Sabtu, 05 Desember 2015

Film-Film Kesepian

Waktu iseng membuka-buka galerinya Icha, saya menemukan banyak screenshot. Berupa twit-twit, quote-quote, bahkan foto Glenn Alinskie-Chelsea Olivia yang asyik berciuman di kolam renang. Saya hanya bisa tertawa sinis.

Heh, dasar kau pelaku LDR haus imajinasi liar, Cha. HAHAHA!

Tapi tawa sinis saya berganti jadi senyum miris, pas melihat screenshot twit-nya @RonsImawan. Bunyinya,

"Kalo lagi kesepian, jangan nyimak konten yang lucu-lucu atau nonton film komedi. Ketawa sendirian will make you look desperate."

Bagi orang yang suka nonton film komedi demi ngebunuh rasa kesepian, twit itu sungguh menohok sekali. Twit itu seolah berbicara langsung ke Icha. Dia banget soalnya.

Saudara alter egoku itu sering melarikan diri dari kesepian dengan nonton film, khususnya film komedi. Tujuannya supaya nggak kepikiran sama kesepian itu. Supaya nggak muncul niat belanja ini-itu agar nggak bosen sama kesepian. Supaya nggak kepikiran buat nyanyiin lirik,

"Lay Lay Lay Lay Lay Lay, panggil aku si Jablay. Abang jarang pulang, aku jarang dibelai." dengan mendesah sambil menggerayangi sekujur tubuhnya sendiri.

Tapi kalau dipikir-pikir, benar juga. Ketawa sendirian bikin dia jadi terlihat menyedihkan. Seolah-olah dia sedang berusaha keras untuk menghibur dirinya sendiri. Hahaha. Kasihan.

Well, sebenarnya itu gak ada salahnya. Yang salah itu, kalau dia memilih buat jadi wanita penghibur. 

Cuma.... menyedihkan aja.

Saya jadi teringat dengan postingannya tentang bahaya kesepian. Disitu Icha ada membahas sedikit film-film bertema kesepian. Rasanya masih kurang. Masih banyak lagi film-film tentang kesepian. Film-film yang menurut saya cocok buat ditonton orang kesepian seperti Icha, dan mungkin buat yang lain juga, yang ngerasa saat ini lagi kesepian kronis.

Yap, nonton flm horror biar nggak ngerasa sendirian.
Tapi saya takut pipis sendirian. Takut ada yang ngintip

Film-film kesepian tersebut yaitu, 


1. The Voices (2015)
Ini film tentang kesepian yang paling keren, menurut saya. Iya memang, genrenya thriller-comedy. Ada komedi-komedinya. Tapi nggak 100% komedi kok.

Ada drama sama thriller-nya juga. Dan Icha cinta mati dengan thriller. Tapi untungnya nggak punya cita-cita pengen punya pacar psikopat.

The Voices bercerita tentang Jerry Hickfang (Ryan Reynolds) seorang karyawan di bagian pengepakan dan pengiriman barang. yang ceria dan penuh semangat. Dia tinggal bersama anjing dan kucing sebagai peliharaanya. Dia jatuh cinta pada teman sekantornya, Fiona (Gemma Arterton). Di saat yang bersamaan, ada Lisa (Anna Kendrick) yang suka sama dia.

Ternyata si Jerry nggak seceria yang dilihat. Ya, sebelas dua belas lah kayak Icha.

Bedanya, dia punya kenangan pahit waktu kecil, yang ngebuat dia harus rutin pergi ke terapis. Kejiwaannya terganggu. Dan pada saat dia luput minum obatnya, dia bisa 'mendengar' kucing dan anjingnya ngomong ke dia. Ngasih dia nasihat baik dan buruk, yang lama-lama membuat dia jadi pembunuh.


Filmnya unik. Komedi, thriller, dan dramanya bergantian hadir di film ini. Keren. Adegan-adegannya suka bikin ambigu, yang nonton dibikin bingung memilih antara mau ketawa atau merasa ngeri. Muka Ryan juga sama sekali nggak bikin kita punya pikiran kalau dia ini sebenarnya sakit jiwa. Film ini juga seolah mereprentasikan alasan-alasan pembunuh sewaktu ditanya alasan ia membunuh, dan biasanya akan menjawab,

"Tidak tau. Saya hanya seperti mendengar suara-suara di telinga saya, Pak Hakim."

Kerennya lagi, adegan Jerry alias Ryan bisa ngomong sama binatang, sepertinya terinspirasi dari kisah Nabi Sulaiman. Kisah Nabinya umat Islam. Kurang keren apalagi coba? 

The Voices seolah menyuarakan kalau kesepian itu berbahaya. Kesepian bisa membuat kita kehilangan akal sehat dan akhirnya menghilangkan nyawa orang lain. Trauma di masa lalu juga ikut ambil bagian. Makanya, jangan menyakiti hati orang terlalu parah. Nanti bisa aja dia jadi trauma pacaran gara-gara kamu.


2. St. Vincent (2014)
Lagi-lagi harus saya akui, kalau film ini film komedi. Tapi lagi-lagi juga, ada unsur dramanya. Dan ada om-om-nya juga. Yaitu Bill Murray. Penikmat om-om seperti Icha pasti bahagia menontonnya.

Ceritanya tentang Vincent (Bill Murray) kedatangan tetangga baru, Maggie (Mellisa McCarthy) dan anaknya Oliver (Jaeden Lieberher). Maggie adalah single-mother yang sibuk bekerja sehingga nggak sempat mengurus anaknya. Secara nggak sengaja, Maggie memberikan Vincent pekerjaan, yaitu jadi pengasuhnya Oliver selama Maggie bekerja. Vincent dan Oliver jadi dekat dan terhubung satu sama lain.

Masalahnya, Vincent adalah sosok orang tua rada pemarah, pemabuk, penjudi. Bener-bener bukan tipikal pengasuh yang baik. Tapi ternyata bikin mengharu biru. Makanya dikasih judul St. Vincent alias Santo Vincent, judul yang bikin kita bingung di awal. Namun akhirnya paham dan setuju di akhir.


Banyak yang istimewa di film ini. Nggak perlu banyak bumbu cinta-cintaan, apalagi gitu-gituan buat bikin filmnya betah ditonton sampe habis.

Tokoh sentralnya cuma seorang om-om tua, dan anak kecil umur 12 tahun. Tapi filmnya bikin nagih buat ditonton lagi dan lagi. Kesepian yang dirasain Vincent ditampilkan perlahan namun pasti. Perasaan kita seolah dijungkirkan balikkan pas film ini mendekati ending. Dari yang sebellll banget sama penampilan urak-urakan dan tutur kata semaunya Vincent, jadi merasa simpati begitu tau yang sebenarnya. Vincent hanya pura-pura menyebalkan, agar orang-orang nggak tau kalau sebenarnya dia itu kesepian. 

Icha banget. Suka ngomong mesum sampai bikin orang ilfil, demi supaya dianggap menyenangkan dan berpengalaman.

Kesepian bisa mengubah kepribadian seseorang. Vincent berubah jadi orang yang anti sosial sejak istrinya meninggal. Dia juga kesulitan ekonomi tapi masih sering ke pacuan kuda, untuk membunuh kesepiannya. Dia juga memakai jasa kupu-kupu malam, juga untuk membunuh kesepiannya itu. Segitu besarnya pengaruh kesepian.


3. Requim For a Dream (2000)
Tentang empat orang pecandu yang lama-kelamaan ngerasain hancurnya hidup mereka karena kecanduan mereka itu. Terdiri dari Harry (Jared Leto),  Marion (Jennifer Connely), dan Tyrone (Marlon Wayans) yang kecanduan narkoba. Sara Goldfarb (Ellen Burstyn), Ibu Harry, yang kecanduan nonton TV dan obat pelangsing. Mereka berempat punya mimpi masing-masing untuk diwujudkan, tapi sayang, cara yang ditempuh salah.


Film ini bikin saya ngeri sama apa yang namanya narkoba. Lebih merasa ngeri lagi sama efek kesepian, gara-gara tokoh Sara. Tokoh favorit saya. Dia yang udah tua, ditinggal mati suaminya, ditinggal anaknya yang kecanduan narkoba. Dan kalau Harry datang ke rumah, hanya mau ngejual TV di rumahnya itu, satu-satunya 'teman' yang dipunya ibunya. Sara sabar dan tabah menghadapi  Harry.

Di balik kesabarannya, dia punya impian ingin tampil di acara favoritnya yang dia tonton setiap hari. Akhirnya ada kesempatan buat tampil, dan dia ingin memakai gaun merah favorit waktu masih muda. Tapi sudah nggak muat.

Dia pun nyoba buat mengonsumsi obat pelangsing dosis tinggi. Dia nggak peduli betapa tersiksanya mengonsumsi obat itu. Yang terpenting dia selalu terpacu buat mewujudkan impiannya. Karena tujuan hidupnya hanya itu, dia ngerasa untuk apa hidup selain hanya buat itu. Saya jadi ikutan cengeng seperti Icha pas dialog Sara yang, 

""It's a reason to get up in the morning. It's a reason to lose weight, to fit in the red dress. It's a reason to smile. It makes tomorrow all right"

Huuufhh. Film yang terlalu depresif dan menyakitkan bagi saya. Dan membuat saya jadi berpikir, kalau kesepian bisa membuat kita jadi terobsesi akan suatu hal yang sebenarnya nggak baik, misalnya narkoba itu. Karena kita jadi mikir kalau hal itu satu-satunya yang bisa bikin kita bahagia, padahal nggak. 


4. Sleeping Beauty (2011)
Bukan film dongeng, tapi film drama, Drama rada erotis. Saya sebut rada erotis karena sebenarnya nggak ada adegan bercintanya, tapi ada yang membuat film ini jadi erotis.

Ciyeee..... yang cowok-cowok langsung gelinjangan di kasur. Apalagi kalau liat tokoh utamanya, cewek cantik asal Australia bernama Emily Browning, tampil polos berkali-kali di film ini. Polos dalam artian sebenarnya. Tanpa sehelai benang pun.

Bercerita tentang Lucy (Emily Browning), seorang anak kuliahan yang bekerja serabutan demi membiayai hidupnya. Jadi pelayan di rumah makan, kerja di fotokopian sederhana, dan relawan penelitian. Sedih.

Sampai pada suatu hari, Lucy membaca lowongan di surat kabar kalau ada pekerjaan menjadi 'erotic waiters', dan gajinya cukup besar. Tanpa pikir panjang, Lucy mengambil pekerjaan itu. Nggak disangka, si bos menawari Lucy untuk bekerja tambahan. Menjadi sleeping beauty.

Tugasnya mudah. Tinggal minum obat tidur, lalu berbaring dengan keadaan naked. Lucy nggak boleh mempertanyakan apa yang terjadi selama dia tidur. Pokoknya, tinggal terima bayaran saja.

Enak banget ya, kerjaannya cuma tidur trus dapat duit.

Padahal sebenarnya, ada pria-pria tua yang yang menikmati tubuh Lucy, selagi dia tidur. Pria-pria-tua-keriputan-nafsu-besar-stamina-kendor, yang rela membayar mahal demi bisa tidur dengan Lucy. Endingnya, miris banget. Rasanya jadi ikutan kesal seperti Lucy.


Sebenarnya saya lebih fokus ke pria-pria tua yang menyewa jasa sleeping beauty-nya Lucy. Mereka dari kalangan kaya-raya dan terpelajar, tapi kesepian. Entah kesepian karena istrinya tak sekuat dulu dalam melayaninya. Entah kesepian karena karir melonjak sampai sibuk sendiri lalu merasa nggak punya siapa-siapa. Entah kesepian karena bingung mau menghabiskan uangnya yang banyak itu kemana, sama siapa. 

Kesepian bisa membuat kita mencari pelarian. Membuat kita menghambur-hamburkan uang untuk kebahagiaan yang salah. Kayak pria-pria tua di film in. Kesepian juga bisa membuat kita jadi haus akan uang, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Seperti Lucy, yang merasa nggak punya siapa-siapa lagi yang berharga di hidupnya, setelah teman-tapi-mesranya bernama Birdman, meninggal dunia. Sampai dia merasa, kehormatannya pun sudah nggak berharga lagi dibanding uang. Wuidih, serem. Jangan kayak begitu ya, anak-anak. 


Dan masih banyak film-film kesepian lainnya. Tapi segitu aja dulu. Selain karena udah kepanjangan, saya rasa film-film di atas udah cukup buat menggambarkan, kalau nonton film bertema kesepian itu nggak menyedihkan.

Beda sama pas lagi sedih, trus mendengarkan lagu-lagu sedih. Sedihnya bisa jadi dua kali lipat. Atau beda sama pas lagi pengen, bisanya cuma mandangin foto sama pacar. Pengennya jadi dua kali lipat. Anu, pengen ketemu maksudnya. Bukankah begitu, Cha?

Tapi kalau nonton film kesepian, siapa tau kita jadi tau apa sebenarnya makna kesepian itu. Kita jadi tau, masih ada kesepian yang lebih parah dari yang kita alamin. Kita jadi tau, dampak kesepian itu sangat buruk. Kita jadi tau, kalau bukan cuma kita aja yang pernah mengalami kesepian. Kita jadi tau, kalau sebenarnya kita nggak kesepian, tapi memang kita yang sengaja menyepikan diri. Sok kesepian. 

Siapa tau. 


-Alzhema- 

68 komentar:

  1. Ini yang bikin artikel siapa nih?? ini Bukan Icha Hairunnisa yah??
    bukti penulis bukan Icha Hairunnisa
    "membuka-buka galerinya Icha"
    "Heh, dasar kau pelaku LDR haus imajinasi liar, Cha. HAHAHA!"
    "Twit itu seolah berbicara langsung ke Icha. Dia banget soalnya"
    "Disitu Icha ada membahas sedikit film-film bertema kesepian."
    "Penikmat om-om seperti Icha pasti bahagia menontonnnya"
    "Saya jadi ikutan cengeng seperti Icha"
    "Bukankah begitu, Cha?"

    BalasHapus
    Balasan
    1. INI YANG BIKIN ALZHEMA, CHISANAAAAAKKKK!
      Duh, udah ditulis di akhiran postingannya juga :(

      Hapus
  2. Owh iya, gak keliatan Cha akhir'a :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahahahaha. Ciyeee, yang udah lanjut usia. Rabun jauh apa rabun dekat tuh? :D

      Hapus
    2. MAKASIH CHA MAKASIH ...
      Tapi kalo liat yang cantik-cantik ga rabun kok Cha Nyahaha :D

      Hapus
    3. Ohahahaha. Kalau gitu aku mau bilang makasih juga ya. Makasih udah nggak rabun pas ngeliat aku. Huahahahahahaha. *kabur ke langit ketujuh*

      Hapus
  3. Keren juga nih alter-ego kamu, Cha. Bijak banget. Tampak cool dan dewasa. Mengingatkan kepada Nico Robin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Makasih, Bang Har. Tapi... tapi kok mengingatkan sama cowok? :(

      Hapus
  4. Sepertinya Icha menyedihkan banget ya, semoga kamu nggak menyesal jadi alter egonya Icha. Tapi serius, twit yang bilang kalo jangan nonton film komedi pas kesepian itu jleb banget..... karena itu aku banget :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha. Sialan kau anak muda! Tapi memang bener sih, aku menyedihkan banget :( Btw, Alzhema nggak boleh balas komen. Aku aja yang boleh. Huahaha.

      Duuuh..... twit itu ternyata menohok banyak orang ya, termasuk dirimu. Huhuhuhu.

      Hapus
    2. Eh, aturan apa itu, kok si Alzhema nggak boleh bales komen? Padahal aku lebih nyaman sama dia :))

      Hapus
    3. Oh, jadi kamu lebih milih Alzhema daripada aku? Oke. Fineeeeee! *ini apa dah*

      Hapus
  5. beruntung saya mah orangnyasuka keramaian dan emang sedikit rusuh jadi kalau ada film yang kesepian, palingan saya kasih uang tiketnya aja sama si dia yang pengen nontonnya, saya mah nongkrong aja di tukang kopi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehehe. Baik amat Kang Cilembu. Tapi kasian dong si dia jadi nonton sendirian? :(

      Hapus
  6. Icha kesepian? Sini Pangeran cariin OM-OM. hahahaha maafkan gue cha. :D

    Gue sendiri, kalo lagi jadi sesuatu yang merasa sepi, gue bakalan ketemu dengan beberapa temen. Tapi, sebenarnya gue jarang sih, kesepian. Makanya, ketika gue sendiripun, masih merasa gue lagi rame aja. Gak pernah tu, terlalu ngerasa sepi. Cuman, kadang ngerasa bosen aja, gak ada yang diajak ngobrol.

    Ya, gue paling keren ngobrol sama tembok. Bosenkan, sesekali pengen suasana baru, gue ngobrol sama tiang listrik, bus, dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat apa aku memaafkan kamu, Bang Wortel? Aku malah senang kalau dicarikan om-om. Eh. :(

      Hehehehehe. Bagus tuh. Berarti masih mending ngerasa bosen ya, daripada kesepian.

      Huahahahahahaahahaha! Segitunya ngajak ngobrol tembok, tiang listrik, bus, gedung pencakar langit, jembatan fly over, tenda kondangan. Sama, aku juga sih :(

      Hapus
  7. Bilang aja kakek, bukan om om tua Alz, hahaha
    banyak pelajaran yang dipetik dari film bertema "kesepian" ya.. bukan kesepian yang membahayakan, tapi dampaknya yang luar biasa.. ckckk

    Awalnya aku pikir sleeping beauty dongeng, ternyata bukan.. filmnya mengerikan.. kesepian membawa petaka, buat hidup seakan "terlihat" menyedihkan..
    Kenapa aku jadi terpojok ya... ckckk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke. Kakek-kakek ya. Tapi.... jadi nggak keren, Rum. :|

      Iya, judulnya memang mengecoh. Padahal mah ceritanya bukan dongeng banget, endingnya nggak happy.

      Hah? Terpojok kenapa, Rum? Maaf ya :((

      Hapus
    2. Kakek kakek keren, udah tua tetep ganteng. Uhuk!

      Iya, sedangkan semua dongeng pasti happy ending.. :-)

      Gpp, kayaknya akhir akhir ini emang aku suka menyendiri. Soalnya aku gak bisa ngerjain skripsi di keramaian. Refreshing juga cuma BW aja.. eh malah curhat :v

      Hapus
    3. Uhuk juga ah. Uhuk!

      Iya, yang baik pasti menang. :))

      Nah iya sih, soalnya butuh konsentrasi juga kan, Rum. Refreshingnya keren kok. Aku juga suka refreshing dengan BW. Daripada liburan. Kalau liburan enak sih, tapi nggak ada biayanya. Lah curhat juga :(

      Hapus
  8. Hai pecinta om om yang kesepian...rupanya kita sama ya? mau bikin fandom Om Om Kesayangan? kita idolakan om-om ganteng yang berduit dan loyal.

    *mak, rusak total moral saya ternyata... :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((FANDOM OM OM KESAYANGAN))

      Boleh, Mbak Kharisma. Tapi Mbak Kharisma aja ya yang jadi adminnya. Huahahahahaha.

      Hapus
  9. Kok lebih berbobot alzhema yg nulis yaa cha haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sialan :| Iya, aku nggak berbobot, Jov. Terbukti kan pintaran siapa yang nulis. Huhuhu.

      Hapus
  10. Nggak pernah nonton semua film nya. :(


    Sepi itu justru teman gue. Kenalin. Dia selalu ada kalau gue butuh, dan nggak pernah ngeluh. Dia baik, nggak pernah neko-neko.


    TAPI, Setelah lama nggak mengunjungi blog ini, terus ada dua admin sekarang???? WADOH.
    *kabur*
    Setuju sama komen yang diatas, HAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baguuuus. Ayok ditonton! :D

      Wow. Berteman dengan sepi. Keren, bisa berteman dengan sepi ya. Kalau aku masih nggak terima kalau harus temenan sama dia :(

      Huehehehehe. Aamiin kalau blog ini ada adminnya dua. Sebenarnya cuma satu sih. itu aku juga yang nulis, Reza. Tapi dari sudut pandang si alter ego.

      Woi, jangan kabur! *ngejar pake elang*

      Hapus
  11. Dari beberapa judul film di atas yang belum aku nonton itu The Voices (2015). Huhaha

    Ehm, perihal kesepian, kadang kala ada orang-orang yang selalu berada ditengah keramaian, punya banyak banyak kenalan tapi mereka selalu merasa kesepian, ini mungkin karna mereka kurang percaya diri dan butuh perhatian lebih, yakan? dan di lain sisi ada juga tuh orang yang hidup sendiri(?) tapi ga merasa kesepian karna mereka menikmati kesendiriannya dan sibuk dengan pikiran-pikiran mereka, orang yang kayak gini biasanya (mungkin) punya hubungan yang baik dengan orang lain tapi sering mencari kesenangan dengan menyendiri bukan menyepi. Ahay

    Semua tergantung ke diri kita sendiri sih, ah intinya aku suka sama kalimat "Sebenarnya kita nggak kesepian, tapi memang kita yang sengaja menyepikan diri. Sok kesepian." *ga nyambung ya? :v

    Jadiiii, orang yang lagi sendiri (baca:jomblo) juga belum tentu kesepian (?). Sekian :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok ditonton. Ryan Reynolds nya ganteng loh~

      Berarti sudah nonton Sleeping Beauty ya, Isyana? Gimana, ngerasa sirik juga nggak sama tubuh mulusnya Browning? Aku nyari teman nih. Huahahahaha.

      Hmm. Bacanya sambil manggut-manggut nih. Mungkin aku di kategori pertama, Isyana. Mungkin aku ngerasa kesepian karena kurang percaya diri. Huahahaa. Rendah diri. Mental tempe. Lemah syahwat.

      Terima kasiiiiiih! :D Aku juga suka kalimat terakhir di komen kamu ini. Yang jomblo juga belum tentu kesepian. Yap. Betul banget :))))

      Hapus
    2. Iya, ganteng sih tapi lebih ganteng bang Adam levine. Hahah
      Udah, iya agak sirik juga sih tapi yaudahlah huhuha, haduh gabisa ngbayangin jadi lucy. :3
      wah berarti jangan kebanyakan makan tempe. :D
      Iya, nih contohnya *nunjuk diri sendiri* :v

      Hapus
    3. HAHAHAHAHA. Hei, itu suamiku, Isyana!
      Pecah pala kalau sampe jadi kayak Lucy. Luntang-luntung hidupnya gitu. :(
      Wuidih, jomblo anti sepi! XD

      Hapus
  12. Waahhahaa :D samaaaaa. Kadang aku mikirnya kalau ketawa-ketawa sendiri gitu kok agak menyedihkan ya :' tapi kalau aku kesepian yah, aku paling gunain waktu buat ngeblog atau ngelamunin masa kecil atau mantan :' gitu deh :'

    Filmnya belum ada yang aku tonton :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus, Feb, Kesepian mengarahkanmu ke hal-hal positif yang bermanfaat dan menyenangkan. Ngelamunin mantan itu negatif sih, tapi menyenangkan juga kan? Huahahahaha.
      Ayok ditonton! :D

      Hapus
  13. Waaaa yang nulis Alzhema. Ichaa manaaa :'D

    Nah iya, Cha. Anehnya, kadang aku ngerasa kesepian di pas lagi rame. Contohnya, pas di kondangan. Kadang aku hampir jadi orang bloon gitu. Kan aneh ya -_-
    Aku kalo lagi kesepian seringnya denger lagu mellow sampe ketiduran, Cha. Hahaa nggak bermanfaat sama sekali.

    Waaaaaahh mau dong jadi Sleeping Beauty kayak Lucy. Bangun dari tidur, eh udah jadi kaya raya punya banyak duit. HAHAHAAA

    Pengennya jadi dua kali lipat. Iya bener, Cha. Samaan kita.
    Bener Cha. Kadang kita aja yang sering ngerasa sok kesepian. Huhuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ichanya lagi main-main di tepi jurang, Lan. Huahahaha. Huhuhu.

      BAHAHAHAHA. Kondangan. Muka bloon tapi tetep cantik ya. Itu ngerasa kesepian atau ngerasa iri dengki sama mempelainya, Lan? Kamu sebenarnya juga pengen kan ngadain kondangan? Sudahlah mengaku saja, nanti aku suruh Zayn cepat lemparin kamu mahar~

      Iya, nggak ada manfaatnya sama sekali, Lan. Aku juga gitu. Aku dan headsetku dan air mata ini nggak bermanfaat. Huhuhu. *ini apa dah*

      Hahahahahaha. Si Lucy banyak duit dengan modal ngorok aja tuh.

      DASAR SOK KESEPIAN YA KITA INI, LAN :((((

      Hapus
  14. ini edisi alzhema lagi curhat nih ceritanyahh wkkk
    anehnya...walo film kesepian, kadang pemainnya pun ganteng atau cakep atau cantik, ga logis sih, soale mestine kan yang keren keren ga bakal kesepiahn, ehh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Mbak Nit. Hihihihi.
      Hahahaha. Iya juga ya. Tapi namanya juga film sih ya. Di dunia nyata kalau kayak gitu kebanyakan pasti nggak kesepian.

      Hapus
  15. Waaa blognya icha lagi kena bajak apa yaa?
    keren....

    suka merasa sepi pas lagi rame. Iya, kalah sama layar hp-hp mereka :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibajak kok keren :( Kalau nggak dibajak gini, berarti..... Ah sudahlah.

      Ciyeee, anak generasi 90 yang resah karena perkembangan teknologi. Sama, aku juga sih :'D

      Hapus
  16. Cha boleh di coba nonton sleeping beauty, mumpung lagi kesepian habis nonton langsung lari ke kamar mandi. kebelet pipis

    Icha blog lo isinya makin eheeem.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget. Tapi nontonnya sambil nyediain tissue ya. Anu, buat ngehapus air mata. Filmnya sedih soalnya.

      Eheeeem apa, Zis? :|

      Hapus
  17. Gue juga tipe orang yang suka menghibur diri sendiri saat kesepian. :')

    Kesepian bisa merubah kepribadian seseorang. Maaf mengoreksi, merubah itu nggak ada, Cha. Mungkin maksudnya mengubah? :))
    Um... naluri editornya kambuh. :(

    Nggak ada yang gue tau filmnya. Etapi, gue kayaknya pernah nonton yang Sleeping itu deh. Kesepian hanya untuk mesum. Astagfirullah.

    Cieee ngeluarin alter egonya lagi. Alter ego gue ke mana, ya? Hufft.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoaaaa. Ternyata aku nggak sendirian :')

      Oh iya. Hahaha. Bodoh sekali kau, Hairunnisa. Makasih ya, Yoga sang calon editor atau proofreader. Aku seneng dikoreksi gini. Asal bukan dikorek-korek.

      Nah iya. Pernah nonton? Mukanya Browning menurut kamu lucu nggak?

      Hahaha. Iya nih, Yog. Alter ego kamu lagi asik pacaran kayaknya. Hahahaha.

      Hapus
  18. cowok yang jadi temennya emily di sleeping beauty siapa ya?
    kalo film kesepian mungkin film bisu lebih afdol, hak hak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si Birdman? Anu, Mas. Namanya Ewen Leslie.

      Hahaha. Tambah kesepian kalau nonton film bisu :(

      Hapus
  19. Dulu aku suka make alter ego kalau kenalan sama orang baru. Hehe

    Kadang kesepian malah bikin inspirasi jadi banyak. Tapi nggak pengen ah terus-terusan kesepian.

    Filmnya, belum nonton..

    Punya link downloadnya nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoaa.. boleh kenalan nggak sama alter egonya? xD
      Iya, bener banget, Key. Keterusan kesepian juga nggak bagus. Ngenes banget hidupnya. Huhu.
      Semua film itu aku download dari ganool.de :))

      Hapus
  20. hanjrit.. banyak ama film yang judulnya the voices. horror korea jug aada 2 biji yang judulnya the voice. kalau dilihat dari review sih oke ceritanya... anjing sama kucing bisa bicara ke orang. sekalian aja kecoa juga. tapi, kenapa malah jadi pembunuh itu orangnya? hmm...

    sleeping beauty itu kayaknya gue tau. kalau nggak salah itu ada yang scene sama kakek-kakek itu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, banyak ya? Ntar deh coba aku cari ulasannya. Jadi penasaran :D
      Iya, Jev. Dia nggak minum obatnya gitu. Makanya jadi berhalusinasi. Dan sebenarnya dia nggak maksud membunuh. Cuma tiba-tiba aja gitu langsung ngebunuh tanpa sengaja.

      Yap. Yang itu. Agak-agak bikin meringis gitu sih pas nontonnya.

      Hapus
  21. Hmm hmm kesepian. Kesepian kadang bikin kita nyari orang yang baru yang belum tentu lebih baik dari orang-orang lama kita. Lahhh baper.

    Sleeping Beauty gue kira tadi kartun. hahaha. St. Vincent kayaknya bagus deh. Catet.

    Kok lo bisa produktif banget nulis ya Cha? Semedi atau ngapain biar gitu? Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Rih. Kesepian bisa bikin kita menuju ke orang yang salah. Laaaah kepancing baper.

      Hahaha. Iya tuh, judulnya kayak dongeng gitu. Hohoho. Memang bagus filmnya, Rih :D

      Bahahaha. Ah kamu. Makasih udah dibilang produktif xD

      Masih banyak yang lebih produktif, Rih. Aku mah bisa nulisnya seminggu sekali aja sudah syukur. Hmm.. sering-seringlah merasa bermasalah. Maksudnya, sering-seringlah menggali apa yang enak buat dimasalahin di blog. Oke itu saran ngawur. :D

      Hapus
  22. kesepian ya banyak banget itu bahayanya

    sya termasuk orang kesepian tuh. dalam arti sudah merasa bosan engan kegiatan dan segala aktifitas yang selalu sama setiap harinya. merasa kosong dan nggak berarti.. mungkin bisa dibilang merasa ingin mati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhu. Iya. Bahayanya sama dengan merokok berbatang-batang :(

      Ngerasa sepi karena jenuh gitu? Cari kegiatan baru aja. Atau cari teman ngobrol, meskipun cuma ngobrol sama laptop, alias nulis. *ini apa dah*

      Intinya, jangan pernah berpikir mau mati gitu, Ra :(

      Hapus
  23. Sepi? :D untung gak pernah kesepian :D

    BalasHapus
  24. wow! anna main ryan renolds! ih ngefans bgt deh sama anna kendrick

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Jus. Filmnya bagus loh. Si Reynolds jadi psikopat berwajah polos. Si Anna keren aktingnya disitu. :D

      Hapus
  25. Hampir aja aku bilang 'ah sudah nonton semua nih', kecuali yang terakhir karena aku anak baik-baik gak bisa nonton yang erotic gitu. :)))))) begitu ada yang erotic mataku langsung blurr hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Mas Ilham keren! Iya sih, yang Sleeping Beauty itu erotic gitu. Not safe for bulan puasa :D

      Hapus
  26. Saya hanya fokus sama kata akhir "sok kesepian" ?
    Mana ada orang mau belagak kesepian? Kesepian itu yaa pasti datang secara alami, aneh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut aku ada. Orang yang anti sosial misalnya. Sok membatasi diri dengan orang lain. Sok pilih-pilih teman. Sulit bersosialisasi. Akhirnya ngerasa kesepian. Ngerasa nggak ada yang menemani. Padahal ada, tapi dianya aja yang nggak mau nganggap ada karena berbagai alasan. Misalnya alasan takut orang lain nggak bisa menerima dia apa adanya. Berlagak kesepian bisa terjadi kalau dianya selalu berpikiran negatif terhadap orang lain. Begitu.

      Hapus

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com