Senin, 28 Februari 2011

Si Penggila Seni dan Senin

Aku suka hari Senin.
Meskipun jam pertama diawali dengan Bu Muryati yang mengajar gaje dan hanya numpang ngomel di kelas. Meskipun dilalui dengan upacara yang bikin boring, istirahat yang lama untuk dinanti.. Aku tetap suka hari Senin. Saat Bu Aida berjalan anggun memasuki kelas X AP 2, berkata lantang menjelaskan pelajaran, lalu praktek akting dan teater, saat-saat itulah yang membuatku suka terhadap hari Senin. Yea.., sepertinya aku jatuh cinta pada hari Senin, hari-hari yang biasanya bikin anak sekolah alergi.
Ini  semua terjadi karena pelajaran seni teater letaknya di hari Senin, pada jam paling terakhir. Pelajaran seni teater tuh termasuk pelajaran favoritku, selain Bahasa Inggris. Ekstrakulikuler ku teater, dan aku memang sangat suka akting. Makanya, setiap pelajaran seni teater, aku berusaha untuk tampil maksimal , total, dan berani malu. Di minggu kemaren, aku udah maju buat pengambilan nilai. Astagaaa, namaku tuh dipanggil paling pertama. Untung aja aku bisa menampilkan yang terbaik, meski aku masih merasa itu kuraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget.
Untuk pengambilan nilai seni teater, kita diharuskan membuat dua adegan yang berisi dialog. Adegan pertama harus memerankan watak protagonis, yang satunya tuh antagonis. Kita membutuhkan partner/ lawan main demi membantu kita memerankan adegan-adegan tersebut. Kalau aku sih untuk peran protagonis, aku memerankan seorang anak freak dan weird gitu, dengan kacamata super tebal. Jannah dan Dina yang menjadi lawan mainku, tertawa pas ngeliat rambutku yang dikuncir kuda, yang ternyata masih menyisakan buntut panjang di belakang. Jiaaaaaah jadi gak konsen aku pas mereka ketawa. Otomatis dialognya jadi agak hancur. Untung aja Dina langsung mendorongku yang tengah duduk, lalu aku jatoooh ke lantai.. Menimbulkan kesan antagonisnya Dina keluar. Prok prok prok… tepuk tangan membahana.
Di adegan yang kedua, aku berperan sebagai cewe liar pembangkang orangtua. Ivonny didaulat sebagai mamaku yang ceritanya udah tua renta. Kali ini, rasanya aku lebih total memerankannya. Aku puas banget…
 Hedeeeeeeeeehhh.. hari ini banyak eh yang ‘menyewa’ ku untuk membantu memerankan adegan-adegan mereka. Ada Jannah, ada Chintya, ada Dita, ada Ivonny, dan ada Dina. Bubuhan kelas sampe bosan ngeliat aku terus yang maju ke depan. Aku bangga eeh.Ckckckck untuk Dina nih, aku yang bikinkan dialognya. Aku harus sampe menyewa Wahyu untuk membantu Dina dan aku. Aku harus menjadi wanita muda yang tengah hamil, dan Dina jadi ibu-ibu paro baya. Wahyu jadi suami perlente yang sudah lama-lama gak pulang-pulang. Aku jadi istri kedua, tinggal seatap dengan Dina. Gokil-gokil… sekelasan tertawa terbahak pas aku menggandeng tangan Wahyu dengan perut yang membuncit  seolah hamil. Aku menjajalkan dua almamater ke dalam bajuku, sehingga menimbulkan perut buncit hamil gitu. Dina dan wahyu lupa dialog, jadi aku agak bingung eeeh pas endingnya tuh. Tapi gpp, aku udah puas kok bisa ngebantuin dia :D
Hari ini pokoknya menyenangkan deh, aku senang karena di sekolah, aku bisa juga menunjukkan kebolehanku di depan umum. Aku gamau jadi murid pasif. Yang cuma datang, duduk. Trus pulangggg.
Saya si penggila seni, saya si penggila senin, saya si penggila senin.
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 12 Februari 2011

Lama Tak Menyentuh Keyboard

Udah lama banget ya aku gak blogging :D

Akibat modem ku yang gada pulsanya, maka aku gak onlen dalam jangka waktu yang panjang.Ni aja aku blogging di warnet, sodara-sodara.

Banyak masalah dan kejadian yang kualami akhir-akhir ini. Aku jadi bingung mulai dari mana. Yang jelas, akhirnya aku udah putus sama cowok yang namanya Indra Alamsyah Herputa itu. Meskipun dengan sangat amat terpaksa.

Dan sekarang, aku menjalin hubungan dengan temannya Dea, namanya Nur. Panjang banget riwayat perkenalannya. Ntar dah di post berikiutnya. Ku jelaskan intinya dulu

Aku juga lagi aa something problem with Jannah dan Audya, mantan sahabatku. Perlakuan Dita yang semakin aneh. Indra yang tib-tiba cari masalah sama aku.

Hmm udah dulu ya, bill warnetku ni nunggak nah :(

Dadadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh *gajeeee
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 01 Februari 2011

Ada Apa Dengan Selasa?

SELASA. SELASA. LALU SELASA.

SELASA LAGI. INI HARI SELASA !

Selasa terasa magis buatku, selasa terasa angker, selasa terasa ganas, selasa terasa sadis, selasa terasa mengiris, selasa terasa cengeng, selasa terasa nelangsa!

Kurasa itu sudah cukup untuk menggambarkan sekian dari banyaknya kekesalanku pada hari selasa. 

Mungkin kekesalan itu  bisa berubah menjadi ketakutan, takut untuk menghadapi hari selasa minggu depan, hari selasa bulan depan, selasa dan terus selasa lagi.

Kenapa ya, di setiap hari selasa, pasti aku termehek-mehek terbenyek-benyek terbengek-bengek?

Kayaknya hari selasa tuh hari kesialanku. Aku pasti nangisssssssssssssssssssssssss aja tiap hari selasa. Seolah menjalankan jadwal rutin mingguan. Eeh salah, jadwal rutin selasaan maksudnya.

Pagi di hari selasa ini, cukup biasa aja. Not bad. Gak ada yang istimewa.

Siang di hari selasa ini, terasa menyenangkan, meski ada betenya gitu dah.

Tawa yang kulepas itu bersifat sementara, sementara. Tau artinya sementara? Sementara itu sebentar, 
sejenak, tidak bertahan lama.Dan itu artinya, tawaku di siang tadi hanya bersifat semenntara, tidak permanen.

Karena tangisku di malam ini telah menggeser kedudukan tawaku. Ia bersifat tahan lama! Sampai sekarang aku menangis merintih kesakitan

Aku lagi sakit, badan ini lemas sepulang sekolah. Aku langsung duduk di sofa ruang tamu, lalu tertidur dengan masih memakai seragam putih abu-abu.

Aku dibangunkan dengan paksa,aku merintih kesakitan. Tak ada yang peduli. Aku malah diomelin.
Rasanya sedih banget, gak ada yang peduli denganku. Aku pun beranjak mengambil selimut, menenggelamkan diri sambil terisak di tengah gumpalan selimut tebal itu.
Aku banyak memikirkan sebab musabab penyebab sakitku ini. Di awal tahun ini, masalah banyak menimpaku. Bahkan di tidurku tadi, aku memimpikan semua bebanku itu. Mulai dari rasa iriku terhadap kelebihan yang dimiliki sahabatku, tentang pacarku yang tak pernah menganggapku sebagai pacar, tentang persahabatan yang kian hari kian morat-marit, tentang bapakku yang mulai sakit-sakitan... Semuanya terekam dalam satu mimpi. Mungkin aja aku stress memikirkan hal-hal yang mengganggu itu. Stress ku udah melampaui batas kenormalan kesabaran seorang anak remaja.

Aku sangat mengharapkan perhatian dari seseorang. Sahabatku yang bernama Dea, tak bisa mendengarkan curhatanku. Mungkin dia sudah terlelap di kamarnya, lalu bermimpi indah. Aku mengharapakan perhatian dari Mamaku, tapi sepertinya beliau terlalu sibuk mengurus bapak dan saudara-saudaraku yang lain. Cuma pacarku yang sekarang aku benar-benar harapkan, tapi dia pergi menghilang. Dia ga ada balas smsku dari tadi siang. Dia suka menyudutkanku, selalu membuatku merasa semakin bersalah. Dan bodohnya, selalu membuatku merasa semakin cinta.  Dia bahkan ga mau tau apa masalahku. Dia hanya ingin membuatku menangis, menangis, menangis.

Kadang aku berpikir, untuk apa aku hidup didunia? Cuma bisa ngabisin beras, ga ada gunanya ! Di setiap hari selasa, keinginan untuk bunuh diri pasti bergejolak ! Selalu hari selasa, sehabis hari senin yang ku rasakan sangat menyenangkan.

Rasa seperti ini terjadi bukan di hari selasa ini aja, tapi di hari selasa-selasa sebelumnya juga kurasakan seperti ini! Jika ada yang bertanya " ada apa dengan hari selasa?" bakal kujawab " ada nelangsa di dalamnya :(
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

POSTINGAN YANG LAKU

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com