Waktu mau ngetik postingan ini,
aku gak sengaja ngeliat iklan serbuk minuman panas dalam-nya Cita Citata.
Kalimat “Bijinya digoyang, panas dalam
hilang!” serta merta berubah jadi “Selasihnya
digoyang, panas dalam hilang!” Kata biji diganti selasih. Aku spontan
ngakak.
Entahlah, mungkin supaya lebih
jelas, biji dari buah apa yang terkandung dalam serbuk minuman panas dalam itu.
Atau mungkin karena dalam rangka Bulan Ramadhan, makanya kata-kata ambigu itu
diganti. Eh, beneran ambigu gak sih? Apa cuma aku sendiri yang nganggap itu ambigu? Apa cuma aku sendiri yang pernah
liat iklan itu? Apa aku cuma sendiri yang punya tv?
Eeeeh, udah mesum, mulai songong
juga lagi. Maaf ya.
