Suicide Squad Is The Worst Feeling Ever

Kalau mantanmu pernah mutusin kamu dengan alasan, “Kamu terlalu baik buat aku.” 

Dan teman tidurmu pernah ninggalin kamu yang habis ditidurin dengan alasan, 

“Kamu terlalu cepat keluarnya buat aku.” 

Rasanya nggak ada salahnya aku pake alasan “Kamu terlalu jahat buat aku,” yang ditujukan buat Suicide Squad. 

Sumber: Google Image
The worst heroes ever.
Dan semoga bukan jadi the worst poster film ever karena warnanya rada norak

Dengan memakai tagline, “Worst heroes ever,” aku ngerasa para penjahat yang diutus buat menyelamatkan dunia di film itu pasti lebih jahat daripada penjahat di film Batman v Superman: Dawn of Justice, si Lex Luthor yang diperankan Jesse Eisenberg. Selain kalah jumlah, Lex Luthor terlihat kalah garang, kalah sangar, dan kalah brutal dibandingkan supervillain di Suicide Squad. Padahal aku suka yang brutal-brutal. Jadi, aku berharap Suicide Squad bisa memberikan kebrutalan yang kuinginkan. Kebrutalan yang jauh lebih brutal daripada yang didapatkan seorang masokis. Kebrutalan yang memuaskan. Umm. 

Maka dari itu, berbulan-bulan aku nungguin Suicide Squad tayang. Dan hari Rabu kemaren aku nonton film itu. Nonton bareng Kak Ira, Kak Pio, Kak Lulus, dan Max. 

FYI, kami berlima pada buta film superhero. Beda sama Dina dan Kak Fajar yang maniak film superhero, jadi paham sama seluk beluk film dan komiknya. Tau mana film superhero yang bagus, mana yang sampah. Mungkin karena itu kami ngerasa terpuaskan dengan kebrutalan Suicide Squad, yang kalau dipikir-pikir, brutalnya biasa aja. Mungkin karena itu Kak Ira sampe bilang kalau dia mau nonton lagi. 

Aku, Kak Pio, dan Max yang..... belum mandi dan datang telat

Dan mungkin karena itu, aku suka sama Suicide Squad. Bukan film yang sempurna bagusnya kayak The Shawsank Redemption yang jadi film favoritku sepanjang masa, atau Easy A, film yang pertama kali bikin aku nulis review baper, tapi Suicide Squad itu film bagus. Bukan yang kayak orang-orang bicarakan, yang bilang kalau Suicide Squad itu film jelek. Dan aku nggak bisa ngelak juga, bahkan sebenarnya juga setuju kalau Suicide Squad punya beberapa (nggak mau pake kata banyak hahaha) kelemahan. 

Script-nya kacangan. Kalau kata Movfreak, penonton seolah dibuat terjerumus ke dalam hal klise film superhero. 

Dan kalau kataku, para penjahat bedebah itu beraksi nggak ada bedanya kayak pahlawan. Iya sih, mereka itu supervillains yang dituntut buat jadi superheroes. Tapi, seenggaknya ada lah perbedaan cara bertarungnya antara penjahat sama pahlawan. Lebih nyeleneh kek. Mereka masih kurang jahat. Di awal film, apalagi pas pengenalan tokoh, mereka kelihatan garang. Kelihatan berbahaya. Kelihatan gila. Cuman berbahayanya mereka itu sempat goyah karena ada kilas balik waktu mereka sebelum jadi seberbahaya itu, yang bikin penonton bukannya takut, tapi malah tersentuh hatinya. 

Deadshot yang diperanin Will Smith, bikin aku senyam-senyum terharu pas ngeliat dia sama anaknya. Kalau mau ada kilas balik masa lalunya, diliatkannya pas filmnya udah berjalan lama. Tunggu sampe penonton ngerasa ketakutan atau naluri masokisnya timbul dulu, baru deh ada kilas balik masa lalunya. 

SOTOY AMAT LU NGATUR-NGATUR, CHAAAA. 

Bicara soal sotoy, waktu nonton, aku bingung mau sotoy gimana sama apa tujuan mereka dikasih misi berbahaya dan siapa yang bakal mereka hadapi. Tau-tau mereka udah murka aja karena baru tau kalau mereka ngelawan penyihir berbikini bernama Enchantress, yang diperankan Cara Delevingne. Penyusunan strategi gimana cara ngelawannya juga nggak ada. Terlihat Rick Flag (Joel Kinnaman), kapten Suicide Squad, kayak diekorin aja gitu sama Deadshot dkk. 

Aku pikir aku aja yang bodoh udah mikir gitu. Tapi ternyata memang bener. Script-nya lemah. Selain itu, ada beberapa karakter yang kurang dapat perhatian dari David Ayer, sang sutradara. 

Captain Boomerang (Jai Courtney) bikin aku bertanya-bertanya, 

“Ngapain sih dia di situ? Ngelawak doang?” 

Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje) nggak dapat banyak jatah berdialog. Dan yang paling disayangkan.... yaitu El Diablo. Karakter yang diperankan Jay Hernandez itu punya kekuatan yang paling keren, masa lalu paling kelam, pembawaan paling-tenang-cool-gitu-bikin-meleleh, tapi scene yang menyorot dia, nggak banyak. Penggunaan kekuatannya yang bisa ngeluarin api dari tangan itu bikin aku berfantasi liar. Waktu dia ‘nulis’ kata bye pake api, aku jadi ngebayangin El Diablo bisa gunain kekuatannya  buat nembak cewek. Dia bisa aja nulis, “Will you marry me?” trus direkam dan videonya nggak kalah ngehits sama videonya waktu dia membantai orang-orang pake kekuatan apinya itu. Uuuh~ 

Walaupun penulisan script-nya letoy, tapi para pemainnya menguatkan film ini. Bikin penonton ngerasa tegang dan tetap terus nyaksiin filmnya sampai klimaks. Seenggaknya itu terjadi ke aku. 

Will Smith keren meranin Deadshot, si penembak andal yang juga jadi duda keren beranak satu. Deadshot bukan kayak duda mesum, yang suka kasih tarif alias bayaran ke orang, ngg maksudnya ngebayar kupu-kupu malam. Melainkan dia suka ditarifin. Maksudnya, dia penembak bayaran yang dibayar, bertarif mahal. Ngakak banget pas dia ngelakuin prosesi ditarifin. Kayak mau bikin bangkrut yang narifin. Bikin bangkrut, Viola Davis, yang ngebawain peran Amanda Waller, pembentuk Task Force One alias Suicide Squad. 

Selain akting ngerasa bangkrut, Viola Davis juga keren pas berakting dari jadi wanita berwibawa ke wanita beringas, dengan tiba-tiba nembak. Aku nggak ngerti scene itu. Yang udah nonton, bisa jelasin nggak? Ngg... yang jelas, gara-gara scene itu, aku jadi senang pas Amanda Waller diserang sama para anak buahnya Enchantress. Refleks aku ngomong, 

“Amanda mau di-gangbang! Kapok!”

Untungnya hal itu nggak terjadi. Tapi hal vulgar lain yang terjadi. Cara Delevingne berakting vulgar sih menurutku. 

Cara Delevingne memerankan June, seorang arkeolog yang kesurupan Enchantress. Udah pakaiannya vulgar, trus cara dia ‘merekrut’ manusia biasa buat jadi anak buahnya, dengan cara dicipok sama dia. Sialan. Nggak puas ciuman sama Rick Flag? Trus, dia suka meliuk-meliukan badannya gitu pas ngeluarin kata-kata yang mengancam dan menakutkan buat Deadshot dkk. Kelihatan konyol. Aku dan Kak Ira jadi sepakat nyebut itu sebagai goyang Enchantress. 

Sambil nahan ketawa, Kak Ira teriak, 

“Jangan goyang, please. Jangan!” 

Aku ngakak sengakak-ngakaknya. 

Tapi muka menderitanya Cara Delevinge sebagai June itu.... juaraaaaaa! Dia kelihatan tertekan. Kelihatan rapuh. 

Akting Margot Robbie juga juara. Dapet banget. Dia mampu ngebuat Harley Quinn jadi yang paling bersinar di Suicide Squad. Jadi yang paling ditunggu-tunggu. Jadi yang paling kelihatan tangguh, walaupun sebenarnya dia punya sisi rapuh. 

Sebelumnya, aku mau minta maaf sama Justin Landhiani, karena aku jadi ikut-ikutan suka Harley Quinn kayak dia. Huhuhu. 

Lanjut, 

Jadi Harley Quinn itu dulunya adalah Harleen Frances Quinzel, seorang psikiater yang menangani Joker. Penampilan anggun dan pembawaan tenangnya berubah semenjak tergila-gila (atau dibuat tergila-gila? Aku masih nggak tau sih) sama Joker, si penjahat gila itu. Harley Quinn jadi wanita yang begitu cantik namun begitu sinting. Penampilan nyentrik dan kenekatannya bikin dia kelihatan nyebelin, tapi lebih banyak bikin kagumnya. Aku jadi salah satu yang dibikin kagum. Aku suka kenekatannya. Aku suka rambut ikat duanya. Aku suka ketawa lebarnya. Aku suka.... meratapi nasib karena nggak punya badan sebohay dia. 

Tapi aku punya nama yang huruf awalnya sama kayak huruf awal namanya. Huruf H. Dia Harley Quinn, aku Hairunnisa Quinn. HAHAHAHAHAHAHAHA. 

Dan kalau boleh ngerasa sama lagi, dulu aku sempat punya cita-cita jadi psikolog. Ya, kayaknya nggak beda jauh sama psikiater ya. Hoho.

Sumber: Movienthusiast
Dan... bibirnya juga mirip sama aku. Suka nggak mingkem.

Selain itu, aku juga baper karena romansa antara Harley Quinn dan Joker. Oh! Joker is so romantic! Entah kenapa, Jared Leto meranin Joker, jadi rada ngingatin aku sama perannya sebagai Harry Goldfarb di film Requim for A Dream. Di film itu, dia juga jadi cowok yang romantis. Romantis yang gila, tapi lebih gila di Suicide Squad sih. Aku baper sama scene yang nampilin mereka berdua. 

Aku juga baper sama lagu You Don’t Own Me yang jadi soundtrack-nya Suicide Squad. You Don't Own Me dan Harley Quinn adalah dua hal yang aku baperin dari Suicide Squad. Dua hal yang bertolak belakang. Lagu You Don’t Own Me isinya tentang cewek yang berontak karena ngerasa dimanfaatkan oleh sang cowok, cuma dijadiin pajangan doang. 

Sedangkan Harley Quinn, dia ngerasa nggak dimanfaatkan sama Joker. Mungkin, dia ngerasa bisa seberani dan senekat itu karena Joker. Harley Quinn nggak peduli dia jadi pembunuh dan masuk penjara karena Joker. Dia ngerasa rapuh, jauh lebih rapuh daripada June, tapi ngusahain buat ceria nggak kelam kayak Enchantress, lagi-lagi karena Joker. Dia jadi gila karena Joker, dari Joker, dan untuk Joker. 

Bikin aku mikir,  jatuh cinta, ngebuat semua hal jadi makes sense. Ngebuat hal-hal yang kelihatan gila, jadi kelihatan normal. 

Mungkin post ini adalah the worst Suicide Squad's review ever. Mungkin perasaanku sama film Suicide Squad yang nganggap film ini bagus, adalah the worst feeling ever. Tapi, jatuh cinta sama kamu kayak jatuh cintanya Harley Quinn ke Joker, itu bukan the worst feeling ever kan

Arrrgh. Kayak keselek tongkat baseball-nya Harley Quinn habis ngetik kalimat barusan. 

You Might Also Like

45 komentar

  1. waah aku belum nonton ini padahal udah nunggu lama, trailernya aja udah gak kehitung kayaknya ku tonton. hahaaaa..
    gila baca tulisanmu kagum aku cha sama bahasane.
    kampret keren juga kau tulis ini.
    malah jadi bingung mau koment gimana, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah hahaha iya trailernya emang asique buat ditonton berulang-ulang. Soundtracknya keren~

      Huahahaha aku mah tukang review abal-abal, Di. Review baper. :'D

      Lah ini kamu udah komen :D Btw kemana aja kok baru nongol di blog kamu?

      Hapus
  2. Aku belum nonton filmnya cha, tapi kalo baca reviewnya sih udah. Dan banyak yang bilang film ini jelek, khususnya di situs tomatoes rotten eh kebalik rotten tomatoes, dia menulis review yang jelek soal film ini. sampai2 ada petisi buat menutup itu situs hahaha

    Btw bagi Hayley Quinnya satu cha, kirim ke rumah ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banyak yang bilang. Jarang kayaknya yang bilang kalau filmnya ini bagus. Huhuhu. Sampe segitunya ya. Paraaaah :D

      Mau Harley Quinn apa Hairunnisa Quinn, Mas Fan?

      Hapus
  3. Gue udah nonton karena film ini masuk daftar wajib nonton gue dari taun kemaren. Awalnya ragu mau nonton gara2 banyak yg bilang jelek, pas nonton ternyata lumayan, walaupun gak wow banget kayak trailer awalnya dulu. Kenapa banyak nyorot deadshoot? Karena doi emang leadernya #cmiiw

    Si enchantres emang vulgar banget, gue juga fokus ke cara doi bikin pasukan dan itukan banyak banget bangke. Dasar wanita! Tapi pas jadi June, doi cakep. Sayangnya di dunia nyata dia lesbi :((

    Jangankan diablo atau boomerang, LAH ITU SLIPKNOT NGAPAIN WKWK

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoaaa. Dari tahun kemaren. Iya Suicide Squad lumayan kok. Nggak jelek-jelek banget. Trailernya itu bikin betah sih buat dilihat tiap hari ya, Yog :D

      ((DASAR WANITA))

      Iya, kayaknya banyak cowok juga yang kepincut sama June. Cantik gitu. Iya sedih ya Cara Delevingne suka cewek :(((

      HAHAHAHAHAHA SLIPKNOT MIRIS AMAT YA, YOG. UMURNYA NGGAK PANJANG :D

      Hapus
  4. Kemungkinan besar nggak akan nonton film ini. Bukan karena tau pasti filmnya bakal jelek, tapi karena duitnya udah abis duluan buat print-print makalah. :( Sip, anak sekolah cuma boleh nonton di bioskop kalo libur sekolah doang.

    Btw, posternya emang aneh. Kayak sablonan kaos-kaos pasar malem gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Problematika anak sekolah gitu ya. Dulu aku juga gitu, Rob. Uangnya buat keperluan sekolah. Kalau pengen nonton banget, rela nggak makan di sekolah berhari-hari :'D

      BAHAHAHAHAHAHAHA. SABLONAN KAOS-KAOS PASAR MALEM! Kamu keren bisa kepikiran gitu :D

      Hapus
  5. Aku belom nonton, makanya gak terlalu paham juga.. hehehe..

    Bisanya Hayley Quinn, jadi Hairunnisa Quinn, boleh boleh.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga sebenarnya nggak terlalu paham sama filmnya, Rum. Ada scene-scene yang aku masih nggak ngerti :D

      Boleh dongsssss. Panggil aku Hairunnisa Quinn ya. Hahahahaha.

      Hapus
    2. Maunya sih gitu, tapi kepanjangan Cha.. hahahaha

      Hapus
  6. pengen banget nonton neh film, penasaran sama Harley Queen. Nunggu senin sampe kamis, soalnya cuma pas itu tiket nonton murah hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rata-rata cowok pada penasarannya sama Harley Queen ya. Oke, nonton di weekday memang lebih baik :D

      Hapus
  7. Film ini itu, baru 2 hari yang lalu temen gue ada cerita, cha. Gak tau kenapa tiba-tiba kami bahas film ini. Ya, meskipun belum nonton. Cuman sekedar. "Udah nonton film suicide squad belom?"

    Terus gue ketawa jahat. "Hahahaha. Ya belomlah."

    "Kuda lumping lo."

    Ngebaca reviewmu cha, kok jadi gak pengen nonton, ya. Meskipun bisa klimaks, kalo foreplay kurang nyess, jadi gimana gitu gak, cha? SUka ngerasain gitu, gak, sih. Baru di awal film kek udah gak nyaman, yakin deh, endingnya rada ngambang2 gimana..... gitu..

    Semoga ada yg ngajak nonton kalo kenyataan scriptnya agak lemah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahahahahaha. Kuda lumping yang ketawa jahat ya, Pange :D

      Yap. Bener. Kalau foreplay-nya nggak nyes, susah buat klimaks. Ciyeee Pange komennya pake istilah gitu-gitu :D

      Ayok dong para blogger Pekanbaru, ajakin Pangeran nonton Suicide Squad! Hahahahaha.

      Hapus
  8. Seperti biasa, sebuah review yang ringan namun akurat.

    Saya setuju pendapat kamu soal script, Cha. Untungnya ini ke-cover ama aktingnya para pemeran. Hampir semua cast kelihatan total banget pas akting. Dan kemarin saya diskusi ama temen, dan kami memutuskan ngasih film ini rating 7.8 (ya hampir mendekati angka 8 lah).

    Dan, saya denger-denger nanti bakalan ada versi DVD un-cut nya. Disitu jatah si Joker bakalan lebih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya, Gi. Tapi... tapi... ini review paling buru-buru yang pernah aku bikin. Banyak salahnya :(

      Dan makasih lagi udah setuju. Para cast-nya yang berperan jadi penjahat, juga 'berperan' jadi pahlawan buat filmnya. Kalau pemainnya pada nggak total, yah, pasti tambah dihujat deh ini film. Wuiiih. Ratingnya lumayan tinggi. Keren keren :D

      Oh ya? Waaah. Iya sih. Katanya ada beberapa scene yang nggak ditampilin di filmnya. Wah pasti gara-gara itu filmnya jadi nggak terlalu bagus :(

      Hapus
  9. Tuh kan Harley Quinn itu mirip Awkarin. Gara-gara cinta bisa bikin nakal. Sampai kepikiran melepas profesi yang udah mapan kayak Harley Quinn. Untungnya, Awkarin baru cita-cita yang dilepas. Untungnya lagi, sekarang Awkarin udah bisa dapat puluhan juta dalam dua hari doang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bang. Harley Quinn mirip Awkarin. Kayak yang Bang Haris tulis di blog. :D

      Yakin baru cita-citanya yang dilepas? Bukan kutangnya juga gitu? *Ini Icha suudzon deh*

      Yep. Awkarin jadi Miss Independent sejati~~

      Hapus
  10. HAI HAIRUNISA QUINN, JADI HARLEY QUIN ITU KETULARAN JOKER GITU YA GARA-GARA JATUH CINTA SAMA JOKER, PENYAKIT GILA ATAU APALAH ITU BERATI MENULAR YA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAI JUGA MUHAENCHANTRESS! IYA TUH, DIA DIBIKIN GILA SAMA JOKER. HUHUHU SEDIH YAK JADI HARLEY QUINN. AH TAPI ENGGAK DEH. DIA MAH ENAK, CANTIK TRUS ADORABLE. HUHUHUHUHU SEDIH YAK AKU NGGAK BISA KAYAK DIA :(

      Hapus
    2. HAH? MUHAENCHANTRESS? APAAN ITU? GILA KARENA CINTA MAH ENAK CHA.. KAMU JANGAN SEDIH DONG, KAMU KAN JUGA CANTIK DAN MENGGEMASKAN KOK, APA LAGI PIPIMU ITU... TINGGAL GILANYA AJA KALAU PENGEN MIRIP KAYAK HARLEY QUINN, SEKLIAN COBA COSPLAY JADI DIA, BAWA TONGKAT BASEBALL KE MANA-MANA PASTI KEREN.

      Hapus
  11. Aku pikir ini poster acara apaaa gitu. Ternyata poster film hahaha -_-

    gue gak paham tentang banget tentang film beginian Cha. Baca reviewmu gak ada yang masuk di kepala. Cuma satu yang bikin aku heran. Joker bisa pacaran toh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((POSTER ACARA APAAAA GITU))

      Yang nulis juga sebenarnya nggak paham-paham banget, Rih. Aku buta film superhero. Aku cuma suka Harley Quinn. Hahahahahahahahaha.

      Lah. HAHAHAHAHAHA. Ngakak baca pertanyaanmu, Rih. Iya ya, dia kan orangnya psikopat gitu. Bisa pacaran juga ternyata :'D

      Hapus
  12. Ini nih, lagi rame ditwitter, tapi ya gitu, harley queen mulu yang dibahas, kali" awkarin kek, ato dijah yellow gitu, bikin orang penasaran.

    tapi, bener sih nih film keknya keren ya, apalagi tentang super hero gitu, tanpa sadar jadi maniak, tapi aku ma apa atuh, nunggu weekend dulu. Hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, karena Harley Quinn yang paling mencuri perhatian kali ya. Kalau Awakarin sama Dijah Yellow, kayaknya mencuri hati kamu deh, Yog. Hahahahaha.

      Oh, kalau weekday kamu sekolah ya? Nonton pas weekend enak tuh :D

      Hapus
  13. Kamu terlalu baik buat aku adalah kata paling aneh saya dengan mulai dari kelas 2 SMP. terus kita jawabnya bingung. masa kita harus jawab " Baik saya aku akan mencoba lebih jahat lagi sama kamu" kan ngak mungkin :D
    oh iya salam kenal semua kunjungan perdana di situs ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((KATA PALING ANEH))

      Hahahaha. Iya aneh banget. Jadi baik itu salah ya berarti. Jadi jahat itu yang bener. Hahaha.

      Salam kenal juga :D

      Hapus
  14. Kata-kata itu paling saya benci ya, karena sangat tak wajar jika hal itu dijadikan alasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama. Aku juga benci. Cari-cari alasan aja gitu ya :D

      Hapus
  15. waduh kalau dunia perfilman mah jauh langit ke bumi buat sayah mah atuh, kan...kan saya mah jauh dari kota, mau kepasar ge jauh...jadi mana tau saya mah soal Suicide Squad kecuali baca reviewnya dari sini, coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huehehehehe. Yaudah nonton trailernya aja dari Youtube, Mang. :D

      Hapus
  16. astagfirulloh cha pembukaannya hahaha

    e aku kemaren ga sengaca ngeklik sondtracknya ini film ternyata yang nyanyi ada si avril n marlyn manson, terus kepo liat joker

    huhu, keknya aku mulai ketularan eargasme nih dengerin lagu, aku ada bahasan lagu juga di wordpress aku, ini semua ketularan icha hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahahahaha. Ampun, Mbak Niiit. XD

      Iya ada. Kalau nggak salah judul lagunya itu Bad Girl ya?

      Huahahahaha. Eargasme itu ternyata menular. Yeaaah! Udah aku baca itu post di wordpress-nya Mbak Nita. Aku baru tau juga soal yang Evan itu :'D

      Hapus
  17. Chaaaa kenapa km spoiler abiiis
    ╭(╯_╰)╭ aku belom nonton ini chaaaa, mau nungguin donlotannya aja hehe
    Abang jares letto gak macem" kan tapi? Gak cipokan kan dia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Spoiler bagian mananya, Vir? Maaf maaf kalau spoiler :'D

      Ngg... kasih tau nggak ya.... Dia... ada cipokan gitu, Vir. Huhuhu. Eh jangan sedih dan jangan berduka yaaa :(((

      Hapus
  18. Joker-nya jelek. Kesel abis. Cuma menang tato. Apaan?!

    Duh, jadi berkhayal yang bukan-bukan kalo inget goyang Enchan. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyeeeee, penggemar berat Joker versi Heath Ledger kesel sama Joker versi Jared Leto. Iya sih jelek. Mendingan Joker versi Fluxcup. Eh iya nggak sih? Bahahahahaha.

      Hahahaha Yoga! Goyangnya Enchan erotis gitu ya, Yog. XD

      Hapus
  19. Balasan
    1. Hahahahaha. Maafkan imajinasi liarku :'D

      Hapus
  20. Temenku kemarin exited banget pengen nonton ini, dan akhirnya aku tau sedikit2 ceritanya lewat posnya mb icha.hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya. Kalau mau tau banyak bisa langsung nonton filmnya, Mbak Vita. Hihihi.

      Hapus
  21. Filmnya agak underdeliver sih, seperti film DC pada biasanya. Denger2 akibatnya gara2 banyak adegan penting yg di-cut di versi bioskopnya. Kayak dulu gua pas nonton Watchmen di bioskop...rasanya meh banget. Eh tapi pas nonton versi Un-Cut nya...gile, itu film keren abis. Sama kayak Batman v Superman kemaren, versi DVD extendednya lebih bagus.

    Satu-satunya yg bikin gua ga nyesel nonton film ini...Harley Quinnya, cakep abis aktingnya...

    BalasHapus