sinema Indosiar ya, Lan. Lebay dan dramatis. Huhuhu.

      VIDEO SKANDAL? KAPAN LAN, KAPAN??? Semangat nih. Haha.

      Yo oloh, Lan. Kan kamu pernah bilang di grup. Kamu pernah pasang DP dengan fotonya Ajun juga. Wulan alzheimer deh ih gemes :D

      Hapus
  23. Asik yang tahun baru'a cuma selonjoran nonton film Huahaha :D

    lanjutkan Tiffany, Good Job udah nikung temen sendiri hahaha :D
    klo kmu kaya Tiffany, berarti suka sayang sama cowo orang dong Cha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik dong. Kalau selonjoran depan Indomaret takut diangkut satpol PP :D

      Hahaha. Nikung Nikki dong, Chisanak? Huaaaaa. Iya sih. Tapi Pat sama Nikki sudah cerai. Itu bisa dibilang nikung juga ya? *nanya serius*

      Hapus
    2. Sian yah yang LDR, serasa Jomblo tahun baruan'a Huahaha :D

      Bisa ya bisa tidak
      Ya = soal'a niat Tiffany deketin Pat buat kerja sama/bantuin ngirim surat ke Nikki
      Tidak = Gak nikung kalo saya yang ngelakuin Cha Huahaha :D

      Hapus
    3. Huaaaaa jawabannya tidak aja gin, Chisanak. Kan mereka juga sudah cerai lama. Nikki nya juga sudah tak cinta lagi :'D

      Kamu mah nggak suka nikung, tapi nepi. *ini apa dah*

      Hapus
  24. hehehe mana mungkin. berpikir positif itu tanda kebersyukuran, bisa dikatakan tampa berpikir positif mana mungkin orang bisa bersyukur. jawaban berpikir positif kan ada di paragraf dua.
    ya gak cha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Bener banget, Mas. Bersyukur itu tanda pikiran kita positif. Namun disini aku menekankan soal berpikir positif sebelum ngelakuin sesuatu. Kalau selalu berpikir positif, jadi nggak bakal ragu atau takut atau bahkan batal ngelakuin sesuatu itu. Berpikir negatif menurutku menghambat aku buat ngelakuin sesuatu, juga bikin masalah yang sebenarnya bukan masalah jadi masalah besar. Jadi paranoid, cemas, dramatis, mikir berlebihan. Lebih ke itunya sih. Dan aku nggak mau se-drama queen itu lagi di tahun ini. Hehe.

      Hapus
    2. Iya, Mas. Maaf kalau melenceng atau gimana. Hehe.

      Hapus
  25. aaah icaaaaa.. aku baca yang mantan kok kayak yang kesepet banget yah. haha tapi bedanya sih aku di gantungin ca :( jadi masih suka bahas dia dimana pun dan kapan pun sampe blog pun kebanyakan ngomongin mantan haha. tapi abis baca postingan kamu kok rasanya aku pengen gausah terlalu berharap lebih. haha jadi curhat.

    eh btw itu kayak bipolar disolder dan lain lain aku baru tau haha. ternyata itu juga bisa disebut kayak kelainan gitu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaa Nitaaa... jadi kamu ini masih calon jomblo kah, Ta? Yaa wajar namanya masih sayang dan udah lama juga kan memadu kasihnya *Emma Stone sotoy*

      Sebenarnya nggak papa kalau kamu berharap sama si mantan, Ta. Kalau kasusku ini bego banget dah udah jelas diputusin masih aja ngarep. Huahaha. Ibaratnya aku udah mati tenggelam di lautan, kamu masih mengambang. Masih bisa tertolong. Entah tertolong dengan 'diselamatkan' si mantan atau 'diselamatkan' cowok baru yang lebih baik. :)) *Emma Stone tambah sotoy*

      Iya, Ta. Aku juga baru tau kok gara-gara film itu :D

      Hapus
  26. DASAR FILM GILA!!! "Kenapa gue jadi ikutan gila?" Hehehehe

    Sejatinya gue penggemar film baru, tapi sepertinya film yg satu ini terlewatkan. *Cek link download* Gue dari reviewnya membayangkan betapa rumitnya hidup dipenuhi orang yang punya kelainan masing-masing seperti itu ya, cha. Gue sendiri, andai jadi pet. Males bangetlah ngarepin mantan yang udah jelas2 nikung. "Pengen nyeburin aja rasanya."

    Tapi, dari semua itu, gue suka penutup post ini, cha. Semoga bisa terwujud dan semoga gue juga bisa jadi bagian dari orang yg lo maksud. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. DASAR PANGERAN GILA! Gila wortel maksudnya. Cinta banget sama wortel kan, Pangeran?

      Wuiiih suka nonton film juga. Sini toss elegan dulu! :D

      Iya, kelainannya beraneka ragam. Tapi keren sih menurutku. Keren karena itu di film kali ya. Kalau di nyatanya mah pusing ya, Pangeran :(

      Bahahaha. Nyebur ke rawa-rawa. Aku juga sih :(

      Aamiin. Makasih. Semogaaaa ya! :))

      Hapus
  27. Males komen cha gue.....
    udah nyamber beberapa komentar tadi diatas tadi, bruakaka....

    btw, resolusinya semoga tercapai.. huwoooooo!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahaha. LAH TERUS INI APA KALAU MALES KOMEN WAHYUUUU? :|

      Aamiin. Terima kasih, pemuja kasur! :))

      Hapus
  28. Rame kayanya nih film. orang-orang gila jadi satu. seandainya gua bener-bener ada disekitar mereka, mati aja guaa ampun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Ayok ditonton :D
      Kalau aku juga gitu sih, mati aja ampuuun. Tapi seru juga kayaknya. :D

      Hapus
  29. saya belum pernah tu mabk lihat filmnya, salam kenal ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Filmnya memang nggak tayang di bioskop Indonesia. Soalnya rada vulgar bahasanya, Mas. Salam kenal juga :D

      Hapus
  30. Tentang review filmnya gue kok nggak paham ya istilah2 psikologis walaupun udah dijelasin maknanyaa .. hmmm dasar otak lemot !!
    Yang gue paham adalah ternyata macem2 orang kelainan jiwa itu macem2 jenisnya ya,, gue pikir orang yg ketawa2 sendiri gak jelas, trus tiba2 lari telanjang gitu adalah orang kelainan jiwa.. ternyata ada yg lebih parah dari itu ..

    Emang sih, husnudzon itu susah banget diilangin, gue aja walaupun sama ortu sendiri aja suka berpikiran yang negatif ..kalo mereka marah, gue seringkali mikir "Jangan2 gue bukan anak kandung, dsb"
    E ternyata husnudzon gue ya sebatas husnudzon .. nggak kebukti apa2 ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaaaaaaaa Azkaaaaaaaa!!!!! Kamu kemana aja, Ka? Baru nongol sekarang. Di tahun 2016 blogger yang sempat ngilang jadi kembali lagi. Alhamdulillah. Seneng deh :D

      Hahahaha. Iya, aku juga mikirnya gitu. Kirain orang gila cuma sebatas itu aja. Ternyata banyak.

      Bahahaha. Parah. Sampe mikir bukan anak kandung :D Eh tapi aku juga pernah sih mikir negatif gitu. Haha.

      Btw itu suudzon ya namanya, Ka?

      Btw lagi, selamat datang kembali di dunia blog ya, Azkaaaaa. Yuhuuu~~~

      Hapus
  31. hwaaaw ada Jennifer Lawrence

    Mau nonton ah, makasih referensinyaaaa


    Semoga resolusinya tercapaiii <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka Jennifer Lawrence juga? :))
      Sama-sama. Iyaaa makasih. Semoga resolusi kamu juga ya :))

      Hapus
    2. aku sudah nonton btw kemarin malem lansung setelah baca review kamu, bagus ^^

      Hapus
    3. Huaaaaa seriusan? Huahahaha seneng dah. Bagus kan filmnya. Ihiy :D

      Hapus
  32. Mm,
    "Rasanya udah kayak, lebih gampang buat nyiptain garis positif di test pack, daripada pikiran positif. Eeh. Astagfirullah."
    Astaghfirullah, teteh... :(
    Yaarabb, itu filmnya kok si tokoh-tokohnya pada gitu semua? Jadi penasaran. Ah, akhir-akhir ini dibikin penasaran terus sama film, tiap mampir sini :(
    Yaarabb, kakak move on 2 tahun karena mantan. Aku move on 3 tahun karena gebetan. Mm... Sama-sama sakit...
    Jangan percaya kalo misal pacar bilang, "mau fokus belajar" JANGAN KAK! ITU TEH BELAJAT MENCINTAI YANG LAIN. SAKIT! Makan tuh rempeyek! :'(
    Kalo aku sih ya, ketika pikiran didominasi oleh yang negatif, aku milih diem da. Biar mikir-mikir lagi, cari hal positif. Semoga resolusinya terwujud. Keep be yourself, teteh! ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha. Itu cuma bercanda aja, Dedek Riska sayang :'D
      Iya, Ris. Pada punya kelainan jiwa. Dibikin penasaran sama akunya enggak, Ris? :D
      Buseeeet. 3 tahun. Karena gebetan pula. Cinta kamu tegar banget ya. Tapi sekarang udah move on kan?
      Hahahaha. Yap. Belajar mencintai betina yang lain. Sakit banget. Tambah sakit dibawa makan rempeyek, sakit gigi. rempeyeknya keras banget soalnya. :(
      Oke. Jadi lebih baik diem gitu ya. Diem buat mendinginkan pikiran.
      Aamiin. Makasih ya, Riska. Semoga resolusimu, apapun itu, juga terwujud. Iyaaaa. :*

      Hapus
  33. Emang bener ya, kunci keberhasilan itu kadang bisa berasal dari hal-hal sederhana juga. Contohnya bersyukur. Nggak selalu ngeliat apa yang diatas, tapi dibawah kita. Touchy ya filmnya :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Dev. Sederhana tapi kadang susah juga buat dilakuin. Makanya jadi orang sukses itu nggak gampang. Hehe.
      Iya. Ada pesan moralnya walaupun dialognya kayak nggak bermoral gitu. :D

      Hapus
  34. Silver Lining, dilihat dari review sekilas aja kayaknya bagus itu film. Jadi penasaran sama filmnya kayak gimana, besok harus download! -.-9 ngomongin soal move on, hmmm saya tahu rasanya memiliki hubungan dengan seseorang yang belum move on dari mantan pacar sebelumnya. Dan soal omongan dan saran untuk membuka diri, untuk membuka mata, jangan galau terus, jangan inget mantan terus, ngomongin semua itu sampai capek :))))

    Tapi syukurlah kalo sudah bisa lepas dari yang namanya bayangan mantan. Oiyaa btw kayaknya ini kunjungan pertama saya di blog ini. Salam kenal ya icha... X)

    BalasHapus
  35. nonton film ini bebrapa tahun yang lalu dan banyak "sesuatu" yang bagus untuk jadi pelajaran. Positif demi hal baik dan tentu terasa berat jika ada hal negatif yang menyertai. Bahagianya kalau udah berpositif dari awal yak....

    BalasHapus