Kamis, 14 Januari 2016

Main Ke Kampung Kajang Bareng Si Lajang

Setelah dulu pernah mau jalan ke Bayur dan aku dituduh mau dijual ke om-om, lalu hari Sabtu kemaren waktu aku chat sama Aldian, dia menanggapi rencana jalan-jalanku hari Minggu dengan panik.

"Kamu mau ke Kampung Kajang? Sama siapa? Naik apa?"

"Sama Dita. Naik motor lah."

"Yakin berdua aja? Trus serius mau naik motor? Itu jauh.”

“Ya.. mau naik apa lagi.”

Rasanya pengen jawab, “Masa mau naikin kamu?” 

Sumpah, gedek amat. Mentang-mentang aku anak cupu yang jarang jalan jauh karena kendala ijin dari orangtua, langsung kayak mau ngelarang gitu.

Kesana mau ngapain? Astagfirullah…”

“Mau main-main aja. Aku penasaran banget, Aldian. Itu baru buka. Banyak yang bilang tempatnya bagus.”

“Baru buka darimana? Itu sudah ditutup sama pemerintah. Prostitusinya udah nggak boleh lagi. Kamu mau nekat mangkal disana?”

Kemudian chat berisi emot ketawa ngakak yang sampe kepalanya rebah ke lantai pun  bermunculan.

Sumpah, mangkal apaan sih maksudnya? Trus prostitusi?

Ujung-ujungnya aku baru ngeh kalau chat kami itu ada kesalahpahaman.

Kampung Kajang yang aku maksud yaitu Kampung Kajang Anggana Playland and Waterboom (KPJ), di Samarinda. Sedangkan yang dikira Aldian itu Kampung Kajang di Sangatta Selatan, sebuah lokalisasi. Sebuah kawasan yang 'mengizinkan' adanya aktivitas seksual. Katanya sih, Kampung Kajang itu lokalisasi tertua di Kalimantan Timur. 

Sialaaan. Antara mau nangis sama mau ngakak sih. Ini sudah kali kedua aku dan Dita dituduh macam-macam kalau mau jalan ke suatu tempat. 

Ya Allah, KAMI BERDUA YANG POLOS INI SALAH APAAAAA?

Mungkin kalau aku jadi travel blogger, aku bakal dicap sebagai travelokalisasi blogger. Atau kalau memang beneran aku pergi ke Kampung Kajang Sangatta, mungkin judul postingan ini bakal jadi,

"Main Ke Kampung Kajang Bareng Si Lajang Lalu Kami Diterjang Om-Om Yang Mengaku Bujang Sampe Kejang-Kejang dan Akhirnya Ditinggalkan Dalam Kondisi Telan…"

Serem banget. Silahkan lanjutkan sendiri.

Untung aja itu nggak jadi kenyataan, karena faktanya aku dan Dita beneran pergi Kampung Kajang Anggana, hari Minggu kemaren. Dengan menempuh perjalanan sekitar 45 menit (sedangkan Kampung Kajang Sangatta bisa 4-5 jam), kami sampai dengan selamat. Dan dengan kucuran keringat. Ya, hari itu matahari lagi binal-binalnya. 

Karena itu, kami berdua yang awalnya pengen berenang (baca: Dita aja yang berenang, aku main air) di waterboom-nya, terpaksa ke playland-nya dulu. Harga tiket masuknya Rp 10.000,-. Ada wahana bermain balon air, sepeda air, dan kereta api. Tempatnya teduh dengan banyak pohon, dan sawah yang menghampar di bagian belakang. 

Bukannya main, kami berdua malah sibuk selfie. Nista sekali. 


Selama berpatroli sambil selfie sama Dita itu, aku mikir keras. Aku pengen jadiin ini bahan buat postingan, tapi postingan macam apa? Aku aja nggak motoin tempat ini dari tadi. Aku juga nggak tau gimana cara nulis yang baik dan benar tentang tempat rekreasi, nulis yang bikin orang jadi tertarik buat ikut mengunjungi. 

Sampe akhirnya, aku ngalamin kejadian yang unik. Hmm. Aneh sih lebih tepatnya. Oke, ngenes, lebih tepat.

Berawal dari aku dan Dita mutusin buat duduk di bangku bawah pohon kelapa. Nggak lama aku ngerasain nyeri di bokong. Btw itu apa sih nama ilmiahnya? Aku sering banget ngerasain itu kalau duduk di tempat keras. Kebanyakan orang kurus sih yang ngerasain itu. Karena bokongnya nggak padat, isinya tulang semua. Jadi ya gitu. Kayaknya.

Nyeri pun menjalar ke kepala. Pandanganku kabur. Apapun yang di depanku jadi kelihatan bercabang, kayak membelah diri. Termasuk Dita. Badanku juga ngerasa lemas. 

“Tan, Tan, ngapain duduk di bawah?” 

Seketika pandanganku yang dari bercabang jadi naik satu level, yaitu gelap. 

Ya, dengan dramatisnya aku jatuh pingsan. Pas aku sadarkan diri dengan aroma minyak kayu putih menyeruak, aku ngeliat sekumpulan ibu-ibu, dua anak kecil, dan dua mas-mas mengelilingi aku yang lagi berbaring. 

“Kamu kenapa, Dek? Belum sarapan kah?”

“Kepanasan kah?”

“Habis diputusin pacar kah?”

Aku cuma cengengesan, sebagai pengganti jawaban, “Gara-gara bokong saya nyeri, Bu.”

Aku juga bingung Dita dimana. Pas bangkit dari kubur, eh pembaringan, Dita ternyata ada di belakangku. 

“Kamu lucu. Kok bisa pingsan? Padahal aku loh yang nggak sarapan dari pagi.”

“Tiba-tiba pusing aja. Eh, kamu kah yang bawa aku kesini?”

Dita pun cerita panjang lebar soal kronologi aku jatuh pingsan.

Dia udah nyoba buat ngebangunin aku yang tiba-tiba terbaring anggun di tanah, tapi aku tetap nggak sadar. Trus ada ibu-ibu lewat, manggil anggota keluarganya yang terdiri dari dua mas-mas, dan aku diangkut. Eeeh. Digendong. Nggak lama, pihak KPJ Playland datang ngeliat kondisiku, habis itu pergi begitu ibu-ibu ini bilang aku istirahat di gazebonya aja. 

Ini foto sebelum pingsan. Gazebo di belakang itulah aku dibaringkan. Huhu. 
Pas lagi ngobrol sama Dita itu, salah satu ibu-ibu disitu bilang kalau aku ini anemia. Katanya tadi mukaku cantik pucat banget. Nah, itu dia alasan yang tepat. 

Ini bukan pertama kalinya aku pingsan di tempat umum. Waktu SMP, aku langganan pingsan tiap upacara dan di kelas. Di pasar dan di supermarket juga pernah, waktu bulan puasa beberapa tahun lalu. Dan sekarang disini. Pingsan yang biasanya ngerepotin keluarga sendiri, sekarang malah ngerepotin keluarga orang.

Tapi Alhamdulillah, mereka semua baik banget. Mau-maunya nolongin aku. Mau-maunya bersikap ramah, ngajak kami ngobrol sambil bercanda dan ketawa-ketiwi. Mau-maunya ngasih aku minum dan makan. 

Setelah ngerasa udah baikan (dan kenyang, huehehehe) aku dan Dita pamit undur diri. Trus menyalami mereka yang kalau nggak salah ada sembilan orang, sambil ngucapin terima kasih. Soalnya kalau ngucapin, “Mohon maaf lahir dan batin,” udah kayak Lebaran.

“Hati-hati ya, Dek. Cowok tuh bisa dicari kok.”

Terdengar suara dari salah satu mas-mas disitu, lalu disusul dengan tawa renyah ibu-ibu. Lagi-lagi aku cuma bisa cengengesan. 

Kami pun meneruskan perjalanan. Beli minum, duduk bentar, habis itu meluncur ke waterboom yang letaknya persis di sebelah playland-nya. Harga tiket masuknya murah, Rp 45.000,-. 

Tapi bukannya berenang, kami malah selonjoran manis mandangin orang yang lagi berenang. Dita kembali sibuk selfie, sedangkan aku sibuk meng-copy paste Word cerbung WIDY bagian dua ke aplikasi Blogger di hapeku. Cerbung itu memang direncanain buat di-publish hari itu juga.

“Tan, masa Ibu tadi ngira kita saudaraan. Aku dikira adekmu. Pas aku bilang teman, muka Ibunya langsung aneh gitu. Hahahaha,” kata Dita tiba-tiba.

Perkataan yang udah sering aku dengar dari orang-orang. Kami berdua sering disangkain adek-kakak.

Ini foto yang sering dibilang kami kakak adek. Kami beneran mirip nggak sih?

Padahal aku nggak ngerasa mirip dia, sahabatku dari SMK itu. Satu-satunya yang mirip mungkin cuma jenis kelamin kami. Dia Cina asli, aku Cina-Cinaan. Dia punya badan yang berisi, aku kayak orang kurang gizi. Dia kelahiran ’96, aku kelahiran ’94. 

Dia belum pernah pacaran sama sekali, aku udah pernah pacaran berkali-kali, dengan hati yang dipatahkan berkali-kali pula. Selama ini aku nggak pernah liat dia pacaran.

Bukan, bukan karena dia aseksual. Tapi karena dia susah jatuh cinta sama orang. Begitu jatuh cinta, orang itu bukan yang terbaik buat dia. Dia pernah jatuh cinta sama tukang PHP. Dia pernah jatuh cinta sama anggota salah satu komunitas di Samarinda. Dia pernah dijatuh cintai sama temannya dan begitu dia jatuh cinta balik, dia patah hati. 

Jujur, aku ngerasa Dita ini keren. Dia milih buat berhenti jatuh cinta saat dia tau orang itu bukan orang yang tepat. Dia bisa terang-terangan bilang nggak bisa ngebalas perasaan sama orang yang naruh perasaan sama dia. Seolah dia nggak mau membuang-buang waktunya untuk cinta yang semu. 

Baginya, cinta itu bukan obsesi. Cinta itu kerjasama antara dua orang sebagai pemilik rasa yang sama. Jangan perjuangin orang yang nggak mau diperjuangkan. 

Aku bangga punya sahabat kayak Dita, yang biasa manggil aku dengan sebutan Tante, dan aku panggil dia dengan sebutan Dut. Sahabat yang ngobrolin hal random walaupun terkadang nyebelin didengar, karena kebanyakan ngeluh soal berat badan. Tapi dia nggak pernah ngobrolin harapannya yang kelewat besar soal cinta. Nggak pernah ngobrolin hatinya yang berulang kali patah parah. Nggak pernah ngobrolin pemaklumannya akan cinta yang jelas-jelas salah. 

Ibarat badak Sumatera, Dita itu satwa langka. Langka di zaman sekarang, yang anak baru masuk PAUD aja udah pacaran.

Aku bangga, sekaligus iri. Karena aku nggak bisa setangguh dia. Beruntungnya cowok yang nikahin Dita nanti, si badak Sumatera. 

Dan betapa ngenesnya aku kalau seandainya Dita punya pacar. Karena aku kalau kemana-mana bakalan sendirian. Bakal nggak ada yang sabar nanganin aku pas di keadaan pingsan kayak tadi.

Jangan sampe itu terjadi. Lajang sampe halal, Dut. SAMPE HALAAAAAAAL! 

Nah loh, malah ngomongin Dita. Kayaknya emang bener deh, aku cocoknya jadi travelokalisasi blogger daripada travel blogger. Hiks.  

69 komentar:

  1. Duh, jangan kesehatan ya Cha. Kamu harus kuat!

    Btw, kamu sama Dita emang mirip. Saya sampe ngira Dita itu adik kamu yang Nanda-Nanda itu.

    Wkwkwk. Keren juga si Dita. Beruntung nanti suaminya dapat Dita. Seperti kata Mamah Dedeh, pilih yang ada badaknya. Badak Sumatra ada dalam jiwa Dita! Mamah tau sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Bang Har. Bang Har juga harus kuat!

      Hahahaha. Iya. Waktu itu aku juga heran kenapa bisa disangka Nanda. Waaah berarti lebih cccok Dita yang jadi adekku ya, Bang Har? :D

      Huahahahaha. Itu kayak dua iklan digabung jadi satu. Oke, berarti Dita halal, halal, halaaaaal. Halalnya nggak bohong.

      Hapus
  2. duh ca bahaya banget anemia nya. aku juga pernah tes gitu kan? katanya aku anemia, tapi pada ga percaya ada pasien anemia sberingas gua. :')

    Baginya, cinta itu bukan obsesi. Cinta itu kerjasama antara dua orang sebagai pemilik rasa yang sama. Jangan perjuangin orang yang nggak mau diperjuangkan.

    warbiyasah ini asli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Dibah. Waaah kamu anemia juga? Aku juga nggak percaya sih. Itu hoax deh kayaknya. Huahahaha. Eh ampuuun. XD
      Ciyeeeee. Pengalaman ya, Dibah?

      Hapus
  3. Buahahanjeerrr. Belum diapa-apain udah pingsan. LEMAAAHHH! Gimana kalo dia pake tisu mejik? Ehhh. XD
    Lah, dia seumuran adik lu? Si Nanda ituloh. Parah adik sendiri kagak diajak. :p

    Keren juga ya, bisa nolak seperti itu kalo merasa nggak cocok. Caileh diksinya cinta yang semu. Saik dah. :))

    Hm... baca ini menyangkut soal WIDY, gue langsung keingetan hutang editorin cerpen. Aaakkkk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yogatel sialan! Kalau dia pake tisu mejik, aku minta satu lah. Ikut pake juga. Nggak mau kalah. Eeeeh.

      Iya, Dita cool abis. Nggak kayak aku yang pake sok-sok ngerasa nggak enak pas nolak. Bahaha. Kayak ada yang suka sama aku aja. Pokoknya Dita keren dah. Wuehehe. Makasih, Yog. :))

      Udah terbayar. Makasih ya di pagi buta mau-maunya ngeditin :))

      Hapus
  4. Aduh dijaga tuh kesehatannya. Nanti menghambat proses terbitnya project WIDY episode 3 nya lagi hehehe.

    Setuju pisan sama statement nya, cinta itu ya kerjasama anatar dua orang sebagai pemilik rasa yang sama dan saling memperjuangkan satu sama lain pastinya. Kalo sendiri mah ngomong aja sama tembok :( Sumpah itu keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huehehehe. Iya nih dijaga kesehatanya. Sama hatinya juga. *ini apa dah*
      Bener banget. Ntar menghambat project WIDY. Kasihan mereka :(

      Beneran keren? Makasih yaaaa, tuan prosa Selasa! :D

      Hapus
  5. aduh jaga kesehatanmu ya nak
    gimana kalo misanya ibumu baca?
    itu sebenernya abang loh yg nolongin kamu pas pingsan
    tapi abang langsung pergi engga mau kamu pingsan lagi ngeliat ketamvanan abang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Pak. Iya, Bang. Iya, Om. Iya, Opa. Iya, Mbah. Iya, Eyang.
      Idih, Abangnya nggak bertanggung jawab. :(

      Hapus
  6. Hahaaa Ichaa, yaoloh itu Aldian kenapa sampe salah paham. Bhahaha :'D

    AAAAA ICHAAAA. IYA ITU ANEMIA. KURANG DARAH. KURANG KASIH SAYANG. KURANG PELUKAN. KURANG KEHANGATAN. KURANG PERHATIAN. YAOLOOH.
    Iya bisa jadi gitu, Cha. Aku dulu sih pernah ngalamin itu. Mendadak gitu ya Cha. Tiba-tiba langsung gelap. Tapi aku langsung jongkok waktu itu. Udah lama banget.
    Kena panas-panasan matahari bisa jadi, Cha.
    Banyakin makan kacang-kacangan, Cha. Ingat ya Cha, makan kacang. Bukan kamu yang dikacangin. Oke? hahaaha

    Itu ibu-ibu baik banget ya. Mas-masnya juga. Duuh.

    Itu Dita seumuran sm aku dong, Cha. Serius itu belum pernah pacaran, Cha? Curhat tentang dia suka sm cowo ke kamu pernah nggak Cha?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahaa. Dia kakak kelas yang kelewat gokil. Sampe salah paham sama adek kelasnya sendiri yang lugu ini, Lan :')

      SERIUS, LAN? DUUUH. KAMU KOK TAU BANGET AKU ORANGNYA KEKURANGAN BANYAK KAYAK GITU. KURANG BELAIAN JUGA DEH KAYAKNYA. KURANG DEKAT RUMAHNYA SAMA KAMU JUGAAAAAAAAAAAAA HUHUHUHUHUHUHUHU.

      Oh iya kamu pernah ya, Lan. Trus habis jongkok langsung baikan atau gimana? Huaaaa andaikan waktu itu aku jongkok aja ya trus minum air dari kolam disitu :(

      Iya, kata Dita sih gitu. Soalnya sebelum berangkat aku udah makan, Lan. Malah dia yang belum makan. Dia tuh emang strong banget. Hahah.

      Kacang. Oke. Kacang panjang ya, Lan? Wow. Tau aja sih aku suka yang panjang-panjang. Kalau dikacangin udah sering kayaknya sampe kenyang :D

      Iya, dia lahir bulan Juni, Lan. Kamu September ya kalau nggak salah?
      Belum pernah, Lan. Kalau curhat sih pernah. Tapi nggak sampe jatuh cinta banget sih. Naksir-naksir biasa aja. :D

      Hapus
  7. Yaa pingsan... jangan langganan pingsan atuh.. Kalo bisa langganan yang lain aja yang enak enak..

    Aduh.. jadi takut jalan bareng Icha, takut kalo waktu pingsan gak bisa nolongin.. triak teriak minta tolong sama mas mas yang lagi lewat bisa kali ya..

    Iya, beneran mirip sama Dita loh. .. mungkin emang bener kata orang.. Kalo keseringan sama sama bakalan mirip.. dan katanya lagi nih yang suka ngalah bakalan dimiripin sama yang g mau ngalah..

    Wah.. kagum sama Si Dita.. Cinta itu kerjasama, jadi kalo cuma kerja (kita aja yang berusaha) jangan diterusin pasti anding gak bakalan bisa sama alias gak bisa sama sama :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Rum. Padahal langganan majalah Bobo sih pengennya, Rum. :(

      Hahahahaha. Aku nggak selalu pingsan kok, Rum. Kalau jalan sama aku trus aku pingsan, pura-pura nggak kenal aja :D

      Hohohoho. Beneran mirip ya? Nah loh, berarti di antara kami berdua siapa yang nggak mau ngalah? :D

      Iya, Dita teguh banget. Kamu juga gitu ya, Rum? Teguh nggak pengen pacaran. Iya bener. Percuma aja perjuangin yang nggak mau diperjuangin. Bikin makan hati :'D

      Hapus
    2. Udah kelebihan umur mau langganan :p XD

      Mana ada orang setega ituu... -_#

      Siapa ya yang g mau ngalah..?! Cuma Icha, Dita, Tuhan dan orang yang ngeliat yang paham.. hahaha

      Iya. Takut khilaf, juga hahaa. Nah bener itu.. :))

      Hapus
  8. lagi-lagi bikin ketawa.
    hmm.. kalo aku jadi dita udah ku lempar kau ke kolam cha, tinggal pulang.. hahaaa..
    asyik punya sahabat kayak gitu ya cha.

    eh, tapi emang mirip lho kau cha sama dita.
    kalimat-kalimat penutupnya keren ah.. mantap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Giliran yang ngenes malah bikin ketawa. Eh tapi makasih yaaa :D
      Hahahahahaha sialan si Adiiiiiii aaaaaaaaaak. Eh tapi nggak papa sih. Lempar ke pelukan Adam Levine juga nggak papa. Yuhuuuu~
      Iya, lama-lama kami beneran jadi kakak adek aja nih. Haha.
      Makasih (lagi) ya! :))

      Hapus
  9. O jadi kalo di Samarinda namanya Kampung lajang toh .. Catat ah .. Masuk kategori yang wajib dikunjungi kalo maen kesono nih ..
    Waterboomnya bukan tempat lo biasa mangkal cha .. jangan negthink ..

    Kok bisa2nya pingsan hanya dengan duduk doang ..?? Mungkin lo abis kencing sembarangan dibawah pohon kelapa tempat lo berteduh, jadi penunggunya marah, trus pingsan deh ..
    Atau.. hmmm emang alibi lo doang sih buat dapet makan gratis dari warga ..
    BWAHAHAHAHA ..

    Mungkin kalo sama2 pake hijab mirip kali cha ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok sukanya kawasan lokalisasi si ni anak wakaaakk
      Kemarin bahas yg fi madiun -___-"

      Hapus
    2. Ka jangan lupa ajak akuhhh :D

      Hapus
    3. bang, bang gue bang......
      *nyusup barisan depan*

      Hapus
    4. Gue dulu, Yu.
      *nyusup di depan Wahyu*

      Hapus
    5. INI RAME BANGET YO OLOH KAYAK NONTONIN SYUTING FILM.

      Azka: Sialaaaaaaan. Oh waterboomnya ya? Kirain ke lokalisasinya, Ka. Soalnya kan kemaren di Madiun kamu belum sempat sama tante-tantenya itu.Trus kamu pengen nyoba tante di tempat lain. Huahahahahaha.

      Hahaha. Bener juga sih. Kualat gitu ya. Kesurupan. Kerasukan. Eh tapi aku nggak sampe pipis kok, Ka. Cuma buang angin aja :(

      Nah, kayaknya itu deh yang tepat. Soalnya kami belum makan siang. Tau aja sih kamu, Ka.

      Iya, mirip banget kayaknya kalau pake hijab warnanya merah. Mirip warnanya maksudnya. :D

      Hapus
    6. Mbak Nita: Kayaknya Azka ketagihan ke lokalisasi ya, Mbak Nit. HUAHAAHAHAHAHAHAHA. *kabur naik buraq sebelum digeplak Azka*

      Hapus
    7. Turyono Ari: Aku juga mauuuuu. Mau ngeabadiin momen kalian maksudnya. Ntar aku potoin kalian disana. Huahahaha.

      Hapus
    8. Wahyu: Si Wahyu pasti terdepan dah kalau masalah ginian. Ciyeee yang pernah ke Sarkem. XD

      Hapus
    9. Dara: *datangin kantor FPI bareng Dara*

      Hapus
    10. Wulan: Bahahaha. Wulan nyerobot antrian nih!

      Hapus
  10. Eh, sering pingsan, ca ?
    tadinya gue kira itu emang tempat lokalisasi, ternyata ada dua tempat dengan nama yang hampir sama, ya. hampir salah kaprah hahaha :v

    itu baris ke 12 dari bawah, mantep ca kata-katanya "cinta bukan obsessi' haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena obsesi adalah sebuah program reality show berisikan gosip terkini. Yeaaaa....

      Hapus
    2. Pas jaman sekolah lumayan sering. Sekarang udah jarang. Job lagi sepi nih. *ini apa dah*
      Yeeeee dasar nih. Sama aja kayak yang di atas :D

      Huehehehe. Iya, Di. Eh bener juga tuh kata Wahyu, cinta itu acara gosip :D

      Hapus
  11. Eh iya, Cha.
    Kalian miriiiiipppp.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh beneran, Dar?
      Duh jadi maluuu :$

      Hapus
  12. ahahhaa.. itu yg prostitusi.. ampun salah paham.. kalo bner ntar bisa ngalahin artis NM.. HUEHEHEHE

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahaha. Nggak bakal menang kalau mau ngalahin NM. Kalah gede. Gede tarifnya maksudnya :(

      Hapus
  13. Buahahahab pas judulnya kirain beneran ke kampung kajang. Gue tau tuh tempat, soalnya gue pernah kesana, eh.

    Ahhhh pengalihan isu nyalahin bokong, bilang aja kurang kasih sayang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hah? Serius kamu pernah kesana? WOOOOOWWW!

      Bahahaha. Ah tau aja sih kamu :'D

      Hapus
    2. Serius. Waktu gue masih polos, dan pas sampe sana, pas tau ternyata tempat gituan, gue minta pulang. Takooooot! Ahh coba sekarang, mauuuuu!

      Hapus
    3. Buseeeet. Bahahaha. Penyesalan selalu datang belakangan yak. Loh memangnya kamu tinggal dimana ini? Bisa banget rekreasi ke Sangatta. Beberapa jam lagi nyampe Samarinda tuh :D

      Hapus
    4. Balikpapan. Tapi sempat pernah tinggal di sangatta juga. Ini lagi liburan, ke samarinda aaahh, kopdar yuk. Ajak blogger lain, eh tapi emang ada blogger lain, yang sekaltim?

      Hapus
    5. Oooh. Pantesan tau Kampung Kajang xD
      Ciyeee libur. Nggak ada kayaknya, Her. Yang aku tau dari Kalimantan cuma Dara dan Haw. Itu pun mereka di Kalbar :|

      Hapus
  14. Mungkin kamu dehidrasi cha, duh jangan lupa makan stu neng, ampe fantat ga ada volumnya samsek wakaaakk..

    Iya kslian mirip bengeeeeeeddd...dari segi mata mulut ama rahsng deh kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bisa jadi, Mbak Nit. Soalnya kami nggak ada minum.
      Udah makan, Mbaaaak. Tapi masih aja kayak lidi-lidian nih badan :(

      Hohohoho. Duh jadi maluuu :$ (2)

      Hapus
  15. Duh, pingsan... Semoga tanahnya/tempat yang dijatuhi badannya icha nggak kenapa napa yaaa...
    Kasihan ey..

    Emang mirip kok cha. Kalian jangan-jangan emang kakak adik. Pasti ada konspirasi diantara keluargamu. KONSPIRASI!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini anak malah kesian ama tanahnya dan apa hubungannya sama konspirasi surrrr??? :v

      Hapus
    2. ampun bang, lagi mabuk susu waktu itu :((

      Hapus
    3. Sialaaaaan Wahyu! Tanahnya yang malah dikasihanin. Eh tapi bener, kasihan sih tanah. Kayak nggak punya harga diri dia. Tiap hari diam aja diinjak-injak orang.

      Ini anak ujung-ujungnya pasti konspirasi. :')

      Hapus
  16. travelokalisasi blogger itu apa sih ca ? *masih ngga mudeng*

    haha btw murah ya playland nya cuma 10 rb, ya sih 45 rb untuk waterbom itu sudah bisa di bilang murah banget karena kemarin pas aku ke waterbom jakarta yang aku tulis disini -> http://khoirurosida.blogspot.co.id/2015/12/liburan-ke-waterbom-pik.html
    itu aja 250 rb

    *untung lagi promo jadi bisa nulis posting itu itu hahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggg itu.... ngg.... ngg.... nggg.... aku nggak kuat jelasinnya. Blogger sesat pokoknya, Li. :|

      Iya, termasuk murah sih. Buset dah 250 ribu. Tapi pasti fasilitasnya keren yaaa. Menyesuaikan sama harganya :))

      Hapus
  17. Ada saran nih. Kenapa nggak jodohin aja bang Yoga dengan Dita? Asli. Keren kayaknya bahahaha.

    Gue padahal setuju tuh, kalo ada Travelokalisasi blogger. kan, jadinya ngasih tau tempat yang cihuyyy. Kali aja bisa buat praktek Biologi di sana. Nyangkok maksudnya.

    Parah.. parah. Masa pingsan di tempat umum. Nggak sarapan atau nggak diingetin makan tuh? Hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. modus bii, biar dapet makan gratis....

      Hapus
    2. Bahahahaha. Saran yang bagus, Suhu Oy. Tapi kayaknya Yoga masih trauma buat LDR-an deh. Eh iya nggak, Yog? xD

      Sialaaaan. Malah didukung. Yap, praktek biologinya pasti ada. Nyangkok, bercocok tanam, membajak sawah, nanam bibit.

      Nah! Nggak diingetin makan sih lebih tepatnyaaaa T___T

      Hapus
    3. Wahyu: Udah dikatain alibi sama Azka, dikatain modus sama kamu. :(

      Wulan: #DukungWulandanZaynMalik

      Hapus
  18. Duh itu kok Pingsan sampe gak ketahuan gitu? Ya kalau tahu mah bukan pingsan dong namanya..

    Jangan pingsan dulu dong, nanti kalau kejang - kejang gimana? Walah aku ko nyambungnya ke yang kejang - kejang..
    Tapi kalian emang miripppp XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ketahuan namanya jadi apa, Mas? Jadi pa.... tung. *ini apa dah*

      Hahaha. Untungnya kemaren itu nggak sampe kejang-kejang menggelinjang, Mas :'D

      Hohoho. Duuuh jadi malu :$ (3)

      Hapus
  19. Lanjutin bikin judulnya Akhh "Main Ke Kampung Kajang, Bareng Si Lajang, Lalu Kami Diterjang Om-Om Yang Mengaku Bujang, Sampe Kejang-Kejang, dan Akhirnya Ditinggalkan Dalam Kondisi Telanng, Abis Dapet Uang Kita Langsung Pulang, Karena Takut Polisi Datang" Wkwkwkwk :v

    Itu sering pingsan mungkin kamu kurang darah Cha, biasanya sih gitu yang kurang darah sering banget pingsan. Om-Om'a salah tuh bukan karena diputusin cowo, tapi karena LDR yang terlalu lama Huahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu judul hentai favorit kamu ya, Chisanak? Leh uga.

      Iya, aku memang kurang darah. Ah kamu tau aja sih. Aku kurang ketemu sama pacar yang ngerantau. Huhuhuhu. *peluk tiang*

      Hapus
  20. Itu mah bukan pingsan, mungkin kerasukan, setan diam. *enggak kayaknya*.

    Itu kurang darah suci kayaknya, kenapa gak sekalian nyari disitu? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama aja ini kayak Azka. Duuuh kalian baik banget dah nyangkain aku kesetanan :|

      Soalnya darah suci yang aku butuhkan harus dari Aliando. Pokoknya Aliando! Nggak mau dari Alibaba. :(

      Hapus
  21. Nama sama-sama Kajang tapi fungsinya beda ya haha, berarti kalo ngga ngomong secara spesifik lokasinya dimana, orang yang tahu fungsi kedua lokasi itu bisa salah persepsi ya. Wih, mantep juga judulnya dibarengin pake kata "lajang", pas sama kata "Kajang" :D

    Bisa jadi juga karena aktivitas mendadak langsung duduk di tempat keras (badan jadi kaget dan langsung pingsan), atau emang anemia, entahlah. Apapun itu, at least ditolongin banyak orang ya, alhamdulillah, diistirahatin di gazebo pula hehe. "Langganan pingsan tiap upacara dan di kelas" --> wah, berarti UKS udah ngga asing lagi ya disinggahin :p Btw, itu kalian berdua di foto yang backgroundnya payung beneran keliatan mirip kok.

    "Cinta itu kerjasama antara dua orang sebagai pemilik rasa yang sama. Jangan perjuangin orang yang nggak mau diperjuangkan" sip sip, keren nih quotenya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener, Mas Bayu. Aku juga awalnya nggak tau ternyata ada Kampung Kajang versi lokalisasi. Taunya pas gara-gara chat itu. Kalau aku tau mungkin udah aku jelasin selengkap-lengkapnya dari awal. Hahaha.

      Huehehe. Makasih, Mas Bayu. Itu juga judulnya asal ketik aja padahal :D

      Ooohh.... iya juga sih. Sumpah, itu paling masuk akal banget. Iya juga, aku duduknya waktu itu dadakan. Di tempat keras pula. Mungkin kaget gitu ya.

      Untungnya masih ada yang bersedia nolongin. Huehehe. Nah iya, waktu SMP dulu langganannya nongkrong di UKS. Hahaha.

      Huaaaaaaaa. Duuuh jadi malu :$ (4)

      Hehehe. Makasih atas pujiannya, Mas Bayu! :))

      Hapus
  22. Wah salah paham gara-gara nama tempatnya sama, hahah. Eh ya ampun, jaga kesehatannya cha, untung waktu itu ada si lajang yak yang nemenin kalo engga, mungkin tanah tempat kamu pingsan bakal menjerit kesakitan *eh (?)

    Huaaah salut sama si Dita yang belum pernah pacaran. Asik ya punya sahabat yang bisa di ajak sedih, bahagia, seru-seruan bareng wkwk :')

    Kirim salam sama Dita ya cha. Wajah kalian beneran mirip hahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Nov. Salah paham yang lucu untungnya. Bikin ngakak juga sih. Hahahaha.

      Huaaaaa sama aja nih kayak Wahyu. Ngekhawatirin tanahnya :( Oke makasih, Nov. Iya ini dijaga biar nggak pingsan bikin malu lagi. Yuhuuuu~

      Iya, aku juga salut banget sama dia. Kamu juga asik, Nov. Sahabatmu banyak juga sepertinya. Lebih asik :))

      Okeeee. Huahahaha. Duuh jadi malu :$ (5)

      Hapus
  23. Enaknya bisa jalanjalan huhu akunya dirumah mulu gak ada jalanjalan.jaga kesehatan dong kak. Banyak minum air putih biar gak pusing pala berbie hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga jarang-jarang bisa jalan, Dea :'D
      Iya. Air putih memang penting yak. Makasih ya, Dea! :))

      Hapus
  24. Kampung Kajang....disulawesi kah?

    Itu kampung bapakku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, Mas Wahab. Ini yang di Samarinda. Huehehe.
      Oh di Sulawesi ada juga ya? Aku baru tau :D

      Hapus

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com