Kamis, 27 Januari 2011

Membandingkan Menghitung Menggrafikkan Mengskalakan

Sehabis latihan teater tadi, aku merenung. Cukup lama... hingga terlupa bahwa badan ini butuh pembersihan diri (baca: mandi) Entah marah, entah sedih, entah bingung, entah apa yang sebenarnya ku renungkan.

Yang jelas, dari semua ketidakjelasan itu, aku terfokuskan oleh suatu  pemikiran, atau lebih tepatnya sebuah pertanyaan... KENAPA AKU BUKAN DIA?

Ya, pertanyaan itu menjadi beban di pundakku. Menjadi bercabang menjadi beberapa bagian kecil bahkan besar. Pertanyaan itu timbul karena beberapa sebab.

Aku kagum pada kelebihan yang dimiliki sahabatku. Kelebihan yang gak ku miliki. Lagian juga, untuk memilikinya, aku harus berjuang keras. Dia sangat berbeda denganku. BEDA. BEDA. SANGAT BEDA.

Dia baik, supel, humoris, kehadirannya selalu dianggap menyenangkan. Dia selalu dibutuhkan. Dia selalu diunggulkan. Dia bahagia dimanapun dia berada. Dia pintar berinteraksi dengan lingkungannya. Dia punya banyak teman. Kurang apalagi coba?

Sedangkan aku, pendiam dan  tidak bisa mengeluarkan katakata ajaib pengundang tawa seperti dia. Aku pemalu, aku jelek, aku kekanak-kanakkan. Kurang apalagi ha'?

Lama-lama rasa kagum itu merembet ke arah iri, lalu dengki, lalu benci. Apapun yang kulakukan selalu dibandingkan. Sebenarnya aku merasa sangat berdosa, dia ga pernah buat salah sama aku. Bukan dia yang salah. Tapi TAKDIR YANG SALAH ! Keadaan yang memaksaku untuk iri-dengki-lalu-benci kepadanya

Bagaimana bisa gak benci?
Aku benci keadaan ini, ketika aku jalan berdampingan dengannya, lalu orang-orang hanya menatap dia. HANYA MENATAP DIA. Anggaplah, bahwa dia putih, dan aku hitam. Dia terang benderang, dan aku gelap tak nampak. Aku dianggap ga ada. Gak pernah ada. Gak akan pernah ada.

Orang-orang mungkin saja berpikir bahwa aku ga bisa apa-apa, adan aku selalu bergantung padanya.
Berpikir bahwa aku parasit bagi dia. Bodohnya aku bersahabat dengannya, bodohnya aku mau dianggap seperti itu. Tapi, setelah kupikir-pikir lagi, ini bukan bodohku! Ini bodohnya mereka, selalu membandingkanku dengan dia.

Emang mereka ga tau, gak ada orang yang suka dibanding-bandingkan?

MEREKA BODOH! MEREKA GA TAU TEORI ITU!

Aku minder. Aku menyerah.

Hargai aku nah, beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku masih ada. AKU MASIH HIDUP KOK, AKU MASIH ADA DI DUNIA INI. Kalian salah kalau menganggapku udah mati, atau bahkan menganggap bahwa ICHA itu teman kalian, sama seperti dia juga. Stop membandingkanku, menggrafikku, dan mengskalakuuuuuuuuuuuuu huhu.
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 25 Januari 2011

Oh Mismur, Kau Tampak Bersinar

Sebelumnya, saya ingin mewanti-wanti mengklarifikasi memperingatkan bahwa posting kali ini tidak mengandung unsur pencemaran nama baik, pelecehan kepribadian, dan sebagainya.

Disini saya cuma bermaksud untuk menuangkan apa yang terjadi hari ini, antara aku dan si objek, seseorang yang akan saya deskripsikan dalam posting ini. Jadi jangan menghakini saya, mengadili saya, mensomasi saya, bahkan mendeportasi saya ke negara asal saya yaitu Jepang (haha ngarepp)

Jadi penat nih bibir pake kata saya-anda. Baiklah, kembali ke kata aku-kamu :D

Oiya..posting kali ini tentang kejadian bodoh yang aku alamin hari ini.

Ketika kedua mata ini tertuju pada sesosok wanita tua baya ( penggantinya paro baya ), aku hanya bisa mengurut dada. Wanita itu, mengajar pada pelajaran kesukaanku, wanita yang sudah berumur + beruban itu..

Wanita itu aku samarkan namanya menjadi Mismur.

Begini, Mismur mengajar pada jam pelajaran pertama sehabis upacara.

Mataku dilanda kantuk tiada tara, apalagi suasana saat itu sangat amat mendukung. Suara mendesah-desah dari bibir Mismur menambah syahdu suasana. Awalnya aku hanya sekedar melamun, menopang dagu di pinggir meja, lama kelamaan mata terpejam , tapi bukan untuk selamanya looh.
Kesimpulannya, aku tertidur di pelajaran Mismur. Lebih parahnya, ini sudah terjadi UNTUK KEDUA KALINYA.

Dengan bodohnya aku segera terbangun, lalu mengambil gelas aqua di tasku. Aku menjeboli gelas yang tidak tau apa-apa itu. dan BYURRRRRRRR!!! Menyebur bak air mancur di taman gitu nah. Membasahi inci demi inci syaraf nadi pergelangan tanganku serta hamparan rok panjangku . Sekelasan tertawa, aku terdiam.

" Hairunnisa tidur lagiiii"

" Anu Bu.. saya.. tadi malam jagain Bapak saya di rumah sakit Bu, sampe jam 12 malam.." kataku sambil mendongakkan kepala, berusaha menahan airmata yang hendak keluar

"Halah.. Gak tiap hari aja kok"

Astaga Mismur... teganya kau padaku???? Kau tak peduli, tak mengerti kesusahanku? Aku adalah anak yang berbakti kepada orangtua... Hmmm :(

Gara gara sanggahanku tadi, teman-teman yang tertawa menjadi diam. 

Sepi. 

Sunyi.

Tragis dramatis kan?

Aku harus membersihkan nama baikku. Aku mencium gelagat yang tidak baik dari Mismur, aku langsung menghampiri Mismur dan meminta maaf. Aku ga mau kejadian yang dulu terulang lagi. Di insiden yang sama, dan guru yang sama,

Tapi apa yang ku dapat?

CINTAKU DITOLAK MISMUR

Oh, Mismur... kau tampak bersinar hari ini.

Dan aku gelap, berada di deretan black list, dan jadi terkenal

Sebagai HAIRUNNISA KEBO TUKANG TIDUR

Tragis dramatis kan ?

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Minggu, 23 Januari 2011

Yes, This Is Sunday _,_

Minggu minggu minggu.. Menyenangkan atau menyedihkan ?

Sebagian besar makhluk hidup di bumi menjawab "Iya laaah, minggu itu menyenangkan. Pelepas lelah"

Salah. jawaban itu salah. Untuk saat ini, jawaban itu jadi salah.

Berawal dari sabtu malam kemaren, lagi lagi aku adu mulut dengan my boyfriend. Dan lagi-lagi, masalahnya sepele. Aku bukannya mau selingkuh, aku cuma akrab dengan sahabatku yang berkelamin jantan di wall-wall an facebook. Sahabatku  itu dulunya suka sama sahabatku yang bernama Nina Nina Nenet Nenek Peyot (uupsss keterusan menghinanya :D). Nah my bf  dengan nama Indra Alamsyah Herputa itu cemburu buta. Huufhhhh.. Nangis dah aku semalaman sampe jam dua dini hari.

Mana waktu itu  PLN nya ngerjain, mati nyala mati nyala. Hmmm suram satnite ku :(

Keesokan harinya, baru bangun tidur, aku udah dikejutkan dengan Bapakku yang kambuh penyakitnya... Bapak lalu dilarikan ke rumah sakit, di opname. Ya allah, baru aja kemarin aku senang girang riang jumplaitan jungkir balik tanda bahagia karena Bapak udah keluar dari rumah sakit. lah ternyata masuk lagi, opname lagi... Aku kalut sedih, kenapa harus kayak gini lagi. Airmata itu terulang lagi  :(

Lalu Indra ngajakin jalan. Aku mengiyakan ajakannya. Meski aku tau ini gak etis, jalan disaat bapak lagi di rumah sakit. Tapi Mama bilang "Yaudah jalan aja.. Mama izinkan kok."

Aku pun jalan sama dia, ke Cinema 21, seperti biasa. Tapi sikapnya yang gak biasa. Dia yang cerewet serta humoris, hari ini jadi pendiam. Aku jadi ngerasa bersalah..

Aku sontak menangis dan menggenggam tangannya erat. Di 21 dingin, tapi gak sedingin hatinya.

Dia menghiburku, adan aku pun mulai merasa tenang, meski perasaan bersalah + takut itu tetap ada.

Gak biasanya seperti ini, biasanya kami tertawa, berceloteh panjang, so sweet dah pokoknya. Apalagi tadi ada temannya yang satu teater dengan kami. Sukses kacang gorengnya.

Setelah pulang, aku langsung sms dia buat ngucapin terimakasih sekaligus maaf. Dia akhirnya balas, dan dia bilang gpp. Kenapa aku masih ragu juga? Aku takut hubungan ini kandas (ceilaah bahasanya)

Yes, this is sunday _,_
Minggu yang meragukan --'
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Jumat, 21 Januari 2011

Pentul Korek

Akhir akhir ini, aku sering menggumamkan kata "pentul korek" berulang-ulang dengan suara mendengung menyerupai lalat. Gak pandang tempat, gak pandang waktu. Contohnya:
Dea: "Eh Icha sayong, aku mau pesan bakso.. Kamu mau pesan apa? ( sambil menatapku menunggu jawaban)"
Aku: "Pentul korek ( tatapan kosong, mulut mangap,)
Dea: " Hah? Pentul korek? Mau nyalakan obat nyamuk bakar kah kamu yong??? (bingung, lalu beranjak pergi memesan makanan)

Atau yang seperti ini...
Om salon (banci salon): "Mau dipotong model apa rambutnya cint ?"
Aku; "PENTUL KOREK OM,eh Mami maksudnya.."

Ada apa dengan sih pentul korek, Cha? Apakah benda itu akan menjadi trend di tahun 2011 ? Apakah benda itu menjelma menjadi sesosok lelaki tampan lalu  menghamilimu dan tidak mau bertanggung jawab?
Tanyaku pada diri sendiri.
Jawabannya cukup sederhana. PENTUL KOREK ITU MENGAGUMKAN
Lebih tepatnya sih, KEPALA PENTUL KOREK ITU MENGAGUMKAN
Sangat lebih tepat akuratnya sih, COWOK BERKEPALA PENTUL KOREK ITU MENGAGUMKAN
Awal dari semua kegajean ini yaitu dikarenakan aku nge-fans banget sama abang Dika. Raditya Dika Angkasapoetra Moerwani Nasution, penulis novel ber-genre komedi-romantis. Aku adalah salah satu  dari sekian tukang ojek, pembantu rumah tangga, sopir bajaj penggemar setianya :D
Rasa cintaku kepada bang Dika semakin menggebu-gebu. Pengen jadi pacarnya... yah tapi gak mungkin laah. Maka, disini aku bertekad, akan berburu lelaki yang mirip bang Dika... Selain kacamatanya yang menonjol, hal yang menonjol lainnya adalah kepalanya yang disama-samakan dengan pentul korek, potongan nya tuh model anggota ABRI gitu nah. Tau kan?

Jadi, setiap aku ngeliat cowo dengan kepala pentul koreknya, aku langsung terbengek bengek tanda senang. kagum tiada terkira.. Aku selalu membayangkan kalau cowo itu kupakein kacamata frame-less, nah jadi dah raditya dika gadungan

Pentul korek, aku kagum padamuuu :*
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Kamis, 20 Januari 2011

Rabu Kelabu

Hari ini hari Kamis. Besok hari  Jumat. Kemaren hari Rabu. Haha, ngomong ngomong soal hari Rabu, ada suatu peristiwa.., ooh mungkin lebih tepatnya serentetan peristiwa, yang menimpaku pada hari Rabu. Sebagian besar menyedihkan, sebagian kecil mengharukan
Aku suka banget menjelaskan segala sesuatu dengan detail terperinci, maka disini aku akan menjelaskan 'serentetan peristiwa' itu kepada kalian semua. Siapkan dua ember dan tenaga medis.

KELABU I
Dimulai di pagi hari yang cerah. Ayam berkokok, matahari terbit di tengah tengah dua gunung. Saatnya berangkat sekolah, menuntut ilmu (baca: menuntut uang saku) dengan giat. Setelah menuntaskan sarapan pagi yang gak enak, aku pun pergi ke sekolah mengejar waktu.
Sesampainya di sekolah, gerbang kedua sudah ditutup.. Nampak banyak anak-anak dari berbagai kelas dan jurusan tengah berkumpul di halaman depan gerbang kedua. Mencoba kabur, tapi ku tak kuasa. Aku keburu diseret, digiring sebagai 'tersangka' dalam kasus 'terlambat ke sekolah'.
Aku ikut serta bergabung dalam pasukan terlambat sekolah itu. Lama-lama populasinya semakin bertambah.
Kami (aku dkk) dibawa ke lapangan. Disitu kami diringkus. Dan voilaaaaa....!!! DIBERI HUKUMAN HORMAT PADA TIANG BENDERA DALAM KURUN WAKTU KURANG LEBIH SETENGAH JAM.
Asli eh, pegal tangan. Aku curi curi kesempatan untuk menurunkan tangan yang tengah di ambang kematian ini. Aku menggantinya dengan tangan kiri. Tapi tiba tiba ada guru yang memergokiku melakukan perbuatan laknat itu (hormat kepada bendera merah putih itu dengan tangan kiri kan termasuk perbuatan laknat.. betul gak?) Seperti biasa, aku spontan memasang tampang innocent se innocent mungkin... habis itu cengengesan gajelas.
Setrengah jam telah berlalu. Kami kira itu adalah akhir dari ritual penyiksaan lahir batin anak-anak tak berdosa seperti kami (ceilaaah), namun perkiranku itu salah. Kami diberi tas kresek hitam, disuruh memungut sampah sebanyak banyaknya. Yo oloh.... sekolah kita sudah bersih Pak Guru. SEKOLAH KITA SUDAH BERSIH!!! Teriakku di tengah hujan deras (loh hujan darimana coba?)
Huufh.. diperbolehkan juga masuk kelas... Aku bersama temanku pun meluncur ke kelas tercinta. Ada Pak Sanudin yang tengah mengajar. Uups.. yang pasti kami gak dibolehkan masuk kelas. Otomatis aku terduduk di depan kelas,muka melas.

KELABU II
Aku tengah asyik asyik berlari jingkrak ria, membawa komik Kambingjantan 2, tiba tiba satu kaki menjulur, menyandungku. Dan Bruuuuuk!!!! Aku terjatuh dengan sukses. Menghasilkan tawa yang menggelegar di seantero kelas. Olalaaaaaa.. Si Wahyu whatthefuck yang menyandungku. Dia hanya tertawa di sana. Uuh sebellll.. Ku lempar es teh yang masih tersisa dari hasil atraksi lempar badan tadi, ke mukanya Wahyu. Aku masuk kelas, kesaallllllllllll

KELABU III
Di kantin, aku dan temanku yang tengah kelaparan membeli makanan penghuni perut.  Temanku yang bernama Jannah itu bertemu dengan guru paling gaje di sekolah, kita samarkan namanya dengan sebutan Mismur. Mismur menyuruh Jannah untuk membelikannya teh hangat di kantin.Melihat gelagat yang tak beres, aku kabur ke jalan yang benar. Kasian Jannah, tapi lebih kasian lagi aku. Maaf Jann, untuk soal Mis mur, aku bertindak egois, bisikku dalam hati.
Jannah sudah membeli pesanan Mismur, lalu dia menarikku menuju tempat Mismur berada, di mushala. Pas kami masuk, eeh Mismur lagi shalat. Aduh, mau dibawa kemana teh hangat yang malang ini? Kami taroh di dekat pintu mushala..
Pulang sekolah, puas banget kaki ini bercumbu dengan bebatuan di jalan. Aku sering kesandung, terjatuh, badan oleng, dan lagi lagi ditertawakan.. Yea, aku memang ceroboh... Terkenal dengan predikat "Jatuh bangun Girl"

RABU KU KELABU :(
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 15 Januari 2011

Tonton Curhatanku

Setelah tahu bahaya dan keganasan situs jejaring sosial bernama facebook itu merajalela, kini aku berpaling ke blog, sebagai media curhat. Yea.. aku memang gaptek dan gak up-to-date, baru mengenal diary elektronik yang udah sesepuh lagi mendunia ini, akibat terlalu lama mendekam di wc bawah tanah (silahkan tertawakan saya sepuasnya ). Aku udah terlanjur kapok curcol di fb, dampaknya buruk. Apalagi kalau pasang stat tentang percintaan yang rumit lalu merembet ke penghujatan kepada seorang cowo, itu bisa berbuntut panjaaaaaaaaaaaaaaaang. Aku hobi bikin note di fb, lalu nge tag ke teman teman fb ku. Ada yang suka, ada juga yang sebaliknya. Blog, adalah tempat ter-pewe untuk curhat :)

Suatu malam yang cerah (hah? gelap kaleee), iseng iseng aku bergerilya di galeri hapeku. Aku pun tertarik melihat file "diabadikan", dan disitu tersimpan sebuah video jaman bahari seragam putih biru a.k.a esempe.
Di video itu aku berdiri, berbicara, mencurahkan perasaan. Ini videonya
video
Aku tersenyum, dan terisak melihat video itu. Cowo itu. Kenangan itu. Cinta itu.

Aku mengenal waktu kelas 8, masa masa dimana cinta monyet melanda. Kami jadian atas bantuan teman sekelasku bernama Ayu, yang sekaligus adalah tetangganya Indra Alamsyah Herputa, nama cowo agung itu.
Kami jadian selama 7 bulan. Aku merasa sangat dekat dengan dia. Tapi namanya juga masih esempe, pengen coba coba YANG ANEH ANEH. Dan akhirnya aku selingkuh sama teman main rumahku. Sumpah cuma mainmain aja, lagian waktu itu aku lagi butuh perhatian, karena si Indra tak kunjung sms aku. Lalu kemudian aku putus sama teman main rumahku itu  dengan alasan yang tidak jelas.Yang lebih sakitnya, aku putus sama Indra dengan alasan yang lebih ga jelas. gara gara facebook

Selang beberapa bulan kemudian, ketika musim musim ujian nasional (waktu itu aku duduk di kelas 9, dan dia udah SMA, kelas 10), aku dekat lagi sama dia. Dia suka curhat tentang pacarnya, dan aku curhat tentang pacarku waktu itu... pas aku ikut tes di salah satu SMK di kotaku, dia ikut menemaniku. Kami suka jalan bareng, nonton film. Setiap habis pulang jalan sama dia, aku seringkali geyal geyol depan cermin. Aku masih menyimpan tiket tiket film 21 yang kami tonton. Aku masih menyimpan photo sticker bareng dia.

Aku putus sama cowoku, dan dia pun juga. Aku berharap kami bisa balikan lagi, karena sejak kami dekat, aku jadi sayang sama dia... Namun ternyata gak semudah itu. Dia seolah mainin perasaanku. Dia memang tempramental, mudah marah, pencemburuan. Aku terpenjara oleh perasaanku sendiri :(

Teman teman tak ada yang mau mendukung hubungan kami,. Meraka bilang aku bodoh, tolol, buta.
Mereka seperti itu karena udah lelah mendengar isak tangisku yang disebabkan oleh dia.

Sampai suatu ketika..tanggal 23 Desember kemarin, kami balikan. Rasanya aku bahagia banget.
Tapi... aku masih bingung. Dia suka marah marah ga jelas, aku berusaha jujur dia malah tambah parah amarahnya. Dia bikin akun facebook baru, dia remove aku dari fb lamanya. Dia pasang stat yang menjelek-jelekkan hubungan kami di fb lamanya itu.

Apa salahku? aku gak berani menanyakannya. Karena aku takut jawaban yang akan dia berikan. aku gak habis pikir.

Biasanya kan kalau lagi smsan sama pacar tuh senyam senyum, nih malah enggak. Setiapa smsnya masuk, aku membolak balik bodi hape, mempertimbangkan banyak hal. Aku takut... dia selalu menuntut dan menyalahkan aku. Aku selalu mikir, apa sih yang bikin dia marah?

Aku sayang dia... Aku gak pernah selembek ini sama cowo lain.. Aku ga leluasa menyampaikan uneg unegku sama dia..

Aku butuh dia... Aku pengen cubit hidungnya yang panjang itu..

Aku kangen kecupan keningnya. Tangannya yang halus memperbaiki tatanan rambutku.

Aku kangen celotehannya..

Aku kangen tatapan hangatnya, yang hobi ngolokin aku ni "bakpao vanilla" nya

Aku sedih tiap mengingat semua kenangan itu. Kenangan di 21, di rumahku, di tenggarong, di SMP 4, di SMK 1, di bank, di taman, tempat tempat kaya histori itu :(

Tuhan, dia sayang gak sma aku?

Tuhan, aku akan sabar mendampingi dia... Aku ga mau menyia nyiakan dia, mungkin ini
hukam karma buatku :(

Aku mencintai dia apa adanya.

Mungkin aku memang bodoh karena mengharapkan dia. Kalau udah terlanjur bodoh, kayakmana ae?

Biarlah mereka, atau sekalipun DIA menganggapku bodoh, akuu relaaa

Karena bagiku, CINTA ITU HARUS MEMILIKI

Jadi, aku harus mengorbankan segalanya

Termasuk otak dan hati :)

Love you, jangkung ku :*
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 11 Januari 2011

Kangen itu Apa Ya? Apa Tuh? Apa Sih? Apa Yok?

Berulang kali melirik ke layar hape, tetap tak ada. SMS ITU. TELPON ITU. Tak ada, dan mungkin saja TAK AKAN PERNAH ADA LAGI. Hilang kemanakah dia? Sehingga tak nampak wujudnya menyambangiku. Oh..apakah dia mendadak amnesia? Sehingga dia lupa, bahkan tak ingat siapa aku. Oh Tuhan, lindungi dia.

K A N G E N,

Terdiri dari lima huruf bermakna.

Setiap orang punya persepsi masing masing mengenai pengertian dari kata KANGEN itu.

Termasuk saya , seorang remaja labil yang sedang mengidap penyakit kasmarantitis (penyakit yang disebabkan hasrat kangen yang menggebu sehingga mengakibatkan demam tinggi berkepanjangan dan mengigau secara berkala namun dengan lafal tidak jelas.. nah bingung kan?)

AKU. KANGEN. DIA :(

Kangen itu apa ya? Apa tuh ? Apa sih ? Apa yok ?


Hmm menurut kacamata logika saya, kangen itu adalah rasa yang mampu  menyiksa batin seseorang. Mengharap sesuatu yang telah hilang untuk kembali. Pikiran melalang buana berkelana , derai air mata ingus iler turut serta dalam kekangenan. Kenangan pahit akan semakin pahit bila diingat, dan kenangan indah sekalipun dapat menjadi pemicu manjrotnya airmata dkk, yang dapat menimbulkan penyesalan tiada tara.
Nyesal sudah begini sama dia , nyesal melakukan itu .. Bodoh banget !!!

Lalu merutuki diri sendiri. Main hakim sendiri. 

Kangen itu pemaksaan diri , pokoknya harus bisa ketemu harus puas puas melepas kangen!

Kangen itu pengharapan yang belum diketahui secara pasti

Kangen itu terjadi jika DIA , sang pujaan hati tidak berada di sisi.

Kangen itu ketika  beranggapan bahwa DIA yang dibutuhkan sekarang.

Kangen itu seperti ibu hamil yang ngidam mangga muda.

Kangen itu seperti bocah yang merengek minta permen.

Kangen itu kesalahan yang patut untuk diampuni.

Kangen itu seperti rokok, kalau gak merokok, pasti jadi sakit kepala.

Dan, jika kangen adalah sebuah penyakit, maka metode terapinya adalah menangis . Dan obatnya adalah DIA :)

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Minggu, 09 Januari 2011

10 Jam

Hello hello.. pagi pagi buta udah rajin nge-blogging riaa.. hehe :D
Sembah sujud dua kali kepada Tuhan YME, karena hujan yang deras ia turunkan hari ini. Untung aja kemaren ga ujan.. Soale, sabtu kemarin adalah hari yang menyenangkan,sayang banget kan kalau sampe hujan :( 

Semacam nostalgia semasa seragam-putih-biru, yang ku rindukan selama ini, yang tak lagi ku jumpai ketika sudah 'menjabat' sebagai anak esemka :)

Dulu aku sekolah di SMP Negeri 4 Samarinda. Aku punya anggota kumpulan rumah kedua shecom (karena aku ogah menyebut dengan sebutan geng) yang terdiri dari:

  • Wilda Setiana, biasa kami panggil Mamaaaaaaaaaaak. Apalagi kalau udah minta traktiran es teh, panggilan itu acapkali kami gemakan *hah? apaan tuh gemakan? Baik, pasrahan, bijaksana, berwibawa, dan sesuai dengan namanya, setia terhadap pasangan :D
  • Shela Marselena, dengan wujud wajah menyerupai Cathy Sharon , maka kami memanggilnya dengan sebutan Tanteee * apaaan coba? ga nyambuh atuh*. Baik, penyayang, perajuan, pelit, agak matre , banyak yang naksir *hueeeeeeeeeeeeeeekkk* :D
  • Nina Rahmadani,  umurnya paling muda di antara kami berlima tapi dia yang di anugerahkan sebagai KAKAK SULUNG a.k.a KAKAK SATU. Aneh ajaib bin sulaiman. Nyablak, lincah dengan bodi kurus menjulang, item manis keriting, sangat terobsesi dengan Lady Gaga.Bakat terpendam : menghabiskan duit ratusan ribu dalam beberapa hitungan detik.
  • Hairunnisa (ehem ehem it's me) sebagai KAKAK DUA
  • Lhely Chilia, dipanggil De'nal. Apaan tuh De'nal? Hanya Lhely, kami, dan Tuhan yang tau. SELAMAT PENASARAN :P Lhely anaknya imut imut marmut merah jambu, hobi pacaran mulu, lumayan royal, fotografer merangkap model papan lengseran, agak plin-plan, manja.
Back to main topic,apa mau dikata, seiring dengan berjalannya waktu, kami terpisahkan oleh tujuan sekolah masing-masing.Maka, di hari  sabtu kemarin, aku jalan bareng dengan Lhely dan Wilda. Kami menyusuri jalan Dr. Soetomo, Pahlawan, Djuanda, lalu edit edit foto dirumah lhely. 10 jam aku kami melewatkan waktu bersama. Berikut perinciannya :


 

08.02 a.m
Aku tiba di rumah Lhely, rambut masih basah habis mandi
08.45 a.m
Aku dan Lhely ngesot ke rumah Wilda
10.11 a.m
Kami bertiga dijemput Bapake Lhely
10.21 a.m
Aku, Lhely, dan Wilda tiba di depan Mall Lembuswana dengan hati lapang
12.13 p.m
Wilda kebelet pengen beli tas kuping sulur, Lhelly merengut karena ga jadi beli sepatu slobokkan, aku memilih untuk tidur di sembarang tempat
12.28 p.m
Kracak krucuk jalan ke toko tas Shiny, sambil ketawa ngakak
12.40 p.m
Wilda menenteng tas baru, Lhelly dan aku mati akibat dehidrasi
12.46 p.m
Mondar mandir gaje depann masjid, eeh malah kepergok mantan kekasih yang tinggal di daerah situ. Pasang senyum pepsodent
12.57 p.m
Lhely berinisiatif untuk menyambangi rumah temannya yang bernama Healty (saingannnya happy salma :D). Dia menelfon Healty, mencoba menanyakan alamat rumahnya. Aku dan Wilda ngences liur
13.04 p.m
Lhely nekat berkelana mencari rumah Healty. Kami menunggu dengan sabar dan tawakal
13.15 p.m
Lhely kembali dengan tangan hampa. Kami duduk di samping gang. Ada ibu ibu yang lagi gendong anaknya yang pake baju ijo laggi ngeliatin kami dengan tatapan mengancam. Hmm.... mafia pajak ni, pikir ibu iu tersebut ke kami (ngasal). Aku berusaha menghindari kontak mata lebih intens lagi dengan  ibu itu. Aku kan udah punya pacar. Aku tak sanggup untuk menduakan ibu itu, jikalau si ibu terlanjur cinta berat sama aku gara gara curi curi pandang ini ( halaaaaaah )
14.00 p.m
Kami memutuskan untuk pulang, setelah mendapat hasil keringat berlebih serta poto poto gaje bin alay suralay
14.16 p.m
Tiba di rumah Lhely, merecoki laptop kesayangan Lhely dengan potopoto tadi. Keasyikan editedit
18.10 p.m
Aku dan Wilda diusir dari rumah Lhely ( hehe ga ding, kesadaran diri sendiri aja kok pengenn pulang jam segitu).

10 jam bersama mereka. 10 jam untuk menebus hari hari yang telah lama hilang. 10 jam yang gaje namun bermakna. 10 jam tak terlupakan. Hmm.. seandainya Nina dan Shela ikut , pasti jauh lebih tak terlupakan. 10 Jam :)
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Jumat, 07 Januari 2011

Dendam Softlens

"Aku suka banget sama anak kecil. Apalagi kalau balita gitu.. Imut imut menggemaskan deh"
Pengakuan tadi dituturkan oleh mantan pacarku, ketika datang ke rumahku dan melihat keponakanku yang berumur 15 bulan tengah asyik mondar mandir mengganggu kami. Aku sempat takjub, pemikirannya sangat bertolak belakang denganku, yang notabene sama sekali anti anak kecil. Yea, aku memang gak suka anak kecil, hmm apalagi balita gitu. Kalau bayi yang masih diem di di gendongan itu sih ya aku masih berminat. Tapi BALITA? Obsesi terbesarku adalah, MENCARI SUAMI YANG KEIBUAN. Semoga Tuhan mewujudkan obsesi terbesarku.


Sampai suatu ketika, Kak Fitri (anak sulung-red) menikah, kemudian beranak. Natasya Rizkya Khairani, begitu nama indah sang buah hati kedua pasangan Eddy Wardhana dan Fitriani itu. Usia nya  baru 15 bulan, dia adalah teman hidup sehari hariku. Apalagi di saat libur akhir semester seperti sekarang ini,frekuensi bertemu dengan anak itu jadi bertambah.
Tasya sering disangka bayi laki laki, dikarenakan kepalanya yang botak indah itu, yang tak kunjung ditumbuhi rambut. Perilakunya wajar seperti bayi kebanyakan, cuman dia masih belum bisa melafalkan kata kata umu seperti "mamah papah" secara baik dan benar. Menurut pengakuan Mamanya, itu dikarenakan si Tasya suka diperdengarkan lagu lagu barat mancanegara gitu. Lah, tuh anak emang suka kok lagu gituan. Katty Perry, adalah sosok idola favorit Tasya. Lagu California Gurls dan Firework sudah biasa terdengar di jam makan siang Tasya si bayi binal.

Terus, APA HUBUNGANNYA DENGAN JUDUL DIATAS??
Nah begini ceritanya. Di hari kamis meringis, aku kedatangan dua orang teman. Namanya Shella dan Nina. Mereka mainan di rumahku gitu, geje eh. Tiba-tiba perutku sakit serasa diremes gitu. Aku kenapa? Aku kenapa? Oh, ini bukan tanggalnya untuk datang bulan. Kayaknya maagku kambuh. Ajigilee.. sakitnya.. Aku gulang guling jumplaitan. Nangis kejar kejer meraung raung memanggil mama. Shela dan Nina menatap pilu, habis itu melanjutkan obrolan mereka.
Setelah dipijit oleh mamaku, otomatis aku berhenti menangis. Kok kepalaku jadi pusing ya ? Pandanganku jadi kabur gitu. Eh.. ternyata softlensku jatuh sebelah. Huaaaaaaa (perlu diketahui bahwa aku  minus 7, dan aku males pake kacamata, softlens yang ku pake pun warnanya bening) Aku kalut galau cemas tiada terkira. Shela dan Nina malah kabur pulang ke rumah masing-masing. Jambannnnn
Eitts ga lama kemudian, Mama Tasya berteriak histeris,
"Chaaaaa... ni nah softlensmu! Di makan tasya!!"
Apa? Apa? Oh bumi, telanlah aku
Softlens tak berdosa itu  kini robek hancur berkeping keping, di tangan Tasya  si bayi binal yang liurnya ngences
Oh oh oh, alasanku semakinn kuat untuk tidak suka dengan anak kecil
Inga inga, jauhkan barang barang berharga anda dari bayi ini !!
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selingkuh dan Liburan? Sama Sama Pengkhianat!

Habis bagi raport akhir semester, biasanya liburan adalah hal yang didambakan para pelajar seluruh dunia (mungkin).
Dimana dalam liburan  bisa rehat sejenak melepas lelah turun sekolah saban hari, mengurangi ketegangan bertatap muka dengan guru guru eksotik nan killer, tugas sekolah menjauh dari hadapan, dan bangun tidur sesuka hati. Hmmm... segarnya udara liburan

Tak selamanya selingkuh itu indah, dan tak selamanya liburan juga indah (looh apa jar?).liburan 'mengkhianatiku'. Ia berjanji akan memberikan kesenangan dan kebahagiaan. Tapi nyatanya, apa yang ku dapatkan? Malah boring tenan puncak gunung merapi :(

By the way, disini aku akan berimajinasi dan menganggap bahwa liburan itu adalah sesosok makhluk hidup layaknya manusia, yang telah memberi janji kepadaku, namun dia mengingkari (ya, aku tau, aku tau. Aku memang gila)  Lebih spesifiknya lagi, aku akan jelaskan bentuk-bentuk pengkhianatan seorang 'liburan' itu kepadaku :
  • Liburan berjanji padaku, bahwa aku pasti akan tenang aman tentram dan tak bingung soal keuangan. Hah, liburan berbohong! Akibat liburan, uang rutin harian (baca: uang saku) dihentikan selama liburan ini. Oh God.. itu kan penghasilan tetapku sebagai pelajar!
  • Liburan berjanji lagi padaku, bahwa aku pasti akan have fun selama liburan ini. Suasana tetap rame, keceriaan tetap ku dapat. Huh, manaada. Aku mendekam di kamar, sepi sendiri suram muram. Keceriaan yang selama ini ku peroleh di sekolah,tak kudapatkan di rumah. Sahabat yang jadi lekat kala jam istirahat, kini di rumah masing masing. Kangen kengen kangen :*
  • lalu, liburan berjanji lagi. Ia mengatakan bahwa ini saatnya untuk bersantai, tak ada lagi capek seperti halnya waktu sekolah. Hmmm.. ternyata itu bohong. Pembantu  rumah tangga adalah pekerjaan sehari-hariku selama di rumah. Ya, dari pelajar banting setir jadi PRT di rumah sendiri. . Malah tambah capek atuh
Menurutku, lburan sama selingkuh iru ga ada bedanya. Sama sama pengkhianat. Mungkin, bagi sebagian orang, liburan itu menyenangkan. Tapi bagiku saat ini, liburan itu ya seperi yang kujelaskan di atas :D
Terkadang aku merasa aneh aja, di saat liburan, pengennya turun sekolah... Di saat turun, pengennya libur.
Huaaaaaaaaaaaaaaaaa... kembalikan hari sekolahku Mak !! :'(
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Rabu, 05 Januari 2011

Antara Seragam Putih-Biru, Otak Cetek, dan Bunuh Diri

Di saat kamu berputus asa, apa yang kamu lakukan?

Di saat dunia tak lagi berpihak padamu, apa yang kamu lakukan?

Salah satu alternatif yang lagi trend saat ini, untuk mengatasi keputus-asaan dan jika-dunia-tak-lagi-berpihak-padamu, yaitu KILL MYSELF  atau bahasa ilmiahnya, BUNUH DIRI
Seperti yang sering diberitakan di televisi, kasus bunuh diri kini marak. Menjadi trend di kalangan remaja labil putus cinta, bapak-bapak yang tengah terlilit utang, ataupun anak kurang pergaulan
Dan aku, termasuk dalam kategori orang orang 'nekat' itu, tiga tahun yang lalu......

Senin, 22 Desember 2008
Aku masih duduk di bangku kelas 7, tepatnya di kelas 7-8, kelas lantai dua pojok dekat ruang BK. Rambutku panjang hitam tergerai, dengan bando pita. Memakai baju putih rok biru kebesaran. Kacamata minus 6 bertengger. Aku duduk sendiri, di sudut kelas. Memandangi sekelompok teman yang asyik bercanda ria.

Mengapa aku tak seceria mereka? Mengapa aku disini sendirian?

Jawabannya cukup singkat: aku pemalu
Ya, di saat itu aku memang anak yang tidak bisa berinteraksi dengan teman baru. Aku kelewat pemalu, aku spontan pergi menjauh ketika ada yang mengajak berkenalan. Mereka menganggap bahwa aku sombong, padahal itu ga benar sama sekali. Aku ingin berteman dengan mereka. Tapi hati mengalahkan otak. Aku takut, mereka ga menerimaku yang penyakitan ini. Itu saja
Dulu aku memang penyakitan. Setiap upacara bendera, aku jatuh pingsan. Di kamar mandi sekolah, aku pingsan. Maag ku parah, ditambah lagi dengan anemia yang suka datang tiba-tiba.
Ketakutanku itu berdampak buruk, Dengan teman sebangkuku bahkan kami tak pernah bertegur sapa.
Lama lama aku depresi, aku kalut.
Berangkat sekolah diselimuti keraguan, jiwa terancam, terpojokkan
Aku jadi bahan omongan. Yea, i'm freak, i'm geek
Setelah menonton acara tv (aku lupa nama acara tv-nya apa) yang isinya tentang tindak tanduk percobaan bunuh diri seorang anak under-twenty, aku berinisiatif untuk meniru adegan itu.

Keesokan harinya..

"Cepat pergi ke kamar mandi itu, bawa cutter ini, dan habisi dirimu, Cha! Cepat!"

Acapkali bisikan itu menggangguku. Ya, disini telah ada cutter pinjaman, dan raga siap mati

Cutter bergagang warna merah ini aku pinjam dari temanku bernama Ellin, dengan alasan mau motongin kertas (apaan coba?) Aduhai, bunuh diri aja gak modal, pake pinjam segala :D

Jam pelajaran  pertama, aku pun segera meluncur menuju kamar mandi sekolah

Dag dig dug derr..Masuk ke toilet yang gelap itu

Memejamkan mata, mengingat-ingat acara tv tadi malam

Aku menangis...mengacungkan cutter, yang sebentar lagi akan bercumbu dengan pergeangan tangan kiriku..

Tiba-tiba kamar mandi menjadi terang, pintu terbuka.

Disitu berdiri teman-temanku, menatap bingung

"Nisaaaa.. jangan bunuh diri....!! Kamu kenapa?" (dulu aku dipanggil nisa-red)

"A-aku... aku gamau hidup di dunia lagi...aku capek!"

"Ya allah Nis ayok kita keluar! Daritadi sekelasan pada cemas kamu kelamaan di toilet, kami kira kamu pingsan lagi! Ternyata kamu mau coba bunuh diri!"

Aku digiring ke dalam kelas. Disidang guru BK. Nasib Ellin tragis, dia diringkus oleh teman-temanku yang menemukanku di toilet tadi. Anggapan teman-teman, Ellin yang sebenarnya tidak tahu menahu sama sekali, merestui percobaan bunuh diriku. (maafkan aku ya Linnnn *sembah sujud dua kali )

Bunuh diri itu bodoh. Bunuh diri itu dosa. Bunuh diri fatal akibatnya.

Aku, termasuk orang-orang bodoh itu. Orang-orang yang tak peduli dosa, orang-orang yang tak memikirkannya akibat fatalnya.

Tapi.. itu waktu tiga tahun yang lalu.. Dan sekarang, aku sudah sadar kok. Bahwa setiap masalah itu bisa diatasi. Bunuh diri bukan satu-satunya jalan!!
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Aku dan Keluarga (abnormal) ku

Ehem ehem
Perkenalkan, namaku Hairunnisa. You can call me Icha, mate. Aku pendatang baru di dunia blog, di dunia catatan harian dunia maya ini. Perjuangan membuat blog ini amatlah panjang. Berbekal pengetahuan yang cetek mengenai internet, aku dan adikku bernama Nanda berhasil menerbitkan postingan pertama ini :)
Niat untuk mempunyai akun blog ini timbul karena Raditya Dika. Yeep, cowok separo baya berkacamata itu. Yang menulis beberapa judul novel best seller. Dia idolaku. Berkat menulis di blog, dia menjadi tenar seperti sekarang. Wow.. tak henti-hentinya aku berdecak kagum. Aku selalu berkhayal menjadi penulis terkenal seperti dia.
Aku si remaja labil, menapak bumi, menjadi warga berkebangsaan indonesia kurang lebih 16 tahun. Blasteran Banjar-Bugis. Mama banjar dan bapak yang Bugis.
Keluargaku terdiri dari:
  •  Bapak, si kepala keluarga bersahaja
  • Mama,  ibu rumah tangga yang amat perhitungan dan peduli terhadap masalah keuangan
  • Kak Fitri yang sudah menikah dan punya anak menggemaskan bernama Tasya,
  • Ka Eddy Wardhana si kakak iparku, suami dari Kak Fitri 
  • Ka Dayah, wanita karir kebelet nikah, dan..
  • Nanda Anggraini, si bungsu ganjen bin binal, kerjaannya dandan saban hari
Kami hidup rukun di sebuah rumah sederhana di kawasan Jalan Cendana Gang 8 No 46. Bapak pergi merantau ke negeri seberang, dan Ka Eddy pulang kerjanya malam mulu. Makanya, di rumah cuma ada kumpulan kaum hawa. Dan otomatis, jadi rame tu rumah. Apalagi  jika sore menjelang, di depan teras rumah, semuanya berkumpul membentuk lingkaran besar lingkaran kecil, bergosp syalalalalalalala. Salah satu dari kami bisa grasak-grusuk (terutama Nanda) bila ada lelaki tak dikenal datang menyambangi rumah. Misalnya tukang koran, pengamen, tukang antar galon, ataupun delivery pizza hut :D
Tasya, adalah makhluk paling kecil dan polos di rumah. namun dibalik kepolosannya itu, dia menyimpan semacam kebinalan yang mengancam.Bayi usia 15 bulan itu sering kami (aku dan Nanda-red) hina dan siksa secara verbal. Kami berdua suka mengolok-olok dia dengan sebutan binal, gaje, botak.
Yaa, kepala anak itu tandus, gersang. Padahal untuk anak seusia dia, rambut lebat memenuhi kepala. tapi nyatanya, kepala anak itu botak. Ini menjadi pemicu untuk mengolok-olok dia. Mama Tasya, melihat anaknya disalahgunakan oleh tante-tante nya, cuma bisa mengurut dada, lalu melengos pergi. Kami sangat puas.
Diawal bulan, tepatnya tanggal gajian, aku dan Nanda merengek-rengek minta dibelikan nasi goreng kahoi. Do you know nasi goreng kahoi? Kuliner itu adalah kuliner rutin tiap bulan, rasanya lezat dan menyebabkan sakau bila tidak segera disantap. Kalau ada duit, ya dibelikan. Kalau ga ada, ya udah. Bikin indomie goreng di dapur aja.
Aku sangat mencintai keluargaku, meski Mamaku orangnya kolot dan pemarahan, meski bapakku jarang pulang ke ruimah kayak Bang Toyib, meski kedua kakakku hobi mendiktatorku, meski si Nanda nakalnya naudjubillah,aku tetap pegang perkataanku tadi. I love my family.. And i hope.. we've happilly ever after :)
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

POSTINGAN YANG LAKU

GUMPALAN KESEHARIAN

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

Copyright © Pelacur Kata | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com