Minggu, 22 Februari 2015

Faith(ful) Itu Gak Pahit

“Setia itu gak ngegodain cowok lain. Gak mau yang lain, cuman mau dia aja.” -Dita. 18 tahun. Pemakan segala, tapi gak makan temen.

“Setia itu menepati janji.” Nanda. 18 tahun. Adik kandung. Susah move on dari mantan terakhir. 


“Setia itu saling percaya dan saling menjaga perasaan pasangan” –Irvan. 21 tahun. Ex jaman SMP. Dulu badung, sekarang mulai tau agama, dan tau apa itu setia -


“Setia itu bentuk apresiasi dari bentuk cinta. Setia itu perilaku. Kalau udah cinta, pasti mau melakukan yang terbaik. Termasuk perilaku setia. Ibarat kayak makan apa aja minumnya teh botol Sasra, saking cintanya sama teh botol itu walaupun kita makan apa aja tetep nyari minuman itu. Setia itu bertahan, dan ikhlas.” – Ira Mayasari. 21 tahun. Kakak sepupu. Berat badan 53 kg.-


“Setia? Gatau Cha hahaha.” –Sella Marselena. 19 tahun. Sahabat karib, atau lebih tepatnya disebut tante-tantean dari SMP.

“Setia itu bertahan dengan satu pilihan.” Fitri. 30 tahun. Kakak kandung pertama. Menikah dengan pacar dan mantan pertamanya, dan satu-satunya.


“Setia itu selalu mencintai dalam suka dan duka. Menerima kekurangan pasangannya, dan gak ngelirik ke wanita lain. Seperti suami saya….” Nurul Hidayah. 25 tahun. Kakak kandung kedua. Memang sudah narsis sejak dalam kandungan.

"Setia itu dimana orang bisa mengalahkan egonya sendiri dalam suatu hubungan. Bertahan dengan komitmen yang ada, dan mampu pecaya satu sama lain." Maya Susantie. 21 tahun. Ibu suri di kantor, suka nyetok makanan.

“Kategori setia itu bisa dinobatkan buat orang yang udah ngerasa cukup dan nerima semua kekurangan dan kelebihan pasangannya dan gak perlu survey dibanding sama pasangan pasangan lain yang look-nya lebih oke. Mereka yang bener-bener setia pasti bersyukur dan gak bakal nyari orang yang sempurna, cukup yang sekarang dia punya.” Indrha. 21 tahun. Susah jatuh cinta dan susah melupakan, tapi sekarang lagi kasmaran sama yang baru.

“Setia itu band.” –Dina. 19 tahun. Phlegmatis sejati yang sekarang care-nya minta ampun sama sahabat barunya di bangku kuliah.

“Setia itu sering bertentangan dengan logika. Kita jadi gak bisa bedain mana yang setia mana yang bego.” Mutiara Shinta Nur. 21 tahun. Teman seperbinalan waktu masih kerja di kantor.

“Setia itu menjaga perasaan, seperti yang orang-orang kebanyakan tau. Kalau makna sempitnya aku gak tau, jangan tanya aku.” Muhammad Rudiansyah. 20 tahun. Mantannya banyak udah kayak alumni SMA favorit.

“Setia? Susah cari orang setia, Cha.” Mama. 52 tahun. Gatau mau komen apa, takut dikutuk.

Iya, memang susah. Apalagi dengan kehadiran social media sekarang ini, yang memungkinkan banget pasangan kita kenalan sama lawan jenis yang agak kecean dikit dari kita, ketemuan, komunikasian intens, suka, trus main serong deh. Sinetron-sinetron anak labil juga makin marak, bikin kita jadi ikutan labil nge-drama queen trus cari-cari kesalahan pacar dan akhirnya main serong. Setia jadi terasa makin susah. Permainan serong seolah makin dimudahkan, padahal main terong jauh lebih asik, aaah apaan coba.

Nah, di postingan ini aku mau bahas soal setia. Kemaren habis baca postingan blognya Yoga, yang Alhamdulillah Rezeki. Yang komen banyak, pada ngasih kutipan. Hal itu mengilhami aku buat ngumpulin kutipan juga, yang mungkin lebih tepatnya ngumpulin pendapat orang-orang di sekitarku soal setia. 

Pendapatnya macam-macam ya, ada yang menyentuh, keren, sampe ngaco. Untungnya gak ada yang berpendapat kalau setia itu harus mau diprotektifin, dikekang, membatasi diri buat punya teman lawan jenis. Untungnya gak ada yang salah kaprah, padahal banyak di luar sana yang menurutku salah mengartikan setia lewat perlakuan mereka. Aku mau lurusin, dengan pendapatku yang kayak gini,

“Setia itu menurutku bukan syarat, bukan sesuatu yang diminta, dalam berhubungan. Setia akan berjalan dengan sendirinya tanpa diminta jika hati memang ingin, jika ingin dia saja. Setia itu wujud syukur karena sudah punya dia, seperti kata Kak Indrha di atas. Setia itu gak perlu diucapkan, bukan dibikin janji kayak “Aku bakalan setia sama kamu selamanya.” Setia itu dibuktikan, diwujudkan, dijadikan kenyataan. Setia itu gak memerintahmu untuk selalu bersama dia setiap saat. Setia itu gak mengurungmu dalam rumah, gak boleh punya teman lawan jenis itu bukan titah dalam setia. Setia itu masih bisa membebaskanmu tertawa, ngobrol, jalan bersama lawan jenis sebagai teman atau sahabatmu, tanpa ada perasaan lebih dari sekedar teman. Setia itu menunggu dengan tabah, selalu yakin dia akan pulang dengan hati yang sama tanpa perlu mencurigainya setiap saat. Setia itu konsisten. Setia itu percaya bahwa kamu dan dia saling memiliki, tak ada orang lain lagi, jadi tidak perlu takut. Setia itu selalu menganggap dia berbeda, mau ada yang bikin kamu senyum kek, kamu kagum kek, kamu tetap selalu menganggap dia beda karena dia pake karet dua, spesial, meski spesial dengan sifat menyebalkannya. Setia itu kayak Jamie Dorman ke istrinya, mau dia ngelakuin adegan percintaan di film sama Dakota Johnson sepanas apapun, hatinya ya tetap miliknya sang istri. Setia itu bahagia, tertawa, marah, menangis, dengan orang yang sama. Dan kalau memang jodoh, kamu dan dia bakal saling setia sampai kapanpun.”

Entahlah, apa setia menurut kacamataku itu bener apa enggak. Aku tau aku pernah gak setia dan itu rasanya menyakitkan, buat diriku apalagi buat orang yang gak aku setiain itu. Setia itu sempat pernah terasa sulit, tapi gak akan terasa pahit. Walaupun kita diuji dengan jarak, godaan dari orang yang manas-manasin hubungan, minim perhatian dari dia… Tapi kalau hati kita udah yakin sama dia, setia itu bakal terasa manis kok, tanpa pemanis buatan.

Itu setia menurutku, mana setia menurutmu?

18 komentar:

  1. Setia itu tau kemana dia harus pulang (cintanya) :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Setia itu tau dan ingat siapa cintanya. Oh iya makasih udah mampir ya :)

      Hapus
    2. kalau setia band itu pengertiannya kira-kira seperti apa.? hehe..!!

      Hapus
  2. Kalo menurut saya setia itu amanah cinta... hehe
    saling bertanggung jawab dan percaya meskipun tidak saling berdekatan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, lagi-lagi ini bener. Setia itu wujud pertanggungjawaban dari cinta. Oh iya makasih udah share pendapat dan mampir di blog ini :)

      Hapus
    2. sip... kan emang disuruh ngasih pendapat...

      Hapus
  3. sebenarnya sih setia itu hanya sebuah istilah dalam setiap hubungan, karena tanpa setiapun seseorang kepada pasangannya asal bisa saling percaya dan tidak saling curiga, pasti akan langgeng dan tidak akan melirik ke lain hati.

    kalau saling percaya pasti setia, jadi biasanya setia itu hadir diakhir setelah percaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, kalau sudah percaya, apalagi saling percaya, pasti bakalan setia. Makasih udah ngasih pendapat, makasih juga udah mampir :)

      Hapus
  4. Setia itu adalah perasaan hati yang ikhlas dan menerima apa adanya sesuatu yang kita miliki tanpa membanding-bandingkan dengan sesuatu yang lain!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaps, setia itu ngerasa cukup, gak mau yang lain lagi. Makasih udah share pendapat ya :)

      Hapus
  5. Itu, yang komentar mama kamu mengenai setia, kok aku ngakak ya :D

    setia itu... keadaan dimana mata kita hanya terfokus pada satu titik. walaupun disekitar banyak, namun tetap hanya pada satu orang

    ah, pokoknya gitu -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal beliau gak maksud ngelucu :D
      Iya, setia itu cuma buat satu orang yang bener-bener pantas disetiain, kalau semua disetiain ntar malah arti SETIA itu SEtiap TIkungan Ada :D

      Hapus
  6. Wah, ada nama dan posting-an gue. Dipromosiin secara nggak langsung, nih. Hihi. Thanks!
    Setia itu ibarat suka sama klub bola. Kalo gue suka MU. Maupun kalah, biarpun nggak juara. Walaupun dikata-katain temen. Saya tetap setia mendukung tim itu. :))
    Setia itu dari hati. Setia hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu. Selingkuh itu gampang. Setia itu susah banget. Soalnya seperti tantangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa sama sama. Sorry yo kalau gak ajuin proposal dulu buat nyantumin nama sama postingan kamu haha.
      Dalam amat makna setianya, Yog. Bener, setia itu susah, tapi nikmat yang didapatkan dari setia itu nyata dan selamanya. Gak kayak selingkuh yang nikmatnya cuman sementara aja.

      Hapus
    2. Komentar gue udah dipake Yoga.
      engg.. apa ya.. mungkin setia itu ga pindah ke klub lain sebelum masa kontraknya habis, hehe..
      anak bola nih gue

      Hapus
    3. Cieeee, sesama gibol gitu ya, penggila bola. Kalian berdua sehati deh, cocok deh, jadian aja deh hahaha
      Itu setia apa terpaksa sama keadaan, Nggo? :D

      Hapus
    4. Nggak tau, tanya pemain bola gih :p

      Hapus
    5. Mau nanya sama Buffon kejauhan :(

      Hapus

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com