Selasa, 31 Maret 2015

Mencapai Bayur

Rencana jalan-jalan (baca: hunting foto) yang sudah digadang-gadang Dita dari berminggu-minggu yang lalu akhirnya terealisasikan hari Minggu kemarin. Awalnya pengen ngajakin Ikhsan sama Owi, tapi karena si Ikhsan gak bisa dan si Owi sibuk kuliah (sepertinya), otomatis aku sama Dita aja berdua. Tujuan kami yaitu ke Rumah Ulin di daerah Bayur. Tempat yang katanya Dita sih.....

"Bagus Chaaaa!!!! Aku ada liat di Instagram temenku. Tempatnya kayak ada pondok-pondoknya gitu nah Cha, bagussssss!!!" kata Dita berapi-api. Aku cuma senyum kecut aja nanggapin keantusiasan sahabatku dari jaman SMK itu. Gak kesulut.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Jumat, 27 Maret 2015

Lebih Bisa Beol Daripada Ngelakuin Hal-Hal Gahol

Buset dah aku sendiri juga kaget ngetik judul postingan ini. Selain kepanjangan, ada kata gak enaknya juga disana, yaaaaa tau aja kan. Tapi sumpah, rasanya cuman itu aja yang bisa ngewakilin postingan kali ini. Atau ada yang mau kasih masukan bagusnya dikasih judulnya apa? Atau mau protes sama judulnya? Atau mau aku putus dari Andrew Garfield aja biar kalian senang? Silahkan tulis di kolom komentar. 


Oke, postingan ini soal hal-hal yang lagi ngetrend di kalangan remaja kekinian. Hal yang banyakkkkk, tapi aku tulis beberapa aja disini. Hal yang kalau kita lakuin kita bakal dibilang gaul alias gahol alias kekinian banget. Hal yang udah dan mau aku lakuin tapi sayangnya gak cocok aku lakuin, padahal banyak yang ngelakuin dan mungkin yang lagi baca postingan ini ngelakuin.
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Rabu, 18 Maret 2015

Ayah yang Romantis

Selamat 36 tahun buat mantan pacar impian, Adam Levine!!!! Gak ada doa apa-apa sih buat Adam, karena bagiku dia udah mendapatkan semua yang dia mau selama dia hidup, kecuali aku mhuahahahaha *plak* 

Tapi sebagai fansnya, aku harap semoga dia tetap jadi vokalis terseksinya Maroon 5, Maroon 5 gak bakal bubar, dan lagu-lagunya makin bagus. Aamin.

Udah segitu aja sih soal Adam Levinenya, ntar kalau diterusin aku bakal gagal lagi bikin postingan yang sebenarnya pengen aku posting dari kemaren. Aneh juga sih sebenarnya, di hari ulang tahun Adam aku malah kebelet pengen nulis soal Eminem. 

Gara-gara punya aplikasi Eminem Lyrics dan dengerin lagu Hailie's Song-nya Eminem melulu dari kemaren, aku jadi pengen bikin postingan tentang rapper umur 42 itu. Pujaannya Zai dan ya, sialannya jadi pujaanku juga. semenjak aku nulis Gila Marshall dua tahun lalu.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 17 Maret 2015

Heboh One Direction Dijancukin

#OneDirectionJancuk dan #SaveGBK jadi trending topic hangat di twitter, menggantikan #SaveHajiLulung, yang kayaknya bikin kita mikir semua yang ada di dunia ini takut sama Haji Lulung. Sebagai Directioner jaman SMK, yang dulu gila banget ngapalin lagu-lagu dari album Take Me Home sama Owi, aku ngerasa penasaran kenapa Niall dkk itu dikatain jancuk? Padahal mereka bukan orang Jawa.

Ternyata kedua hastag itu saling berkaitan, trus berkaitan juga dengan jadwal konser mereka tanggal 25 nanti. Tweetnya rata-rata diramaikan sama para gibol -gila bola-, tapi gak sedikit juga pembela dan fans 1D ikut meramaikan, termasuk aku yang sebenarnya udah gak begitu ngefans lagi sih sama mereka.
                                          
Sebagai orang yang gak ngerti bola, aku rada males buat nulisin lengkap kenapa itu hastag bisa muncul, nih baca  Heboh! Tagar #OneDirectionJancuk Jadi Trending Topik Dunia ini aja. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Rabu, 11 Maret 2015

Alasan Ingin Resign

Beberapa resolusi yang pernah aku tulis di postingan Resolushit akhinya beneran jadi resolushit semata. 


Katanya mau panjangin poni sampe sepanjang-panjangnya eeeh malah dipotong awal Februari kemaren. Kembali jadi cewek ponian yang maksa dibilang baby-face kayak Zoey Deschanel.


Katanya mau gemukkin badan dengan makan banyak eeh sekarang makannya jadi makin males, terutama makan malam. Bawaannya pengen langsung tidur aja. Tapi ada bagusnya juga sih jadi aku gak sering lagi begadang kayak dulu. 


Katanya tahun ini bakal kuliah, tapi.....
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Senin, 09 Maret 2015

Jawaban Buat Asshole

Tadi siang aku telponan sama Zai. Banyak yang aku obrolkan sama dia, dan seperti biasa posisinya gak pernah berubah. Aku si pembicara dan dia si pendengar. Dia jadi pembicara handal kalau masalah ngolokkin aku atau ngomongin hip-hop. Tapi kali ini aku pengen dia merebut posisiku, dengan ngejawab pertanyaanku.

"Aku mau nanya, ngggg gak jadi deh."

"Apa? Mau nanya apa?" suara disana menanggapi keragu-raguanku dengan antusias.

"Gak usah, nanti aja."

"Cepat sudah! Mumpung aku nelpon."

"I-iya nah. Kamu jangan ketawa ya. Eeeh gak jad-----"

"CEPAT!"

"Kamu---kamu kalau disana suka gak sih mikirin----- yang disini?"

Ada jeda yang lumayan lama.

"Hahahahaha. Pernah lah." jawabnya terkekeh.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 07 Maret 2015

Orang-Orang yang Rese Pas Kita Laper

"Pertolongan pertama pada panas demam anak itu inzana. Pertolongan pertama pada kangen itu inzini. Inzini dong kamu datangin akuuuuuuuuuuuuu.”

“Kucing yang hilang seharian aja bisa datang lagi ke rumah gara-gara nyium aroma sop ayam Royco, apalagi pacar…”


“Kukis kokola halalnya Mamah tau sendiri, tanpa dikasih tau orang. Kalau aku ngambek penyebabnya pasti kamu tau sendiri kan?’


“Snickers tau kalau lapar bisa bikin rese. Seharusnya orang-orang yang kerja di layanan makanan gak ikutan rese kayak orang yang lagi kelaparan trus mau beli makanan mereka.”


Iklan-iklan di atas itu favoritku. Saking favoritnya sampe aku plesetin eeh aku gubah eh aku ubah eeh entahlah yang aku gituin kayak di atas. Tagline atau tema iklan-iklan itu kreatif sih menurutku. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Jumat, 06 Maret 2015

Jangan Berhenti Ngerap

Jangan salah sampe baca judulnya ya, jangan berhenti ngarep. Ngerap pemirsa, jangan berhenti ngerap. Ya kalau mau ngarep juga nggak papa sih, asal bukan harapan palsu aja. Hiks.

Barusan aku buka artikelnya Nyunyu yang, Orang-Orang Kembar Namun Tak Sekandung, aku gatal pengen komeng eh komen disitu, mau nambahin kalau ada satu lagi pasangan kembar namun tak sekandung, yaitu Selena Gomez dan Becky G. Tapi akhirnya aku gak komen juga, Pas pertama kali liat Becky, aku kira dia itu Selena yang lagi ngerap. Bukan cuma aku aja sih, rata-rata orang pada bilang kalau Becky G itu mirip sama Selena. Coba liat sendiri deh di bawah ini, 


Kalo masih belum puas coba deh searching sendiri haha. Serius, mirip deh. Gak cuman muka, tapi nama belakang dan nama tengahnya juga. Nama lengkapnya Becky G itu Rebecca Marie Gomez, eeeh ternyata nama lengkapnya Selena itu Selena Marie Gomez. 

"Bujur-bujur kayak nama anak kembar." tulis Kartini di chat bbm kami kemaren.

Aku sempat diskusiin soal ini sama Kartini. Sebagai penggemarnya Selena dari jaman masih imut-imut sampe jadi sok seksi kayak sekarang, dia juga takjub sama kekembaran idolanya dan idolaku itu. Kami sempat berpikiran (dan berharap) kalau mereka berdua itu kakak adek yang terpisah.

Tapi harapan kami itu dipatahkan sama fakta kalau tempat kelahiran mereka itu beda. Becky di Inglewood, California Selatan, sementara Selena itu di Texas. Sempat mau bikin pembenaran sih, mungkin pas ngelahirin Becky, mama mereka itu kebetulan lagi liburan ke Inglewood, atau di Texas gak ada rumah sakit bersalin atau dukun beranak, mungkin----- Aah terima aja lah kalau mereka bukan saudara. 

Tapi terlepas dari itu, mau mereka saudaraan kek, tetanggaan kek, musuhan kek, lesbianan kek, aku tetap ngefans sama Becky G. Love her so much! Jangan sampe aja sih si Asshole Zai itu baca postingan ini, soalnya gara-gara dia aku jadi tau dan ngefans sama Becky. Aku gak mau aja pas dia datang ke Samarinda dengan muka cengengesan sambil ngolokin aku,

"Neh neh neh, sekarang suka Becky G kah kamu? Makan muntahan sendiri! HAHAHAHA" 

Masalahnya aku gak pernah berhasil mempengaruhi dia dengan selera musikku. Aku getol promosiin getol Payphone, dia biasa-biasa aja. Kan malu gitu kalau ternyata aku gampang kepengaruh, iya emang gampang kepengaruh sih.

Ngomongin soal Zai, anak itu udah tiga hari nggak nelpon aku, padahal terakhir telponan itu. malam. Jarang-jarang dia nelpon malam, kebetulan juga waktu itu dia lagi di tempat yang ada sinyal dan langsung nelpon. Aaaarrrrghh tapi sekarang mana dia manaaaaaaaaaa?

Udah Cha, udah. Hapus ingusmu.

Lanjut, nah emang iya sih Zai yang ngenalin aku sama Becky, kapan ya aku lupa, pertengahan 2014 kayaknya. Awalnya dia nunjukkin aku MV-nya Becky yang judulnya Becky From The Block. Yang ini nih,



"Cewek Latin. Cantik, bisa ngerap, dadanya besar." kata Zai  berapi-api sambil ngasih lirikan ngolok. Mata sipitnya yang awalnya dari ngeliatin hapenya jadi ngeliatin aku, ditambah alisnya yang gak seberapa tebal itu naik turun. 

"Iya. Cantik. Montok." kataku (berusaha) datar, menanggapi keantusiasannya yang ngeselin itu. Pake bawa-bawa dada segala. 

"Eeh ini lagunya kayaknya pernah aku dengar deh, lagunya-------- JLo ya?"

"Iya, dia itu asuhannya JLo. Ntar di akhir video ada JLo-nya kok."

Dari pertama dia nunjukin video sampe videonya kelar ditonton, mulutnya masih belum mau berhenti bacot soal Becky. Becky cantik lah, Becky keren lah, Becky masih umur tujuh belas tahnn lah, Becky seksi lah, Becky jelek kalau pake baju adat Meksiko lah, lagu Jenny From The Block-nya JLo gak ada apa-apanya daripada versi Becky yang Becky From The Block lah----  aku manggut-manggut sambil sesekali nyela ucapan dia dengan enggak tertariknya aku sama Becky itu. 

Seakan belum nyerah, dia nunjukin lagi satu MV, punya si Becky lagi, judulnya Play It Again.



Buseeeet, ini anak kecil kok cantik banget sih, trus emang punya bakat ngerap deh kayaknya, batinku waktu itu.

"Tuh! Kalah kamu, dadanya gedean dia." Zai ngeganggu lamunan kagumku dengan cara yang lagi-lagi ngesselin. 

"Biasa aja ah! Lagunya gitu-gitu aja." aku langsung buang muka. 

Pas Zai pulang, iseng aku googling Becky. Liat-liat MV-nya yang lain juga, bahkan sampe download lagu-lagunya. Aku jadi kagum mampus. Aku coba dengerin Becky From The Block berulang-ulang dannnnn ternyata kecanduan. Jadi most played di hape. Sialan. Aku jadiin nada dering juga sampe sekarang. Biar deh dikata alay nada dering pake lagu. Ada di malam pas aku jalan sama Zai trus Mamaku nelpon dan nada deringnya itu, Zai spontan ngomong, "Cieeee punya lagunya Becky G."   Sialan lagi.

Aku pun getol promosiin Becky G ke bubuhan kantor dan Dita. Dan ternyata mereka jadi suka, terutama Kak Ira. Lagu Becky From The Block tiap hari kedengaran dari ruang kerjanya. Kalau lagi gak ada user, aku, Kak Ira, Kak Muti, dan Kak Indra nyanyiin lagu Becky From The Block nyaring-nyaring. Kak Indra jatuh cintrong sama lagu Can't Get Enough-nya Becky feat Pitbul.

"Lagunya enak buat ajeb-ejeb Cha." papar Kak Indra sambil cengengesan.



Sementara Dita suka sama lagunya Becky yang Oath. Bukan lagunya Becky sih tapi Cher Lloyd, dia duet sama Becky. Aku juga suka. Lagunya keren, isi lagunya tentang persahabatan sejati gitu.


Trus ada lagunya Becky yang judulnya Shower. Lagu ini jadi theme song, ceilah theme song, selama di Bontang (baca postingan Ngebontang). Bikin sekantoran pada demam Becky G. Tiap hari dengerin lagu ini nyaring nyaring sambil nyenandungin "La di la da la daaaa singing in the shower." Lagunya asik di telinga, isinya tentang jatuh cintrong sama cowok, keserang kasmaranisme. Di MV ini aku suka banget sama Becky. She is stunning, and yeaah, fuckin' beautiful.


Yaaa, Becky itu emang cantik, jago ngerap, dan seksi. Kamu benar Zai aaaarrrrggghh!!!!!

Pantas aja lah dia suka sama Becky. Cewek yang masih umur belasan tahun udah cantik bisa ngerp pula itu jarang banget. Aku selalu mandang kalau rapper itu artis yang cerdas. Selain ngerap dia juga nulis semua lagu-lagunya. Beuuuh mantap. Sebenarnya banyak sih rapper cewek, salah satunya adalah Iggy Azalea yang sekarang gak aku sukain lagi gara-gara tampilannya cewek banget, kayak bukan rapper. Alasan yang keliatannya simple tapi berpengaruh besar buat aku. Kalau Becky mah matching aja ya, keten gitu. Bikin termehek-mehek ngiri kepengen juga kayak dia. 

Tapi aku kaget sih pas liat MV terbarunya Becky yang dirilis dua bulan lalu. Judul lagunya Can't Stop Dancin'. 

"Lagunya biasa aja, beatnya gak ngena. Masih bagusan Oath yang gak ngebosenin itu." komentar Dita begitu aku ngeliatin MV Can't Stop Dancin' yang ini nih,



Huaaaaaaaaaaa si Becky gak ada ngerap sama sekali! Dia juga jadi buka-bukaan gitu, gayanya sensual, tau ay seksi tapi gak usah geyal geyol. Iya tauuuu lagunya tuh tentang dance-dance gitu tapi kan....

Kenapa dia gak ngerap lagi? Dia mau kayak JLo yang sekarang image-nya seksi? Dia mau nunjukkin kalau dia udah 18 tahun? Dia mogok ngerap? Dia udah gak mau jadi rapper lagi untuk selama lamanya?

Lagunya bagus sih, aku download dan aku dengerin terus lagu. Soalnya aku suka suara khasnya yang Latinos sekali itu. Tapi kan pertama aku suka dia gara-gara dia jago ngerap. GARA-GARA ITU! 

Tapi aku bisa apa. Lagian, kalau yang bener-bener ngefans Becky apa adanya, mau Becky bawain dangdut koplo atau keroncong sih nggak papa juga.

Tapi kalau boleh berharap, aku gak mau Becky berhenti ngerap. Bakatnya itu one in million, jarang ada cewek bisa ngerap, yaaaa meskipun sekarang udah banyak sih, tapi tetap aja cewek bisa ngerap itu spesial, unik, keren. 

Semoga aja Can't Stop Dancin' itu cuman gebrakan baru aja yang gak permanen, maksudnya dia kayak cuman iseng atau coba-coba ngeluarin single tanpa ada rap-nya. Semoga aja sih. Karena aku masih pengen dengerin dia sebagai rapper. Masih pengen banget. 
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 03 Maret 2015

Ketemu Fuckingsman

Dalam rangka merayakan Imlek bulan kemaren, aku dan teman-teman jaman SMK memutuskan buat nonton film di bioskop bareng. Yeeaaaaaaaah yey! Ngg gak buat Imlek sih sebenarnya, wong kami bukan Chinese kok, hape juga bukan merk China, bos aja yang Chinese, itupun cuman aku. Tapi berhubung lagi tanggal merah dan yang kuliah lagi pada libur, yaudin jadi bisa ketemu.

Pertemuan, ceilah, pertemuan ini udah dirancang Dea dari seminggu sebelumnya. Berawal dari ngobrolin film baru via bbm, ajakan basa-basiku buat nonton bareng ternyata ditanggapi serius sama cewek yang dulu sering kupanggil Bombay itu. Akhirnya kami ngerencanain buat nonton film The Boy Next Door, filmnya Mamah Lopez. Yang ikut itu dari delapan orang jadi empat orang. Dita, Chintya, Any, dan Ikhsan gak bisa ikut dengan alasan masing-masing. Sisanya aku, Dina, Dea, dan Widya. Padahal aku pengen banget ketemu empat orang itu, terutama Any, yang lagi libur semester kuliah dari Malang T______T

Pas hari H, yaitu hari Kamis, pagi-pagi aku kehabisan baterai handphone.
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com