Minggu, 06 Maret 2011

Sejarah Lahirnya Pasangan Sinonim

Pernah ga kalian terpikir untuk bertemu lalu menjalin hubungan lebih dari sekedar teman a.k.a pacaran dengan seorang makhluk adam. yang sifatnya miriiiiiipp banget sama kamu? Bahkan mulai dari hobi kamu yang sama dengan dia, makanan favorit yang sama, sampai kebiasaan kecilmu itu pun samaaaaaaaa dengan apa yang sering kamu lakuin.
Mungkin kalian akan menjawab “Ga pernah kepikiran Cha”
Ya, aku sendiri pun pasti akan menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban ga-pernah-kepikiran itu. Karena ga pernah terlintas deh pikiran punya pacar yang tindak-tanduk nya mirip banget sama aku.
Namun pada kenyataannya, semesta mempertemukanku dengan hal yang tidak pernah terpikir tersebut.
Berawal dari seorang teman. Temanku tuh namanya Dea. Dea tuh punya sepupu namanya Deni, yang tinggal serumah dengan Dea. Aku yang hobi ke rumah Dea buat ngerjain peer atau sekedar bergosip ria, otomatis sering ngeliat Deni. Kebetulan juga teman-teman sekelas Deni tuh juga sering ke rumah. Nah, salah satu temannya Deni tuh ada yang namanya Bayu. Dea tuh mau nyomblangin aku dengan si Bayu itu. Kami memang udah pernah ketemu waktu aku ke rumahnya Dea, tapi dia aja tuh yang lupa (atau pura-pura lupa kali yaa?) kalau kami pernah ketemu. Maka, Dea pun merancang acara pertemuan kami berdua, antara aku dan Bayu. Bertempat di rumah Dea, pulangan sekolah.
Sesampainya di rumah Dea, bubuhan SMK 13 Penerbangan (sekolah Deni) telah berkumpul di teras rumah. Aku tergugu, diam sebentar, gugup. Aku dan Dea langsung masuk ke dalam rumah. Ternyata Bayu ada di salah satu tumpukan cowo cowo itu. Banyak eh bubuhan Deni. Bayu menyuruhku untuk keluar. Ya jelas lah aku ga mau. Wong disitu cowonya bejibun. Lantas, karena merasa dikacangin disitu, aku pamit kepada Dea. Aku memutuskan untuk pulang, Dengan baik hatinya Dea berniat mengantarkanku sampai ke depan gang.
Di tengah perjalananku dan Dea menuju depan gang, tiba-tiba kami dikejutkan oleh teman Deni yang mencegat dengan motornya.Aku kira itu Bayu, eeh ternyata bukan. Dia menawarkanku untuk ngantarin aku pulang, sekalian juga dia mau latihan paskib. Dea langsung mengiyakan ajakan itu. Aku gelagapan gugup bingung, sementara Dea hanya mengedipkan sebelah matanya, meminta supaya aku ga nolak tawarannya. Aku langsung naik ke motor cowo itu. Padahal di saat itu, Bayu juga mau ngantarin aku pulang, sayangnya motornya mogok pada saat itu. 
Dia ngantarin aku sampai depan rumah. Kami ga ada saling bicara selama di perjalanan. hanya bertukar senyum satu sama lain. Bahkan, aku ga sempat nanya siapa namanya. Cuman sesekali dia ngelucu sedikit dengan nunjuk pos ronda sebagai rumahku -_- Sampai suatu ketika Dea ngasih tau nama cowo itu. Muhammad Noor.
Lama kelamaan, aku jadi akrab dengan Noor, aaah Nur aja dah. Kami sering smsan, sering juga ngobrol meski masih malu-malu bin terbata-bata. Obrolan kami pun hanya seputar sekolah, hobi, keluarga. Yang lama-lama merembet ke masalah percintaanku yang complicated, bersama Indra. Yaa, waktu aku kenalan sama Nur, aku masih berstatus sebagai pacarnya Indra. Aku ngerasa enjoy aja curhat semua masalahku ke Nur. Dia asik, nyambung, dan bisa bikin aku ketawa lepas lupa segalanya. Lelaki yang baik hati dan menyenangkan, pikirku waktu itu mengenai dia
Sampai akhirnya Dea bilang  ke aku kalau Nur tuh mau berusaha ngejauhin aku. Dan aku juga harus ngejauhin dia. Aku seolah tertohok mendengar pernyataan itu. Ada apa ini? Apa salahku ke dia? Apa dia ga mau temanan sama aku lagi? Lalu Dea menjelaskan bahwa Nur tuh cuma ga mau ganggu hubunganku dengan Indra. Aku kaget. Dan yang lebih kagetnya lagi.. Nur itu suka sama aku!
Bukan maksudku untuk kepedean plus ke-GR-an, tapi pas hari Kamis tuh (aku lupa tanggal berapa) aku jalan bareng sama dia. Di tengah gelapnya ruangan Cinema 21, aku bersandar di bahunya. Dia megang tanganku dan bilang tiga kata sakral "aku sayang kamu". Di saat itu aku ngerasa omongan Dea bener banget. Tapi sekali lagi, aku berusaha menepis prasangka aneh itu. Mana mungkin dia suka sama cewe bulukan kayak aku. Keanehan semesta itu namanya.
Tepat di malam minggu, aku putusan sama Indra. Penyebabnya ga jelas, gara-gara cemburu buta sama sahabatku namanya Rudi. Perasaanku kalut campur aduk. Aku menangis sesenggukan ketika ditanyai Nur. Aku menceritakan semua itu dengan airmata yang berlinang tak tertahan. Dia mengusap airmataku dengan tangannya. Damai rasanya... Agak sedikit amnesia dengan kesedihanku.
Dan tralalalalalala trilililililili.. pada hari senin, dia nembak aku di depan rumahnya  Dea. pake direkam segala lagi sama bubuhannya tuh, ckckck apa kada shock. Aku terima, dan aku berhubungan lebih dari sekedar teman sama dia sekarang. Terus dia ngasih aku boneka teddy bear pink. Aku gak nyangka itu buat aku. Padahal waktu hari minggu, kan dia udah bawa-bawa kado itu sama Wiwid juga. Pas ku tanya, eeh dia bilang itu kado dari Wiwid buat cewenya Wiwid. Sempat kagum sam Wiwid eeh, and sirik juga sama cewenya Wiwid gitu. Sampe ku peluk peluk tuh kado, sambil berandai-andai. Eeh ternyata itu buat aku... Ckckckck. hanya bisa senyam senyum jalan menuju pulang sambil membawa kado.
Itulah sejarah atau bisa disebut juga riwayat pasangan sinonim. Pasangan  sinonim?
Banyak yang menjadi dasar lahirnya pasangan sinonim. Dari pertama aku kenal dia, persamaan pertama yang kutemukan adalah... KAMI SAMASAMA HOBI DIFOTO.. Di fb, banyak foto-foto gajenya. Kebiasaan di setiap saat selalu dijepret, ternyata juga merupakan kebiasaannya. Aku jadi ngakak sendiri setiap liat foto-foto nya yang super narsis gaje pula itu.
Kesinoniman kami selanjutnya adalah:
  • Sama-sama ga suka pelajaran matematika, fisika, kimia, pokoknya yang berhubungan dengan hitung-menghitung gitu deh, dan kami sama-sama suka pelajaran Bahasa Inggris
  • Sama-sama suka lagunya Shania Twain-You're Still One. Lagu-lagu mancanegara adalah segalanya bagi kami
  • Sama-sama mengidap penyakit maag
  • Sama-sama suka mie ayam
  • Sama-sama tipe orang yang moody-an, tapi kayaknya masih parahan aku deh. Maklum, namanya juga cewek.
  • Sama-sama suka bikin video gaje, dan gila poto
  • Samasama suka salting kalau ketemu orang baru, cenderung malu-malu kucing gitu
  • Samasama hobi tidur di kelas, bahkan dimanapun berada
  • Samasama lebih percaya sahabat daripada pacar
Hahaha.. apakah kami terlihat sangat bersinonim ?
Aku jadi ngerasa, aku seperti melihat 'diriku' dalam bentuk lelaki. Kata Nina, ini unik, dan aku harus pertahanin.
Aku harap,pasangan sinonim akan berjaya selamanya. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com