Senin, 29 Agustus 2011

Hujan :*


“Aku suka hujan !”
 Teriakku kala sang hujan datang mengguyur bumi dengan ganasnya. Riaknya tumpah membasahi aspal yang gersang. Apalagi ketika aku terjun ke dalam lingkup deras hujan itu, berada di antara hantaman rintiknya. Segar membasahi wajah sumrigahku, sekujur badan penatku. Di saat Kak Dayah memaki maki turunnya hujan, dan Nanda tenggelam dalam selimut tebalnya, aku malah menari nari bersama hujan. Tak peduli tatapan orang sekitar atau pekikan Mami Ndese yang menyuruhku untuk cepat masuk ke dalam rumah. Aku buta aku tuli karena hujan.


Kenapa tiba-tiba aku mengawali paragraf ini dengan sekelumit kegiatanku dalam menyambut hujan yang terlihat kekanak-kanakkan itu? Jawabannya cukup simple, KARENA AKU SUKA HUJAN, apapun bentuknya. Mau deras, gerimis, hujan panas, hujan duit, hujan batu. Kekanak-kanakkan memang kalau sampai saat ini aku masih suka main hujan. Aku juga suka mengagumi hujan dan mempublikasikan kekagumanku itu pada siapa saja. Kalau ditanya kenapa aku suka hujan, alasannya banyak banget. Hujan itu eksotik, elegan, indah. Hujan itu bagaikan happy ending dalam kisah cinta penuh kemarau. Hujan itu menyejukkan, menenangkan saat kedua mata pasang mata ini memandang. Hujan itu indah ya?
Namun ga semuanya sependapat sama aku. Kakakku menggerutu ga jelas jika hujan datang. Terpekur di sudut kamarnya dengan bibir ingin menandingi ketebalan usus sapi. Kesal karena ga bisa jalan, itu alasannya memaki hujan. Teman-temanku menganggap aneh tentang kesukaanku ini. Lah emang kenapa kalau aku suka hujan? Yang sakit habis main hujan kan aku juga, kok kalian yang sewot? Hujan itu indah, tau ! Sambarku membantah ledekan mereka

Lama kelamaan aku mulai suka ngeliatin lagu yang ber-videoclip hujan. Misalnya lagu Angels Cry-nya Mariah Carey ft Ne-Yo, lagunya Selena Gomez judulnya A Year Without Rain, Grenade-nya Bruno Mars. Kesannya keren, apalagi kalau hujannya deras. Aku juga suka ngeliat cowo main hujan. Seksi keliatannya, ketika memainkan rambutnya yang kuyup itu hingga menimbulkan percikan air.
Huufhhh.. aku benar-benar maniak hujan.

Aku mulai sadar kalau hal-hal yang kusukai cenderung suram. Contohnya, aku suka warna abu-abu, lagu-lagu penguras airmata, dan sekarang aku sukanya hujan. Coba lihat, kalau di sinetron-sinetron Indonesia (khususnya indosiar, rcti dan sebangsanya) ,suasana sedih nan suram identik dengan hujan deras. Mungkin untuk menambah kesan dramatis, supaya penonton jadi trenyuh. Tapi aku suka ketika hujan deras diidentikkan dengan suasana bahagia. Kayak lagunya Selena Gomez, dia merasa dia mencintai seseorang yang ga bisa berada di sisinya. Yeeahh ketidakbisaan itu karena cowo yang dicintai Selena ternyata ga mencintai Selena balik. Selena menggambarkan perasaannya itu seperti tahun tanpa turunnya hujan, yang artinya tahun itu dilewati dengan kemarau berkepanjangan. Seperti itulah yang kayaknya ku rasain sekarang. Aku membutuhkan dia, seperti tahun membutuhkan hujan. Artinya, hujan begitu berarti bagi tahun, seberarti dirinya bagiku. Bukankah hujan begitu indah? Meski itu cuma perumpaan dalam sebuah lagu, rasa sukaku pada hujan sudah terlanjur mendarah daging. Ngeliat hujan mengguyur kota, tanpa ba-bi-bu-be-bo lagi aku langsung terjun ke dalamnya. Basah ya basah sekalian. Sensasinya itu loh. Rasanya lega banget bisa menghabiskan waktu bersama hujan. Kalian boleh mengolok kesukaanku ini. Tapi setelah kalian merasakannya sendiri, ku pastikan kalian akan menarik ucapan kalian itu. Main hujan beneran seru kok. Coba aja buktikan sendiri. Meski habis itu badan akan kebasahan oleh air hujan yang konon katanya kotor itu, meski sehabis itu kalian kena omel oleh mama-mama kalian, meski kalian akan sakit demam. Tapi keseruannya itu loh. Bikin ketagihan. Hal-hal yang dianggap suram oleh kebanyakan orang, jadi hal menyenangkan buatku.

Kecintaanku pada hujan itu merembet sampai ke impianku. Suatu saat nanti, entah kapan itu, akan ada lelaki yang membawaku terjun ke dalam derasnya hujan, memegang tanganku, menatap mataku, dan bilang tiga kata sakral “aku sayang kamu”. Itu impianku sekarang, melengkapi impianku yang lain yaitu menjadi penulis novel chicklit tersohor dan membahagiakan Bapakku. Aku pengen banget ditembak di tengah hujan. Jarang-jarang kan cowo mau mengajak cewe untuk main hujan. Takut nanti sakit lah, air hujan itu kotor lah. Setelah menyatakan cintanya, aku menjawab iya, dan kemudian kami berputar-putar di tengah hujan deras itu sampai kuyup. Mengungkapkan rasa sayang lewat perhatian. Memelukku, menjagaku dari dinginnya hujan yang menusuk, mengusap kepalaku yang basah, berceloteh panjang tentang perasaan masing-masing. Pulang-pulang dengan kondisi mengenaskan, trus diomelin bareng-bareng. Kayak anak kecil sih kelihatannya. Kesinetron-sinetronan sih emang. Tapi aku suka, tapi aku pengen suasana kayak gitu bisa terwujud di hidupku.  Pasti so sweet. :*

Aku suka hujan. Dan aku menginginkan pangeran hujan datang menjemputku. Bukan Indra, Nur, Romi, atau Febri,. Mereka tak melakukan itu. Semoga dia datang membawa hujan yang kuimpikan. Tuhan, kabulkan yaah J

0 komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com