Selasa, 29 Maret 2016

Sepotong Hati di Segelas Milshake Cokelat (Bagian Sepuluh)

Bagian satu sampai delapannya bisa dibaca di SINI dan di SINI juga. Lalu KLIK INI untuk membaca bagian sembilannya. Terima kasih! :)



Agus menghela napas. Bukannya sebuah tawa, malah kecewa yang ia dapat. 

Jadi ini tujuan Mei mengontaknya? Hanya menjadi penyampai kabar Januar ke Mei? 

Handphone yang semula dipegang erat, kini dibiarkan tergeletak di atas kasur. Pemiliknya ikut menggeletakan tubuhnya begitu saja. Sambil memandang langit-langit kamar, ia kembali merasa bodoh sudah jatuh cinta pada gadis yang salah. Bukan, bukan gadis yang salah. Tapi keadaannya yang salah.

Baru saja Agus ingin membalikan badannya untuk mencoba tidur dengan posisi tengkurap, handphone Agus kembali berbunyi.

“Gus, gue ganggu lu, ya?”

Dengan rasa tidak enak hati, Agus pun langsung membalas, “Eh, nggak kok.”

Agus berniat melanjutkan chatting dengan Mei. Ia tidak peduli dengan fakta kalau Mei adalah kekasih kakaknya sendiri. Agus menikmatinya. Menikmati perasaan suka yang ada pada dirinya terhadap Mei. Walau terasa seperti sebuah kesalahan.

Namun, ini bagaikan sebuah kesalahan yang indah. Selama janur kuning belum melengkung, Agus berikrar untuk bersaing dengan kakaknya demi mengenal Mei lebih jauh. Atau mendapatkan Mei. Merebutnya? Mungkin bisa jadi. Selagi belum ada ikatan resmi, ia ingin bersaing secara sehat. Berusaha meluluhkan hati Mei tanpa menjelek-jelekan Januar. Sepertinya itu hal yang wajar, walaupun ia rasa cinta ini kadang-kadang tak ada logika. 

“Januar belum pulang, Mei. Mungkin dia lagi lembur di kantornya,” jawab Agus berusaha menenangkan hati Mei.

“Lembur? Akhir-akhir ini Januar sering lembur di kantor, ya, Gus?” balas Mei penasaran.

“Iya. Mungkin dia lagi banyak deadline.”

“Ya udah deh, makasih ya.”

“Hmm. Sama-sama.”

Pesan Agus hanya dibaca, tidak ada balasan lagi. Tidak ingin berakhir di situ, Agus mencoba berpikir untuk mencari topik agar bisa tetap chatting dengan Mei.

Lalu, ia tiba-tiba bertanya, 

“Eh iya, Justin Bieber katanya bikin album baru? Lu udah dengar lagu-lagunya, Mei?”

Satu menit berlalu, pesannya masih bertuliskan “D”, tanda belum dibaca.

Dua menit, masih tetap sama.

Tiga menit, “D” belum juga berubah menjadi “R”.

Sekitar 5 menitan menunggu, pesan itu pun dibaca. Tak berapa lama, muncul “Meiriska is writing a message”.

Agus tersenyum senang.

“Iya, Gus, beberapa sudah. Dan lucunya, ternyata Selena juga bikin album. Mereka kayak bales-balesan pesan dari lirik lagunya. Seniman gitu, ya. Asyik banget. Berbalas pesan aja pakai bikin lagu. Patah hatinya dibuat menjadi karya,” timbal Mei panjang lebar.

Detik demi detik terus berjalan, berganti menjadi menit, lalu menjadi jam. Mengundang malam sunyi mereka menjadi lebih terisi. Malam mulai bergulir mendekati larut. Denting jam semakin jelas terdengar, volume TV yang bervolume kecil pun menjadi terdengar keras. Silir-selimir angin malam mulai masuk menusuk ventilasi jendela membuat gorden kamar menari dan berdansa kecil. 

Tak lama kemudian, terdengar suara Januar dari luar kamar Agus. Tampaknya Januar baru pulang.

Secara bersamaan saat Agus sedang seru-serunya chat dengan Mei, Agus mendengar Januar yang sedang bercakap-cakap. Ia mendekati celah pintu kamar yang terbuka. Terintip dan terdengar samar olehnya, Januar yang sedang bertelepon ria dengan seseorang. Raut wajah Januar tergambar senang sesekali, terlukis senyum dan tawa di bibir Januar. Entah dengan siapa Januar menelepon, sementara yang Agus tahu bahwa Mei sedang chat dengan dirinya.

Ketika Agus mulai menyimak saksama percakapan telepon Januar, Agus melihat dengan jelas bibir Januar sedikit lebih maju sesenti, seakan memberikan kecupan sebelum akhirnya telepon itu ditutup. Lalu, Januar segera masuk ke dalam kamarnya. Agus pun langsung berpikir yang aneh-aneh.

***

“Oh selera lu bagus-bagus, ya,” balas Agus sehabis membaca pendapat Mei tentang buku dan musik yang sedang mereka bahas. “Eh, iya. Januar udah pulang, barusan dia masuk kamar. Sepertinya langsung mau tidur.”

“Serius dia sudah pulang? Kok nggak chat gue, ya?”

Beberapa detik kemudian, Mei membalas lagi, “Eh, udah nih. Baru aja. Makasih ya, Gus. Btw, lu belum ngantuk, Gus? Gue udah lega nih dapet kabar dari King. Habis ini langsung mau tidur.”

Agus paham betul akan kode itu. Maksudnya pasti ingin mengakhiri percakapan.

“Iya, Mei. Udah ngantuk juga, kok. Malam,” balas Agus menutup chatting malam itu.

Agus tidak benar-benar tidur. Ia justru memikirkan suatu hal; tentang percakapan mesra Januar tadi. Agus mencurigai bahwa kakaknya mungkin selingkuh. Ia pun mendadak sangat kesal terhadap kakaknya. Tidak menyangka, wanita selucu Mei saja masih kurang bagi Januar. Bener-bener nggak ada bersyukurnya. Ternyata cewek baik dan cantik bukan jaminan tidak diselingkuhi.

Januar bangsat! teriak Agus dalam hati.

Agus pun bimbang. Harus memberi tahu Mei akan hal tersebut atau menjaga aib kakaknya.

Karena terlalu pusing memikirkan masalah itu, dia pun ketiduran.

***

Seminggu setelah malam yang teramat panjang bagi Agus, ada banyak hal yang membuatnya merenung. Bahkan, sudah tiga hari ini, Agus tidak mengunjungi kafe langganannya. Selain karena sudah tidak ada Mei di sana yang menunggu jalanan tidak maceti, juga karena ingin cepat pulang dan tidur saja.

Berdasarkan penelitian psikologi, orang yang banyak tidur biasanya adalah orang yang sedang bersedih dan menyimpan banyak masalah. Tampaknya, hal itu terjadi pada Agus sekarang.

Namun, di hari ketiga ini, Agus tidak bisa tidur nyenyak. Sedikit-sedikit ia selalu terjaga. Apalagi getaran dari dalam perutnya mengisyaratkan untuk segera makan. Agus memang paling tidak bisa tidur dalam kondisi lapar. 

Ia pun langsung berlari ke dapur dan membuka tutup saji. Kosong. Tidak ada satu makanan pun yang bisa mengganjal perutnya. Ia pun menyadari bahwa ibunya tidak memasak lagi hari ini. Ibunya belum pulang karena ditugaskan ke luar kota. Agus maklum akan hal itu. Sebagai anak berorangtuakan single-parent, ia harus menerima kalau ibunya menjadi tulang punggung keluarga.

“Ya udahlah, gue masak Indomie aja kalo gitu. Biar hari gue semangat," ucap Agus pada dirinya sendiri. Begitu Agus merebus air dan hendak membuka bungkus mie instan itu, suara ketukan pintu terdengar. Disusul dengan suara mengucap salam berkali-kali.

Agus bergegas menuju pintu rumah dengan agak kesal. 

Siapa, sih? Ganggu aja!

Ia pun membuka pintu.

“Ya, Waalaikumsa...,” kalimat Agus terhenti. Ia kaget bukan main dengan apa yang sedang dilihatnya.

***

38 komentar:

  1. Saran buat Agus, mending gak usah bilang ke Mei kalo si Januar punya selingkuhan. Biar waktu aja yang ngasih tau semuanya. :D

    Sumpah, sama kayak bagian-bagian sebelumnya. Paragraf terakhir selalu bikin kepo, wkwk. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu di ceritanya belum bilang, kan. :))

      Hapus
    2. Mungkin maksudnya saran untuk part selanjutnya, gitu, kan?

      Hapus
    3. Hohoho. Makasih atas sarannya, Yu. Kamu udah membantu Agus mengurangi beban pikirannya karena mikirin itu :D

      Alhamdulillah kalau bikin kepo. Haha. Nantikan kelanjutannya ya! :)

      Hapus
    4. Yoga & Uben: Sudah, makan dulu sana. Ada mie Sedap ayam spesial tuh.

      Hapus
    5. Nah bener kata Uben. Maksud gue tuh, saran buat Agus di part selanjutnya. :D

      Hapus
  2. Jangan-jangan, Januar lagi teleponan sama Okto. Astagfirullah, dari sekian part gue selalu nyebut nama Okto terus :(

    Yak, kembali dibuat penasaran di akhir cerita. Jangan nebak-nebak, ah. Biar lebih surprise. Huahaha.

    Btw, Agus lapang dada banget, ya. Setelah cuma ditanyain kabarnya Januar, dia tetep tegar. Malah mencoba maju terus dengan buka obrolan baru. Salut sama Agus :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini anak kenapa deh nyebut nama Okto mulu. OKTO ITU SIAPA, ROB?BUKAN OM-OM GAEK PELANGGAN JASA MALAMMU KAN? Jasa nyalain lampu maksudnya. Udah tua jadinya nggak bisa nyalain lampu sendiri gitu dia.

      Bahahahaha. Tunggu kelanjutannya di blog Darma ya. Huehehehe.

      Iya, Rob. Agus udah keburu senang bisa chat sama Mei. Jadinya berusaha buat tetap chat sampe buka obrolan baru gitu. Alhamdulillah. Ada yang salut sama usaha Agus :'D

      Hapus
  3. ini king nya ada hubungannya sama karakter king di comic 8 casino king nggak nih?
    kasihan si agus. aktifitas (pergi ke cafe) terhenti, pasti pedih tuh. dan endingnya pun.. apakah yang akan terjadi? apa yang dilihat agus? jeng-jengjeng..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahaha. Nggak ada, Jev. Yang disini King-nya laki-laki, yaitu Januar. Nggak kenal juga sama Sophia Latjuba :D

      Iya. Yang dilihat Agus juga nggak kalah pedih dibanding aktivitasnya yang berhenti itu. Huhuhu.

      Hapus
  4. Itu kenapa si agus engga ngebahas abang y waktu chat sama mei
    Eh malah ngebahas biebier
    Orang mah bahas abang, kayak gini
    "Eh denger2 niki s mw launching albu ya mei?"
    "Oh iya, aku ngefens banget loh sama dy, udah suaranya bagus, tampangnya cool, kalem lagi"
    "Oh"

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah makan obat apa belon nik?

      Hapus
    2. Maunya sih ngebahas Bang Nik. Tapi takut kalau Mei ntar jadi jatuh cinta sama Bang Nik. Padahal kan Agus yang ngincar Mei. Gitu, Bang :(

      Hapus
  5. Berdasarkan penelitian psikologi, orang yang banyak tidur biasanya adalah orang yang sedang bersedih dan menyimpan banyak masalah. Tampaknya, hal itu terjadi pada Agus sekarang.

    kalau aku banyak tidur karena banyak makan bu :)

    BTW, itu si Agus ngelihat apa yak?
    hmmmm... jadi pinisirin sayah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha. Iya. Aku juga gitu kok, Mas. Kalau kenyang bawannya pengen tidur.

      Hehehe. Selamat penasaran :D

      Hapus
  6. terserah penulisnya aja lah alurnya, aku mah menikmati. kayak nonton serial drama nyimak nih cerita dan udah bagian ke sepuluh aja nih cerita.
    kereen ceritanya cha, tapi kesel juga sih kenapa ngegantung ceritanya.
    bikin penasaran.
    kapan nih muncul lanjutanya?? ini rencana samapi episode berapa??
    ujung ujunganya januar sama agus kagak berantem kan yang akhirnya membunuh. tapi kalo iya mantep juga sih.
    sukses buat WIDY.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hohoho. Makasih ya, Di. Kamu udah jadi pembaca yang baik. Tapi kalau mau kasih kritik dan saran, boleh banget kok. Dibutuhin banget malah :)

      Hahaha. Selamat penasaraaaan. Part selanjutnya ntar lagi deh kayaknya. Masih pengerjaan sih.

      Rencananya sampe... ada deh. :D

      Buset membunuh. Boleh juga. Tapi kayaknya nggak ada satupun dari kami berempat yang jago nulis soal bunuh-bunuhan, Di :|

      Oke. Sukses juga buat kamu! :)

      Hapus
  7. Bener banget memiliki wajah cantik dan lucu bukan jaminan cowok bakalan setia. Tapi hanya cowok sejatilah yang bisa setia, tapi dari cerita diatas ada sedikit rasa penasaran sih sama yang di pikirkan pemeran agus kalau kakaknya selingkuh atau nggak. wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah. Setuju kan, Wid. :D

      Hahaha iya. Si Agus udah curiga sih begitu ngeliat gelagat Januar. Tapi entahlah, kecurigaan Agus itu benar adanya apa enggak. Hahaha.

      Hapus
  8. Benarkah Januar selingkuh?
    lalu Mei bersenandung kecil
    "Tapi... kamu kok selingkuuh.."

    Januar dibayangan gua si cakep tampan rupawan serta mapan.
    tapi perihal hati siapa yang tau?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahaha. Ternyata selain suka Justin Bieber, Mei juga suka Kangen Band ya, Dib.

      Dibah bisa aja deh ngeimajinasiin Januarnya. Udah biasa baca novel sih ya :D

      Iya, siapa yang tau selain yang Maha Mengetahui. Huhuhu.

      Hapus
  9. Agus hatinya lapang banget. Tetep sabar ya Cha. Hahahaaa

    Itu bener banget, Cha. Aku kalo lagi sedih, banyak masalah lebih banyak tidur. Ntar bangun pagi, mata udah bengkak. Yhaaaa :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, Lan. Btw itu kamu ngomong gitu, aku bacanya udah kayak kamu nyemangatin aku. Buat tetap sabar. Bahahhaha. Kegeeran bet :D

      Huhuhu. Tidurnya sambil nangis gitu ya, Lan. Puk puk. Tapi nggak papa sih, daripada banyak ngeluh :'D

      Hapus
    2. saking lapangnya hati Agus sering buat main becekan sama bocah kampung.

      Hapus
  10. Ada apasih sebenarnya, Iroman vs captain america, batman vs superman, ini ada lagi, agus vs januar. Ada apa ini sebenarnya???

    Paraahhh di kentangin. Super kentang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahaha. Bisa aja deh mikir sampe ke Agus vs Januar. Dulu juga udah sih versus-versusan, ada film Me vs High Heels. Pocong vs Kuntilanak. Arema vs Mitra Kukar.

      Makanya itu, Her. Semuanya pada doyan berperang sekarang. Huhuhu.

      HAHAHAHAHAHAHAAHAHAHA! *ketawa jahat*

      Hapus
  11. Hallo cha.. Apakabar ni? Sorry, OOT bentar. Kangen 1 minggu off BW sama ngeblog. :) Semoga sehat selalu.

    Sebelumnya, Pangeran udah baca di blog Wulan dan langsung ke sini. Duh... ceritanya bagus. Nyambungnya rapih dari part ke part. *Syahlut buat grup WIDY. Sukses terus ya say...

    Oke, di cerita sebelumnya, Agus berakhir ngenes. Tapi, di cerita ini masih ngenes juga, sih. Cuman, di endingnya keren. Membuat pembaca digantungin abis.. Kalo ada cerita ini gak bersambung. Mungkin Pangeran akan melanjutkan. Ketika Agus buka Pintu, ternyata yang dateng Januar bersama cewek selingkuhannya. Sambil hening, Agus langsung menghubungi Mei kalo Januar selingkuh. Mei diminta dateng ke rumah Agus. Dan kedok Januar terbongkar. Mei menyatakan putus dan menyatakan sayang ke Agus setelah sebelumnya ia berpaling. Mei dan Agus hidup bahagia. Happy Ending. Selesai. THE END.

    Ngaco banget gue.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga Pangeran~ Iya Alhamdulillah sehat aja nih. Pasti lagi sibuk banget ya kemaren-kemaren sampe nggak nongol seminggu ya.

      Alhamdulillah dibilang rapi. Ini juga rapi karena ada editornya. Si Yoga :D Makasih ya, Pangeran. Eh, Bunda Rita maksudnya. Eh, Pangeran yang niruin Bunda Rita maksudnya.

      Hahahahha ending-nya keren gitu, Pangeran. Mendebarkan. Itu putusnya pake jasa Katakan Putus nggak? Pakein aja ya. Biar pembaca senang, ada adegan marah-marahnya Komo.

      Itu apa deh. Ikutan ngaco juga aku :'D

      Hapus
  12. Sempet ketinggalan cerita dari WIDY nih, baru selesai baca part 7-8-9 dan akhirnya sampe ke part 10 juga. :v
    Eh Di part sebelumnya muncul sosok Septi yang mirip sama Mei, jangan-jangan Mei emang punya kembaran?!

    Wah, pada ngomongin Justin sama Selena, btw katanya justin sama selena udah balikan, semoga mereka berdua berjodoh. Ckck *OOT

    Januar itu diem-diem selingkuh sama siapaaa? Wah kalo beneran selingkuh berarti Agus gak perlu ragu-ragu lagi untuk ngedapetin si Mei, selamatkan Mei dari para para pria yang suka selingkuh #SaveMei.

    Endingnya selalu bikin penasaran. Kalo boleh nebak, yang dateng itu mungkin si Mei? atau selingkuhannya Januar? :3

    Kalo cerita bersambung versi Pange di atas udah tamat. Alhamdulillah Happy ending. Yeay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, jadi terharu nih. Kamu bacain part yang ketinggalan dibaca. Makasih yaaaaaa! *peluk cium kecup*

      Bisa jadi. Pertanyaan itu bakal terjawab di part selanjutnya, Nov. Ditunggu ya :D

      Wah beneran balikan? Aku baru tau nih. Itu mereka yang ketangkap pernah hangout bareng, itu udah balikan apa masih pendekatan buat balikan? Waaaaah senangnya denger kabar itu :D

      Yuhuuu. Tebakan kamu ada yang bener, Nov. Keren keren :D

      Hahaha. Happy ending kayaknya memang lebih banyak disukai ya :D

      Hapus
  13. Getaran perut dan hasrat makan indomie, kok ngenesnya agus yang kubayangin adalah mukanya yoga, kebiasaan ni soalnya yoga suka cerita yg ngenes2..piece yog

    Eh cha jangan2 ni ntar januar ama septi trus agus ma mei uhuhu
    Lanjut ke blognya darmaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahaha. Agus itu udah kayak Yoga banget ya, Mbak Nit. Yang kasih nama Agus itu aja Yoga :D

      Yuhuuu hampir benar yuhuuu~ Okesip. Masih dalam pengerjaan, Mbak Nit. Ditunggu ya :*

      Hapus
    2. Ya Tuhan, kenapa saya segala baca komentar ini.... :(

      Hapus
    3. Bahahaha. Puk puk Yogaaaaa :'D

      Hapus
  14. Ciiee udah BBM an sama Mei, akhirnya...

    Aguuss....!! Kamu liat apa gusss...!! Kucing lompat pagar kah??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Alhamdulillah ya :D

      Hahahahaah. Lihat.... lihat.. lihat kucing kawin kayaknya, Rum. Makanya kaget gitu :D

      Hapus
  15. Kasihan si Agus. Bener, bukan jatuh cinta sama gadis yang salah, tapi keadaannya yang salah. Cie Agus, mau bersaing secara sehat. Meskipun awalnya BBm-an tentang Januar, akhirnya setelah ngeberaniin diri ngelontarin topik baru, Agus dapet feedback. Sensasi nunggu pesan dari "D" jadi "R" terus akhirnya ada tulisan "Meiriska is writing a message" bisa bikin Agus terombang-ambing haha (kalo chat-nya dianggurin sama Mei sampe berjam-jam, lebih apes lagi si Agus). Untuk keberanian Agus, gua kasih applause. Untung si Mei nyambung sama omongan Agus, kalo ngga jadinya malah awkward haha. Cha, kok gua jadi penasaran ya kira-kira mereka ngebahas buku dan musik apaan :D

    Apakah Mei suka Skrillex? *abaikan pertanyaan ini haha*

    Waduh, ada percikan konflik lagi nih, sip. Agus mencurigai Januar selingkuh. Hmh, kalo emang beneran dia selingkuh, berarti peluang Agus terbuka? Kalo dibikin twist lebih seru kayaknya Cha, misalnya si Januar ternyata melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar selingkuh. Atau... ditambahin part jalan pikirannya si Mei mungkin buat penyeimbang. Haha, tapi itu semua kembali ke tim Widy mau dikemanain nasib si Agus, ini murni saran gua sebagai pembaca yang mencintai twist (padahal mah gua sendiri belom tentu bisa bikin alur twist hehe, maaf :p).

    Oke, endingnya nampol. Bikin penasaran. Sip. Next part-nya di blog Darma berarti ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bay. Agus nggak mau berbuat licik dalam bersaing memperebutkan hati Mei. Kalau licik ntar ini cerbung jadinya bergenre thriller, bukan romance. Huahaha. Padahal seru sih ya kalau seandainya jadi thriller :D

      Nah iya, untungnya aja nyambung. Kalau enggak mungkin Agus bakal ngerasa nyesal. Mendingan nggak usah buka obrolan baru aja ketimbang buka tapi nggak nyambung :D

      Nah, kalau soal mereka ngebahas buku dan musik apa, itu Yoga atau Darma yang tau, Bay. Soalnya di antara mereka berdua yang bikin paragraf itu. Huehehehe. Dalam bayanganku sih Mei suka novel terjemahan. :D

      Huahahahaha. Pertanyaan yang kocak dan kepo, Bay :D Mei kayaknya omnivora lagu. Jadi semua jenis musik, dia nikmatin. Hohoho. Btw lagu Skrillex feat siapa gitu namanya aku lupa, Aluna George kalau nggak salah, itu bagus ya. Judulnya To U. Aku sukaaaaaaaaaaaa.

      Waaah, dapat saran yang membantu nih. Okesip. Tau aja nih kamu gimana caranya buat cerbung yang nggak ngebosenin :D Penggunaan twist memang keren ya. Dan nggak terbatas buat cerita bergenre thriller aja. Buat romance juga. Hohoho. Lah belum tentu bisa? Itu kamu ada nyaranin twist, Bay. Kamu udah bisa, tinggal dicoba aja buat dituangin di cerpen buatan :)

      Makasih, Bay! :) Iya bener. Cuman belum di-publish nih. Huhuhu. Doain moga cepat kelar yaak :D



      Hapus

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com