Uptown Boy Dari Trainwreck

Trainwreck adalah film romantis komedi kurang ajar brojolan tahun 2015 yang menurutku mampu mengacaubalaukan pendirian, persepsi, bahkan perasaan para penontonnya. Seenggaknya itu terjadi di aku yang nontonin ulang filmnya dua hari lalu.

KARENA SEBENARNYA AKU NONTONIN ULANG FILM INI YA CUMA BUAT KANGEN-KANGENAN SAMA EZRA MILLER. YANG BAHKAN DI SITU DIA NGGAK JADI PEMERAN UTAMA DAN PERANNYA JUGA MENURUTKU IYUH GITU. TAPI CUMA KARENA EZRA MILLER. LAH HABIS NONTON FILMNYA KENAPA AKU MALAH BAPER PARAAAAAAAAH. BUKAN SAMA EZRA MILLERNYA TAPI MALAH SAMA YANG LAIN. RENCANAKU KACAU BALAU KARENA KEBAPERANKU SAMA FILM INI!!!!


Hhh. Dasar cewek baperan.

Oke. Jadi gini. Awalnya aku kangen Ezra Miller. Aku pengen nyimak lagi aktingnya sebagai anak magang bernama Donald yang iyuh banget. Dan aku lagi nggak punya kuota buat Twitter-an waktu itu jadinya nontonin film-film lama. Huhuhuhuhu.

Jujur aku nggak suka Ezra Miller di situ, tapi gara-gara nonton filmnya dia yang The Stanford Prison Experiment, aku jadi jatuh cinta sama dia. Muka menderitanya di The Stanford Prison Experiment, dan seringainya pas dia kepergok lagi autofellatio alias olahraga lima jari alias masturbasi di We Need To Talk About Kevin, masih kengiang-ngiang sampai sekarang.

Muka yang selalu terbayang saat aku ingin tidur...

Terus habis nonton ulang Trainwreck, aku malah ngedapatin hasil yang berbeda. Bukannya makin sayang sama Ezra Miller, aku malah....

Oke. Ceritain dulu ya filmnya gimana. Jadi, Trainwreck ini bercerita tentang Amy (Amy Schumer), seorang penulis di majalah terkenal. Amy adalah tipe cewek yang terbiasa pacaran tanpa mengenal komitmen dan hobi main serong, karena menganut paham "Monogamy isn’t realistic," yang ditanamkan Ayahnya sedari dini. Bertolak belakang banget sama adiknya, Kim (Brie Larson), yang telah berkeluarga dan memilih mengabdikan diri menjadi ibu muda dengan satu anak tiri.

Setelah putus dari Steve, (John Cena) dengan cara yang bikin aku teriak, “Bangkay!” Amy ditugaskan oleh Diana (Tilda Swinton), atasannya, buat menulis profil seorang dokter bedah para atlit olahraga yang tengah naik daun. Dokter itu bernama Aaron Conners (Bill Hader).

Dan bisa ditebak, seiring waktu berjalan, mereka saling jatuh cinta. Awalnya Amy nganggap kalau hubungan mereka sekedar one night stand semata. Tapi enggak dengan Aaron yang udah lama nggak pacaran dan lugu itu. Amy bisa aja nolak mentah-mentah pernyataan, “Kita bisa jadi sepasang kekasih," yang muncrat dari mulut Aaron. Tapi dia malah ragu. Ternyata dia jatuh cinta sama Aaron. Dan memikirkan apakah kali ini Aaron bakal sama kayak cowok-cowok lain yang sekedar jadi teman tidurnya dia, bukan teman hidupnya.

Saling mengendus
Waktu nonton pertama kali, aku memang udah suka sama film ini. Filmnya bikin ngakak sekaligus bikin senyam-senyum terharu. Pantas aja sih Mbak Niken sampai masukin film ini di daftar film 2015 favoritnya. Dan ya, waktu itu aku fokus penuh ke Amy. Aku ngerasa semua yang ada pada Amy itu familiar. Nggak mau berkomitmen, suka nuntut pasangan, cerewet, sinis sama orang lain, pantang nangis karena cinta, dari fisik biasa aja tapi menarik. Orang kayak Amy itu nyata. Amy versi cowok itu banyak. Biasanya sih cowok-cowok dengan zodiak Gemini. Aku membaperkan diri sama hal itu.

Senyum Gemini saat berhasil flirting ke banyak lawan jenis.

Terus pas nonton kedua kalinya, aku ngeliat Trainwreck lebih dari itu. Ya, tanpa perlu nunggu dua Yoga Gemini bajingak nge-twit yang isinya, 

“Kalau cuma bisa ngeliat cowok dari zodiaknya aja, jangan nantangin.” 

Trainwreck punya jajaran pemain yang santap soul. Tilda Swinton lagi-lagi memukau dan lagi-lagi main bareng Ezra Miller setelah duet maut mereka sebagai Ibu dan anak di We Need To Talk About Kevin. Pembawaannya ngingatin penonton sama peran bos jahat dari Meryl Streep di film Devil Wears Prada. Stylish, galak, dan perfeksionis. Salah satu ‘kejahatan’nya yaitu nuntut Amy buat nulis yang bukan bidangnya.

Brie Larson memerankan Kim sesuai porsi. Aura keibuannya di film Room menurutku kerasa di Trainwreck, pas dia menghadapi anak tirinya. Dan kelihatan kalau dia menikmati hidupnya sebagai istri orang. Tapi adegan favoritku yaitu pas dia adu mulut sama Ayahnya dan Amy sih. Adegan yang cukup emosional itu masih sempet-sempetnya ditutup dengan satu kalimat yang cukup lucu. Taek. Udah kebawa kesalnya Kim, eh aku langsung ngikik gara-gara kalimat itu.

Lagi ngeliatin foto jadul buat ikut #SemingguAvatarFotoJadul

Ada Lebron James, pemain basket NBA yang berperan jadi dirinya sendiri dan jadi sahabatnya Aaron. Aktingnya bagus sih. Aku suka gimana dia ‘ngelindungin’ Aaron dari sakit hati karena wanita. Btw aku tambah kagum sama film ini karena kehadiran Lebron James. Tentang dokter olahraga yang temenan sama pebasket terus ya pebasket beneran. Bukan aktor yang berperan jadi pebasket. Terus nggak cuma Lebron James, tapi juga ada pebasket lainnya. Film ini nampilin banyak cameo (bahkan ada Daniel Radcliffe dan Marisa Tomei si Bibi May hahaha). Jadi ngingatin sama film Insya Allah Sah yang banjir cameo.

Filosofi Basket: Aaron dan Lebron.
Dan untuk Ezra Miller.... aku udah nggak ngerasa iyuh lagi sama perannya di film ini. Itu aja sih. 

Oh iya, soal pemeran utamanya.... Ya memang sih, Trainwreck nggak punya tokoh utama wanita yang menarik dari segi penampilan. Amy Schumer yang nggak begitu cantik, nggak tinggi, dan nggak langsing. Tapi itu yang menurutku bikin Trainwreck terlihat istimewa dan bikin baper parah. 

Film ini adalah kisah tentang bad girl yang ‘takut’ sama perasaannya sendiri karena jatuh cinta sama good boy. Bagi aku yang masih kurang asupan film, aku jarang nemuin film dengan premis begitu. Rom-com yang biasa kutonton dan bikin aku jatuh cinta malah biasanya good girl gitu. Dan pasangannya biasanya bad boy. Terus bentukan bad boy misalnya kayak di film A Walk To Remember, film You Are The Apple of My Eye, dan music video Bad-nya Young Lex. 

Nah, terus aku jarang nemuin bad girl yang kayak Amy. Selain karena penampilannya yang beda sama cewek-cewek di rom-com kebanyakan, karakter Amy menyebalkan dan menyenangkan di saat bersamaan, gampang jatuh cinta dan gampang juga ngelupain. Amy lucu-lucu ngeselin dan lugas dengan pemikiran-pemikiran jelek serta sikap sinisnya terhadap sekitar yang bikin ngakak. Dia nggak habis pikir kenapa cowok-cowok ‘memuja’ atlit, nggak habis pikir sama para anggota cheerleaders, nggak habis pikir sama adiknya yang mau-maunya nikah sama duda beranak satu... 

Review Rorypnm menyebut Amy Schumer sebagai The Amazing Amy, dikarenakan kehadirannya di Trainwreck sebagai pemeran utama sekaligus penulis naskah sama-sama bagus. Girl power! Ngingatin sama film Ruby Sparks yang naskahnya ditulis oleh Zoe Kazan sendiri, pemeran Ruby Sparks. Film arahan Judd Apatow ini membebaskan Amy untuk menuangkan ide-ide liarnya. 

Naskahnya cerdas dan kocak kalau kata Mbak Niken. Amy menyinggung banyak film dan para pemain film. Bikin ngakak sekaligus kagum sama referensi film Amy dan selera humornya itu. Terus ada satu adegan yang bikin aku berfantasi liar, di mana Amy lagi ngobrol sama temannya selagi buang hajat. Ngobrolin mau bercinta sama Johnny Depp versi apa. Aku jadi ngebayangin kalau misalnya Trainwreck itu di-remake Indonesia terus demi kearifan lokal, Johnny Depp-nya diganti sama Reza Rahadian. Amy dan temannya bakal berdialog mau bercinta sama Reza Rahadian versi Habibie Ainun, Critical Eleven, atau My Stupid Boss.

Terus, bukti kalau naskah Amy ini cerdas adalah film ini bukan sekedar film komedi cinta-cintaan, tapi juga ada drama keluarga tentang Ayah-anak. Interaksi antara Amy dan Ayahnya itu lucu dan sedih di saat bersamaan. Trainwreck menyentuh dengan drama keluarganya. Dan ada satu adegan yang bikin aku mikir kalau semua cewek pasti bisa langsung meleleh sama cowok yang bisa akrab sama orangtuanya. 

Ngomongin soal meleleh, ada satu adegan yang bikin aku meleleh bahkan sampai sekarang. Aura adegan itu mirip-mirip sama acara Melamar di Net TV. Dan pake lagu Uptown Girl-nya Billy Joel. Gara-gara baper sama adegan itu, aku jadi keingat sama twit Agia.


Ending-nya mayan nyesek, ya...


Terus kepikiran sama tatapan terharunya Aaron Conners di adegan itu. Tatapan yang.... aaaaaaak. AKU BAPER PARAH SAMA AARON CONNERS AAAAAAK. Rasanya baru kali ini aku jatuh cintaaaa banget sama good boy. Trainwreck mengubah pandanganku akan good boy dan bikin aku berpaling dari bad boy. Good boy ternyata nggak harus cupu, nggak harus culun, dan nggak harus ganteng manis banget macam Tom Hansen-nya (500) Days of Summer. Good boy yang bikin aku meleleh justru malah yang kayak Aaron Conners. 

AARON CARTER! EH, AARON CONNERS!!

Dia memang keliatan biasa aja sih. Nggak ganteng-ganteng banget, jidatnya lebar, suaranya seringkali cempreng. Tapi huaaaaaaaaa aku tetap aja aku suka sama diaaaaaaaaa! Aku suka dia yang nggak keliatan sebagai good boy yang yah, kebanyakan digambarkan cupu, culun, introvert, dan lemah. Aku suka caranya dia dalam ngebaik-baikin dan ‘tunduk’ sama Amy. Aku suka caranya dia ngebuat karakter Aaron Conners itu real. Seorang dokter mapan yang lucu dan lugu. Udah lama nggak pacaran, eh sekalinya pacaran malah sama cewek begajulan kayak Amy. Aaron adalah good boy yang mampu membawa Amy ke pemikiran hidup yang benar. Pemikiran bahwa serius dalam hubungan itu penting.

Dengerin Uptown Girl sehabis nonton Trainwreck, bikin aku jadi mikir kalau Aaron bukan sekedar good boy, tapi juga uptown boy. Bukan karena Aaron itu dokter mapan kaya raya berlimpah harta hidup bermewah-mewahan, tapi karena Aaron adalah cowok yang kaya akan kebaikan hati. Punya sifat rendah hati, penolong, pemaaf. Dan Aaron juga kaya akan kasih sayang. Kasih sayang buat Amy. Aaron adalah cowok yang berharga. Sementara Amy adalah cewek yang kelihatan nggak ada harganya. Ya karena dia dari satu cowok ke cowok lain dengan gampangnya. Dia adalah cewek yang ‘kekurangan.’ Kurang setia, kurang ramah, kurang serius, kurang peduli.... Hmm, Amy menurutku bisa dibilang sebagai cewek yang miskin akan hal-hal baik, meskipun sebenarnya dia nggak jahat. Dia cuma nggak punya kebaikan hati yang dipunyai Aaron. 

Sekali lagi, Amy itu ada di kehidupan nyata. Cewek yang ‘kekurangan.’ Dan di kehidupan nyata, apa boleh cewek kayak Amy jatuh cinta sama uptown boy kayak Aaron? Mengingat isi surah An-Nur:26 yang artinya,

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik."

Apa boleh?

Eh tapi, ada juga yang bilang, kalau jodoh itu bukan yang 'setara' dengan kita, tapi juga bisa berupa orang yang mendekatkan kita ke hal-hal baik. Mungkin itu berlaku di kisah Amy dan Aaron. Dan kalau itu juga berlaku di kehidupan nyata...

Aku pengen uptown boy kayak Aaron itu ada.

You Might Also Like

8 komentar

  1. Kayaknya kamu emang udah jadi penonton setia mamah dedeh, Cha. :D

    Entah kenapa akhir2 ini saya jaid nggak mood buat nonton film apapun. apalagi buat nonton romance2. gegara mau nonton perang para kera tapi belom bisa, jaid tiap mau nonton yg lain, berasa gak niat. xD

    Ini film kayaknya pernah saya tonton, Deh, awalnya doang, trus berhenti dan apus. jadi gatau bener apa ceritanya. ternyata begitu jalan ceritanya. saya tetep bakalan susah related sih kalo dulu nonton ampe abis.

    nyebutin uptown uptown dari tadi, kuingetnya malah lagu westlife dan bruno mars.. xD

    mongomong tentang perempuan yg gak baik dan lelaki impian, kayaknya bisa bersama deh. apa sih yg gak mungkin. toh kalimat "lelaki yg baik. untuk perempuan yg baik" juga turut mendukung.

    pas ditanya "kamu mau nikah ama dia?"
    Aaron tinggal jawab "baik"
    amy jawab "baik"
    sama2 baik kan jaidnya...

    BalasHapus
  2. Wahhh bak Hairunnisa@ Nice Artikel,,, kalau kayak Aaron itu bnyak,, nich kayak saya.. :D Just Kidd

    Tetap semngat mba icha sukses slalu.. Amin

    BalasHapus
  3. I'm bad girl. Kalian semua suci aku penuh dosa. Lantas apakah si amy mendapat predikat sebagai bad girl lalu bikin video pake topeng dan naik kuda di kebon? *loh

    Tapi apakah amy boleh berharap ke si aaron? Kalo kata saya sih tentu boleh.

    Apakah akhir ceritanya, yang terjaga itu untuk dia yang menjaga? Ehm..

    Reviewnya bikin penasaran pengen nonton, huft.

    BalasHapus
  4. Gila ya lu cha. kalo udah ngomongin film itu. keknya semua genre film km suka kah? tiap ak mampir kesini, pasti yg di bahas film ya wkwk. ak orangnya kaku cha. cm suka film yg genre2 fantasi, sains, dan kolosal. klo km bahas film2 yg kek bgitu, percayalah, ak pasti akan berterima kasih banget krn dr blogmu, ak jadi tau harus download apa. itu kalo ak blm nonton haha.

    btw, dah lama banget ak gak BW kesini cha. maklum. lama vacum hehe

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Anak BE yang komentarnya sering satu kata doang gini, nggak diomelin?

      Hapus
    2. Kayaknya nggak, deh, Yog. Kalo anak lain baru... dijadiin contoh berkomentar tida baik~ Saya pernah soalnya xD

      Hapus
  6. Kalau menemukan Yoga-Gemini-Bajingan di tulisan seseorang, nggak usah kaget lagi. Hamba udah biasa dizalimi~

    Emang bisa ya, kalau sampai bercinta, tapi nggak merasakan cinta? Masih bingung dengan hubungan sebatas teman tidur gitu. Apalah aku yang terlahir dengan nama saleh gini. ^__^

    Wih, di akhir ada bawa-bawa surah. Ngeri~ :)

    BalasHapus