Nge-BF Bareng Mayang Dwinta: Belajar Jadi Ibu yang Baik dari Bad Moms

Selamat Hari Pahlawan! Kali ini aku pengen nge-BF (Baperin Film) yang nggak jauh-jauh dari kata pahlawan. Bukan, bukan film yang sarat akan nasionalisme bercerita tentang pencipta lagu Indonesia Raya yaitu Wage. Bukan juga film superhero bodor macam Thor: Ragnarok. Tapi film berjudul Bad Moms
...fucker
.
Mau gimanapun, ibu juga bisa disebut sebagai pahlawan kan? Memperjuangkan hidup anaknya dari lahir, kecil, sampai dewasa. Rela mengorbankan apapun demi anaknya. Selalu siap di 'medan perang', baik perang menghadapi kerasnya dunia maupun perang di ranjang melawan suami. 

Termasuk para ibu nakal di film keluaran tahun 2016 ini. Bad Moms bercerita tentang tiga ibu muda. Amy (Mila Kunis - salah satu fetish-nya Tata), Kiki (Kristen Bell), dan Carla (Kathryn Hahn) yang sudah muak dengan rutinitas mereka sebagai ibu. Lalu mereka memutuskan untuk memberontak layaknya anak abege di film My Generation yang berani meluapkan keluh kesah sebagai anak.

Kemuakan mereka bukannya tanpa alasan. Amy sudah lelah menjalani hari-hari mengantarkan anak ke sekolah dengan terburu-buru (dan selalu telat), mengerjakan tugas sekolah mereka, dan dihakimi mereka. Belum lagi secara nggak langsung menjelma menjadi kepala keluarga karena suaminya, Mike (David Walton) adalah pengangguran dan malah produktif berzinah online dengan perempuan lain.

Kiki, adalah ibu rumah tangga dengan banyak anak. Suaminya terlalu mempercayakan anak-anak mereka di tangan Kiki, sehingga nggak ada pembagian tugas yang adil di antara mereka dalam urusan anak. Padahal itu penting. Salah-salah dalam pembagian tugas berumah tangga, bisa berujung ke pembagian harta gono-gini alias ya ceraikanlah saja cintaku.

Sedangkan Carla, adalah single mother yang kerjaannya ngegodain suami orang, hobi bercanda jorok, bahkan keliatan nggak sayang sama anaknya sendiri. 

Mereka bertiga dipertemukan dan menjalani hari-hari sebagai bad moms. Karena jadi ibu baik-baik pun masih aja diprotes, lebih baik jadi ibu nakal aja sekalian. 

Film yang sarat akan komedi mesum ini selalu sukses jadi pembangkit moodku. Aku suka kedekatan mereka yang bikin mikir kalau mereka udah sahabatan lama. Beda pas waktu aku nonton Mom's Night Out, film tentang ibu-ibu yang 'kelelahan' juga. Menurutku Mom's Night Out kurang bisa meyakinkan kalau mereka adalah ibu-ibu yang frustasi dan ibu-ibu yang punya persahabatan kuat. 

Nah, aku nggak seorang diri, yang suka Bad Moms. Ada Mayang Dwinta, seorang blogger yang juga berprofesi sebagai guru Fisika di salah satu SMK swasta di Solo. 

Mayang intim bersama cermin kamar.
Setelah sempat hiatus setahunan kemarin, Mayang kembali muncul di dunia blog tahun ini. Rajin mengembangkan ide cerita yang udah diendap dari kapan tau, lalu rutin dijadikan postingan. Tulisannya kayak buah dada yang lagi dalam masa puber terus dibalurin minyak bulus. Padat dan kencang. Bikin aku mikir kalau Mayang adalah guru Fisika yang kebiologi-biologian. 

Eh, lebih tepatnya bikin aku mikir kalau kami kayak udah sahabatan lama. Tulisan Mayang asik bener, berasa lagi diajak ngobrol secara langsung pas dibaca. Tambah asik pas aku punya kesempatan buat nge-BF sama dia. 

Inilah keasikan hqq kami.



Icha: Mayang paling suka film yang genrenya apa?

Mayang: Aku apa aja suka, Cha. Cewe gampangan aku mah.

Icha: Duh. Antara mau ketawa sama mau nangis nih.

Mayang: Genre yang belom dibahas di blog Icha apa? Fake hospital belum kayaknya.

Icha: Bangsat. Mau sih. Tapi itu donlotnya nggak tau di mana.

Mayang: Kalau Bad Moms udah pernah dibahas belum, Cha? Kita cari film sengklek aja. Jangan yang ciyus-ciyus. Karena aku tak paham bagaimana diciyusin. Taunya dimainin. Uh pedih.

Icha: MAY PLEASE. CURCOL DIJAGA! Oke, Bad Moms, yaaa.

Mayang: Calon calon bad moms beraksi neh.

Icha: Ini aku ngakak-ngakak berlumur dosa, anjir.

Mayang: Hehehe. Ah kenapa kamu perempuan sih, Cha. Kalau laki kan kita bisa jadian.

Icha: Yaudah nggak papa nggak bisa jadian. Seenggaknya bisa berbagi fantasi liar soal lelaki.

Mayang: Oke. Aku siap diajak BF-an nih ulululu. Beli viagra dulu enggak nih? Atau aphrodisiac?

Icha: Beli kondom aja, May. Yang merk Vivo.

Mayang: Durex play longer aja deh.

Icha: .....

Langsung aja deh aku tanya-tanya. Nonton Bad Moms dari kapan, May? Alasannya nonton itu kenapa?

Mayang: Nonton Bad Moms bulan Desember 2016 dan nonton lagi bulan Mei 2017. Filmnya bangke dan keren. Alasannya karena aku suka Mila Kunis. Semua film Mila Kunis aku punya. Tapi yang paling ngena emang film-film yang genre komedi begini. Kayak Friends With Benefits itu oke, cukup memuaskan dan bikin klimaks. Beda dengan Jupiter Ascending yang, phew, jelek plotnya. Kayak udah masuk, udah ngobok-ngobok, tapi dicabut tanpa usaha. Lemah.

Icha: Anjir. Terus adegan favorit dari film ini apa? Apakah pas Mila Kunis memergoki suaminya lagi ena-ena online?

Mayang: Adegan favorit ada beberapa.

Pertama, pas adegan yang itu, ngakak kampret. Bisa-bisanya selingkuh online nggak ketahuan selama 10 bulan. Ini yang geblek siapa. Btw, cewek selingkuhannya itu seksi bener. Bikin tegang waktu nonton.

Kedua, saat trio high class Gwendolyn ngecengin Jessie, si duda seksi dan ganteng. Dia bilang kemarin sempat lihat Jessie itu nyetting mobilnya dan membungkuk lalu dia bilang, "It was boom boom click." Temennya yang rambut pendek malah pengen Jessie mentusbolnya dari belakang. Dan temennya yang lemot bilang "I am glad his wife died.” Bangsat bener. Hahahaha.

Ketiga, yang waktu mereka bagi-bagi poster kampanye untuk jadi ketua PTA. Carla kalau promosi ngancem bakal "Bang their husband." Suka banget sama karakter Carla disini. Frontal dan mesum parah.

Tapi kalau diibaratkan, kayaknya aku lebih mirip Kiki. Diam-diam FANTASINYA LIAR dan jiwanya pemberontak. Ini film emang kocak dan penuh komedi. Tapi sarat pembelajaran hidup banget, apalagi yang di bagian akhir mereka diwawancara dengan Ibu masing-masing. Rasanya seperti habis naik birahi, lalu naik nurani. Pas. Keseimbangan banget.

Icha: Aku istigfar bacanya. Hahahak. Nah iya. Bangsat sih pas Kiki ditanya fantasi liarnya sebagai Ibu itu apa. Terus dia jawab yang soal pengen opname di rumah sakit itu. Kasihan sih, ya. Saking nggak bebasnya jadi Ibu. Anaknya banyak dan suaminya otoriter kayak laki-laki di era Kartini.

Mayang: That's why I fucking love Kiki. Yang dia maki maki suaminya pas di mobil, "Dont be such a pussy." Dewa bener, Cha.

Pose bibir mencuat ke samping, pengganti pose alis naik sebelah. 

Icha: Iya tuh bener. Amarahnya sedari awal karena dijadikan Inem sama suaminya sendiri, terkumpul dan memuncak di situ.

Mayang: Favorit! Dia bisa berubah ekspresi dalam sekejap. Kalau di film Identity mah dia psikopatnya.

Icha: Taik. Psikopat dengan muka baby face gitu.

Mayang: Btw, Jessie emang badannya bagus banget dan ganteng. Bikin ngeces.

Icha: Yoi. Suaminya Mila Kunis jadi nggak ada apa-apanya. Ngeselin malah. Pemalas, anjir. Terus malah lebih sayang sama anjingnya daripada anak-anaknya.

Mayang: Suaminya Mila Kunis malah kayak anaknya. Minta diurusin dibiayain. Cuma bisa colay onlen doang. Brengsek. Colay onlen. Kok aku jadi ingat Yoga Akbar Sholihin, ya.

Icha: Hah? Kebayang Yoga Akbar Sholihin? Sholihin dengan coli(hin)? Iya sih mirip-mirip, May. Pantasan kamu ingat dia.

Mayang: That’s right. Yoga Colihin. Aku udah berusaha nggak nulis begini malah kamu frontalin. Bangke.

Icha: Wkakakakaka. Habisnya dia juga blogger mesum sih. Tapi dulu.

Mayang: Hahaha. Mike itu relate banget sama Yogaesce btw. Tampangnya mesum. Bedanya wajahnya Yoga mulus, nggak brewokan.

Icha: Bangsat. Cowok bernama Yoga memang lekat sama predikat blogger mesum, ya. Mukanya sampai disamain sama Mike tukang coli, anjir.

Mayang: Duo Yoga emang DA REAL MVP.

Icha: Mhuahahahaha. Terus terus terus... karakter favorit Mayang itu Kiki, ya?

Mayang: Iya, aku paling suka Kiki. Kalau secara psikologi, ini orang berkepribadian ganda. Kalem outside, belingsatan inside. Mirip eyke. Kalau dikembangkan, Kiki bahkan bisa jadi yang paling beringas di grup. Mungkin dia bahkan punya fantasi seksual yang kinky dan BDSM. Aku banget lah.

Icha: Kiki jadi yang tertindas sekaligus bisa menindas juga sih. Aku ngakak banget pas dia bilang soal Carla. Dia bilang dia suka temenan sama Carla sekaligus takut. Terus pas dia dijadiin contoh gimana ena-ena dengan lelaki yang tititnya masih berkulup. MUKANYA KETAKUTAN GITU HAHAHAHAHAHAHAHAK. Pas dia dengan sepenuh hati nyebutin nama komunitas ibu-ibu itu juga bikin ngakak parah. Perih perut anjeeeer. Dia polos-lugas-petakilan. Mayang banget, ya. 

Terus apakah Mayang termasuk perempuan yang pengen punya anak banyak? Kayak perempuan-perempuan pada umumnya?

Mayang: Hmm...  Anak banyak? Bikin anaknya yang banyak, kalau anaknya mah dua aja cukup. Aku selalu mematuhi aturan pemerintah kok, “bikin anak"nya harus sekurang-kurangnya dua kali sehari. Pagi dan malam. Nambah boleh, kurang jangan. Kalau anak mah dua aja. Cowo 1 cewe 1. Pas. Nggak berlebihan.

Icha: Okesip. Minimal dua kali sehari berhubungan. Dua anak lebih baik. Produktif berkegiatan, hasilnya secukupnya tapi memuaskan.

Mayang: Ya. Berhubungan juga harus dilakukan seperti piramida terbalik. Pagi, justru harus lebih intim daripada malam. Ini penting supaya suami tidak letoy saat berangkat kerja. Dan ini juga penting supaya suami nggak nyeleweng di kantor karena paginya udah sarapan sehat 4 SEHAT 5 SEMPURNA 6 ENAENA.

Malamnya nggak terlalu intim nggak apa-apa asalkan tetap dilakukan. Minimal mandi bersama. Penting untuk mengembalikan stamina dan gairah yang lelah karena macetnya jalan dan ribetnya pekerjaan.

Icha: Yes. Mandi junub bersama adalah kewajiban!

Mayang: Eh aku boleh nanya balik? Huahahaha.

1. Icha paling relate sama siapa? Baik di grup sosialitanya Gwendolyn dan grupnya Amy?

2. Lebih engas bagian Mike kegep masturbasi sama Sharon yang sedang telanjang atau pas Jessie buka baju nunjukkin dada bidangnya?

3. Sebutkan Carla dalam 3 kata!

4. Kalau punya suami macem Mike gimana perasaanmu? Apalagi pas ngegep dia main sama perempuan lain?

5. Apa quote terbaik dari film Bad Moms versi Icha?

Icha: Anjer. Ini kok malah kamu yang lebih banyak stok pertanyaaan. Aku merasa nganu.

Oke. Jawabannya....

1. Sama... siapa, ya? Bingung. Tapi aku ngerasa Amy itu kayak Kakakku. Namanya Kak Fitri. Amy yang wanita karir, punya anak yang manja, ngerjakan tugas sekolah anaknya, pulang kerja langsung masak, ngurusin anaknya banget, punya suami yang rada egois (tapi suaminya Kak Fitri nggak separah Mike sih). Aku jadi ngerasa Amy ini ya nyata. Nggak cuma tokoh di film. Aku jadi salut sama ibu-ibu muda kayak Kak Fitri dan Amy, sekaligus takut nggak bisa setangguh mereka.
Amazing Amy. 
2. Pertanyaan bagus. Aku lebih engas pas bagian Mike kegep. Engas ketawa karena ada penampakan cewek jembut tebal. Itu salah satu scene yang goblok. Ada tuh pas Sharon, si cewek jembut tebal itu ngasih tau kalau mereka udah berbulan-bulan anuannya. Terus Mike-nya ngomong "What the fuck," tanpa suara. GOBLOK ABIS.

Kalau Jessie.... ganteng seksi meong sih. Tapi kurang jambang. Seandainya dia berjambang, mungkin aku udah mati keengasan.

3. Carla dalam 3 kata? Kok. Kayak. Aku.

Kayak akunya itu... ya suka nyeletuk frontal gitu sih. Terus kayaknya aku nggak bakal bisa setegar dan seperkasa dia dalam menjaga anak semata wayang. Aku juga nggak bisa kasih semangat kayak waktu dia kasih semangat buat Amy pas pemilihan ketua PTA.

4. Perasaanku... aku bakal kayak Amy. Terima apa adanya suami yang kayak gitu. Bekerja dengan tekun dan ikhlas. Nggak nuntut suami. Fokusku lebih ke anak kayaknya. Kecuali kalau aku nggak punya kerjaan, terus suami juga mageran, yaudah pasti langsung minta talak tiga. Kalau ngegep dia selingkuh, hatiku rasanya kecabik-cabik, May. Kayak stoking yang dirobek-robek di depan cowok yang fetish sama stoking cewek.

5. Ada tiga,

"This bra will be the death of your vagina," 

"We don’t quit! Moms don’t quit! No! Quitting is for dads!" 

"Get your tits up!"

Mayang: GET YOUR TITS UP bazeeeng. AH SAMA. Yang nomor dua banget. Quitting is for dads. Kan dad emang sukanya inside dan quit tiba-tiba meninggalkan lendir kenikmatan. Cewe mah apa atuh. Cuma tempat sampah pengganti tissue basah :(

Icha: ((LENDIR KENIKMATAN))

Mayang bangsat memang. MAYANG BANGSAT. YA ALLAH KAPAN LAGI COBA AKU BANGSAT-BANGSATIN GURU SELAIN SEKARANG AHAHAHAHAK.

Mayang: KURANG AJAAAAAR.

Icha: NAH SEKARANG KAMU YANG JAWAB PERTANYAAN 1-5 ITU DONG MAY HAHAHAHAHAHAK.

Mayang: BANGSAAAAT. Malah dibalik.

Icha: Ahahahaha. Oh iya, kan kamu bilang ngefans sama Mila Kunis. Film favorit kamu yang dibintangi Mila Kunis itu yang mana, May? Apakah Bad Moms ini?

Mayang: Kalau disuruh milih, paling suka saat dia main di American Psycho 2. Lalu jadi supporting role di Black Swan. Kalau untuk komedi, suka Friends With Benefits dan Bad Moms ini. Aktingnya ngehe.

Icha: Wadaw. American Psycho 2 aku baru denger. Belum pernah nonton.

Mayang: Harus nongton, Cha. Dia jadi serial killer disitu. Badannya bikin klepek klepek. Meskipun bantalannya nggak gede gede banget, tapi pas dalam genggaman.

Icha: ((DALAM GENGGAMAN))

Mayang: Hmmm tapi ada filmnya Mila Kunis yang aku nggak suka. Jupiter Ascending. Di situ karakternya nggak terlalu kuat.

Icha: Nah kalau itu aku awalnya mau nonton, tapi dari trailer-nya nggak menarik. Malah nonton Kingsman: The Secret Service akhirnya. Hahahaha.

Mayang: Iya ini barengan sama Kingsman: The Secret Service dulu. Tahun 2015.

Icha: Eh ngerasa nggak sih kalau Mila Kunis itu rada mirip sama Emma Stone, May? Apa perasaanku aja?

Mayang: TOS! Iya mirip. Aku bener-bener pengen mereka satu screen. Kayaknya bakal pecah deh.

Icha: Iya makanya. Gila banget kalau main bareng. Jadi kakak adek gitu kan ceritanya. Nah jadi dengan relate-nya kamu sama Kiki, apakah Mila Kunis jadi kegeser posisinya di hatimu, May?

Mayang: OH TIDAK. Mila kunis tetap di hati. Kiki relate pas di film doang. Sebenernya kalau aku disuruh menyebutkan paling relate sama siapa di luar Bad Moms, aku paling relate sama Jennifer Lawrence di Silver Linings Playbook.

"I am just a crazy woman with the dead husband."

Icha: Kenapa relate sama J-Law di situ, May? 

Mayang: Dia vulgar bener. Tapi ekspresinya datar. Aku vulgar dan datar. Baik ekspresi, dada dan bemper. Orang bilang, aku kalau pake beha, behanya harus dibetulin tiap jam karena naik ke atas. Berasa nggak ada yang disangga. Pedih.

Icha: Nggak papa, May. Aku juga datar kok. Kamu nggak sendirian. Hidup nggak pernah datar, penuh lika-liku. Tapi hal itu nggak berlaku di dada dan bokong kita.

Mayang: Tapi kan slogan Chitato “Life is never flat,” Cha. Kamu tahu, semenjak aku diejek begitu, aku nggak pernah makan Chitato lagi meskipun keluar rasa Indomie goreng kemarin. Aku benci.

Icha: MAYAAAANG, JANGAN VAKUM MAKAN CHITATO DONG. KAN ENA JILAT-JILATIN BUMBUNYA PAS DI TANGAAAAN.

Mayang: Rasanya aku ingin lari telanjang ke bandara dan memelukmu untuk berbagi keluh kesah, Chaaaaaa.

Icha: MAYAAAAANG AAAAAAAAAK.

Terus terus.... aku mikir gini. Menurutku kehadirannya Jesse itu... kalau dia nggak ada juga nggak papa. Jadi fokus ke persahabatan mereka bertiga ditambah yang soal pemilihan ketua PTA. Nggak usah ada subplot percintaan Amy-Jesse. Kalau menurut kamu gimana, May?

Mayang: YAK TUL. Sama kayak posisi Indiana Jones di Raider of the Lost Ark. Tanpa ada Indiana Jones, dungeon bunker nazi akan tetap ditemukan. Tanpa adanya Jessie, mereka akan tetap sahabatan. Alur juga bisa tetep jalan. Amy tetep bisa menang PTA. Ya namanya juga film, unsur cinta-cintaan dan seksual harus tetap disisipkan. Ibarat kata, kayak sayur sop. Nggak pake merica, tetap namanya sayur sop. Kalau bagi yang nggak suka pedes. Tapi kalau ada merica, rasanya akan lebih kaya. Nambah sensasi pedes. 

Kalau ada cinta cintaan dan kuda kudaan, akan nambah sensasi engas dan gairah. Kan kata orang, "Love is always be a great addition to a story.” Cinta selalu menjadi nilai plus dalam sebuah cerita. Entah ngaruh banget atau nggak.

Icha: Sabda seorang perempuan yang jago masak dan punya fantasi liar berhubungan di dapur saat suami sedang morning glory.

Mayang: ANDA SEPERTI MAMA LORENG SAJA. TAPI YA, ANDA BENAR! Dulu pernah "nggak sengaja" nonton video anu yang gituan di dapur sama temen-temen cewe di kosan. Saya jadi termotivasi untuk melakukannya kelak.

Icha: Taeeek. Terus, May.... apakah ada pemikiran kalau kamu bakal jadi orangtua yang kayak gimana pas nonton Bad Moms? Atau kamu memang mau berkaca pada cara didik orangtua kamu aja? Atau apakah kamu ngerasa pengen bikin anak saat itu juga?

Mayang: BAZEEENG BIKIN ANAK. Kok kamu mancing mancing aku kesana lagi sih, Cha. Kalau kamu laki-laki, pasti udah kujawab YUK BIKIN SAMA AKU! Kita bisa main beronde ronde tanpa pakai durex play longer. Sama sama binal sih.

Icha: ....

Mayang: Oke. Aku mau jadi orangtua yang gabungan antara ketiganya di geng Amy. Carla yang sayang banget sama anaknya tapi selalu berusaha tegar dan nggak bisa nunjukkin secara langsung, yang menikmati hidup sebagai ibu apa adanya. Selow. Kiki yang kuat banget ngurusin anak banyak dan sabar meskipun pikiran bawah sadarnya liar. Terakhir, Amy yang pekerja keras, cerdas, tanggung jawab dan sayang banget sama anak-anaknya.

Line paling breakable dari Amy adalah saat ia pidato di pemilihan ketua PTA yang begini:

"We should not teach our kids to be a good test takers, but we must teach our kids about how to be good people."

Pinter ngerjain soal itu nggak penting. Tapi lebih penting bagaimana menjadi orang baik dan bermanfaat.

Icha: Wow. Jadi, Bad Moms adalah film parenting.

Mayang: SETUBUH SAMA KAMU.

Icha: Oh iya, film ini sutradaranya The Hangover juga kan. Oh iya kamu udah nonton The Hangover?

Mayang: Udah nonton, Cha. Yang ada Bradley Coopernya aku pasti nonton. Wkwk. Dia hot banget sih meskipun udah tua.

Icha: Nah. Menurutku lebih lucu dan ngena Bad Moms daripada The Hangover. Formasi tokohnya juga sama. Bertiga dan tentang kekacauan gitu. Jokes-nya juga jokes dewasa. Menurut kamu gimana, May?

Mayang: Jokes-nya The Hangover cukup keren, tapi aku sepemikiran sama kamu. Masih bagus Bad Moms. Apa karena The Hangover bapak bapak kali, ya?

Icha: ((BAPAK-BAPAK))

Iya mungkin. Jadinya nggak relatable gitu. Terus aku kagum, sutradaranya batangan tapi bisa bikin film selucu sekaligus semenyentuh Bad Moms. Cocok banget. Apalagi pas adegan mereka lagi makan di resto terus mereka ghibahin anak-anak mereka yang duduknya terpisah sama mereka. Di situ mereka nge-bully anak mereka sendiri tapi ujung-ujungnya mereka nyedihin anak mereka. Mereka nunjukin kalau mereka sayang sama anak mereka itu. Nah itu kan dialognya ibu-ibu banget yaaaa. Aaaaaak kok bisa sih.

Mayang: TUUUL. Keren. Aku dulu nggak nyangka kalau sutradaranya batangan secara filmnya dari sudut pandang cewe banget. Coba liat karakternya Carla. Kok dia bisa mengarahkan karakter Carla sebinal itu. Gokil kan.

Mengacungkan bokong.
Icha: Betuuuul. Carla menggambarkan seorang janda yang dipandang nggak bener. Padahal mungkin dia nggak seburuk itu, tapi yaudahlah udah terlanjur dipandang buruk jadinya sekalian binal deh.

Mayang: Aku paling trenyuh saat Carla nganter anaknya di akhir cerita. Dia bilang mau dateng ke pertandingan baseball dan bilang kalau sayang pada anaknya. "Because I love you.

Icha: Ya, itu nyes sih. Itu juga yang bikin aku mikir kalau Bad Moms bukan sekedar lucu, vulgar, nakal, tapi juga menyentuh. Jadi Ibu itu.... berat. Apalagi di zaman now yang anak-anaknya lebih lugas daripada anak-anak jaman dulu.

Mayang: Yap bener. Banyak pelajaran yang dipetik dari Bad Moms. Jangan memaksa anak belajar yang tidak mereka suka. Jangan terlalu memanjakan anak. Ajari anak supaya jadi orang yang baik dan berguna bagi orang lain. Jangan pilih suami yang pemalas. Pilihlah suami yang berdada bidang supaya tahan lama di ranjang.

Icha: Bangsat. Setuju banget. Terutama di poin terakhir. Dada bidang juga menunjukkan kalau dia senderan-able saat kita mau nangis terus butuh sesuatu buat bersandar. Jadi itukah pesan moral dari Bad Moms, May?

Mayang: Pesan moralnya adalah JANGAN SALAH PILIH SUAMI. Usahakan yang dadanya bidang dan dompetnya tebal. Berjambang nggak papa, biar pas kissing geli-geli enak.

Icha: WKAKAKA. Aduh nggak kuat. 

Mayang: Btw, anaknya Kiki emang udah psikopat, ya. Kan Kiki bilang kalau anaknya seorang killer. Membunuh piaraan tetangganya.

Icha: Hahaha. Iya. Modal muka polos padahal sadis. Udah kayak Haw. Modal muka anak baik-baik padahal mesum.

Mayang: HAW KENA LAGI. Emang orang yang pendiam dan terkesan lurus kayak Haw biasanya agresif. Mungkin saja, Haw memiliki fantasi seks yang luar batas kendali manusia biasa. Who knows?

Icha: MHUAHAHAHAHAHAW.

Jadi, apakah Bad Moms bisa disukain sama kaum adam juga? Mengingat itu ceritanya tentang buibu.

Mayang: BISAAAAAAAAA. Malah menurutku film ini WAJIB ditonton pakbapak. Biar tidak memperlakukan istrinya seperti suami Kiki memperlakukan Kiki. Biar tidak memperlakukan istrinya seperti Mike memperlakukan Amy. BIAR MATA MEREKA TERBUKA LEBAR TENTANG SUSAHNYA JADI ISTRI TUH KAYAK APA.

Carla dihujani susu yang sekilas kayak cream soup KFC
Icha: Setuju! Oh iya. Kan kamu guru nih. Guru kan orangtua kedua setelah orangtua beneran di rumah. Apakah kamu terkadang berperan jadi ibu juga di sekolah? Kalau iya, ibu yang kayak gimana, May?

Mayang: Berperan jadi orangtua jelas. Tapi sebenarnya nggak seintens guru BK yang langsung denger curhat dan menangani masalah anak anak. Aku ngajar Fisika di kelas emang katanya sedikit galak. Tapi berkesan. Murid yang nggak bisa, nggak serta merta aku tinggal. Aku sadar diri kalau Fisika itu susah dan dibenci. Maka murid yang ketinggalan biasanya justru aku motivasi lebih dan kadang aku rela ngasih jam belajar tambahan di luar kelas.

Aku juga sering mengaitkan falsafah Fisika dengan kehidupan sehari hari. Sebenarnya jatohnya kayak V-sikanya Haw.

Icha: *nyimak*

Mayang: Misal lagi nerangin muatan listrik nih. Yang beda jenis kan tarik menarik. Aku mengibaratkan itu jadi sepasang kekasih laki laki dan perempuan. Agar tarik menariknya tetap dalam batas aman (pacaran sehat), maka perlu adanya jarak atau disimbolkan r. Nah r ini akan membatasi agar pacaran itu tidak berlebihan. Jangan sampai dilanggar, karena kalau dilanggar akan menyebabkan energi keduanya berbahaya dan merusak. Tapi kalau mau menyatukan pada saatnya, bisa. Dengan pernikahan kalau sudah dewasa. Dalam muatan listrik, pernikahan disebut k. Atau konstanta. Jadi dari analogi tersebut, didapatkan hubungan gaya listrik, muatan, jarak, dan konstanta. Jadilah rumus:

F = k.q.q / r kuadrat

Pokoknya sebisa mungkin aku sisipi begituan supaya materinya mudah diingat. Apalagi anak SMA kan dekat dengan cinta-cintaan. Mereka selalu senyum-senyum kalau diarahkan kesana. Trus saling melempar kata “Cieee.” Lucu deh pokoknya. Aku juga sering nongki di kantin bareng murid dibandingkan nongki di kantor guru. Makan bareng mereka bisa membuat lebih dekat, dan membuat mereka terbuka. Aku jadi tau gosip-gosip hot. Jadi tau masalah beberapa di antara mereka. Dan sebisa mungkin ikut membantu.

Icha: Sudah kuduga, Mayang nggak ragu buat berbaur dan bergaul dengan murid-muridnya.

Mayang: Prinsipku satu, sebenci-bencinya murid dengan mapel (mata pelajaran) yang kita ajar, entah karena mapelnya susah atau karena anaknya memang tidak mampu, jangan sampai mereka membenci gurunya. Karena sesulit-sulitnya mapel, kalau yang ngajar enak dan disukai, pasti ada sedikit banyak materi yang tetap diingat siswa. Maka dari itu aku selalu berusaha tampil anggun baik dan elegan agar para murid suka. Penampilan adalah nomor satu. Guru kan artis di kelas. Ya nggak?

Icha: Yap. Bener!

Mayang: Sayangnya satu, bemper dan dada tidak mendukung. Mau suntik silikon tapi takut pecah nantinya.

Icha: Huhuhuhu. Nggak usah suntik silikooon, Maaaay.

Mayang: Btw, aku pernah ngegep muridku cipokan di belakang kamar mandi, anjir. Tapi SMA sih. Pasti udah kenal gitu-gituan. Pas ngerazia hape juga aku nemu banyak bokep. Sebelum dihapus, aku tonton dulu. Wakakakakaka. Menambah khazanah pengetahuan, cuy.

Icha: AHAHAHAHAHAHAHAHAK BANGKAY. Terus yang kegep cipokan itu kamu marahin nggak, May? 

Mayang: Aku cuma nasihatin, nggak papa pacaran. Asalkan pegangan tangannya lima jari. Bukan satu jari. Coba tebak apa maksudku, Cha.

Icha: Berjiwa keibuan sekali. Eh, yang itu aku... nggak ngerti maksudnya apa. Huhuhuhu.

Mayang: KAU TERLALU POLOS.

Icha: Iya aku aslinya polos, May. Binal hanyalah pencitraan.

Mayang: Kita kebalikan ya, Cha. Aku sok-soknya polos. Nulisnya sopan. Aslinya? Hmm. Jangan ditanya.

Icha: HAHAHAHAHA BANGSAT.

Mayang: Coba peragakan, Cha. Kamu pegangan tangan kanan ke tangan kiri saling menggenggam. Nah itu pegangan lima jari. Selanjutnya. Jari tengah dari tangan kiri kamu tegakkan. Empat jari lain turun. Lalu tangan kanan kelima jarinya menggenggam jari tengah tangan kiri. Nah itu pegangan satu jari. Tau bedanya?

Icha: .....

MAU MARA AKUTU. MAU KESEL AKUTU

Mayang: Udah diperagakan belum? Apa ta’ fotoin tanganku?

Icha: MAU BANTING MAYANG.

Mayang: Apalagi kalau yang kedua menggenggamnya naik turun. Wah. Gokil. Muridku waktu ta’ nasihatin begitu cuma bengong aja. Eh besoknya putus. MUAHAHAHAHA

Icha: INI SESAAAAAT!!!!!1111

Mayang: Tapi berhasil mencegah mereka dari hawa nafsu dan kemunkaran, Cha. Mereka putus lho. Sakti kan?

Icha: Bangsat. Cara putus yang yuhuuu banget.


PANJANG. JUGA. YA. 

Kesimpulannya adalah, kita bisa belajar jadi ibu yang baik dari Bad Moms. Kita juga bisa belajar yang enggak-enggak dari guru yang terlihat baik-baik kayak Mayang. Bangke memang.

You Might Also Like

23 komentar

  1. Cola-coli-cola-coli, nama bloger bagus-bagus diubah seenak jidat. Kayak udah pernah coliin aja~ :3 Paling baru pernah minum coca-cola, kan? Wqwq.

    Kesimpulan setelah baca ini: ternyata duo perempuan bangsat kalau bersatu itu betul-betul bisa merusak generasi muda seperti aku. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. UDAH PERNAH COLIIN DENGKULMU KOPONG! Iya nih belum pernah coliin Sholihin. Anak polos mah iya bener, pernahnya minum coca-cola aza~

      ((DUO PEREMPUAN BANGSAT))

      Waw. Cukup menginspirasi. Kayaknya aku sama Mayang memang harus membentuk duo beneran. Yang ntar lama-lama jadi liga. Liga kebinalan.

      Hapus
  2. WANJEEEERRR INI KALIYAN KENAPA MALAH KOMPAK BANGET BINALNYA YAWLAAA

    Aku baru kenal bu guru Mayang. Tapi aku ngerasa kalo kaliyan berdua adalah tim yang kompak dalam bidang kemesuman. Aku belajar banyak dan bisa ngambil pesan moral yang baik dr bf kali ini.
    Salah satunya adegan di dapur saat suami lagi morning glory dan sarapan sehat. *noted*

    Yoga Colihin huahahahaaa. Bangke. Kok aku ga kepikiran ya ada unsur mesum dalam nama Yoga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huehehehehehek. Sebenarnya aku hanya menyesuaikan dan menyelaraskan aja, Lan. Biar seimbang. Kayak Haw yang katanya hanya menyesuaikan aku pas nge-BF. Nah kalau aku beneran menyesuaikan, karena Mayang ternyata lebih binal daripada aku uuuuuh~

      Syukurlah kalau BF kali ini bermanfaat untuk anak lugu dan cekatan seperti Bang Ulan. Tolong kalau udah nikah, beneran dipraktekan ya adegan di dapur saat suami lagi morning glory itu.

      Aku juga baru nyadar sih gara-gara Mayang. Hem... mungkin karena kita berdua telah lama dibutakan oleh keluguan semunya Yoga kali ya, Lan :(

      Hapus
  3. Duh duh terlalu banyak kata-kata yang saya tak paham. Apa karena saya masih polos ya? :(

    Tapi kalo kaya gitu anaknya yang kasian ka icha. Bapak kagak sayang. Emak kagak sayang. Akhirnya minta disayangi sama pasangan dan tercyduk di belakang kamar mandi sekolah.

    Untung SMA kalo di SMK saya, digamparin sama guru tuh wkwk.

    Kesimpulan : kids zaman now terbentuk seperti ini karena kids zaman oldnya mengalami depresi dan stres yang berkelanjutan.

    #apaansi wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heh. Jangan ngaku-ngaku polos kalau udah pernah nonton The Dictator ya, Sep. HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.

      ((MINTA DISAYANGI))

      Iya kamu benar juga sih, Sep. Pemikiran yang sangat dalam sekali.

      Wkakakakakaka. Begitu pun juga di SMK-ku. Untung yang nyiduk itu Bu Guru Mayang yang baiq hati dan berbudi luhur.

      Wkakakaka. Kids zaman old. Leh uga tuh sebutannya.

      Hapus
  4. Semoga dek Attar tidak membaca ini. Ampuni hamba Ya Allah, membayangkan apa yg bicarakan mereka, pikiran hamba ke mana-mana.

    BalasHapus
  5. postingan ini semakin menasbihkan kalau blog ini adalah SARANG MAKSIAT!!! DUA LUBANGAN INI JIKA BERSATU DAN GHIBAH TERNYATA MEMBUAT RUSAK GENERASI MUDA COY!

    INI JUGA KENAPA JADI BAWA BAWA MUKA EUG HAH?! MUKA POLOS BEGINI DIBILANG MESUM. SUNGGUH FITNAH YANG KEJI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. MENASBIHKAN SPREIMU KEBANJIRAN PEJU!!!!!! HIH EMOSI AKU ASLIK. Ini postingan mengedukasi, ya. Kalau dibaca dengan pemikiran yang positif. Bukan pemikiran negatif kayak pemikiranmu.

      Huahahahahahak. Sudah, terima aja lah dengan legowo kalau mukamu itu sebenarnya adalah muka mesum, Yogs. :)

      Hapus
  6. .... Kalian ngomongin apa, sih? Udah nonton filmnya dan berniat mengutarakan opini berbobot, tapi jadi blank gara-gara salfok topik bawah perut. :(

    Mila Kunis ini memang mantap, ya. Di Bad Moms mantap, di Friends with Benefits juga mantap (terutama adegan ena-enanya bareng Kak Justin Timberlake). Nah, kalau Jupiter Ascending sih memang ceritanya sampah, jadi udah nggak peduli lagi sama cast-nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((TOPIK BAWAH PERUT))

      Ternyata cukup mudah kalau mau mengacaukan kefokusannya Kang Rido ini, ya. HUAHAHAHAHAHAHA.

      ((CERITANYA SAMPAH))

      Ngakak akutu baca itu.

      Iya bener. Mila Kunis memang mantap. Dia ngelawak bisa, ngedrama juga bisa, beradegan sensual tanpa harus terlihat murahan pun bisa. Kayak Emma Stone, kembaranku. Yuhuuu.

      Hapus
  7. Balasan
    1. *menunggu review singkatnya di Twitter*

      Hapus
  8. Mantap jadi bisa terinspirasi daari film, lalu di buatkan reviewnya mantap yah mba.

    BalasHapus
  9. Mbak... saya mau daftar, tapi saya takut. Karena itu katanya tidak akan mengecewakan member2 yg mau main. Sedangkan saya mau daftar, bukan mau main. Betarti saya akan kecewa dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haw jingak.... ini mau daftar apaan? Daftar jadi bad moms? Daftar jadi good moms anggota PTA? Daftar ngeBF lagi?

      KAMU INI SUNGGUH MINDBLOWING BLOWJOB BANGET YAAAAAAAAAAAAAAA......

      Hapus
    2. Itu saya ngereply komennya agen poker... kok komentarnya hilaaaaaaannnnnggggg?

      Hapus
    3. Ohahahaha. Kayaknya udah aku hapus deh, Haw. Anjir. Kirain kesehatanmu lagi kenapa kok komen seabsurd itu. Taunya.... xD

      Hapus