Nge-BF Bareng Heru Arya: LOVE Itu Tentang Cinta dan Diksi

Februari. Bulan yang rasanya pas buat ngebaperin film bertema cinta. Rasanya juga pas kalau film yang film yang dibaperin itu adalah film LOVE.

Saling menghangatkan tubuh. Sumber: SINI
Selain karena judulnya udah bawa-bawa kata cinta dalam bahasa Inggris, film keluaran tahun 2015 ini juga punya gaya cinta yang berlimpah. Eh ralat, gaya bercinta yang melimpah. Mengingat kalau film ini adalah film besutan om-om mesum asal Prancis bernama Gaspar Noe, LOVE dijamin bakal sepanas atau bahkan lebih panas dari film karya Om Gaspar sebelumnya yaitu Irreversible dan Enter The Void.

Fix. Nge-BF LOVE seru nih.

Dan orang yang pas buat diajak nge-BF kali ini adalah...... Heru Arya! Atau yang biasa dikenal di dunia blogger sebagai Pangeran Wortel yang punya kerajaan di tulisanwortel.com. Dia adalah seorang blogger personal yang kini banting setir menjadi blogger tutorial.

📊 Pangeran Wortel
Sumber: akun Twitter Heru Arya 
Alasan memilih LOVE dan Pange (begitu biasa aku memanggilnya) sebagai satu paket dalam nge-BF kali ini karena Pange yang memperkenalkan aku dengan LOVE.


Trus karena aku nggak kuat nontonnya, akhirnya aku mutusin buat nge-BF ini sama Pange. Kayaknya Pange ini suka banget sama LOVE. Terlihat dari ini,


Ya memang seru sih. Love bercerita tentang Murphy (Karl Gusman) yang mengingat masa-masa indah dan pedih bersama mantannya, Electra (Aomi Muyock). Dia dan Electra saling mencintai, tapi sayangnya hubungan mereka harus berakhir karena Murphy menghamili Omi (Klara Kristin). Meski kejadian putus itu terjadi dua tahun lalu, tapi Murphy belum bisa melupakan Electra. Gairahnya akan Electra sangat besar, bahkan lebih besar daripada gairahnya akan mengejar impiannya sebagai sutradara.

Pandangan pertama, awal aku berjumpa~
Sumber: SINI
Kalau kata Pange sih, "Jelas ini film keren!"

Nah, keseruan selanjutnya dari LOVE ini bisa disimak dari BF-ku sama Pange berikut ini.


Icha: Pange, ingat waktu aku ngajakin nge-BF beberapa waktu lalu? Ayok nge-BF. Pange bisanya kapan?

Heru: Ingat. Nanti selesai maghrib ya, Cha. Ini mau ke masjid dulu.

Icha: Oke deh, Pange. Sholat dulu. Trus maksiat lagi. Bahas film LOVE.

*20 menit kemudian*

Heru:  Baru pulang ini. Mau mulai maksiat sekarang atau nanti?

Icha: Hahaha! Yaudah sekarang, ya. Pertanyaan pertama.... Pange pertama kali kenal film LOVE dari mana?

Heru: Pertama kenal dari temen yang kostannya punya wifi gratis 24 jam. Jadi, dia bisa donlot film aja sesukanya. Dan film LOVE salah satunya.

Icha: Okay. Trus alasan mau nonton itu apa, Pange?

Heru: Untuk alasan sendiri karena lihat opening-nya yang enam detik pertama aja, udah bikin pengen copy...

Icha: Jadi gitu ya.... Trus Pange udah berapa kali nonton itu? Dan ada tokoh favorit nggak?

Heru: Nontonnya dua kali. Pertama waktu baru dapet. Kedua waktu lagi suntuk kemaren. Tokoh favorit itu tokoh utamanya, Cha. Si cowoknya. Namanya siapa, Cha? Lupa nih...

Icha: Nama cowoknya siapa ya?

Heru: Entar. Pange tonton lagilah. Hahahaha.

Icha: Jadi Pange mau nonton lagi demi tau nama karakter cowoknya? Santap jiwa!

Heru: Iya. Hahaha. Udah nonton, Cha. Murphy namanya.

Ini yang namanya Murphy. Rambutnya kayak Robby Haryanto btw.
Sumber: SINI
Icha: Gils! Trus pas pertama nonton, nontonnya runut nggak, Pange? Waktu aku nontonnya pertama kali, aku skip-skip gitu masa. Dan adegan seksnya hampir 10 menit sekali njir. Bruakakakakaka.

Heru: Runut, Cha. Karena kebetulan waktu itu Pange udah tinggal di rumah sendiri.

Icha: YA AMPUUUN PANGE KUAT BANGET NONTON ITU! AKU AJA NONTON PERTAMA KALI NGGAK KUAT SAMA ADEGAN TRISAMNYA. TRUS JUGA NGGAK KUAT SAMA EKSPRESI DATARNYA MEREKA YANG TANPA RASA PAS NGOBROL BIASA TAPI BERGAIRAH BANGET PAS DI RANJAAAAANG.

Heru: Cha?

Icha: AKU NGGAK KUAAAT. NGGAK ADA EMOSI YANG AKU DAPATKAN PAS NONTON ITU SELAIN ENGAAAAAAAAAS! PADAHAL AKU JUGA PENGEN KETAWA, SENYAM-SENYUM, BAHKAN NANGIS. MENGINGAT KALAU FILM ITU GENRENYA ROMANCE. SEENGGAKNYA MENGINGAT FILM ITU JUDULNYA PAKE KATA CINTAAAAA.

Heru: Hahahaha... Tapi alurnya bikin bingung. Soalnya maju mundur kan, ya.. Nonton pertama masih bingung ceritanya mau gimana dan serunya di mana. Tapi nonton kedua baru deh, bisa ngerti.

Icha: Nah iya! Alurnya maju mundur. Mungkin itu maksudnya menyesuaikan sama adegan di filmnya yang kebanyakan maju mundur melancarkan hentakan keras. Jadi biar ada kesan film ini ‘film.’ Kalau alurnya maju, ini film porno doang.

Heru: Betul, Cha. Kalau dibuat maju, nggak akan penasaran kenapa si Murphy ngeluh mulu sambil jalan-jalan di kamar. Terus dia nostalgia deh.

Icha: Huahahaha iya, nggak akan ada adegan pembuka sesensasional itu. Handjob dengan skill wahid njiiiir......

Heru: Hahahaha.

Icha: Trus apa alasan Pange favoritin Murphy?

Heru: Karena dia setia. Tapi keadaan (lebih tepatnya keenakan) yang membuat dia lupa bahwa pake pengaman pun tetep harus hati-hati.

Icha: Iya sih. Murphy itu sebenarnya lebih sayang sama Electra ya daripada sama Omi. Nikah sama Omi itu terpaksa aja kayaknya. Eh emang terpaksa sih karena hamil.

Heru:  Iya. Dan setelah puncaknya selesai, Murphy bilang yang kalau nggak salah, “Sobek. Kayaknya bocor, nih.” Pengen aja gitu jawab, “Makanya pake no drop... Pelapis anti bocor.”

Icha: BANGKE. LANGSUNG BAWAANNYA PENGEN NGEIKLAN GITU, YA.

Heru: Hahaha... Iya.  Dan padahal dia sayang banget sama mantannya. Kisah putusnya pun simple. Si Murphy jujur, Electra kaget, Murphy diludahin. Terus udahan. Bukti dia setia lagi, ketika dia pengen nemuin Electra di kostannya yang ternyata ada cowok lain, yang Murphy tau itu cowok pemakai narkoba. Meskipun udah diusir, dia tetep nunggu Electra sampe keluar dari kostnya. Soalnya gara-gara dia, Electra udah nggak pulang-pulang ke rumah.

Murphy memulai pengakuan dosa pada Electra.
Sumber: SINI

Icha: *nyimak*

Heru: Yaaa... Ini mungkin karena serba salah juga, sih.  Meskipun udah janji nggak akan pernah ninggalin, tapi si Electra juga salah, sih. Pake minta sensasi baru. Dasar!! Bikin gemes. Akhirnya kan malah dia sendiri yang ditinggalin.

Icha: Apakah Pange ngerasa related dengannya? Related dengan dia yang pecinta film? Dengan dia yang susah lupa sama si Electra? Mantannya itu? Atau gimana?

Heru: Kalau yang related sama hidup Pange itu setianya. Tapi gaya pacarannya jelas beda dong...

Icha: Okay. Perihal nonton runut dan sendirian, itu Pange leluasa untuk menggaungkan birahi dalam otoritas diri, ya.

Heru:  Bener banget, Cha... Pange kalau nonton film apapun, asalkan sendiri dan ada kopi ditambah martabak, nggak akan skip. Dan kalau nontonnya nggak sendiri, mungkin kitanya jadi serba salah. "Takut orang lain salah maksud."

(lihat kemunculan dialog yang tiba-tiba itu. Pangeran Heru Arya masih menggunakan ciri khas menulisnya bukan cuma di blognya, tapi juga saat nge-BF gini. Contoh blogger yang konsisten)

Icha: Jadi Pange suka nonton sendirian? Hanya bertemankan martabak dan kopi? Sama sih kayak aku. Aku juga suka nonton sendirian. Tapi nggak bertemankan apa-apa. Huhuhu.

Heru: Hehehe... Lebih tepatnya biar nggak risih aja momennya. Dan karena Pange introvert, Cha. Susah bergaul. Meskipun banyak temen yang kenal. Tapi lebih seneng sendiri. Tenang dan nyaman aja rasanya.

Tapi LOVE ini mungkin benar-benar kisah percintaan yang sesungguhnya. Cuma untuk di negara barat sana. Gaya pacaran mereka memang begitu. Jadi, sebagai orang timur ya kalo mau memahami isi ceritanya harus siap dengan adegan-adegannya yang tanpa sensor sedetik pun.

Icha: Nah. Itu dia yang dimaksudkan sama Om Gaspar Noe selaku sutradara film ini. Beliau pengen membawa kisah percintaan yang pada dasarnya. Yang berlandaskan gairah. Tapi berlaku di barat sana gitu yak. Dan adegan-adegannya.... Eksplisit bangeeeeeeet. Semuanya keliatan. Bahkan pas Murphy-nya penetrasi pun bener-bener keliatan.

Heru: Bener banget, Cha. Love menurut yang Pange tonton di LOVE ini bercerita tentang pengorbanan dan kesetiaan. Murphy karena saking sayangnya sama Electra, bahkan minta sensasi trisam yang jelas akan bikin kacau aja, Murphy sanggupin. Padahal Murphy juga tau dong, akibatnya dia pasti ketagihan sama punya Omi.. Tapi karena cinta itu buta tadi, dia pun menyanggupinya. Di situ sosok Murphy mau berkorban demi apapun asalkan Electra seneng. Meskipun selama nonton Pange pengen bisikin Electra, "Bego lu.”

Icha: Ngahahahaha. Aneh-aneh aja itu memang si Electra, ya.

Heru: Iya, Cha. Terus kesetiaannya Murphy tetap terlihat meskipun dia udah menikah dengan Omi. Pikirannya selalu ke Electra. Dan apalagi setelah ibu-nya Electra telpon kalo Electra nggak pulang-pulang, duh... Makin kacau deh...

Icha: Iya juga sih.

Heru: Tapi ada sisi baiknya yang bisa Pange ambil ketika Murphy nikah sama Omi. Kamarnya jadi rapi banget anjay....  Pange jadi pengen punya kamar serapi itu.

Icha: Oh iya ya? Ih sumpah Pange pemerhati filmnya banget! Aku aja nggak sadar.

Heru: Hahahaha. Dan serius, Pange jatuh cinta banget sama kamarnya si Murphy setelah menikah sama Omi.

Icha: Apa itu karena dia jarang ena-ena sama Omi makanya jadi rapi? Kalau dia nikah sama Electra, bisa aja kamarnya berantakan banget. Karena sering dipake buat diadakannya pencak silat. Silat di ranjang.

Heru: Bisa jadi. Bandingkan sama kamar Murphy sebelum dia menikah. Ancur!!!

Sesudah pencak silat di ranjang.
Sumber: SINI
Icha: Oh iya bener juga sih. Btw Pange pernah susah move on nggak kayak Murphy? Berapa lama?

Heru: Nggak pernah. Soalnya sering ditinggalin. Move on paling lama 1 minggu, Cha. Wajah yang tak tampan membuat Pange gampang kecewa karena jatuh cinta.

Icha: Wah, Pange orangnya bisa move on dalam tempo yang sesingkat-singkatnya! Kalau meminjam istilah dari Ilham, Pange nggak ngerasain gimana menyiksanya kerasukan kenangan. Eh tapi dulu Pange suka bawa-bawa jokes soal mantan. Nggak ada hubungannya ya sama ini?

Heru: Nggak ada. Jokes mantan emang seneng Pange pake. Pasalnya yang mutusin dan duain dulu, sekarang pada nge-chat nanya kabar dan pengen pada ngajak meetup gitulah. Lebih tepatnya pake jokes mantan sebagai pembalasan aja. Biar nyesel kalo pernah mainin perasaan gue, Cha. Tapi Pange bersyukur sekarang menemukan yang mau jadi partner hidup.

Icha: Wadaaaw! Pange punya pacar! Boleh nih kasih kisi-kisinya soal doi....

Heru: The end aja lah kalo bahas doi. Hahaha.

Icha: YAAAAAAAAH. Eh,  Pange selera ceweknya kayak gimana? Yang kayak Electra apa Omi?

Sesi ngobrol-ngobrol sebelum...
Sumber: SINI

Heru: Seleranya nggak keduanya, sih. Pas di luar kalem, di dalam hening sendiri ngeliat kelakuan mereka. Eh, maksudnya keduanya punya karakter sama aja di film ini. Cuman, beda kasih sayang aja.

Icha: Jadi... Pange lebih suka yang mana? Atau Pange punya tipe cewek idaman tersendiri?

Heru: Kalau ngeliat sisi luarnya si Electra (pas bareng di taman, cafe, kecuali di ranjang) lebih suka karakternya Electra. Sebenarnya kalau gue nggak terlalu milih, Cha. Yang penting, satu: Rahasia.

Icha: Anjay! Rahasia! Okeee!

Heru: Hahahahahaha.

Icha: Eh ngomong-ngomong rahasia.... Itu salah satu diksi andalan Pange. Pange sadar nggak sih, kalau Pange punya banyak diksi andalan? Aku mau bahas itu boleh, ya?

Heru: Diksi andalan? Banyak nggak sadar kayaknya. Soalnya kalau nulis ngalir aja, kayak permainan Electra sama Murphy.

Icha: Sungguh, Pange ini rendah hati sekali.... Ya kayak misalnya kata-kata Pange yang "Maaf untuk keputusan ini," "Pikirkan sendiri." dll. Itu banyak memberikan inspirasi.

Heru: Hahahaha... Inspirasi???? Dalam hal apa, Cha? Materi Pange pindah genre.

Icha: Menurutku Pange sama film LOVE itu sama. LOVE ngasih referensi gaya bercinta. Ada missionary, handjob, blowjob, doggy style, threesome, cow girl alias woman on top, restroom attendant, sampe bercinta dengan transgender. Kalau Pange, ngasih referensi kata-kata. Pange nggak ngerasa udah ngasih inspirasi?

Heru: Ya, ngerasa... Tapi nggak sampe sejauh itu, Cha. Itu soal gimana kita nyikapi keputusan dan gimana kitanya berani nggak, nerima resiko dari keputusan itu sendiri.

Icha: Oh. Padahal udah sampe jauh sih kalau menurut aku. Pange adalah produsen diksi yang oke punya.

Heru: Kalau Pange sih, seneng aja orang kalo punya tanggapan yang positif. Tapi Pange nggak pernah mikir bakalan sejauh ini. Niatnya cuman ingin berbagi.

Icha: Ohahahaha. Trus yang mengenai akun parodi itu.... tanggapan Pange bagaimana? Apakah akun-akun itu harus di-gangbang?

Heru: Kadang ngakak. Tapi ada yang bikin kurang nyaman. Karena lucu itu sama menghina beda tipis. Jadi, ada yang kadang menurut Pange tak patut dijadiin jokes, tapi ya gitulah. Mungkin udah nggak bisa nyari materi bagus. Jadi, yang nggak Pange suka nggak akan Pange respon. Karena mereka makin direspon, ya makin ngerasa kalo mereka bener.

Icha: Hmmm.... aku manggut-manggut sih ini. Yang bikin kadang ngakak itu yang bagian mana, Pange?

Heru: Ya akun orang lain yg diparodikan sewajarnya. Kalau akun gue sih, ya gitulah....

Icha: Akunku nggak diparodikan sewajarnya btw. Qucedila. Btw kalau aku pake diksi-diksi dari Pange, Pange kesel nggak sih?

Heru: Tergantung caranya.

Icha: Aku sering pake kata-kata dari Pange. Hehehe. Dan aku punya daftar diksi yang aku suka dari Pange, yaitu:

1. Maaf untuk keputusan ini
2. Pikirkan sendiri
3. Wajar, kalau manusia sepertimu sering dibenci orang lain
4. Kualat itu....
5. Jangan segampang itu menilai

Heru: Hahahahahahahahaha. Ntap!! Aku aja kaget pernah nulis itu.

Icha: HAHAHAHAHAHAHA. Itu memorable banget. Sebenarnya masih banyak. Tapi sejauh ini, 5 itu yang aku suka. Hehehe. Nah kalau ngomongin soal blog, menurut Pange, apakah kita harus punya gairah yang besar dalam menulis blog sebesar gairahnya Murphy?

Heru: Kembali ke tujuan aja, Cha. Tapi apapun itu jelas butuh gairah yang besar. Contoh kecil aja seperti makan. Kalo nggak bergairah, mau lauknya enak pun di mata kita biasa aja.

Icha: Setuju ini mah.

Heru: Begitulah gairah. Selalu punya kaitan sama tujuan. Makin besar tujuan, tentu gairahnya juga nggak boleh biasa-biasa aja.

Icha: Oh oke.... nah kembali ke LOVE lagi nih.  Soal scene, scene favorit Pange yang nggak biasa-biasa aja, yang mana?

Heru: Waktu Murphy ketemu Electra di kafe yang ada lukisan sungai gitulah... Saat di scene itu, mereka terlihat seperti duduk di hamparan sungai dengan burung bangau dan hijaunya rumput. Itu keren, sih pemilihan tempatnya... Sisanya favorit level 2 aja Cha. Karena 80% film ini isinya ya gitu. Maju mundur. Alurnya... Hehehe.

Bertatap-tatapan manjah.
Sumber: SINI
Icha: Waaah. Sungguh artistik, ya, scene kesukaan Pange. Terakhir, apa pesan moral dari film ini?

Heru: Pesan moralnya, LOVE mengajak kita menghargai pasangan dan harus bisa menjaganya yang baik supaya nggak kejadian seperti Murphy. Tapi kalo dari sisi yang sebenarnya, LOVE ngasih edukasi seks yangg banyak banget versinya... Yang sebelumnya nggak tau, jadi tau...

Icha: EDUKASI SEKS! Oh iya, apakah film ini worth-it buat ditonton?

Heru: Untuk yang di bawah 17 tahun, masih belum. Tapi, untuk di atas 17 tahun Pange sih, rekomendasiin banget film ini. Tapi satu pesan yang harus diinget. Nontonnya harus sendiri. Jangan berdua. Suasana akan runyam total. Percaya deh... Apalagi nonton sama pacar... Hem... Bangetlah...

Icha: Wkakakakaka. Iya ih. Bahaya banget kalau nonton sama pacar. Nggak konsen nontonnya ntar.

Heru: Iya... Takut tangan salah jalan.

Icha: Tangan salah jalan maksudnya Pange? Coba jelaskan! Aku terlalu polos.

Heru: Halah!!! Kalo Icha jelas lebih paham dari Pange.

Icha: Hahaha. Tayek rengat! Oh iya, Pange nggak berminat buat nonton film-filmnya Gaspar Noe yang lain? Macam Irreversible sama Enter The Void?

Heru: Minat, sih... Tapi belum download aja.

Icha: Oh gitu. Oke deh. Rasanya sampe sini aja nge-BF-nya kali ya.

Heru: Oke...

Icha: Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membahas film yang penuh akan cinta kasih ini.

Heru: Sama-sama, Icha... Semoga kontennya makin keren, ya. Makasih lho udah diundang di rubriknya.

Icha: Makasih atas doanya btw~

Heru: Iya... Udah, Cha? Lemes nih....

Icha: Udahan yuk.

Jadi, orang yang berwibawa, konsisten, dan berdedikasi seperti Pangeran Wortel alias Heru Arya ini ternyata juga suka film bergairah macam LOVE. Sampe sekarang aku masih nggak nyangka, kalau aku ngebaperin film sepanas ini sama seorang Pangeran Wortel. Dan nggak nyangka, dari seorang penggemar LOVE, aku bisa belajar banyak diksi yang oke punya. Aku, dan para blogger lainnya.

Gitu...

You Might Also Like

36 komentar

  1. Banyak kata-kata soal seks yang gue nggak ngerti ya, Allah. Rusak deh gue baca BF tentang film ini. *menahan diri untuk gak download* :(

    Wah, parah tuh yang parodiin sampai menghina! Kurang kerjaan banget pasti. Semoga adminnya segera tobat deh ya, Her. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halah! Yoga sang Gemini bajingak kelas kakap kan emang udah rusak dari dulu. Donlot aja, Yogs. Tapi nontonnya sendirian aja, ya. Jangan nonton sama cowok kayak nonton Munafik kemarin. HUAHAHAHA.

      Aku ikut aminin deh. Sebagai penonton kericuhan akun parodi itu, aku cuma bisa prihatin sambil ngaminin. :')

      Hapus
    2. Reyhan: Itu sisi Yoga yang mengaku-mengaku suci padahal ingin donlot film itu juga, Rey. Sedih liatnya.

      Hapus
  2. Itu gaya2 seksnya gak sekalian dibikin tutorialnya? Mumpung lagi duet sama blogger tutorial kan? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. TLQ. Pertanyaan bagus! Ide bagus! Silakan kamu yang bikin tutorialnya, Yogs. Bareng Black. Thx.

      Hapus
  3. Wahahaha. Sempet download filmnya, terus diapus. Tapi gara-gara baca BF kali ini jadi pengen nonton lagi. Heru memang sosok yang dinilai menginspirasi.

    Oh ya, yang akun parodi itu emang kadang kelewat batas dalam melucu. Tapi bukan saya penggagasnya lho ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahaha. Menginspirasi buat donlot dan nonton untuk kedua kalinya ya, Bang.

      Iya. Kadang lewat batas wajar. Karena sesungguhnya penggagasnya adalah penggagas dari penggagas sebuah gagasan yang berwujud gagasan dari beberapa kepala yang berisi beberapa gagasan.

      Hapus
  4. Harus diakui bahwa Love adalah film yang artsy dan aesthetic, tapi sayangnya diriku lebih suka menonton film religi. Barakallah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernyataan mencengangkan dari seorang Rido Arbain. Ingin rasanya ku berkata kasar, "Pencitraan dijaga!"

      Hapus
    2. Reyhan: Sekalian adzan Subuh dongs, Rey.

      Hapus
  5. Gila pake disebutin segala itu diksi-diksinya. Ha ha. Maaf untuk keputusan ini...

    Perasaan pernah denger deh nama sutradara ini. Eh waktu itu ndese juga pernah bahas film lain sama si dagu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Agia. Biar meyakinkan kalau aku benar-benar ngefans sama diksi-diksinya Pangeran. Ho ho ho.

      Yoi. Bahas Enter The Void. Coba deh kamu nanti maraton nonton film-filmnya Om Gaspar Noe. Siapa tau dapat inspirasi buat bikin cerpen lagi. Cerpen..... erotis.

      Hapus
  6. Btw, rambut saya udah cuku tauk! Sampingnya ditipisin, depannya dijambul. Mantep pisan! :))

    Parah banget tuh emang yang bikin akun parodi. Mana aku belum sempet bikin pula. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((CUKU))

      CUKU ITU APAAAAAA, COY? CUKU ITU ADA HUBUNGANNYA NGGAK SAMA CIKI? TYPO DIJAGA!

      Tlq. Yaudah bikin aja, Rob. Parodiin diri kamu sendiri kan bisa tuh. Yuhuuuuuuu~

      Hapus
  7. jadi pengen ngiklan, " Bocor itu bahaya! Bocor itu bencana!"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau beneran diiklanin di tivi, pasti iklannya jadi lucu banget, Njus. Ngalah-ngalahin pamornya iklan Bukalapak cincai~

      Hapus
  8. cha, link cha, linknya cha :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Link-nya ada di daftar diksi Heru Arya top 5, Win. Yang nomor 2. Yaitu... "Pikirkan sendiri."

      Hapus
  9. hahaaa.. ini obrolanya panjang bener, bikin ketawa bacanya.
    keknya perlu nonton nih film love.

    maju mundur, bocor... ahhh sampe bingung mau koment,haduuhh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huehehe. Makasih ya udah mau baca dan ketawa. Tiada ketawa tanpa kehadiran Heru Arya. Yuhuuuu~

      Hapus
  10. Yaampun. Kayanya bakal bahaya banget kalo misalnya aku nonton ini dan emak tiba tiba ngintip anaknya lg nonton apa...

    Yang paling familiar di aku yang "Maaf untuk keputusan ini" doang. Aku emang kurang gaul, deh. :"((,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Sabil. Emang bahaya banget. Sabil nontonnya jangan di ruang tamu atau di meja makan ya. Nontonnya di kamar aja. Oke?

      Eh tapi jangan ditonton deh. Nanti kepolosan Sabil bisa rusak. :(

      Huehehehe. Itu emang paling nge-hits yak~

      Hapus
  11. terakhir aku nonton film yang ada seksnya (adegan) itu film korea judulnya Frozen Flower, dan banyak yang aku skip gara-gara nga kuat.

    apalagi nonnton film ini yang hampir setiap 10 menit sekali ada adegan kayak gitunya. duh alaahh..

    bisa basah ditempat.
    eh.

    cha, kok aku baru tau yah, arti trisam itu apaan, gara-gara kamu nih. bangqe!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoaaaah. Barusan aku gugling soal A Frozen Flower itu. Dan iya ya, genrenya historical erotic. Huahahaha. Parah ya kayaknya, Put. Pantesan gak kuat :D

      HAHAHAHAHA. Basah karena air mata. Ya karena nggak kuat itu kan sampe nangis. :(

      HUAHAHAHAHAHA. MAAF, PUT. MAAF. Habisnya pas banget memang ada scene trisam. Semoga kata trisam itu jadi ilmu yang bermanfaat yak.

      Hapus
  12. BAJINGAN. SUNGGUH FILM YANG MENYESATKAN.

    Untungnya film ini dipaperin sama pangeran wortel, jadinya kan nge-bf nya kyak ngasih tutorial yg bagus untuk nonton film LOVE. Harus nonton sendiri, ya aku paham.

    Sya sndiri udh nontn filmnya cha', tahun lalu. Bener bnget katanya pange, scene pembuka filmnya sudah menarik perhatian bnget. Trkhusus menarik perhatian para pecinta film gituan. Gaspar Noe ini emng bajigur orangnya.

    Film ini ngingetin aku wktu kmu nge bf film Enter the void bareng Ilham cha'. Sama2 karya dari Gaspar Noe. Aku stuju kata kamu, Klo dibandingin sama Enter The Void, lebih vulgar Love sih.

    Bdw, di tulisan ini saya baru tahu klo nonton film Love ini bnyak manfaat nya. Trutama ngajarin seks education. Dan ngajarin klo trnyata kondom itu bisa bocor. Luar biasa.

    Oiya, sya perhatiin giginya Elektra kok, agak aneh ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAJINGAN. SUNGGUH KOMEN YANG MENGGELAKKAN. REY!!!!!!!!!!!!

      Iya. Aku juga baru sadar kalau keputusanku untuk ngebaperin film ini sama Pangeran Wortel sangatlah tepat. Jadi aku nggak perlu minta maaf untuk keputusan ini.

      Hahahahaha. Wah Rey udah nonton filmnya ya. Nontonnya sendirian atau berjamaah tuh, Rey? Sungguh bajigur kalau nontonnya berjamaah. Sensasinya pasti joss.

      Iya, aku juga langsung ingat waktu sama Ilham bahas soal Enter The Void. Huahaha. Santap jiwa, Rey! Bener-bener paham sama film-filmnya Om Gaspar Noe.

      Iya dongs. Jangan remehkan film LOVE ini, Rey. Jangan lakukan itu.

      HAHAHAHAHAHAHAHA KAMPRET. HAHAHAHAHA. ITU GIGINYA OMPONG, BTW. COBA PERHATIKAN LAGI, REY. DENGAN SEKSAMA. Sedih sih. Cantik-cantik tapi.... :(

      Hapus
  13. WWKWKWKKQKWWKWKQK

    GK nyangka iya pange suka nonton yg lope lope:v

    Kerjaan gue cuman ngakak karena ada beberapa kata yg hemmm....gimana gitu :v

    Btw jika aku sudah selsai UN KAPAN kapan baperin film bareng aku yuk :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nggak nyangka. Aku pikir Pange nggak bakal ngelirik film kayak gini :D

      Gimana gitu gimana? Jangan ragu mengatakannya. Jangan lakukan itu.

      OH MY GOD MY LORD OH NOOOOO............. Ini seriussssss mau baperin sama akoooooooeeeeh????? Amazing! Amazing Spiderman!

      Hapus
  14. Duh, jadi nyesel. Aku nontonnya gak sambil makan martabak.

    Ikut nimbrung dong. Scene favoritku yang Murphy berantem di taksi Cha. Gak tau kenapa dapet banget. Padahal siluet doang.

    Ada adegan yang paling jijik gak Cha menurutmu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anjir. Hahaha. Nonton ulang coba, Rih~

      Whoaaah. Anak film emang beda yang selera scene favoritnya. Hal itu luput di aku tapi nggak luput di kamu buat difavoritin.

      Ada. pas trisam sama penetrasi. Malesin liatnya, Rih. Kalau kamu?

      Hapus
  15. Baru baca.. diluar bahasan film love, yaitu diksi2 pange.. kadang gue pake juga. Hehe.. "pikirkan sendiri" :)

    BalasHapus
  16. Baru baca komen ini juga.

    Hem... wajar kalau manusia sepertimu kadang memakai diksi Pangeran seperti Heru Arya.

    BalasHapus